![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
'Brakk'
Pintu bangunan terbuka dengan keras, siapa lagi jika bukan Sasha yang membuka paksa pintu Itu, tanpa rasa takut dia masuk untuk membawa Kean keluar dari tempat terkutuk itu
'Prokk... prokk... prokk'
Suara tepuk tangan dan gelakan tawa dari dua orang yang kini Sasha benci. Bahkan sangat muak
melihat wajah-wajah itu.
"Haha, berani juga Lo datang kesini sendirian, punya nyawa berapa lo?" tawa remeh dari seorang Nia yang sangat puas melihat kedatangan Sasha.
"Berapapun nyawa gue, mau lo ambil semuanya juga gue gak peduli, yang terpenting lo lepasin Kean!" sentak Sasha marah, dia menatap tajam Nia dan Tantri.
Berani-beraninya mereka berdua menculik Kean! Sasha tak akan memaafkan mereka berdua jika berani melakukan sesuatu kepada Kean!
"WOW! Ternyata seorang Sasha rela memberikan nyawanya hanya demi anak kecil" lagi-lagi Nia meremehkan Sasha.
Tangan Sasha terkepal kuat, apakah Nia tidak pernah menyekolahkan mulutnya? Beraninya dia berkata seperti itu.
"Gue rasa semua orang pasti rela memberikan apapun demi sesuatu yang berharga miliknya" ucapan Sasha berhasil membungakam mulut Nia.
"Siapa yang berharga? Anak kecil itu? Jangan-jangan itu anak haram lagi" ucapan Tantri kalo kali ini berhasil membuat Sasha marah.
"Jaga mulut lo!" sentak Sasha sembari menunjuk Tantri. Dia menatap tajam Tantri yang malah membuat Tantri tertawa puas.
Ingat Sasha! Tantri hanya memancingmu! Biarkanlah anjin* menggonggong.
"Santai bos, gak usah nunjuk-nunjuk" Tantri menepis tangan Sasha. Sasha pun menghembuskan nafasnya dan berpaling muka.
"Dimana Kean?" tanya Sasha dingin, daripada berlama-lama disini lebih baik langsung ke intinya saja.
Nia dan Tantri saling pandang, mereka sama-sama menatap Sasha remeh, seakan-akan itu tidak semudah yang Sasha pikirkan.
"Gak semudah itu Sasha" ucap Nia mendorong tubuh Sasha kebelakang, ternyata dibelakang Sasha sudah ada orang suruhan Nia.
Orang itu menutup mulut dan hidung Sasha dengan menggunakan kain, tentu saja Sasha memberontak, dia berusaha melepaskan diri.
"Lephhaashinnn" teriak Sasha dengan suara yang tidak terdengar jelas. Nia dan Tantri kini hanya menertawakan Sasha dan menikmati pemandangan di depannya itu.
'Rey, tolongin gue!' Dalam keadaan seperti ini pikirannya hanya tertuju pada Reynald, dia berharap Reynald segera datang dan menyelamatkannya bersama Kean.
Sasha memohon, Reynald cepatlah datang!
Sasha terus memberontak, sampai dia kehabisan nafas dan akhirnya... pingsan.
"Bawa dia ke ruangan yang sama dengan anak kecil tadi" perintah Nia puas, dia sangat puas meskipun ini hanya permulaan saja.
Orang suruhannya itu dengan sangat penurut langsung membawa Sasha ke ruangan yang dimaksud Nia. Sasha terlihat sangat tak berdaya.
*****
Diksi bergegas memakai jaketnya, dia memberitahukan Fani namun tak mengizinkan Fani untuk ikut karena itu membahayakan.
Diksi marah ketika mengetahui hal itu, dan dapat dipastikan Sasha kini juga dalam bahaya, selalu saja tak memikirkan sebelum bertindak.
Namun itulah Sasha, tak ingin melihat orang yang dia sayang terluka.
Dia menelpon seseorang...
*****
Tampak laki-laki yang kini menghadap ke jendela kamarnya, kegelisahan dengan tidak sopan menerobos relung hatinya.
Dia gundah, gelisah. Berpikir apakah keputusannya benar meninggalkan Sasha sendirian, dia tahu pasti Sasha sangat kecewa padanya.
Namun tak bisa dipungkiri dia butuh waktu sendiri, berapa lama dia diambang hidup dan mati sampai-sampai dia tidak tau apa-apa.
Ah, dia baru ingat dari dulu dia memang selalu meninggalkan Sasha, dia merasa tak berguna.
Virgo tau Sasha tak pernah salah, hanya saja Virgo belum bisa menerima kenyataan yang ada. Ternyata dia memang belum dewasa.
Segala pikiran yang berkecamuk dalam kepala hanyalah tentang Sasha, setiap detik setiap menit dia selalu memikirkannya.
Sayangnya lamunan bodoh itu harus buyar ketika nada ponselnya menganggu. Diksi? Nama itu terpampang dalam layar ponselnya.
"Apa?" tanya Virgo to the point, dia sebenarya malas untuk mengangkat telpon Diksi.
"Lo masih inget Kean?" tanya Diksi memastikan, dia harus menjelaskan terlebih dahulu.
"Iya, gue masih inget" jawab Virgo mengingat-ingat, jujur saja kini firasatnya bertambah buruk.
"Kean Diculik, kemungkinan Caca juga ikut diculik" satu kalimat dari Diksi mampu membuat Virgo mematung.
Sasha... dalam bahaya? Mulutnya kelu, tidak! Dia tidak percaya, meskipun dalam keadaan paling bahaya sekalipun Sasha pasti bisa menyelematkan diri.
Dalam sekejap saja rasa akan takut kehilangan Sasha kini menyeruak masuk kedalam hatinya, tanpa permisi.
"Virgo? Lo masih disana?" tanya Diksi bingung, tak ada jawaban sama sekali dari Virgo, ataukah dia Shock?
"Selamatin Caca sekarang" perintah Virgo dingin, dia tidak ingin terjadi apa-apa pada Sasha, semoga semuanya akan baik-baik saja.
"Tanpa lo suruh gue juga akan nyelamatin Caca, tapi lo juga sebagai saudara kembarnya juga berhak ikut" jelas Diksi. Maukah Virgo ikut menyelamatkan Sasha?
"Gue tau, gue pasti nyelamatin Caca" balas Virgo langsung mematikan sambungan telponnya.
Virgo langsung bersiap, tanpa berlama-lama dia ingin Sasha segera selamat.
Saat Virgo turun ke lantai bawah dia berpapasan dengan orang tuanya.
"Mau kemana Vir?" tanya Fadli yang melihat Virgo sangat terburu-buru. Marina juga ikut menatap Virgo dengan raut bertanya.
Virgo terdiam...
******
Makasih untuk yang udah dukung sejauh iniš¤ Walaupun kemarin hampir 1 bulan gak UP tapi ternyata masih ada yang setia dukung BAš¤ Huhu Dedek Author terhuraš
Semangat untuk kalian semua, dulu sempat pernah berpikir untuk berhenti nulis, tapi semangat dari Kalian kini menyadarkan Dedekš¤ Dedek sangat berterima kasih.
Dedek mencoba bertanggung jawab dan konsistenš