![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Hari ini Sasha sudah mulai berangkat sekolah. Reynald dan Sasha memutuskan untuk menitipkan Kean di rumah Reynald saja, Agar Kean dapat bermain dengan Nia.
Nia juga sudah pulang kerumah Reynald kemarin malam, Diantar oleh Sasha dan Reynald, Sekaligus mereka meminta izin untuk menitipkan Kean.
"Kean, Nanti di rumah Oma jangan nakal ya, Jangan berantem sama Nia" Ujar Sasha lembut. Kean tersenyum dan mengangguk patuh.
Sasha langsung menggandeng tangan mungil Kean yang terasa lembut. Dia membawa Kean turun ke lantai dasar, Mereka langsung masuk kedalam mobil Reynald yang sudah menjemputnya.
"Nanti Daddy jemput kalo udah pulang" Ucap Reynald kepada Kean. Kean mengangguk mengerti.
Reynald pun melajukan mobilnya untuk kembali ke Rumah Reynald, Beginilah jadinya karena Sasha belum pindah rumah. Tapi tidak apa-apa, Mereka tidak merasa direpotkan.
Tak butuh waktu lama, Mereka sudah sampai di Rumah Reynald, Sasha langsung membawa Kean turun, Reynald juga ikut turun.
Mereka masuk kedalam rumah Reynald, Ternyata didalam masih ada Orang tua Reynald yang menyambut dengan senyumannya.
"Maaf ya Mah, Sasha jadi ngerepotin" Ucap Sasha merasa bersalah. Gina tersenyum manis.
"Gak papa, Lagian Mamah gak merasa direpotkan kok" Jawab Gina dengan senyumnya. Sasha bisa tersenyum lega sekarang.
"Yaudah, Reynald sama Sasha berangkat dulu Mah, Pah" Pamit Reynald mencium punggung tangan kedua orang tuanya. Sasha juga melakukan hal yang sama.
"Jangan nakal disini, Boy" Ucap Reynald tersenyum kepada Kean. Kean tersenyum manis.
"Siap Dad" Jawab Kean lucu. Mereka juga tersenyum melihat Kean yang menggemaskan.
"Hati-hati ya" Ucap Gina. Keduanya mengangguk.
Sasha dan Reynald akhirnya keluar dari rumah, Dan masuk kedalam mobil yang tadi. Reynald kembali melakukan mobilnya menuju sekolahan.
"Pindahnya jadinya besok, Disuruh Mamah sama Papah" Ucap Reynald membuka pembicaraan. Sasha memelototkan matanya kaget.
"Kok cepet banget, Katanya minggu aja" Protes Sasha. Reynald menghela nafas.
"Ya maunya gitu, Tapi udah disuruh Mamah, Nanti Lo pulangnya langsung ke Rumah, Barang-barangnya udah diurus Papah" Ucap Reynald. Sasha menghela nafasnya pasrah.
"Yaudahlah" Jawab Sasha pasrah. Reynald tersenyum tipis, Dia menatap Sasha singkat.
"Lagian biar gak repot" Ucap Reynald pelan. Sasha mengangguk setuju.
"Hm, Bener juga" Jawab Sasha pelan.
Setelah itu tidak ada lagi percakapan, Sampai mereka tiba di SMA BRAMAWIJAYA. Mereka langsung keluar dari mobil, Dengan Reynald yang sudah mengubah raut wajahnya menjadi datar, Dan Sasha yang hanya biasa saja.
Meskipun semua orang membicarakan Sasha karena sudah seminggu seperti menghilang, Namun Sasha tidak terlalu menghiraukannya.
"Gue anterin Ke kelas" Ucap Reynald langsung menggandeng tangan Sasha. Mereka berjalan menuju kelas Sasha.
"Hahh, Seminggu gak sekolah, Pasti tugasnya banyak yang kelewat" Gumam Sasha pelan, Dia menghela nafas lelah.
"Makanya, Suka banget bolos" Cibir Reynald. Sasha menatap kesal Reynald.
"Kayak Lo gak aja, Padahal Mah Sering bolos juga" Gerutu Sasha kesal. Reynald tersenyum tipis.
Mereka berdua berhenti didepan kelas Sasha. Sasha tak langsung masuk karena dicegah oleh Reynald.
"Apa?" Tanya Sasha bingung.
"Gak papa" Jawab Reynald, Dia mendekatkan wajahnya ke arah Sasha, Dan membisikkan sesuatu.
"Semangat belajarnya, Mommy" Bisik Reynald pelan. Sasha langsung malu dibuatnya, Lihatlah pipinya sudah merah sekarang.
"Geli tau" Gerutu Sasha pelan, Dia langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya.
"Udah, Sama masuk" Suruh Reynald. Tanpa sepatah kata pun Sasha langsung masuk kedalam kelasnya.
Reynald tersenyum tipis melihat itu, Dia pun berbalik dan kembali melangkah menuju kelasnya.
Sedangkan Sasha, Dia langsung duduk disamping Fani yang sudah menunggunya, Sasha memang memberi tahu kalau dia akan berangkat hari ini.
"Yakk, Akhirnya Lo berangkat juga, Tau gak sih Gue panik banget tau waktu Lo ngilang, Tapi akhirnya Gue ketemu Lo waktu Geng ADLER ngapain Baksos, Gue seneng banget" Cerocos Fani dalam satu kali nafas, Sungguh cerewet sampai Sasha merasa kesal sendiri, Namun tak urung juga dia senang karena sahabatnya mengkhawatirkan dia.
"Gue kan izin" Jawab Sasha singkat. Fani mengangguk setuju, Tapi..
"Tapi, Masalahnya kenapa Reynald yang izin ke Guru?" Tanya Fani heboh. Sasha tak tahan rasanya, Dia langsung menjitak kepala Fani.
"Aww, Sakit Ca" Kesal Fani, Dia mengerucutkan bibirnya sebal.
"Makanya, Gak usah keras-keras suaranya" Ketus Sasha. Fani mengangguk mengerti.
"Yaudah jawab, Kenapa harus Reynald?" Tanya Fani bingung. Sasha tampak berfikir sebentar, Tidak mungkin dia jujur kalau sebenarnya Sasha memang berniat menghilang sebentar.
"Ya gitu" Jawab Sasha cuek. Fani mendengus kesal.
"Ya gitu gimana?" Tanya Fani kesal.
"Udah lah, Gue minjam catatan Lo" Pinta Sasha. Fani mengangguk, Dia langsung mengeluarkan buku catatanya dan menyerahkan kepada Sasha.
"Oh, Ya hari ini katanya kita pulang lebih awal, Soalnya guru-guru ada rapat" Ucap Fani, Dia memilih bermain hand phonenya.
Sasha mengernyit bingung, Sedetik kemudian dia menghembuskan nafasnya. Kalau tau begini Sasha tidak akan berangkat sekolah saja.
"Jam 9 kita pulang" Lanjut Fani. Sasha kembali menghela nafas, Sepagi itu untuk pulang?!.
"Gue pinjam semua buku catatan Lo" Pinta Sasha lagi. Fani mendelik kesal.
"Nih" Fani mengeluarkan semua buku catatan yang dia bawa hari ini dengan kesal.
Sasha langsung menerima itu dan memasukanya kedalam tas, Dia akan mencatatnya dirumah saja.
"Oh Ya, Lo juga ketinggalan banyak tugas, Nanti Gue kirim deh soal-soalnya" Ucap Fani mengingay-ingat apa saja tugas yang Sasha tinggalkan. Sasha hanya mengangguk mengerti.
"Sekalian jawabnaya" Ucap Sasha singkat. Fani mendengus kesal.
"Enak banget Lo, Gak berangkat seminggu, Terus minta jawaban lagi" Gerutu Fani kesal.
"Hmm" Jawab Sasha cuek. Fani kembali mendengus kesal.
Hening, Suasana hening sejenak. Sasha sedang memikirkan sesuatu, Sedangkan Fani sedang bermain handphone.
"Fan" Panggil Sasha pelan, Dia menatap kosong kedepan.
"Hmm?"
"Virgo... Dimana?" Tanya Sasha pelan. Fani langsung terdiam dan mematung, Inilah pertanyaan yang paling dia hindari dari Sasha, Setiap kali menjawab ini, Fani pasti akan merasa bersalah.
"Gue gak tau" Jawab Fani pelan, Bohong!! Dia sangat tau Virgo ada Dimana, Dan keadaanya, Bahkan dia terkadang menjenguknya kesana bersama Diksi.
Sasha terdiam sebentar, Dia tau Fani bohong, Tapi.. Sasha juga tau kalau Fani tidak akan memberi tahukan keberadaan Virgo.
"Oh" Jawab Sasha singkat. Fani menatap Sasha dengan tatapan bersalahnya.
"Inikah yang dinamakan sahabat? Tapi.. Walaupun Fani bohong, Gue gak bisa menyalahkanya, Karena ini bukan salahnya" Batin Sasha, Biarlah, Lagipula Sasha masih bisa mencarinya, Meskipun dia tidak bisa menentukan hasilnya ketemu atau tidak, Yang pasti Sasha akan berusaha keras.