![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Semua perkataan Nia dan Tantri masih terngiang-ngiang dalam telinganya. Cacian, makian, hinaan, sebegitu buruknya ia di mata mereka.
Mencari kebahagiaan diantara luka memanglah susah, seolah tidak ada lagi celah. Kenyataan yang sulit dihadapi, namun tidak bisa menghindar pergi. Begitu rumit kehidupan yang harus Sasha lewati.
Dan lagi pula, dimana Reynald? Dimana sosok yang ia anggap sebagai penyelamatnya? tak ada sama sekali tanda-tanda kedatangan dirinya.
Sasha lelah, bisakah ia bersitirahat sebentar saja, sekedar menutup mata, hanya itu. Begitulah yang terus diucapkan Sasha dalam hati.
\*\*\*\*\*
Kegaduhan terdengar jelas diluar gedung, maafkan mereka yang terlambat datang. Semuanya terasa sangat mendesak, dalam waktu semalam semuanya terasa hancur.
Semoga tidak ada yang disesali untuk kedepanya, pikiran buruk yang menyergap Reynald dalam sekejap.
Reynald langsung menerobos masuk ke dalam gedung, dengan sigap Diksi dan Zacky mengikuti. Tujuan utama mereka adalah mencari ruangan Sasha dan Kean untuk menyelamatkan mereka berdua.
Semoga saja tidak terlambat.
\*\*\*\*\*
Kedua tersangka kembali lagi kedalam ruang yang digunakan untuk menahan kedua korban. Mereka mendengar suara gaduh dari luar, dan bisa ditebak siapa yang datang.
"Well, sepertinya pahlawan lo udah datang" ucap Nia dengan seringai yang tercetak pada bibirnya itu, bibir yang kotor.
Kelopak mata yang terasa sangat berat untuk terbuka, menyipit pada kegelapan, mencari secercah cahaya dan harapan.
Sasha bersyukur, ternyata Reynald datang untuknya dan untuk Kean. Itu saja sudah cukup untuk membuat Sasha tenang.
Sasha tersenyum singkat, yang mana senyum itu membuat Nia merasa jengkel. Seolah Reynald tidak akan membiarkan Sasha kenapa-napa, dan itu membuat Nia merasa kesal.
"Dia emang pahlawan" meskipun terkadang permasalahan mengacaukan semuanya, namun penyelamat tetaplah penyelamat. Begitulah yang terpikirkan oleh Sasha.
"T-tapi lo yakin Reynald bisa sampai kesini? Diluar banyak anak buah gue loh" ucap Nia dengan nada yang dibuat-buatnya, wajahnya pun dibuat memelas.
Sasha tetap tenang, sebesar apapun rasa khawatirnya terhadap Reynald dia masih bisa menyembunyikannya.
"Kalian pikir Reynald gak akan bisa ngalahin semua orang suruhan lo?" Tanya Sasha dengan nada meremehkan, namun dengan suara kecil karena tenaganya habis sudah.
Nia berdecak kesal, dalam keadaan seperti ini pun Sasha masih bisa melawan dengan kata-kata nya, sebenarnya sekuat apa Sasha.
"Kita liat aja nanti" jawab Nia dengan wajah datar disertai seringai tipis.
Tantri hanya memperhatikan mereka berdua, memang dia sengaja pasif, karena dia tidak segila Nia.
\*\*\*\*\*\*
Reynald berdecak sebal, kenapa harus ada pengganggu, dia tak ada waktu untuk meladeni mereka. Diksi dan Zacky yang mengerti akan hal itu pun mengambil keputusan.
"Rey, lo fokus aja nyari Sasha sama Kean, biar semua yang ada disini gue dan Zacky yang urus" ucap Diksi dengan raut wajah yang serius.
"Iya Rey, sebelum terjadi sesuatu sama Sasha dan Kean" jelas Zacky, meskipun sebenarnya memanglah sudah terjadi 'sesuatu'.
Reynald tidak ingin sahabatnya yang disini kenapa-kenapa, namun kini Sasha dan Kean lebih penting daripada apapun.
\*\*\*\*\*\*
Terengah-engah akibat kewalahan, mereka sahabat Reynald yang masih terus berusaha mengalahkan semua anak buah Nia yang jumlahnya sangat banyak.
Tentu saja dengan adanya bantuan dari semua pasukan ADLER, mereka pasti bisa, ini juga demi Sasha dan Kean agar mereka berdua selamat.
"Gimana, cape gak lo?" Tanya Fino dengan nada bercandanya, masih sempat-sempatnya dia menanyakan hal yang sudah pasti.
"Ck, cape lah bodoh, lagian nih anak buah si nenek lampir gak ada habis-habisnya, muka gue udah bonyok gini, santet aja kali yak" jawab Farhan sedikit kesal, Fino tertawa kecil ada-ada saja memang si Farhan.
"Seneng banget gue ngeliat muka lo bonyok gini" tawa kecil Fino dengan kepalan tangan yang mendarat di pipi Farhan, meskipun hanya pelan namun mengingat kondisi wajahnya yang sudah tidak sehat, sentuhan sedikit saja terasa sangat sakit.
"Diem Lo, dahlah ngapain malah ngobrol, noh musuh banyak" jelas Farhan kesal, nampaknya dia mulai serius kembali.
"Tiba-tiba pengen membantai nih gue" ucap Fino dengan senyum smirknya, diikuti Farhan yang juga tersenyum iblis.
Mereka berdua pun langsung menyerang anak buah Nia, membabi buta tanpa memberi celah, tak ada kesempatan bagi lawan untuk menyerang.
"MAJU LO SEMUA" teriak mereka bersamaan sembari masih dengan pukulan yang jatuh di tubuh lawan.
\*\*\*\*\*
Reynald berjalan cepat, mencari-cari dimana ruangan yang tepat. Bangunan yang sangat luas dan sangat menyebalkan.
Hingga sampailah dia di tengah ruangan yang dihadapkan beberapa pintu, dia pun mulai kebingungan untuk menentukan pintu mana yang akan ia buka.
Namun firasatnya mengatakan pintu yang ada di depannya inilah yang paling tepat. Reynald pun berjalan dengan perlahan ke arah pintu tersebut.
Seiring langkah kaki yang mendekat, terdengar samar-samar suara seseorang yang tengah berbicara. Tidak dapat diragukan lagi, Sasha dan Kean ada disana!
*****
BA comeback nih...
Ada masukan silahkan komen
Maaf baru bisa lanjut setelah sekian lama hiatus
Dan mungkin setelah BA tamat, akun ini pindah tangan, karena GEGE juga udah lama ga megang akun MT... Tapi nanti akan ada cerita baru, meskipun Authornya bukan GEGE lagi
Terima kasih💓