Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#60, BROKEN ANGEL'S



Sasha kini bersiap untuk menjemput Kean, karena sekarang mungkin waktunya Kean pulang.


Sasha langsung saja keluar rumah dan masuk ke mobil, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.


Daripada itu, mungkin sejenak ia ingin melupakan Reynald, bukan Reynald yang ingin dilupakannya namun masalahnya.


Sudahlah, Sasha lelah.


******


Kean yang kini sedang menunggu Sasha, dia menunggu di dalam sekolahnya, itu sudah menjadi kebiasaan.


Namun kini dirinya dilanda kebosanan, Sasha ataupun Reynald belum menjemputnya? Benar-benar membosankan.


Saat Kean duduk sendirian, ada dua orang yang menghampirinya.


“Hai Kean” sapa mereka dengan senyum manisnya, percayalah dibalik senyum manis itu ada niat jahat yang tak tertahankan.


“Kalian siapa?” tanya Kean bingung. Keduanya tersenyum simpul, mereka duduk di samping kanan dan kiri Kean, dan kini Kean berada di tengah mereka.


“Kita itu temen Mama kamu, tadi Mama kamu yang nyuruh kita untuk jemput kamu” jelas salah satunya dengan nada yang lembut, terkesan paksaan.


Kean merasa aneh dengan mereka berdua, namun sayangnya dia masih terlalu polos, lagipula dia hanya mau pulang dengan orang tuanya saja.


“Tapi Kean mau nungguin Mommy aja” jawab Kean menolak mereka berdua. Mereka pun menghela nafas.


“Mama kamu lagi sibuk, jadi pulangnya sama kita aja ya” bujuknya kepada Kean. Kean masih saja menggeleng dan menolak pulang bersama mereka.


Karena sifat salah satu dari mereka memang tidak sabaran, ditambah lagi ini membuatnya geram.


“Sama kita aja ya pulangnya” mereka masih berusaha membujuk Kean, hingga mereka tidak bisa menunggu lagi.


Mereka menggendong paksa Kean dan bergegas pergi dari sana, namun Kean kini menangis dan memberontak.


“Lepasin, Kean mau sama Mommy aja!” Kean berusaha turun dari gendongan orang itu. Itu membuat orang yang menggendong Kean merasa kesal.


“Diam!” geramnya menggertak Kean. Kean masih saja memberontak, dia mengayun-ayunkan kedua kakinya.


“Nih anak satu ngeselin banget, nih Lo bawa nih, cepatan bawa ke mobil” orang itu menyerahkan Kean ke rekannya.


Rekannya pun berdecak kesal, mereka cepat-cepat membawa Kean pergi dari sana, sebelum ada yang melihat mereka.


Mereka bergegas melajukan mobilnya menuju tempat yang direncanakan.


*****


Sasha kini sampai di sekolah Kean, dia mencari-cari keberadaan Kean, namun hasilnya nihil.


Sasha terus mengelilingi sekolahan hingga beberapa kali, daripada dia terus mencsri lebih baik bertanya saja pada guru disini.


Dia langsung saja bertanya kepada wali kelas Kean.


“Permisi, apa ibu lihat Kean?” tanya Sasha panik. Wali kelas Kean tentu saja bingung, dia menggeleng tidak tau.


“Sepertinya Kean tadi dijemput oleh dua orang, bukankah itu orang suruhan dari Kalian?” tanya balik Wali kelas Kean.


“Makasih Bu, saya mau cari Kean, permisi” tanpa menjawab pertanyaan yang tadi dilontarkan oleh guru itu, Sasha langsung berpamitan pergi.


Wali kelas Kean jadi ikut khawatir sekaligus merasa bersalah, seharusnya tadi dia memastikannya terlebih dahulu.


Sasha kini mengendarai mobilnya, entah dia akan mencari Kean kemana, yang dipikirkan dia adalah Siapa orang yang menjemput Kean? Dan kemana mereka membawa Kean pergi?


Sasha juga berusaha menghubungi Reynald, berkali-kali dia mencoba menelponnya namun tidak ada jawaban dari sana.


Sasha menjadi semakin khawatir dan panik, dia mempercepat laju mobilnya.


‘Ting’


Notif di ponselnya menarik perhatian Sasha, dia memberhentikan mobilnya di tepi jalan dan membuka notifikasi tersebut.


Pesan yang membuat dirinya marah dan terpancing, pesan dari seseorang yang telah membawa Kean.


Sasha langsung melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan penuh membuat ban mobilnya bergesekan dengan aspal hingga menimbulkan goresan, dia menuju lokasi yang diberitahukan melalui pesan tersebut.


Sasha yang cerdik terlebih dahulu memberi sinyal darurat kepada teman-temannya, setidaknya ada bantuan yang akan datang.


*******


Reynald, dia tahu siapa yang menelponnya, namun dia tidak berniat untuk menjawabnya.


Hatinya gelisah, menimbang untuk mengurangi egonya dan pulang untuk Sasha, namun karena memang dia terlanjur marah sangat sulit untuk menalar dengan logika.


Menghela nafas berat, kini segala hal berkecamuk dalam pikiran. Firasat buruk ikut menghampiri dirinya, melengkapi kegundahan yang ada.


Reynald sama sekali tidak berniat untuk melakukan kegiatan, aktivitas satu-satunya yang dia lakukan hanyalah berpikir.


******


Farhan lah yang menerima sinyal dari Sasha, Sasha mengirimkan sebuah pesan yang membuatnya ikut panik.


Yang pertama terpikir oleh Farhan adalah Reynald, dia harus menghubungi Reynald terlebuh dahulu.


Sembari menunggu Reynald mengangkat telponnya, dia berpikir kenapa Sasha tidak langsung menghubungi Reynald. Apa sesuatu terjadi di antara keduanya?


Panggilan pertama ditolak, Farhan terus mencoba untuk menghubungi Reynald, fia terus berusaha.


“Apa?” tanya Reynald malas dari jauh sana.


Farhan geram, ingin rasanya dia memberi pukulan di wajah Reynald.


“Anak lo, dalam bahaya...”


*******


OH MY...😱 Kean diculikkkk!!! Gimana Nih?!! Reynald malah gitu🙄 Dahlah, kita tunggu aja apa yang akan terjadi selanjutnya...


Jangan lupa like, komen, dan vote😊