Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#38, BROKEN ANGEL'S



"Bisa dijelaskan Reynaldi Bagaskara?" Sarkas Sasha...


Reynald tediam mematung, Sedangkan Sasha kini menatap Reynald dengan senyum simpulnya, Senyum yang malah akan menyiksa Reynald.


"Gimana? Jelasin lah" Ucap Sasha santi bahkan dia masih sempat-sempatnya tersenyum manis seperti itu.


Reynald mengusap wajahnya gusar, Sudah seperti tertangkap basah saja dia sekarang ini. Reynald menghela nafas.


"Gue sama Dia cuma shabatan" Jelas Reynald pada akhirnya menyerah juga, Dia akan menjelaskan meskipun mungkin Sasha akan marah atau tidak tau lah...


"Oh cuma sahabatan" Ucap Sasha santai namun menusuk, Selalu memasang senyum manis yang menyakitkan untuk Reynald.


"Lanjut" Titah Sasha.


Reynald menghela nafas, Wajah Sasha sangat menyiratkan kekecewaan dan kemarahan, Namun ditutupi dengan senyum manis yang menyakitkan.


"Gue emang pergi sama dia, Dia minta dianterin kerumah, Karena sebelumnya gak pernah ketemu lagi akhirnya Gue turutin" Lanjut Reynald menjelaskan.


Sasha tersenyum sinis, Dia menggelengkan kepalanya benar-benar tak menyangka. Sasha sampai muak sendiri.


"Sampai Lo lupa gak jemput Kean, Sampai Lo lupa gak ngabarin Gue, Gitu kan" Sarkas Sasha lagi, Masih dengan senyum manis yang tercetak dibibirnya.


Reynald menggelengkan kepalanya, Dia tidak menyangka kalau seperti ini jadinya, Dan yang bisa dilakukan hanya menyesal.


"Sha, Gue... " Reynald tak mampu melanjutkan perkataannya lagi. Sasha pun tertawa Sinis, Muak sekali rasanya.


"Apa?" Tanya Sasha dengan mengernyit, Seolah tak terjadi apa-apa. Namun siapa sangka, Hatinya merasakan sakit yang luar biasa.


"Sha jangan gini" Pinta Reynald pelan. Sasha tersenyum menatap Reynald, Benar-benar sandiwara yang bagus.


"Gini Gimana?" Tanya Sasha dengan tawa hambarnya. Reynald sangat menyesal, Dia baru saja menyadari, Sasha sangat berarti baginya.


"Sha, Maaf" Suaranya syarat dengan penyesalan. Sasha tersenyum simpul, Tak menjawab permintaan maaf dari Reynald.


"Gue bener-bener gak nyangka Rey" Sasha menggelengkan kepalanya pelan.


"Kenapa Lo sampe gak ngabarin ha? Lupa?" Tanya Sasha sarkas namun santai. Reynald menggeleng cepat.


"Hp Gue baterai nya habis Sha" Jelas Reynald pelan. Sasha menganggukan kepalanya mengerti, Tersenyum simpul seperti biasanya.


Namun sedetik kemudian dia mengubah wajahnya menjadi datar, Menatap dingin Reynald yang kini masih memeluknya.


"Lo egois tau gak" Sentak Sasha datar, Tak ada lagi senyuman yang terukir di bibir itu, Sekarang dia benar-benar ingin serius.


"Maaf Sha" Hanya itu yang bisa dia ucapkan. Reynald tak tau harus bagaimana lagi, Keputusan ada di tangan sasha.


"Sehari Gue gak berangkat Lo udah gini?" Sasha tersenyum Sinis, Benar-benar hebat. Reynald menggeleng.


"Cuma sahabatan Sha, Gue gak ada apa-apa sama dia" Jelas Reynald frustasi, Dia tidak akan membuat Sasha marah dan kecewa lagi, Dia berjanji.


"Kalo ada apa-apa juga gak papa kali, Lagian Gue siapa?" Miris, Memang sangat Miris, Berkali-kali Sasha menguatkan dirinya sendiri.


Reynald langsung menatap Sasha tegas, Sasha adalah perempuan berharga untuk Reynald.


"Lo itu berharga Sha" Jelas Reynald tegas, Sasha tertawa sinis.


"Gue berharga? Tapi Lo gak menghargai Gue Rey" Sasha tak bisa menahannya lagi, Kali ini matanya berkaca-kaca.


Reynald menggeleng tegas, Dia langsung menarik Sasha, Sasha terjatuh dalam dekapan Reynald yang hangat dan nyaman.


"Jangan nangis" Pinta Reynald lirih. Sasha menggeleng samar, Dia memukul-mukul dada bidang Reynald.


"Sha, Jangan marah" Pinta Reynald pelan. Sasha menangis dalam dekapan Reynald. Sasha sangat marah, Jangan salahkan dia, Salahkan Reynald.


"GUE BENCI LO, BENCI, BENCI" Teriak Sasha lagi, Memberontak. Reynald mempererat dekapanya, Menenangkan Sasha yang tampak sangat marah.


Beberapa saat sampai Sasha mulai tenang dalam dekapan Reynald. Baju Reynald sampai basah karena air mata Sasha.


"Udah Ya" Ucap Reynald lembut, Dia menumpukan dagunya di puncak kepala Sasha. Sasha hanya diam, Sesekali masih sesenggukan.


Reynald merasa dia benar-benar jahat sekarang, Sasha telah menjadi kelemahan Reynald sepenuhnya, Bahkan dia dapat ditaklukkan dengan air mata Sasha.


"Jahat banget" Ucap Sasha dalam dekapan Reynald. Ya Reynald tau itu, Dia benar-benar Jahat. Reynald mengecup lama puncak kepala Sasha.


"Jangan gitu lagi" Pinta Sasha lirih. Reynald mengangguk patuh.


"Gak akan Sha" Jawab Reynald yakin. Ini yang terakhir kalinya, Reynald berjanji.


Tiba-tiba seorang anak laki-laki kecil, Berlari ke arah Sasha dan Reynald. Wajahnya tampak ceria, Seperti biasanya.


"Daddy, Mom kenapa?" Tanya Kean bingung. Reynald menatap Kean dengan senyumannya, Dia kemudian menggeleng.


"Mom gak papa" Jelas Reynald lembut. Sasha pun melepas pelukanya, Dia menatap Kean hangat, Senyumnya yang menyambut kehadiran Kean.


Mata Kean tampak menyipit, Sepertinya dia mengantuk.


"Kean ngantuk? Tadi gak tidur siang Ya?" Tanya Sasha kepada Kean. Kean mengangguk mengiyakan.


Sasha pun langsung menggendong Kean, Dia kembali duduk dengan memangku Kean. Kean merasakan nyaman, Dia memejamkan matanya.


Sasha tersenyum simpul, Tanganya terulur untuk mengusap kepala Kean pelan.


"Kean sayang Daddy dan Mommy" Gumam Kean sebelum dia akhirnya tertidur pulas, Sasha tersenyum simpul, Dia mendengar gumamam Kean.


Reynald tersenyum tipis melihat interaksi keduanya, Dia beralih menggendong Kean. Reynald berniat mengantarkannya ke Kamar Kean.


Sasha hanya mengangguk menyetujui. Reynald pun keluar dari kamar Sasha.


Sasha menatap Reynald dengan tatapan sendunya dan senyum simpulnya. Hari ini sangat menyakitkan, Sasha tak menyangka ini akan terjadi.


Tak dapat dipungkiri, Sasha sekarang takut kehilangan Reynald. Sasha menggelengkan kepalanya, Mengusir pikirannya itu.


Sasha pun memilih merebahkan dirinya di kasur. Sasha mendengar suara knop pintu terbuka, Merasakan sepasang tangan kekar melingkar di perutnya.


"Jangan marah lagi" Lirih Reynald. Sasha hanya menggeleng singkat, Meskipun dalam hati masih terpendam kekecewaan.


"Kalo gitu lagi, Gue usir Lo dari sini" Ancam Sasha. Reynald tertawa pelan, Tidak akan.


"Gue gak akan gini lagi Sha" Jelas Reynald pelan. Sasha hanya menanggapi dengan senyum simpul, Walaupun Reynald tidak akan melihatnya.


Masalah ini hanya permulaan, Meskipun Sasha sudah terbiasa dengan kehidupan yang diwarnai dengan drama, Namun kali ini rasanya berbeda.


Karena sekarang, Sasha menyelesaikan masalah berdua, Dan Sasha berharap dia akan menjadi sosok yang lebih dewasa kedepannya.


*****


Labil.


Dua Up satu hari, Janji kemarin tapi nepatinnya sekarang😂 Ikuti terus yaa,..


Jangan lupa Like, Komen, And Vote...