![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Sekarang Sasha, Kean, Nia dan Reynald duduk berhadap-hadapan di ruang keluarga bermaksud untuk menyelesaikan semuanya sekarang.
"Kean kenapa?" Tanya Sasha lembut, Meskipun dia tahu apa yang sebenarnya terjadi, Tak dapat dipungkiri bahwa dia juga merasakan apa yang Kean rasakan.
Kean hanya diam menunduk dalam. Dia tidak tau harus memulainya dari mana. Entahlah, Bahkan dia merasa dia adalah orang paling miris didunia ini.
"Kean ditanya Mommy jawab" Peringat Reynald namun dengan pelan, Dia tau suasananya sedang tidak enak.
"Nia kenapa?" Tanya Sasha lagi, Kalo ini kepada Nia yang ikut menunduk. Sasha tau, Mungkin Nia juga mendapat dampak dari masalah ini.
Nia hanya menggelengkan kepalanya lesu, Dia kembali menunduk. Sasha dan Reynald menghela nafas panjang. Jangan dipaksa, Itu yang ada dipikran mereka.
Hening.
Untuk beberapa saat suasana menjadi hening, Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Mom" Panggil Kean pelan. Sasha langsung saja menatap Kean dengan senyum simpulnya.
"Ya, Kenapa sayang?" Tanya Sasha lembut masih dengan senyumannya untuk lebih menenangkan Kean.
Kean menunduk lagi, Dapat dilihat, Sudut matanya mengeluarkan setetes siram bening dari mata yang mengalir kepipinya.
"Kean anak haram kan Mom" Ucap Kean dengan suara paraunya.
Deg
Sasha tertegun, Bahkan mematung. Untuk sesaat Sasha hanya diam seribu bahasa, Namun dia cepat-cepat tersadar, Saat Sasha hendak menjawab, Reynal lebih dahulu menyelanya.
"Kean bukan anak haram" Jawab Reynald tegas, mana ada seorang ayah yang terima anaknya dianggap sebagai 'Anak haram', Meskipun Kean bukan darah dagingnya sendiri, Namun tetap saja, Mereka sudah ada ikatan.
Kean menatap Reynald dan Sasha bergantian, Dengan pipi yang sudah dibanjiri air mata, Hidung yang semula ****** susu, kini menjadi memerah.
"MOMMY SAMA DADDY BOHONG! MEREKA SEMUA BILANG KALO KEAN ANAK HARAM" Sentak Kean dengan suara seraknya karena dia berteriak sembari menangis.
Sasha kembali tertegun, Mendengar suara sentakan dari Kean, Anaknya sendiri. Tak dapat dipungkiri secuil hatinya merasakan sakit, Bahkan sekarang matanya berkaca-kaca, Entah karena sentakan Kean atau karena tidak terima anaknya mendapat perlakuan seperti ini.
"Kean, Kean bukan anak haram" Jelas Sasha pelan denagn suara sedikit bergetar tanda dia akan menangis, Menatap putra semata wayangnya dengan sendu.
"MOMMY BOHONG!" Sentak Kean lagi, Dia kini semakin menangis, Nia yang ada di samping Kean juga ikut menangis.
"Kean jangan bentak Mom" Peringat Reynald tajam, Tatapan tajam kini ia tujukan kepada Kean, Anaknya yang masih menangis itu.
Kean semakin menangis, Sasha ikut mengeluarkan air mata. Seorang ibu akan merasakan sakit hati saat dibentak anaknya sendiri.
"TAPI MOM... " Kean tidak dapat melanjutkan perkataannya karena...
"KEAN!" Tanpa sadar Reynald membentak Kean yang hendak membentak Sasha lagi.
Kean terlonjak kaget mendengar Bentakan Reynald. Memilih meninggalkan Sasha dan Reynald, Masuk ke dalam Kamar dengan menangis sesenggukan.
"HARUSNYA ABANG GAK BENTAK KEAN"Teriak Nia tidak terima jika Kean dibentak, Dia pun menyusul Kean ke dalam kamarnya.
"Rey" Panggil Sasha pelan, Air mata yang mengalir mewakili kesedihan hatinya.
Reynald tersadar, Dia mengusap wajahnya gusar. Dia kelepasan membentak Kean, Dan sekarang dia menyesal.
Reynald mendekap Sasha erat, Memejamkan matanya merasa bersalah. Reynald sadar, Dia mungkin belum cukup dewasa.
"Maaf Sha" Suara serak Reynald menandakan dia merasakan penyesalan, Bahkan untuk mengeluarkan sepatah kata terasa berat.
Sasha menggeleng kecil dalam dekapan Reynald, Dia menahan isak tangisnya. Tidak menjawab perkataan Reynald, Hanya menangis dan terus menangis.
"Kita selesaiin nanti ya, Biarin Kean tenang dulu" Jelas Reynald lembut, Reynald merasakan anggukan setuju dari Sasha.
Anggap saja ini adalah langkah pendewasaan diri, Penyesuaian, Pembuktian mereka bisa menjadi orang tau yang baik untuk Kean, Dengan umur semuda itu, Pasti sulit.
...--Malam Hari--...
Seharian ini, Kean hanya mengurung diri di kamar, Bahkan untuk makan malam saja mereka tidak keluar. Sasha sampai khawatir.
Nia sudah diantarkan ke rumahnya yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah ini, Diantar Reynald, sekaligus Reynald juga ingin meminta maaf kepada Nia.
Saat ini Sasha sedang menyiapkan makan malam untuk Kean, Dia berniat mengantarkannya ke kamar Kean, Karena sedari siang Kean belum makan.
Setelah siap, Sasha membawanya ke dalam Kamar Kean, Dia membuka pintu dengan pelan, dan masuk kedalam. Dilihatnya Kean sedang terdiam duduk bersandar di kasur.
"Kean, Makan dulu ya" Suruh Sasha lembut, Dia duduk di tepi kasur, Menatap Kean dengan senyum simpulnya.
Hening. Tidak ada balasan dari Kean, Mereka hanya diam saja, Menundukkan kepalanya. Terdengar helaan nafas dari Sasha.
"Kenapa sayang?" Tanya Sasha lembut, Dia mengusap kepala Kean lembut, Mungkin Kean sedikit takut karena tadi siang dia membentak Mommynya.
"Maafin Kean Mom" Pinta Kean menatap Sasha dengan tatapan bersalahnya, Matanya yang berkaca-kaca menandakan penyesalan dirasa.
Sasha tersenyum tipis, Menatap Kean haru, Dia langsung membawa Kean kepangkuannya dan memeluknya erat.
"Maafin Mom, Belum bisa jadi Mommy yang baik untuk Kean" Gumam Sasha lirih. Meskipun begitu Kean masih mendengarnya.
"Mom adalah Mommy terbaik untuk Kean, Mom jangan tinggalin Kean ya, Maafin Kean tadi udah bentak Mom" Jawab Kean dengan rasa bersalahnya. Sasha tersenyum tipis, Dia masih mengusap kepala Kean pelan.
"Mom gak akan ninggalin Kean, Mom juga udah maafin Kean, Tapi lain kali jangan gitu lagi ya" Jelas Sasha lembut. Kean langsung mengangguk cepat.
Tanpa disadari keduanya, Reynald sedang berdiri bersandar di pintu dengan melipat tangan didepan dada, Melihat interaksi keduanya dengan senyum tipisnya.
Sasha baru tersadar saat dia menatap ke sekeliling, Dan tiba-tiba matanya bertubrukan dengan tatapan Reynald yang teduh.
"Kenapa disitu? Sini" Suruh Sasha menatap Reynald. Reynald langsung saja berjalan mendekat ke arah Sasha.
Memeluk Sasha dengan posisi Kean berada ditengah, Sudah selayaknya keluarga bahagia kah? Entahlah.
"Maafin Dad, Tadi Daddy gak sengaja bentak Kean" Ucap Reynald pelan, Tepat disamping telinga Kean. Kean pun dapat mendengarnya dengan jelas.
"Iya Dad, Maafin Kean juga" Jawab Kean pelan. Reynald tersenyum tipis kemudian mengangguk. Bahagia yang sederhana adalah kebersamaan keluarga.
Cup
Reynald mencuri satu kecupan di pipi Sasha. Dan lihat apa jadinya, Pipi Sasha bersemu merah, Dia memalingkan wajahnya malu.
"Ishh, Rey" Ketus Sasha salah tingkah, Reynald tertawa pelan. Dia mencuri satu kecupan Lagi.
"Rey" Pekik Sasha kesal, Wajahnya bertambah merah sekarang. Reynald semakin tertawa.
"Ih Daddy, Gak boleh, Mommy cuma milik Kean" Kini giliran Kean yang mengecup pipi Sasha sebelah.
"Gak, Mom milik Dad" Protes Reynald kembali mengecup pipi Sasha.
Begitu seterusnya, Keduanya memperebutkan Sasha yang kini wajahnya sudah memerah seperti tomat yang matang.
"Ihh udah" Pinta Sasha kesal. Keduanya saling tatap, Dan melemparkan senyum jahil.
Cup... Cup
"Mom, Milik kita" Ucap Keduanya pelan setelah mengecup kedua pipi Sasha. Sasha pun tak dalam menahan senyumannya yang kini merekah.
"Iya-iya udah deh, Sekarang Kean tidur ya, Udah malam" Perintah Sasha mengalihkan pembicaraan. Kean mengangguk patuh, Dia pun berbaring di kasur dan mulai memejamkan mata.
Keduanya menemani Kean sampai dirasa Kean sudah pulas, Mereka pun keluar dari Kamar Kean dan masuk kedalam kamar Sasha.
"Ngeselin Lo" Ketus Sasha, Ucapan dengan kenyataan berbeda, Lihatlah sekarang pipi Sasha kembali memerah bersemu.
Reynald tertawa pelan, Senang sekali rasanya menjahili Sasha, Saat Sasha salah tingkah, Itu sangatlah menggemaskan bagi Reynald.
"Gemesin banget sih Sha" Ucap Reynald dengan senyum menyebalkan miliknya. Sasha memutar bola mata malas.
"Tidur di luar Lo" Ketus Sasha, Sudah seperti Seorang istri yang marah kepada suaminya. Reynald langsung memelas.
"Jangan dong Sha" Melas Reynd. Sasha hanya memutar bola mata malasnya, Dia lebih memilih membaringkan tubuhnya di kasur.
Reynald juga ikut merebahkan dirinya disamping Sasha, Menatap lurus ke arah langit-langit kamarnya. Dia teringat sesuatu.
"Besok Weekend, Mau gak liburan?" Ajak Reynald pelan. Sasha menatap Reynald bingung.
"Kemana?" Tanya Sasha bingung. Reynald tersenyum simpul, Dia memiringkan tubuhnya menghadap Sasha.
"Kemana aja, Ajak temen-temen sekalian" Jawab Reynald singkat. Sasha mengangguk setuju.
"Yaudah terserah, Gue ngikut aja" Ucap Sasha singkat. Reynald mengangguk mengerti, Dia menepuk-nepuk puncak kepala Sasha dua kali.
"Ih udah ah, Gak usah jahil" Ketus Sasha, Dia tidak mau berakhir salah tingkah lagi. Reynald tertawa pelan, kemudian tersenyum tipis.
Masalah ini telah selesai, Semua konflik dan penyelesaian adalah sebuah pendewasaan. Pengalaman yang akan terus bertambah, Membuat mereka semakin dewasa.
**********
Author jarang muncul, Di bab ini Author mau muncul aaa😋 Author mau pendapat kalian dong tentang cerita ini. Author kok ngerasa kejam banget ya bikin ceritanya😂😂 Komen ya....
Jangan lupa Like, Comment and Subscribe... Eh salah, And Vote maksudnya😂😂