Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#29, BROKEN ANGEL'S



"Perasaan kita Manggilnya Sasha deh, Kenapa yang muncul pawangnya" Ucap Farhan dengan nada herannya. Semuanya mengangguk setuju.


Reynald menghela nafas dan memutar bola matanya malas.


"Mau masuk gak?" Tanya Reynald malas. Semuanya langsung mengangguk cepat.


"Iyalah" Jawab semuanya cepat.


Reynald pun mengajak semuanya masuk kedalam rumahnya, Eh rumah Sasha. Reynald mengajak mereka kedalam kamar Kean, Agar Kean tidak kesepian lagi.


Kean dan Nia pun menatap bingung teman-teman Reynald yang ternyata sudah ada di kamarnya.


"Hai Bocil, Babang Fino datang nih" Sapa Fino dengan senyuman lebarnya, Dia langsung menggendong Kean.


"Ihh, Gak mau, Daddy mau turun" Ucap Kean memberontak dalam gendongan Fino. Dengan kesal Fino menurunkan Kean.


"Emang kenapa sih Cil gak mau digendong Om Fino?" Tanya Fino pura-pura merajuk. Kean hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Soalnya abang jelek" Jawab Nia ngasal. Fino langsung menatap kesal Nia, Dia pun beralih menggendong Nia dan mencubit pipinya gemas.


"Adek Lo kalo ngomong ngejleb juga ya" Ucap Farhan kepada Reynald. Reynald menggelengkan kepalanya.


"Gak, Dia ngomong kenyataan" Jawab Reynald datar. Semua yang mendengar jawaban Reynald pun tertawa, Sedangkan Fino mendengus kesal.


"Enak banget Lo kalo ngomong" Kesal Fino, Dia menurunkan Nia dari gendonganya.


"Terima nasib aja kali Fin" Ucap Zacky dengan senyum mengejeknya. Fino pun menjitak kepala Zacky dengan kesal.


"Lo kalo ngomong mah gampang, Lah gue dong yang ngerasain" Jawab Fino kesal. Zacky malah tertawa melihat ekspresi Fino yang sangat memelas.


"Caca mana Kak?" Tanya Fani kepada Reynald.


"Dikamar sebelah, Lagi Badmood dia" Jawab Reynald menjelaskan. Fani mengangguk mengerti.


"Gue berani taruhan, Lo yang bikin Sasha badmood" Celetuk Zacky dengan nada sombongnya. Reynald mengangguk menyetujui.


"Iya" Jawab Reynald singkat. Semuanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak menyangka, Reynald hobi sekali jika membuat Sasha kesal.


"Bentar gue panggilin dulu" Pamit Reynald sembari melenggang pergi, Keluar kamar Kean.


Reynald pun masuk ke dalam Kamar Sasha, Dia melihat ternyata Sasha masih bermain handphone. Dia mendekat dan langsung menarik tangan Sasha, Sehingga mau tak mau Sasha pun berdiri tegak.


"Rey" Pekik Sasha kaget. Reynald malah tertawa kecil, Dia mengacak pelan puncak kepala Sasha. Sasha hanya mendengus kesal.


"Udah kesalnya ditunda dulu, Tuh ditungguin di kamarnya Kean" Jelas Reynald. Sasha mengangguk mengerti, Pasti teman-temannya.


"Yaudah yuk" Ajak Sasha. Reynald mengangguk setuju, Dia menggenggam tangan Sasha.


Mereka pun berjalan keluar kamar Sasha, dan masuk ke dalam Kamar Kean. Sasha langsung duduk disamping Kean dengan memangku Nia.


"Ck, Kalo ada teman datang tuh disambut kek, Lo malah dikamar aja" Sindir Farhan kesal. Sasha memutar bola matanya malas.


"Siapa yang nganggap Lo teman?" Tanya Sasha datar. Farhan langsung saja menatap Sasha memelas, Dia memegang dadanya mendramatisir.


"Ya ampun Sha, Tega banget" Ucap Farhan dengan wajah memelasnya. Sasha tertawa kecil.


"Canda kali" Ucap Sasha santai. Sasha menatap bingung mereka semua.


"Ngapain kesini?" Tanya Sasha bingung. Mereka semua langsung menatap Sasha.


"Tuh, Disuruh bos, Katanya Bocil lagi kesepian" Jawab Farhan santai yang disetujui lainnya. Sasha mendengus kesal.


"Demi kebaikan dia kali Sha" Jawab Reynald santai. Sasha hanya mendengus kesal.


"Seterah" Ketus Sasha singkat. Reynald pun menatap Sasha dengan senyum tipisnya.


Mereka pun berbincang-bincang hingga petang, Dan akhirnya mereka berpamitan untuk pulang. Setelah mereka pulang, Sasha dan Reynald masih berada dalam Kamar Kean.


"Nia mau pulang atau Nginap disini?" Tanya Sasha kepada Nia. Nia tampak berpikir sebentar.


"Nginap aja Kak" Jawab Nia singkat. Sasha mengangguk mengerti, Dia pun berdiri.


"Yaudah, Kakak bikinin susu dulu" Pamit Sasha melenggang pergi. Nia mengangguk, Dia kini duduk di tepi kasur.


"Dad mau nyusul Mom ya, Kamu disini sama Nia" Ucap Reynald. Kean mengangguk mengerti.


Setelah itu Reynald keluar kamar dan menyusul Sasha didapur, Dia melihat Sasha yang sedang membuatkan Susu untuk kedua bocah yang ada dirumah ini.


"Udah belum?" Tanya Reynald yang sedang memperhatikan Sasha. Sasha langsung menatap ke arah Reynald.


"Bentar lagi" Jawab Sasha singkat, Setelah siap dia pun melangkah untuk mengantarkan susu itu kepada Kean dan Nia.


"Gue aja, Lo ke kamar aja sana" Ucap Reynald dengan langsung merebut kedua gelas tersebut. Sasha hanya pasrah, Dia melangkah ke kamarnya.


Reynald pun mengantarkannya kedalam kamar Kean, Dia pun meletakanya diatas Nakas. Reynald menghampiri Kean dan mengusap kepalanya lembut.


"Dad tinggal ya, Tidur yang nyenyak Goodboy" Ucap Reynald mengecup puncak kepala Kean singkat.


Kean mengangguk dengan senyum lebarnya, Dia berbalik mengecup pipi Reynald singkat. Reynald tersenyum tipis, Dia mengacak pelan rambut Kean.


"Good night, Dad" Ucap Kean pelan. Reynald tersenyum tipis.


"Good night too boy" Balas Reynald dengan senyum tipisnya, Dia berbalik menatap Nia, Dia juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya dengan Kean.


Reynald pun melangkah keluar kamar Kean dan masuk kedalam kamar Sasha, Dia melihat Sasha yang sedang mengerjakan tugas.


"Dari siang kenapa gak dikerjain langsung?" Tanya Reynald singkat.


"Hmm" Sasha hanya berdehem, Tidak berniat menjawab ucapan pertanyaan Reynald. Reynald yang diabaikan merasa kesal.


Reynald pun merebahkan dirinya dikasur dan memainkan ponselnya. Sementara Sasha berkutat dengan rumus-rumus yang menyulitkan dirinya.


Berjam-jam berlalu, Sasha pun berhenti mengerjakan tugasnya. Dia memilih merebahkan dirinya disamping Reynald.


"Udah?" Tanya Reynald singkat. Sasha menggeleng.


"Belum, Lanjut besok ajalah" Jawab Sasha sembari menghela nafasnya lelah. Reynald menatap Sasha bingung.


"Kenapa?" Tanya Reynald bingung. Sasha kembali menghela nafas.


"Capek" Jawab Sasha singkat. Reynald tersenyum tipis, Mungkin sekarang Sasha memiliki tanggung jawab yang lebih besar.


"Sini" Reynald merentangkan tangannya, Dan menyuruh Sasha masuk kedalam dekapannya. Sasha hanya menurutinya. Reynald pun mendekap Sasha dengan kehangatan.


"Lo tau gak Sha? Gue gak pernah menyangka kalau kita bisa sedekat ini, Padahal dulunya kita musuhan" Gumam Reynald sembari tertawa kecil kala mengingat pertemuannya dengan Sasha yang tak disengaja.


Sasha mengangguk dalam dekapan Reynald. Iya, Dia sangat mengingat semuanya. Mereka yang mengira mustahil bersama, tapi kini takdirlah yang menyatukan mereka.


"He'em" jawab Sasha mengangguk setuju. Reynald tersenyum tipis.


Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Takdir dan nasib adalah sesuatu yang berbeda, Meskipun keduanya telah ditentukan oleh tuhan.