Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#54, BROKEN ANGEL'S



Sebelumnya, Happy new year kakak semua😊 Maapin nih, Dedek belum sempat menjejak, tunggu ya hari ini bisa menjejak ke tempat kalian semua😊


*****


Kita beralih ke tempat Faisal, masih ingat kah dengan Faisal? yups dia ada hubungannya dengan Reynald, dan Nia, atau mungkin sekarang dia juga ada hubungannya dengan Sasha.


Faisal yang notabene adalah mantan dari Nia, sekaligus mantan sahabat dari Reynald, meskipun sebenarnya Reynald masih menganggap Faisal sebagai sahabat.


Ya, dia selalu menanti Nia selama ini. Namun yang di dapati Nia bukan kembali untuk dirinya, melainkan untuk Reynald.


Nia yang sekarang bukanlah Nia yang dulu ia kenal, Nia sekarang hanya berfokus pada obsesinya yaitu Reynald.


"Sampai kapan Lo mau perjuangin dia? sedangkan Lo sendiri tau cinta nya bukan buat Lo" gumam Faisal lirih.


Entah itu untuk siapa, Faisal yang mencintai Nia, namun Nia mencintai Reynald. Atau Nia mencintai Reynald, sedangkan Reynald mencintai... Sasha?


Jika dipikir, cinta di dunia ini sangat rumit ya? Apalagi jika ada tikungan tajam terpercaya, satu hubungan hancur semalam.


******


Sejauh apa mereka berdua bertahan? Ya, Sasha dan Reynald, sementara mereka belum ada ikatan yang meyakinkan.


Namun semuanya berjalan seperti telah direncanakan, inikah yang dinamakan takdir tuhan?


"Kayanya Lo pindah hobi deh, sekarang hobi banget ngelamun" ucapan Reynald membuyarkan lamunan Sasha.


Sasha mendengus kesal, selalu saja dikagetkan oleh Reynald, atau memang dirinya yang akhir-akhir ini sering melamun.


"Gue gak ngelamun, cuma merenung" jawab Sasha kesal. Reynald memutar bola matanya malas, dia menimpuk kepala Sasha dengan buku yang ada di tangannya.


"Sama aja bodoh" jelas Reynald malas. Sasha berusaha memikirkan kalimat untuk menyangkalnya.


"Beda ah, kalo melamun itu kan mikirin masalah hidup, kalo merenung... Ya sama juga sih, tapi gak tau lah" jelas Sasha bingung sendiri, otaknya terasa berbelit belit.


Reynald tertawa kecil, apakah Sasha bertambah bodoh? Dasar Sasha bodoh!


"Lo tambah bego ya" ucap Reynald tertawa kecil. Sasha mendengus kesal, dia meninju pelan bahu tegap Reynald.


"Ih, Gue tuh pinter ya, pinter banget malah" sangkal Sasha dengan nada sombongnya. Reynald masih tertawa kecil.


Namun sedetik kemudian keduanya terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing, meskipun yang ada di pikiran mereka adalah sama.


"Rey" ucap Sasha memecahkan keheningan yang melanda. Reynald menatap Sasha bertanya, baru kali ini Reynald melihat wajah Sasha setenang ini.


"Kenapa?" tanya Reynald tenang. Sasha menarik ujung bibirnya ke atas, kini senyuman tipis tergambar di bibirnya.


"Coba deh bayangin kalo aja waktu itu kita gak ketemu" Sasha tak pernah mengira mereka berdua berakhir seperti ini, apalagi dengan Sasha yang semakin melengkapi.


Reynald berpikiran yang sama, membayangkan apabila tidak ada pertemuan yang tidak terduga itu, yang mereka kira akan membawa bencana... namun ternyata membawa?


Suasana malam yang semakin larut, dingin malam membawa mereka kembali kepada kenangan.


"Kalo aja dulu Lo gak gangguin gue, kita mungkin gak bisa ketemu sampe sejauh ini" mereka kembali terbawa suasana, untunglah situasi dan kondisi sangat mendukung.


Belakangan memang tidak ada masalah yang terlalu serius, meskipun keduanya masih sering berdebat, itu hanya pelengkap.


"Apa yang akan lo lakuin jika saat itu atau sampe sekarang gak ada pertemuan diantara kita?" tanya Sasha dengan arah pandang menerawang.


"Aduh iya Sha iya, ampum" teriak Reynald kesakitan, dia merasakan nyeri di lengannya akibat di cubit Sasha.


“Ya makanya jawab yang bener” geram Sasha kesal, dia melepaskan cubitannya, menyisakan bekas merah disana.


Reynald hanya bermaksud bercanda, tapi malah kena batunya. Dasar Sasha galak!


“Yaudah back to topic, Andai dulu kita gak ketemu, apa yang akan lo lakuin?” tanya Sasha masih menyisakan nada kesal, tentu saja siapa yang tidak kesal jika seseorang menjawab seperti itu, meskipun Sasha sadar diri.


Reynald tersenyum tipis, Apa yang akan dia lakukan jika tidak ada pertemuan antara dirinya dengan Sasha?


“Kemungkinan gue ketemu cewe lain dulu... eitsss” ucapan Reynald terhenti saat Sasha bersiap mencubitnya lagi.


“Kan masih kemungkinan, Jawaban pastinya ya gue yang cari lo sampe ketemu” jelas Reynald dengan senyum tipisnya. Sasha terdiam.


“Emang bisa gitu?” tanya Sasha bingung, benar saja dia sekarang bertambah bodoh. Reynald memutar bola matanya malas.


"Semuanya tergantung takdir Sha, Gak ada yang namanya 'kebetulan' di dunia ini, karena semuanya pasti udah di rencanakan, mau itu di rencanakan oleh tuhan atau sama manusia itu sendiri" jelas Reynald panjang.


Benar juga apa yang di katakan Reynald, dunia sulit di mengerti. Kita bisa merencanakan sesuatu, namun semua kembali pada takdir.


Namun tidak ada salahnya bukan manusia berekspektasi, meskipun jangan terlalu berharap dengan apa yang kita bayangkan.


“Kalo gue gak ketemu lo sih, mending ngejomblo aja” ucap Sasha dengan santainya. Reynald menautkan alisnya, bingung.


"Kenapa?" tanya Reynald bingung. Sasha mengukir senyuman terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Reynald.


"Kan gue emang cuek sama cowo, mana ada cowo yang mau sama gue" jelas Sasha tertawa kecil.


Jika dipikir memang Sasha dulu terlalu cuek, tidak perduli dengan sekitar. Namun semua itu perlahan berubah.


“Iya, dulu itu lo terlalu cuek, masa gue aja gak kenal” ucap Reynald membenarkan. Sasha tertawa kecil.


"Emang harus kenal gitu? Ngapain juga gue kenal sama cowo songong kaya lo" cibir Sasha bermaksud bercanda. Reynald pun tertawa.


“Emang segitu sombongnya ya?” tanya Reynald merasa tidak bersalah. Sasha menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.


"Iya lo itu cowo paling sombong, songong. Gak nyadar diri lagi" jelas Sasha sekaligus mencibirnya. Reynald malah tertawa.


“Oh ya, masa?” Reynald bermaksud menggoda Sasha. Sasha menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.


“Gila” Ucap Sasha kesal. Reynald tersenyum tipis, dia merapihkan rambut Sasha, menyelipkan anak rambutnya ke telinga.


Dibawah cahaya bulan dan bintang yang menghiasi langit malam, Sasha terlihat begitu cantik. Sesekali angin malam menerpa wajah mereka.


Jika memang ada wanita tercantik itu adalah Sasha, bagi Reynald.


Mereka sama-sama bersyukur bisa dipertemukan oleh takdir, meskipun bisa dibilang pertemuan mereka sangatlah tidak menyenangkan.


Namun, jika bukan karena pertemuan itu tidak akan ada kebahagiaan bagi keduanya, seperti sekarang ini.


******


Jangan lupa like, komen, and vote😊