![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
"Kak Caca... Nia sama Kean mau pulang sekarang" Pinta Nia pelan.
Ternyata yang menelpon Nia, Dia menggunakan handphone milik salah satu guru disana.
"Kenapa sayang?" Tanya Sasha khawatir. Mereka yang ada disana pun mendelik. Sayang? Siapa? Pikir mereka.
"Nia sama Kean mau pulang sekarang Kak" Rengek Nia.
"Iya... tapi kenapa?" Tanya Sasha lagi. Hening, Tidak ada jawaban dari Nia. Sasha menghela nafas.
"Yaudah Tungguin ya, Kakak kesana sekarang" Ucap Sasha langsung memutuskan panggilan telponya.
Reynald menatap Sasha bingung. Sasha kembali menghela nafasnya.
"Nia sama Kean minta di jemput sekarang" Jelas Sasha pelan, Agar tidak ada yang mendengaynya.
Reynald menatap Sasha mengernyit, Seolah bertanya Kenapa?.
"Gak tau" Jawab Sasha sambil menggeleng tidak mengerti. Reynald pun langsung menarik tangan Sasha.
"Gue pulang dulu" Pamit Reynald singkat, Dia langsung menarik tangan Sasha keluar kelasnya.
Mereka langsung menuju parkiran, Dan masuk kedalam mobilnya. Sasha kini tengah khawatir dengan Kean, Dia tidak mau Kean kenapa-Kenapa.
"Tenang Sha" Ucap Reynald. Mana mungkin Sasha bisa tenang, Dia saja sudah kalang kabut.
"Tapi Rey, Gue takut kalo terjadi apa-apa sama Kean" Jawab Sasha dengan raut wajahnya yang cemas. Reynald menghela nafasnya.
Reynald pun melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Tak dapat dipungkiri dia juga sangat khawatir dengan Kean.
15 menit kemudian, Mereka sudah sampai di sekolah Kean, Mereka pun langsung turun dan masuk kedalam kelas Kean. Mereka diizinkan? Tentu saja, yayasan ini milik keluarga Reynald.
"Emm, Maaf bu, Kean ada?" Tanya Sasha sopan kepada wali kelas Kean. Guru itu pun mengangguk.
"Kean ada bu, Mari ikut saya ke ruang kepala sekolah" Ajak Wali kelas Kean.
(Sasha masih muda udah dipanggil 'Ibu' aja nih😂-Author Gabuts😝)
Guru itu pun berjalan terlebih dahulu, Menuntun keduanya masuk ke dalam ruang kepala sekolah.
"Maaf pak, ini ada orang tua Kean" Ucap Guru itu kepada kepala sekolah.
Kepala sekolah yang juga sudah cukup mengenal Reynald, Namun tidak dengan Sasha. Mengingat Reynald adalah anak dari pemilik yayasan ini. Panggil Kepala sekolah terebut dengan nama Nandar.
"Ehem, Baiklah Ibu boleh melanjutkan pekerjaan" Jawab Pak Nandar kepada Guru tersebut, Yang bernama Bu Ratna.
Bu Ratna hanya mengangguk menurut, Dia langsung saja keluar dari ruangan Kepala sekolah. Sementara Sasha dan Reynald langsung menghampiri Kean dan Nia.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Sasha khawatir kepada Kean yang kini hanya berekspresi datar atau sedih yang ditutup-tutupi.
"Maaf sebelumnya Nak Reynald atas kelalaian pihak sekolah, Tapi sepertinya Kean telah mengalami tindakan diskriminasi dari teman sekelasnya" Jelas Pak Nandar dengan nada yang begitu cemas, Dia tau Seberapa berpenguasanya keluarga BRAMAWIJAYA.
Sasha mengernyit bingung, Sedangkan Reynald menggeram marah. Sasha pun menatap kepala sekolah itu dengan tatapan bertanya.
"Diskriminasi?" Tanya Sasha bingung. Pak Nandar mengangguk.
"Karena mereka mengira Kean adalah anak har..." Pak Nandar tidak melanjutkan perkataannya, Takut menyinggung. Lagipula tatapan tajam Reynald sangat menakutkan sekarang.
Sasha langsung saja mengepalkan tangannya kuat-kuat, Dia menggendong Kean dan menggandeng tangan Nia.
"Gue keluar dulu, Lo selesaikan masalahnya sekarang" Bisik Sasha kepada Reynald, Dia langsung saja keluar dari ruang kepala sekolah.
Sasha lebih memilih menunggu Reynald di dalam mobilnya, Daripada mendengarkan apa yang tadi kepala sekolah bicarakan, Itu membuatnya sangat marah.
"Apa yang anda maksud?" Tanya Reynald dingin. Pak Nandar menunduk merasa bersalah, Dia juga tidak tahu kalau hal ini akan terjadi.
"Maafkan saya atas kelalaian saya Nak Reynald" Ucap Pak Nandar merasa bersalah dengan menunduk. Reynald hanya menatapnya datar.
"Saya tidak mau hal seperti ini terjadi lagi, Kalau sampai terjadi, Saya akan menutup sekolah ini!" Peringat Reynald dingin.
Pak Nandar mengangguk cepat, Ingat Reynald anak dari pemilik yayasan ini. Sekali dia menghentikan jarinya, hangus ini sekolah sampai guru-gurunya jadi pengangguran.
"Saya akan pastikan hal ini tidak akan terjadi lagi" Jawab Pak Nandar cepat. Reynald mengangguk mengerti, Masih dengan tatapan tajamnya.
Reynald langsung keluar tanpa sepatah kata apa pun, Dia masuk kedalam mobilnya. Didalam mobil dia melihat Sasha yang tengah duduk menatap kosong kedepan. Kean dan Nia duduk di kursi belakang.
"Sha" Tegur Reynald pelan. Sasha langsung tersadar, Dia menatap Reynald yang tampaknya masih terbawa emosi.
"Cepetan pulang" Pinta Sasha pelan, Dia langsung saja memalingkan wajahnya. Reynald menghela nafas, Dia menepuk puncak kepala Sasha sebelum dia mulai melajukan mobilnya kembali.
Hening.
Bahkan dalam perjalan ini hanya ada sepi yang menemani. Sasha hanya tak habis pikir, Bahkan dia saja yang sudah dewasa akan merasakan sakit saat mendengar ucapan itu, apalagi Kean.
Sasha kembali melirik Kean yang hanya diam di belakang bersama Nia disamping. Sasha menghela nafas, Ini yang Sasha takutkan.
"Kean" Panggil Sasha pelan, Dia menatap kebelakang. Kean diam, Dia menatap Mommynya dengan tatapan sendu, Sedih dan marah beradu dalam pancaran matanya.
Sasha yang tidak tega pun sedikit memalingkan wajahnya. Reynald menghela nafas, Dia mengusap kepala Sasha pelan.
"Dirumah aja" Pinta Reynald singkat. Sasha mengangguk mengerti, Dia kembali membenarkan posisinya.
Sasha bingung harus menyikapi ini bagaimana, Namun satu yang pasti, Dia tidak akan membiarkan ini terjadi lagi.
Sasha yang cemas pun hanya bisa memilin jari-jari tanganya, Menggigit bibir bawahnya cemas. Lagipula kenapa teman-teman Kean bisa mengatakan hal yang seharusnya tidak patut di jadikan bahan ejekan? Sungguh ironis.
Tak mau memikirkan hal yang membuatnya memancing emosi yang kian bertambah, Sasha memutuskan memejamkan matanya rapat-rapat. Berharap ini hanya mimpi, Tapi ini kenyataan.