Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#33, BROKEN ANGEL'S



"Kean, udah siap semuanya?" Tanya Sasha kepada Kean yang kini merapihkan semua barang yang akan dia bawa. Kean menatap Sasha dan mengangguk.


"Udah Mom" Jawab Kean singkat. Sasha mengangguk mengerti, Dia langsung menggandeng tangan mungil Kean. Mereka menghampiri Reynald yang sedang menunggu di bawah.


Seperti yang dijanjikan Reynald kemarin, Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi berlibur ke pantai. Mengajak semua teman-temannya tentunya.


"Udah?" Tanya Reynald singkat. Sasha dan Kean hanya mengangguk mengiyakan. Reynald pun berdiri.


"Yaudah, Yuk masuk mobil" Ajak Reynald berjalan terlebih dahulu. Sasha dan Kean pun mengikutinya di belakang.


Mereka masuk kedalam mobil yang telah disiapkan oleh Reynald. Tujuan mereka yang pertama adalah menuju tempat yang telah disetujui untuk berkumpul, Yaitu Markas.


"Ke Markas dulu kan?" Tanya Sasha memastikan. Reynald hanya mengangguk untuk memberi jawaban.


Reynald pun melajukan kendaraannya keluar pekarangan rumah, Membelah jalanan pagi hari yang terasa tidak sepi -_- (Macet 1Km) Canda gaess, Authornya gabut banget :v


"Kean senang gak?" Tanya Sasha tersenyum simpul kepada Kean yang sekarang tampaknya lebih ceria dibandingkan kemarin.


"Senang banget Mom" Jawab Kean polos sembari mengangguk cepat. Sasha tersenyum tipis.


"Tapi Kenapa Nia gak diajak Dad?" Tanya Kean cemberut kepada Daddynya A.K.A Reynald. Reynald menatap Kean sebentar dengan senyum simpulnya.


(Kalian sadar gak, Nama Nia ada 2 di cerita ini?)


"Nia lagi ikut Oma sama Opa, Kean" Jelas Reynald masih dengan senyum simpulnya. Kean mengangguk mengerti, Namun masih dengan raut wajah lesu.


"Anak Mommy gak boleh cemberut gitu, Katanya senang" Celetuk Sasha mencoba menghibur Kean. Kean pun akhirnya memasang senyum yang sempat hilang tadi.


"Siap bos" Jawab Kean semangat sembari mengangkat tangannya dan mendekatkannya ke pelipis, Seperti orang yang sedang hormat kepada bendera.


Sasha terkekeh gemas. Dia mengacak pelan puncak kepala Kean. Sedangkan Reynald, Dia hanya tersenyum tipis melihat interaksi sepasang orang tua dan anak itu.


Perjalanan yang cukup mengasyikan untuk jarak yang dekat, Ingat.. sekarang mereka masih menuju ke Markas belum menuju ke tujuan utama.


Tanpa disadari Kean dan Sasha yang asyik bercanda ria. Ternyata mobil Reynald sudah terparkir rapi di depan Markas.


"Kean mau ikut turun apa disini aja sama Mommy?" Tanya Reynald kepada Kean. Sasha menatap Reynald bingung.


"Emang udah sampai ya?" Tanya Sasha bingung. Reynald terkekeh kecil, Dia mendorong pelan dahi Sasha.


"Udah" Jelas Reynald dengan senyumnya. Sasha mengerucutkan bibirnya kesal, Persis seperti balita yang kesal dan menggembungkan pipinya gemas.


"Gak usah sok manis gitu, Gak cocok" Ejek Reynald dengan tawa yang menyebalkan. Sasha mendengus kesal.


"Siapa yang mau jadi manis sih" Bantah Sasha kesal. Reynald tertawa kecil dan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Emang Mommy gak turun Dad?" Tanya Kean polos. Reynald mengangguk, Sedangkan Sasha menggeleng.


"Lo disini aja, Lagian sebentar juga" Ucap Reynald dengan nada memerintah. Sasha menatap Reynald kesal.


"Ya kan pengen keluar gitu" Kesal Sasha. Reynald menghela nafas.


"Sebentar doang Sha, Habis itu langsung berangkat" Jelas Reynald. Sasha mengangguk pasrah dengan raut kesalnya.


"Yaudah, Iya-iya" Jawab Sasha pasrah dengan nada sedikit kesal. Reynald hanya tersenyum tipis, Dia berganti menatap Kean.


"Kean disini aja ya sama Mom" Ucap Reynald. Kean mengangguk patuh.


Reynald pun turun dari mobil, Reynald hanya akan memastikan beberapa hal agar acara berlibur ini tidak ada halangan.


Sasha yang didalam mobil hanya mendengus kesal, Bilangnya sebentar, ternyata lama. Kean pun menatap Sasha polos.


"Mommy kenapa?" Tanya Kean polos. Sasha pun memsang senyum simpulnya dan menggeleng singkat.


"Mommy gak papa" Jelas Sasha singkat. Kean mengangguk mengerti.


"Lama" Ketus Sasha kesal. Reynald menatap Sasha dengan menaikan satu alisnya, Kemudian tertawa mengejek ke arah Sasha.


"Gitu doang ngambek" Cibir Reynald dengan senyum mengejek yang dia lemparkan ke arah Sasha. Sasha pun mendengus kesal dan tak menanggapi


"15 menit emangnya lama?" Tanya Reynald bingung. Sasha mengangguk cepat.


"Lama banget" Jawab Sasha ketus. Reynald tertawa pelan.


"Itu mah Sebentar Sasha" Jelas Reynald dengan tawa kecilnya. Sasha mencebikan bibirnya kesal.


"Menurut kamu mah Sebentar, Tapi menurut Aku lama tau, Gak pernah ngerasain sih rasanya 'menunggu'" Cerocos Sasha ketus. Reynald menaikan alisnya menggoda.


"Pengalaman ya menunggu hal yang gak pasti?, Lagian tumben banget pake 'Aku-kamu'" Tanya Reynald menggoda. Sasha memalingkan wajahnya kesal.


"Diem deh" Ketus Sasha mengalihkan pembicaraan. Reynald terkekeh pelan, Melihat wajah merona dari Sasha yang sangat menggemaskan.


(Pengalaman pribadi, Menunggu hal yang tidak menentu padahal sebenarnya tau dia tidak akan pernah datang padaku😌 Ok skip)


"Oi Ca, Kenapa gak turun?" Tanya Fani yang kini ikut duduk di kursi belakang mobil Reynald, Bersama Diksi tentunya.


"Tuh gak dibolehin ama Macan" Jawab Sasha ngasal. Reynald hanya tertawa pelan, Menanggapi perkataan Sasha yang seperti sindiran.


"Macannya galak ya Ca?" Tanya Fani polos, Dia belum ngeh dengan apa yang dimaksud Sasha.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Fani membuat Sasha semakin kesal saja. Diksi yang ada disamping Fani hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak menyangka, karena biasanya Fani akan respect dengan hal seperti ini, Namun sekarang dia terlihat sangat polos.


"Emang ada macam ya Mom?" Celetuk Kean yang ternyata sedari tadi asyik mendengarkan orang tuanya berbincang ria. Sasha langsung menatap Kean.


"Gak ada Kean" Jelas Sasha pelan sembari menghela nafasnya. Kean hanya mengangguk mengerti. Fani pun menahan tawanya melihat Sasha yang menahan kekesalan.


"Anaknya aktif ya bund?" Tanya Fani dengan nada berpura-pura polos. Sasha mengangguk, Sebelum tau apa yang dimaksud Fani


"Iya, Eh apaan anji*" Jawab Sasha cepat, Dia langsung menatap Fani kesal. Sementara Fani kini tertawa.


Reynald yang sedari tadi memperhatikan kini mulai melajukan mobilnya, memimpin jalan, Sementara di belakangnya terlihat mobil yang ditumpangi Farhan, Fino dan Zacky.


"Sasha" Peringat Reynald menatap Sasha tajam. Sasha pun tersadar dan tersenyum manis ke arah Reynald.


"Iya-iya Rey, Kelepasan" Jelas Sasha memelas. Reynald menghembuskan nafasnya pelan.


"Lo kesel banget kayaknya" Ejek Fani masih dengan tawanya. Sasha mendengus kesal, Melempar Fani dengan botol bekas minuman yang kosong.


"Ampun sha" Ucap Fani dengan mengangkat dua jarinya tanda Peace Dengan sisa tawanya.


"Kamu itu berdosa banget" Balas Sasha singkat. Fani malah semakin tertawa mendengar ucapan Sasha yang seperti ejekan untuknya.


"Udah deh, Bahagia banget kayaknya hari ini" Celetuk Sasha jengah. Fani pun menghentikan tawanya.


"Bahagia lah" Jawab Fani sombong. Sasha hanya memutar bola matanya malas.


"Serah" Ketus Sasha singkat. Lagi-lagi Fani tertawa pelan.


Perjalanan yang cukup jauh, Akan semakin asik saat dinikmati.


*******


Segini dulu yakk😆 Authornya Curcol tuh😂


Komen dibawah....


Like, comment and Vote😍