Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#18, BROKEN ANGEL'S



Sasha terbangun pukul 04.30 pagi, Dia melihat Reynald masih terlelap disampingnya. Sasha memutuskan untuk bangun dari tempat tidur, Yang pertama dia lakukan adalah mencuci wajahnya dan sikat gigi.


Setelah itu, Sasha memutuskan untuk ke kamar samping, Dimana Kean dan Nia tidur. Sasha masuk kedalam, Dia melihat Kean dan Nia yang masih tertidur pulas dengan wajah damainya. Pemandangan yang membuat hati tenang.


Sasha kembali menutup pintu, Dia berjalan menuju ke arah dapur untuk menyiapkan sarapan.


Sedangkan Reynald, Dia mengerjapakan mengerjapkan matanya beberapa kali, Matanya kembali menyipit saat cahaya lampu menusuk matanya. Reynald menatap ke samping, Sasha ternyata sudah tidak ada dikamar.


Reynald memutuskan untuk mencuci wajahnya terlebih dahulu. Setelah selesai, Dia pun keluar dari kamar dan mencari Sasha.


Sasha kini sedang berkutat dengan alat-alat memasak didapur, Dia memutuskan untuk memasak nasi goreng.


"Gue cariin, Ternyata disini" Ucap Reynald mengagetkan, Sasha sedikit tersentak kaget.


"Ngagetin Lo" Kesal Sasha. Reynald tersenyum tanpa dosa, Dia duduk di dikursi bar pantry yang ada disana.


"Kean belum bangun?" Tanya Reynald bingung. Sasha mengangguk.


"Belum, Lagian masih jam 5" Jawab Sasha singkat. Reynald berdiri kemudian mendekat ke arah Sasha.


Sasha tau, Reynald pasti akan mengganggunya sepeti seminggu terakhir ini.


"Jangan ganggu" Peringat Sasha. Reynald tak mengiraukanya, Dia malah menggoreng Sosis yang sudah Sasha potong untuk topping Nasi gorengnya.


"Ck, Dibilangin jangan ganggu juga" Kesal Sasha, Jadilah dia harus memotong sosis lagi, Untung saja persediaannya masih ada.


Setelah sosis itu matang, Reynald meniriskanya dan menyajikannya di piring, Untuk ia makan sendiri.


"Lo gak sekolah?" Tanya Sasha bingung. Reynald menatap Sasha mengernyit.


"Sekolah lah" Jawab Reynald cepat. Sasha mengangguk mengerti.


"Terus ngapain masih disini?" Tanya Sasha bingung, Bukanya Reynald seharusnya pulang untuk mengambil seragamnya.


"Lah emang kenapa?" Tanya Reynald balik. Sasha menghela nafas.


"Emang seragam Lo ada disini?" Tanya Sasha lagi. Reynald mengangguk.


"Ada, Dilemari" Jawab Reynald santai, Dia memakan sosisnya. Sasha mendelik kesal.


"Enak banget Lo, Apartement Gue udah kayak milik sendiri aja" Gerutu Sasha kesal. Reynald tertawa kecil.


"Emang udah Gue anggap milik sendiri" Jawab Reynd santai. Sasha kembali mendelik kesal.


Sasha memilih tak menggubrisnya, Dia memulai memasak nasi goreng untuk sarapan. Sasha sudah cukup pandai memasak, Karena dia terbiasa hidup sendiri, Bahkan semua pekerjaan rumah ia lakukan sendiri.


"Daddy" Suara kecil milik Kean terdengar, Ternyata Kean sudah bangun dan sekarang dia menghampiri Reynald.


"Kean udah bangun?" Tanya Reynald, Yaiyalah, Kalo belum siapa yang ada di depan Lu-_- Author gabuts😁


Kean mengangguk lemah, Dia masih belum tersadar sepenuhnya. Reynald membawa Kean ke pangkuanya.


"Mommy masak apa?" Tanya Kean dengan suara seraknya. Sasha menatap Kean dan tersenyum.


"Mommy masak nasi goreng" Jawab Sasha lembut. Kean mengangguk mengerti.


Sasha melirik jam dinding, Ternyata sudah pukul 5 lebih. Sasha menatap Reynald.


"Mandi sana" Suruh Sasha kepada Reynald. Reynald menatap jam dinding.


"Nanti ah" Tolak Reynald. Sasha hanya memutar bola mata malas.


"Lo telat jangan salahin Gue" Peringat Sasha ketus. Reynald tertawa pelan.


"Iya-iya" Jawab Reynald dengan senyumnya. Reynald beralih menyuapi Kean Sosis yang tadi ia goreng.


Nasi Goreng yang Sasha masak akhirnya jadi, Baunya yang sangat harum membuat Mereka tak sabar mencicipi.


Reynald hendak mengambil nasi goreng itu tapi ditahan oleh Sasha. Sasha langsung menatap tajam Reynald.


"Mandi dulu" Peringat Sasha tajam. Reynald mengangguk pasrah, Dia pun kembali ke kamar untuk menyiapkan seragamnya dan mandi.


Sedangkan Kean kini sedang berada dipangkuan Mommynya, Sasha.


"Kean mau makan sekarang atau Nanti sama Dad?" Tanya Sasha kepada Kean. Kean tampak menimang-nimang sebentar.


"Sama Dad aja" Jawab Kean. Sasha mengangguk mengerti.


"Yaudah, Sekarang Kean bangunin Nia dulu ya" Suruh Sasha. Kean mengangguk patuh, Dia akhirnya turun dari pangkuan Sasha dan masuk kembali ke kamar untuk membangunkan Nia.


Sasha menyiapkan nasi goreng ke meja makan. Setelah semuanya siap, Sasha kembali masuk kedalam kamarnya. Dia mengambil handhponenya, Banyak sekali notif yang masuk, Mengingat seminggu terakhir ini dia jarang membuka Handphone apalagi medsosnya.


Saat Sasha sedang fokus dengan handphonenya, Reynald keluar dari kamar mandi sudah memakai seragam sekolahnya. Sasha menatap Reynald.


"Rapihin seragamanya" Suruh Sasha kembali fokus dengan handphonenya. Reynald mengernyit.


"Biasanya juga gini" Jawab Reynald santai. Sasha mendengus kesal, Bodo amat sudah!.


"Sarapan sana, Ajak Kean sama Nia sekalian" Suruh Sasha. Reynald mengangguk.


"Terus Lo?" Tanya Reynald bingung.


"Yaudah Gue tungguin, Sana cepetan mandi" Perintah Reynald. Sasha mendengus kesal, Namun dia langsung melakukan apa yang diperintahkan Reynald.


Reynald menunggu Sasha dengan duduk disofa, Dia juga melihat Handphone Sasha yang ada di atas meja, Reynald mengambil handphone itu. Dia tau sandi handphone Sasha.


Setelah menunggu beberapa menit, Akhirnya Sasha keluar dengan menggunakan kaos oversize dan hotpants. Dia melihat Reynald yang memainkan handphone miliknya.


"Lo apain handphone Gue?" Tanya Sasha ketus. Reynald masih fokus dengan hanphone Sasha.


"Gue udah masukin Nomor Mamah sama Papah di handphone Lo" Jelas Reynald. Sasha hanya mengangguk.


"Mau pindahan kapan?" Tanya Reynald serius. Sasha tampak menimang-nimang, Sebenanya Sasha tidak ingin pindah karena takut merepotkan, Namun Sasha menghargai kebaikan keluarga Reynald.


"Ngikut Lo aja" Jawab Sasha singkat, Dia sedang menyisir lembutnya sekarang.


"Minggu ini" Ucap Reynald. Sasha mengangguk setuju, Karena dia hanya mengikuti apa yang dikatakan Reynald.


"Yaudah, Ayo sarapan" Ajak Sasha. Reynald mengangguk. Mereka pun akhirnya keluar dari kamar dan menuju meja makan.


"Gue mau ke Kamar Kean dulu" Ucap Sasha melenggang pergi, Dia masuk ke dalam Kamar Kean.


Ternyata Kean dan Nia sedang rebahan dikasur, Dengan celotehan dari keduanya, Entah apa yang mereka bicarakan.


"Selamat pagi, Anak Mommy. Selamat pagi Nia" Ucap Sasha dengan senyum manisnya.


"Pagi Mom/Tan" Balas keduanya. Sasha tersenyum hangat, Senang rasanya pagi ini disambut oleh mereka.


"Kita sarapan dulu ya, Kalian udah cuci muka kan?" Tanya Sasha. Keduanya mengangguk.


Mereka akhirnya berjalan bersama ke meja makan, Sasha duduk di samping Reynald, Sedangkan Nia dan Kena ada didepanya.


Sasha mengambilkan nasi goreng untuk Kean dan Nia. Dia juga mengambilkan untuk Reynald, Meskipun sedikit canggung untuk itu.


"Daddy mau kemana?" Tanya Kean bingung. Reynald mengernyit, Dia baru ingat kalau Kean belum tau dia masih sekolah.


"Abang mau sekolah ya?" Tanya Nia kepada Reynald. Reynald mengangguk.


"Iya" Jawab Reynald singkat.


"Terus Kean dirumah sama siapa?" Tanya Kean sedih. Reynald yang melihat itu tersenyum tipis.


"Kan ada Mommy sama Nia juga" Jawab Reynald dengan Senyumnya. Kean mengangguk pasrah.


Mereka akhirnya menghabiskan sarapan mereka, Sasha langsung membawa Piring kotor ke tempat cuci piring.


Sedangkan Reynald mengambil tasnya, Setelah itu dia menghampiri Kean dan Nia.


"Kean dirumah jangan nakal ya, Jagain Mommy, Daddy mau berangkat dulu" Ucap Reynald lembut, Dia mengecup dahi Kean lembut. Kean mengangguk patuh.


"Nia, Abang mau berangkat dulu, Jangan berantem sama Kean ya" Ucap Reynald kepada Nia. Nia mengangguk patuh.


Reynald menghampiri Sasha yang sedang mencuci piring, Dia berdiri disamping Sasha.


"Rey Gue mau belanja bulanan ya" Izin Sasha. Reynald menatap Sasha bingung.


"Kapan?" Tanya Reynald.


"Nanti, Agak siangan" Jawab Sasha singkat.


"Gak, Nunggu Gue pulang aja" Tolak Reynald tegas. Sasha mendengus kesal.


"Dih, Gak ya, Gak papa Gue sendirian bisa kok" Protes Sasha kesal. Reynald menatap tajam Sasha.


"Rey, Gue bisa sendiri, Lagian supermarketnya ada didepan doang" Ucap Sasha pelan. Reynald menghela nafas.


"Yaudah iya" Jawab Reynald pasrah. Sasha langsung tersenyum sumringah.


"Belanjanya banyak Gak?" Tanya Reynald. Sasha mengangguk.


"Mungkin" Jawab Sasha singkat, Mengingat kebutuhan bulan ini akan meningkat karena sudah ada Kean, Dan untuk seterusnya juga seperti itu.


Sasha yang sudah selesai dengan kegia Tanya pun mencuci tangan dan mengelapnya.


"Yaudah" Reynald mengeluarkan dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang merah kepada Sasha.


"Apaan?" Tanya Sasha bingung. Reynald berdecak kesal


"Katanya mau belanja, Nih uangnya" Ucap Reynald memberikan yang itu.


"Gak, Gue punya uang sendiri" Tolak Sasha, Dia tidak ingin selalu merepotkan orang lain.


"Gak boleh nolak" Peringat Reynald tegas. Sasha menghela nafas pasrah, Tak bisakah Reynald sehari saja tidak mengancamnya?!


"Iya-iya" Sasha pasrah menerima uang itu, Walaupun nantinya tetap tidak akan dia gunakan, Ia akan berbelanja dengan uangnya sendiri.


Reynald tersenyum tipis, Dia mengusap pelan rambut Sasha. Rasnya Reynd tidak ingin jauh dari Sasha, Eh. Reynald cepat-cepat menggeleng, Lupakan saja.


"Gue berangkat" Pamit Reynald. Sasha mengangguk. Sebelum Reynald pergi, Dia menyempatkan mengecup dahi Sasha singkat.


Sasha sampai mematung karena itu, Bahkan kini jantungnya berdegub kencang. Hufft.. Ini pasti karena Sasha tidak pernah dekat dengan lelaki.