Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#62, BROKEN ANGEL'S



Terdengar sayup-sayup suara seseorang, terdengar sangat lirih dan jauh. Sasha perlahan membuka matanya.


Dia meringis, menyipitkan matanya. Kepalanya terasa pening, disini sangat gelap dan pengap, dia sedikit takut.


Sasha merasakan tangan dan kakinya tak bisa bergerak, dapat dipastikan dia diikat, bahkan kini mulutnya tersumpal kain.


Sasha mengedarkan pandangannya, sangat gelap dia hampir tak bisa melihat sekitarnya. Sebenarnya dia ada dimana?


Ini masih ditempat sama atau Nia telah membawanya ke tempat lain?


Namun kini dia terdiam saat melihat tubuh kecil tak berdaya yang ada disampingnya, terlihat sangat lemah.


Sasha berkaca-kaca, kenapa ini harus terjadi padanya? Kenapa dia tidak di izinkan bahagia sama sekali? Kenapa hal buruk selalu terjadi pada orang-orang yang disayanginya?


Sasha tak ingin orang yang disayanginya kembali pergi, sudah cukup semua orang terdekatnya menjauh, tapi Sasha mohon, jangan Kean yang diambil.


Sasha meronta, mencoba melepaskan ikatan ditangannya, air mata yang ingin menetes sebisa mungkin ia tahan, bukan sakit karena ikatan tangannya, namun sakit karena melihat orang tersayangnya terluka.


'Tap...Tap...Tap'


Suara langkah kaki yang kian mendekat, Sasha putus ada, dia hanya bisa berdoa semoga Reynald cepat menyelamatkannya.


"Mencoba untuk kabur, Sasha?" Suara yang sudah tidak asing lagi ditelinga, senyum menyeringai dapat dilihat dengan jelas.


"Lephhashhinn" Suara Sasha yang terdengar tidak jelas karena kain yang menyumpal mulutnya. Dasar biadab!


Terlihat Nia yang kini bermain-main dengan Kean yang masih tak sadarkan diri, Sasha menggelengkan kepalanya.


Tantri yang melihat Sasha seperti ingin mengatakan sesuatu pun melepaskan kain tersebut, tertawa melihat Sasha yang terengah-engah.


"JANGAN SENTUH KEAN!" Teriak Sasha memperingatkan, keringatnya bercucuran, wajahnya memerah, gertakan gigi menandakan dirinya penuh amarah.


"Hah? Apa? Gue boleh sakitin Kean?" Ucap Nia dengan ekspresi pura-pura terkejut. Sasha sangat muak dengan mimik wajah tersebut.


Namun Sasha lebih muak dengan dirinya sendiri yang tak bisa melakukan apa-apa sekarang ini.


"Haha, baiklah jika Sasha memperbolehkan" tawa Nia dengan nada seperti anak kecil yang sangat senang mendapatkan 'mainan'.


Perlahan Nia mendekati Kean lagi, dan mulai mencengkram dagu yang terasa kecil dalam genggaman tangannya.


"JAUHIN TANGAN KOTOR LO DARI KEAN!" Perintah Sasha marah. Bisakah Sasha membunuh mereka berdua sekarang? jika bisa dia sangat ingin melakukannya.


Tantri hanya melihat pertunjukan yang kini sedang berlangsung, bagaikan menonton pertandingan saja. Namun dia menikmati itu.


Tangan Nia perlahan mengambil pisau kecil yang tersimpan didalam saku celananya. Mata Sasha terbelalak.


"LO BOLEH SAKITIN GUE TAPI JANGAN PERNAH SENTUH KEAN" Teriak Sasha tak tertahankan. Seketika keadaan menjadi hening.


Mungkin karena kedua pelaku tersebut kaget dengan teriakan Sasha yang sangat kencang, membuat telinga mereka sakit.


"Sasha... Sasha... apa lo sebodoh itu sampai rela ngelakuin apa aja demi anak kecil ini?" tanya Nia tak habis fikir, dengan mudahnya Sasha mengatakan bahwa Nia boleh menyakiti Sasha asalkan anak itu selamat.


Perlahan Nia berjalan mendekat ke arah Sasha, matanya terus saja menatap tajam Sasha, sang empu juga tak kalah menatap tajam Nia.


"Orang yang tau arti kata keluarga juga pasti akan melakukan hal yang sama, mereka akan melakukan apapun untuk orang yang paling mereka sayang, yaitu keluarga" ucap Sasha tegas, masih sama menatap tajam Nia.


Nia menghentikan langkahnya sesaat, apa yang Sasha maksud? Keluarga? Hah bukankah Sasha sendiri juga dikucilkan dari keluarganya?


"Seseorang yang dianggap berharga pasti tidak akan sebanding dengan nyawanya. Gue semakin yakin kalo Lo gak pernah merasakan kasih sayang dari seseorang" jelas Sasha sinis, saat ini dia mencoba mengalihkan perhatian Nia, biarlah Nia fokus dengan pembicaraan itu.


Tangan Nia terkepal, lancang sekali Sasha berbicara seperti itu, Sasha tak tau apa-apa tentang dirinya.


"Benar bukan? orang yang tidak bisa melihat kebahagiaan orang lain, mungkin saja orang itu sudah dipenuhi dengan kebencian, seperti... " Tanpa Sasha melanjutkan pembicaraannya, Nia tau siapa yang ia maksud.


Nia mencoba tidak terpancing, dia menyeringai memikirkan cara untuk menyudutkan Sasha.


"Tau apa Lo? bukannya Lo juga sama, Lo juga gak dianggap oleh keluarga lo bukan?" Nia yang awalnya mengira ini pembicaraan untuk memutar balikan keadaan.


"Sama? jadi bener dong kalo Lo gak dianggap keluarga Lo? lagipula gue dan lo itu beda, gue masih punya keluarga, yaitu Kean dan Reynald dan jangan lupain temen gue yang juga udah gue anggap sebagai keluarga" penjelasan Sasha membuat Nia diam membisu, terpaku.


Nia menggeram, dia mulai terpancing dengan semua yang dikatakan oleh Sasha. Sedangkan Sasha kini tersenyum puas.


"Meskipun Lo gak dianggap oleh keluarga Lo, seharusnya saat itu Lo bersyukur masih ada orang yang tulus sayang sama Lo, tapi apa? lo malah sia-siain orang itu" jelas Sasha sinis, hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan orang yang tulus menyayanginya.


Siapa? Dari dulu Nia tidak pernah menganggap orang lain tulus, kecuali Reynald. Namun dia malah menyalah artikan perhatian Reynald.


Nia berdecih, dia menodongkan pisaunya kedepan wajah Sasha. Sasha tersenyum remeh.


"Kelakuan Lo gak lebih dari pecundang"


Nia langsung menampar pipi Sasha, cap telapak tangannya membekas di pipi putih nan mulus tersebut, sudut bibir terkoyak dan akhirnya meneteskan darah.


Nia tersenyum puas, dia mengusap pipi Sasha yang memerah karena tangannya.


"Gimana sakit?" tanya Nia dengan wajah kasihan, namun sayang itu hanya kepura-puraan.


Sasha meringis pelan, ini memang terasa sakit Sasha tak bisa bohong. Namun dia mencoba untuk kuat, bertahan sedikit lebih lama sampai Reynald datang.


Itupun jika Reynald datang menyelamatkannya, mengingat kemarin mereka habis saja bertengkar.


******


Wait, sampai sini dulu ya Chap kali ini😁 Maaf gak bisa sering update karena sibuk sekolah😁🤗 Padahal nanggung banget bentar lagi End😢 hehe😁


Dan dengan ini kita tutup Chapter ini, dan tunggu Chapter berikutnya😁


Jangan lupa like, komen, and vote🤗 Lopyu semuanya😘😁