![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Author mau mengucapkan terimakasih untuk 5.00k Like nyaπ Terimakasih semuanya, Author seneng bangetπ
*****
Sepanjang pembelajaran berlangsung Sasha tak henti-hentinya menghela nafas lelah, Moodnya yang buruk ditambah dengan insiden pagi tadi, mengingatnya membuat Sasha semakin kesal saja.
"Lo kenapa dah?" Tanya Fani bingung melihat tingkah sahabatnya itu. Sasha memalingkan wajahnya.
"Gak papa" Jawab Sasha singkat. Fani pun mengedikkan bahunya acuh.
Mereka fokus dalam materi yang dijelaskan oleh guru yang mengajar, namun tak berlangsung lama bel yang menjadi dambaan para siswa pun berbunyi.
Kring... Kring
Semua siswa kelas lain berhamburan keluar kelas, tidak sabar untuk makan, jenuh didalam kelas hanya ada pelajaran. Istirahat... Kebahagiaan tersendiri untuk para siswa.
"Baik semuanya, Saya akhiri pembelajaran kali ini, Jangan lupa untuk mengerjakan tugas yang saya berikan" Jelas Guru itu. Semua muridnya hanya memutar bola mata malas, Tugas, Benci.
"Iya Bu" Jawab satu kelas ini keras. Guru itu pun langsung keluar kelas, meninggalkan muridnya yang tampak tersenyum sumringah.
"Yuk kantin" Ajak Fani semangat. Sasha yang tampak lesu dan tak bersemangat hanya meletakan kepalanya di meja. Dia sangat tidak mood, garis bawahi itu.
"Males" Jelas Sasha singkat. Fani langsung menatap Sasha mengernyit, Tanpa mau memikirkan perasaan Sasha, Fani langsung menarik tangan Sasha sehingga Sasha langsung berdiri.
"Ayolah Sha, hidup itu selow aja, Lagian galau mulu dari kemarin" Jelas Fani agak kesal dengan sahabatnya Itu, Sejak kapan Sasha bisa galau karena laki-laki?
"Siapa yang galau?" sangkal Sasha protes, Fani memutar bola matanya malas.
"Iya dah, Kaga ada yang galau, serah" Jawab Fani kesal.
Mereka berjalan disepanjang koridor yang menghubungkan kelas Sasha dengan kantin, letak yang strategis karena kantin itu tak jauh dari kelas Sasha.
"Nah kita duduk di tempat biasanya aja" ajak Fani dengan menunjuk meja yang biasa mereka tempati atau duduki. Meja yang memang tempat khusus Inti ADLER.
"Eh eh, Kita misah aja deh untuk kali ini" Tolak Sasha memelas. Fani menatapnya mengernyit, sedetik kemudian dia mengangguk-anggukan kepalanya dia baru menyadari kalau Sasha ternyata pencemburu.
"Kita gabung aja deh kayak biasanya" Ajak Fani kekeh. Sasha mendengus kesal, dia menahan tangan Fani yang hendak menyeretnya lagi.
"Sekali-kali kek Fan, Kita pisah aja deh ya" Pinta Sasha memelas. Fani menghembuskan nafas gusarnya. Namun melihat Sasha yang sepertinya sangat tidak ingin duduk disana, Fani jadi tidak tega.
Fani jadi teringat saat pertama, Sasha yang mati-matian ingin duduk di Meja Inti ADLER, namun sekarang mati-matian pula tak ingin duduk disana.
"Yaudah, Kita duduk disitu aja" final Fani menunjuk kursi di Meja kantin yang tidak jauh dari meja pojok milik Inti ADLER.
Sasha mengangguk, Mereka pun duduk ditempat yang Fani tunjuk tadi. Sasha menghembuskan nafas leganya, Dia benar-benar tidak mood sekarang apa lagi untuk membicarakan Rey... Sudahlah.
"Lo mau pesan apa? Gue pesenin" Tanya Fani, sepertinya dia sedang berbaik hati, berinisiatif tanpa disuruh.
"Siomay aja, sama jus jeruk" jawab Sasha singkat. Fani mengangguk mengerti, Dia langsung melangkah menuju ke stand penjual makanan disana.
Sedangkan Sasha, Duduk termenung, sebenarnya bagaimana perasaanya terhadap Reynald? apakah memang dia telah jatuh cinta kepada Reynald? atau ini hanya kepalsuan belaka karena mereka selalu bersama?
Sasha menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, tersadar bahwa seharusnya dia tidak memikirkan hal-hal yang tidak penting. Namun apakah perasaan sendiri itu tidaklah penting?
Labil.
"Kenapa Lo? Geleng-geleng sendiri" Tanya Fani bingung. Sasha menjawah hanya dengan gelengan kepala saja.
"Ga papa" Jawab Sasha singkat, Dia langsung mengambil makanan pesanannya. Fani juga duduk didepan Sasha dan mulai memakan pesanannya.
Kenyataannya, Sasha tidak makan siomay yang dia pesan, sama sekali tidak memakannya, Dia hanya memainkan itu dengan garpu.
"Sha, makanan jangan dibuat mainan" Tegur Fani, Menyadari betapa kacaunya sahabat kecilnya itu.
"Males makan Gue" Sasha membanting garpu tersebut ke atas meja, namun tidak terlalu keras.
"Ya gak usah dibanting juga" kesal Fani, Dia dia sedikit kaget mendengar benturan kedua benda itu.
*******
Reynald dan Inti ADLER kini telah memasuki kantin, yang ternyata sudah sangat ramai. Reynald melihat ke arah meja biasanya, tidak ada Sasha disana.
Reynald kembali mengedarkan pandangannya, Dan dia melihat Sasha ada di meja yang lainnya. Reynald hendak menghampirinya, Namun sebelum itu...
"Kalian duluan pesan aja, Gue mau nyamperin Sasha" Ucap Reynald langsung melenggang pergi.
Sedangkan Reynald, Menghampiri Sasha, apakah Sasha akan marah lagi kepadanya? Jawabannya Iya, dapat dilihat Sasha tidak mau makan di meja biasanya, itu berarti dia menghindari Reynald.
"Sha" Panggil Reynald yang kini berdiri menghadap Sasha. Sasha hanya cuek dan bodo amat, tak memperdulikan keberadaan Reynald.
"Fan, Gue bawa Sasha" ijin Reynald langsung menarik tangan Sasha. Sasha yang tidak ingin banyak bicara hanya menurut saja.
Fani menggeleng-gelengkan kepalanya melihat pasangan yang sangat aneh Itu, Benar-benar aneh, labil... dan entahlah.
"FAN, SINI" Panggil Farhan dengan kerasnya. menyebabkan seluruh pasang mata mengarah ke arah Farhan dan Fani.
Fani langsung menunduk malu, Dia menepuk jidaynya sendiri, Minus akhlak memang. Fani tak mau berlama-lama disana karena sendirian, jadilah Fani langsung berdiri menuju meja Inti ADLER.
********
Rooftop.
Reynald mengajak Sasha ke atap, Di dudukannya Sasha di sofa yang cukup bagus, sepertinya kursi itu di ganti, Karena sebelumnya tampak usang.
Sasha hanya menunduk, Tak mau menatap mata Reynald yang menatapnya tajam. Entah apa yang membuatnya seperti itu.
"Apa?" Tanya Sasha pelan, masih menunduk. Reynald berdiri tegap di depan Sasha, melipat tangannya di depan dada, menatap tajam perempuan yang menurutnya berharga itu.
"Kenapa menghindar?" Tanya Reynald tajam. Sasha menghembuskan nafas malas, Dia hendak berdiri namun kembali didorong oleh Reynald sehingga Sasha kembali terduduk di kursi.
"Rey" Sasha sedang malas berdebat sekarang, Dia kini berani menatap mata tajam milik Reynald. Reynald menghembuskan nafasnya gusar, Dia tau Sasha marah lagi.
Reynald duduk disamping Sasha, menyandarkan tubuhnya ke sofa, belakangan ini mereka sering bertengkar dan alasannya hanya satu.
"Sha" Panggil Reynald pelan, Dia menarik tangan Sasha sehingga Sasha terjatuh dalam dekapanya.
"Apa?" Tanya Sasha pelan. Reynald diam sejenak, Dia tidak bisa membayangkan kalau Sasha marah lagi.
"Jangan marah" Gumam Reynald. Ya ya... Sasha mendengarnya.
"Lo bilang gini terus tapi tetep melakukan kesalahan" Jelas Sasha pelan. Reynald terdiam.
"Tapi Gue sama Dia cuma sahabatan Sha" Jelas Reynald frustasi. Sasha mendengus, selalu saja itu yang terucap dari mulut Reynald.
"Siapa namanya?" Tanya Sasha.
"Nia"
"Adek Lo?" Tanya Sasha lagi. Reynald menggelengkan kepalanya.
"Namanya Nia Farasha" Jelas Reynald. Sasha mengangguk mengerti, Akan dia tandai yang bernama Nia Farasha itu.
"Udah Ya, Jangan salah paham lagi, Gue sama Dia cuma sahabatan" Jelas Reynald lembut.
Mau tidak mau Sasha harus mengangguk, Jujur saja dia lelah jika harus terus bertengkar dengan Reynald.
"Lo bisa jangan terlalu deket sama dia?" Tanya Sasha sedikit mengancam. Reynald terdiam, Dia tidak bisa menjawabnya...
Sasha menghela nafasnya, Dia menjauhkan diri dari Reynald, Menyandarkan tubuhnya disofa, Menatap langit yang kini mendung, dihiasi awan kelabu, sendu.
"Gue capek Rey" Ucap Sasha pelan senyum sendu terukir di bibirnya. Reynald langsung menatap Sasha, Apa maksudnya?
Sasha masih menatap ke atas... Dia memang lelah, Namun dia tidak akan menyerah, Sasha pernah merasakan yang lebih dari ini.
"Hmm, Gue capek" Sasha memejamkan matanya, Bersamaan dengan Reynald yang memeluknya, lagi.
Keduanya memejamkan mata, Menikmati waktu bersama yang tidak tau akan bertahan selamanya atau sementara.
Dan mereka menyadari, Perasaan yang kini tumbuh sepenuhnya dalam hati. Namun masih belum juga terucap...
....
*********
Author comeback, Hmm gimana yeee? Sasha gak marah banget tuh, Gak seru...π Harusnya berantem...ππ
Author gak banyak bicara dichapter kali iniπ Enjoy it...
Jangan lupa, Like, komen and Vote...π