![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Reynald segera menggendong Kean yang terlelap, Dia menidurkan Kean di kasur milik Sasha. Sedangkan Sasha memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Reynald pun duduk di sofa sambil memandangi Kean yang tertidur pulas, Wajahnya yang tak berdosa membuat Reynald terenyuh memandangnya.
Sasha keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian santainya, Dia duduk disamping Reynald yang masih fokus memandangi Kean.
"Mandangnya gitu banget" Celetuk Sasha menyadarkan Reynald, Reynald pun tersadar dia menatap Sasha yang sudah ada disampingnya.
"Kasihan, dia" Ucap Reynald pelan. Sasha mengangguk setuju.
"Setidaknya, kalo Gue gak bisa bahagia, Gue bisa memberi kebahagiaan untuk orang lain" Ucap Sasha sendu, Bahagianya sudah tidak ia pikirkan lagi, Karena menurutnya itu sudah tidak bisa dicapai lagi.
Reynald langsung menatapi Sasha kesal, Dia mendorong pelan dahi Sasha.
"Ngomong apasih, Lo masih bisa bahagia" Jawab Reynald dengan nada tegas. Sasha tersenyum tipis.
"Rencana kedepannya gimana?" Tanya Reynald bingung. Sasha juga bingung memikirkan itu.
"Gue gak tau" Jawab Sasha pelan. Reynald menghela nafas, Apa yang harus Reynald lakukan?.
Reynald mendekap Sasha dari samping, Entah kenapa dia merasa bertanggung jawab seperti ini. Reynald ingin memberikan kebahagiaan untuk Sasha dan Kean.
"Kenapa gak diadopsi aja?" Tanya Reynald pelan. Sasha menghembuskan nafasnya gusar.
"Emang bisa?" Tanya Sasha balik. Reynald berfikir sebentar, Pastinya sulit untuk mengadopsi Kean mengingat mereka masih sekolah.
Tapi, Reynald akan melakukan apapun agar Sasha dan Kean bisa bahagia, Reynald masih beruntung tidak memiliki masalah seberat Sasha maupun Kean, Jadi apa salahnya kalau Dia ingin membuat Kedua orang itu bahagia.
"Bisa" Jawab Reynald yakin. Sasha menghela nafasnya, Biarkanlah, Sasha menyerahkan ini semua kepada Reynald.
"Asalkan Lo bisa bertanggung jawab Ca" Lanjut Reynald pelan. Sasha menganggukan kepalanya dua kali.
"Tapi, Apa Lo percaya Gue bisa bertanggung jawab? Sementara Gue sering mengalami tindakan kekerasan orang tua, Gue takut melampiaskan itu semua ke Kean" Jelas Sasha. Reynald terdiam sebentar, Mungkin benar yang dikatakan Sasha, Tapi..
"Gue percaya, Lo gak mungkin ngelakuin itu ke Kean" Jawab Reynald yakin. Sasha tersenyum tipis, Dia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Reynald, Tempat ternyamanya.
Ucapan Reynald sedikit membuat hatinya tenang, Tapi dia juga sedikit gelisah. Sasha masih memiliki jiwa Psikopat, Dan untuk pertama kalinya Sasha ingin menghilangkan jiwa itu. Sasha tidak ingin menjadi pengecut lagi, Dia akan menghadapi semuanya, Andai saja Sasha bisa mengendalikanya.
"Rey" Panggil Sasha pelan.
"Hmm?"
"Makasih" Ucap Sasha tulus. Reynald mengernyit bingung.
"Untuk?" Tanya Reynald bingung. Sasha menatap Reynald dengan senyum manisnya.
"Semuanya" Jawab Sasha tersenyun lebar. Reynald ikut tersenyum, Dia mendekap Sasha erat.
Reynald percaya, Pertemuannya dengan Sasha bukanlah 'kebetulan', Didunia ini tidak ada yang namanya 'Kebetulan'. Reynald percaya semuanya sudah digariskan oleh tuhan.
~Skip Besok~
"Mommy" Kean langsung menghambur ke pelukan Sasha, Sementara Sasha dengan sigap menggendong Kean.
"Kean udah siap belum?" Tanya Sasha kepada Kean. Kean mengangguk lucu. Sasha tertawa kecil, Dia mengecup gemas pipi Kean.
Hari ini mereka akan pergi kerumah Reynald, Entah apa yang direncanakan oleh Reynald, Tapi yang pasti Reynald menyuruh mereka ke rumahnya. Membingungkan.
Reynald masuk kedalam apartemen milik Sasha, Dia menghampiri Sasha yang sudah siap bersama Kean.
Reynald yang peka pun akhirnya mengambil Kean dari Sasha kemudian menggendongnya. Sasha tersenyum tulus melihat Itu, Bahagia ternyata sederhana.
"Anak Daddy udah siap belum?" Tanya Reynald gemas.
"Udah dong" Jawab Kean girang. Reynald tertawa kecil, Menurutnya Kean sangatlah menggemaskan.
"Ya Udah, Let's Go" Ucap Reynald semangat, Kean juga ikut semangat. Sasha tersenyum kecil.
Reynald menggenggam tangan Sasha, Kemudian menggandengnya turun ke lantai dasar. Mereka langsung memasuki mobil Reynald.
"Kita mau kemana Dad?" Tanya Kean bingung. Reynald menatap Kean dengan senyumnya.
"Mau ke rumahnya Daddy, Disana nanti ada Opa sama Oma, Seneng gak?" Jelas Reynald. Kean langsung tersenyum lebar.
Reynald mulai melajukan mobilnya, Membelah keramaian di jalanan Ibu Kota.
"Yeey, Kean punya Oma sama Opa" Ucap Kean senang. Sasha tersenyum tipis, Tapi tunggu, Oma? Opa? jadi orang tua Reynald sudah tau?.
"Orang tua Lo udah tau?" Tanya Sasha bingung. Reynald tersenyum kemudian mengangguk.
"Kok gak bilang sih" Kesal Sasha, Reynald tertawa kecil, Memang Reynald sengaja tidak memberi tahukan kepada Sasha.
"Sengaja" Jawab Reynald dengan senyum mengejeknya. Sasha mendengus kesal, Sifat menyebalkan Reynald belum hilang juga.
"Masih ngeselin ternyata" Gerutu Sasha kesal. Reynald tersenyum mengejek ke arah Sasha.
"Daddy 'Lo' Itu apa?" Tanya Kean polos. Sasha mendelik kaget, Dia lupa kalau sekarang sudah ada Kean, Ternyata hal sekecil ini juga memengaruhi.
Reynald tersenyum kecil, Dia mengusap kepala Kean penuh sayang.
"Bukan apa-apa kok, Kean jangan ngomong gitu lagi ya, Gak boleh" Jelas Reynald, Dia tidak ingin Kean mengerti istilah-istilah 'Gaul' karena Kean masih terlalu kecil.
Kean mengangguk patuh, Dia akan menurut dengan ucapan Daddy ataupun Mommynya. Kean tidak akan membantah, Dia takut Reynald dan Sasha akan meninggalkannya.
Reynald mendekat ke arah Sasha dan membisikkan sesuatu.
"Mulai Sekarang kalo didepan Kean Manggilnya 'Aku-Kamu'" Perintah Reynald, Dia menjauhkan dirinya dari Sasha.
Sasha mendelik kesal, Dia mana bisa!. Membayangkannya saja membuatnya bergidik geli, Sasha rasa dia tidak bisa melakukannya.
"Gak mau" Tolak Sasha pelan. Reynald menatap tajam Sasha, Tanda peringatan.
Sasha menghela nafas pasrah, Apa yang bisa dia lakukan? Didepan Reynald dia tidak akan bisa berkutik.
"Geli tau Rey" Protes Sasha. Reynald masih menatap tajam Sasha. Sasha semakin tak berkutik.
Sasha akhirnya mengangguk pasrah, Reynald tersenyum tipis. Dia mengacak pelan rambut Sasha. Sasha hanya mencebikan bibirnya kesal.
"Reynald ih, Berantakan" Kesal Sasha. Reynald tertawa kecil.
Sepanjang perjalanan mereka habiskan dengan mengobrol kecil bersama Kean, agar bisa mengenal Kean lebih jauh lagi.
Mobil Reynald sudah sampai di Rumah Reynald, Sasha menatap Rumah Reynald dengan senyum tipisnya, Sudah lama Sasha tidak pernah ke rumah Reynald, Dan dia juga belum pernah melihat Orang Tua Reynald secara langsung.
"Ayo turun" Ajak Reynald. Sasha dan Kean mengangguk, Mereka pun akhirnya turun dari mobil Reynald.