![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Dengusan kesal lagi-lagi terdengar dari Sasha, Beberapa kali dia menghela nafas karena bosan, Menunggu.
Reynald yang menjanjikan pulang awal, Dan sekarang lihat. Bahkan ini sudah sangat sore sekali. Sasha berjanji, Dia akan marah kepada Reynald setelah ini.
Kalau Kean sih, Dia pulang bersama Nia, Dan sekarang ada di rumah Reynald yang sangat dekat dari sini.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka, Tanpa Sasha melihat pun dia tau yang datang adalah Reynald. Baru ingat pulang ternyata, Ingin rasanya Sasha menendangnya kuat-kuat.
"Sha" Panggil Reynald pelan. Sasha tak menggubrisnya, Ia menenggelamkan diri di bawah selimut tebalnya. Reynald menghela nafas, Dia tau ini terjadi.
Kalian tidak tau Seberapa Bad moodnya Sasha, Apalagi setelah melihat foto itu, Foto yang dikirim Sahabatnya Fani. Foto yang diambil Fani tadi saat Reynald dan 'Perempuan asing' berpelukan.
"Sasha" Panggil Reynald lagi kalo ini lebih keras. Sasha seakan menulikan pendengarannya, Dia sama sekali tidak memperdulikan Reynald.
"Sha" Melas Reynald. Sasha pun menyerah, Dia menyibakan selimutnya dan menatap Reynald datar, Sangat-sangat datar.
"Maaf" Ucap Reynald merasa bersalah. Sasha menghela nafas, Entah kenapa Sasha merasa sedikit kecewa dengan apa yang Reynald lakukan.
"Lo dari tadi kemana? Gue tadi pesan apa sama Lo hah? Lo janji pulang cepet kan? Terus kenapa sampe gak jemput Kean juga?" Tanya Sasha pelan dengan nada putus asanya. Sangat marah sampai rasanya tidak bisa membentak Reynald.
Reynald hanya diam, Dia menggelengkan kepalanya pelan sekarang. Untuk menatap Sasha pun rasanya sangat sulit.
"Bahkan Lo gak bisa jawab pertanyaan Gue Rey" Ucap Sasha pelan, Dengan nada kecewanya. Sasha memilih bangkit dari tempat tidur, Namun karena dia masih lemas Dia tidak bisa menjaga keseimbangannya dan hampir jatuh.
Reynald dengan cepat menghampiri Sasha dan menahan tubuhnya yang sempat akan terjatuh tadi. Namun Sasha menepis pelan tangan Reynald.
"Gue bisa sendiri" Sentak Sasha dingin. Dengan lemas Sasha menuju dapurnya, hawa dingin menusuk ke kulitnya, Untuk seseorang yang sedang demam ini memang dingin.
Reynald terdiam, Ya ini memang salahnya dan dia mengakui itu. Huh... Halaman nafas terdengar dari mulut Reynald.
Tapi apakah Sasha tau apa yang terjadi tadi? Reynald bertanya-tanya di dalam hati tentang itu.
Reynald memilih mengikuti Sasha ke dapur, Namun dia terlebih dahulu mengganti bajunya dengan pakaian biasa setelah itu menyusul Sasha.
"Sha" Panggil Reynald saat melihat Sasha yang tengah memasak nasi goreng. Apakah Sasha belum Makan?
"Kamu belum makan ya?" Tanya Reynald menatap Sasha mengernyit. Sasha berhenti sejenak dari kegiatannya.
"Menurut Lo?" Tanya Sasha ketus. Sasha kembali melanjutkan kegiatannya, Dan sekarang tidak ingin menghiraukan keberadaan Reynald.
Reynald terdiam, Sepertinya dia sudah kelewatan, Sasha masih sakit tapi malah dia abaikan. Itu bukan keputusan Reynald pribadi.
"Sini aku aja yang masak" Ucap Reynald menghampiri Sasha dan hendak mengambil alih kegiatan Sasha.
Sasha langsung menggeleng dan menepis tangan Rey, Reynald menghela nafas. Sasha mungkin sangat marah kepadanya.
"Gue bisa sendiri" Ucap Sasha penuh penekanan. Reynald terdiam lagi, Marahnya Sasha adalah hal yang dia takutkan.
"Sha jangan marah" Pinta Reynald memelas. Sasha hanya diam tak menggubrisnya. Sasha menyajikan nasi goreng yang ia masak tadi di atas piring.
Sasha memilih makan nasi goreng itu di kursi bae yang ada disana. Tak ingin jauh-jauh karena tubuhnya masih lemas juga.
"Sini aku suapin" Ucap Reynald. Sasha menggeleng enggan.
Reynald tak mempedulikannya, Dia mengambil sendok Sasha dan mulai menyuapinya, Sasha hanya menurut karena dia malas berdebat.
Dengan telaten Reynald menyuapi Sasha, Sasha pun menerima siapa itu walau dengan malasnya. Suapan satu, Dua, tiga dan seterusnya sampai nasi goreng itu hampir habis. Sasha menggeleng, Dia sudah kenyang.
Reynald yang tau akhirnya pun berhenti menyuapi Sasha, Dia membereskan piring itu dan mengambil minuman untuk Sasha.
Sasha meminum air putih itu hingga tandas. Reynald kini sedang menyiapkan obat, Sasha yang melihat itu langsung menggeleng.
"Gue gak mau minum obat" Ucap Sasha singkat. Reynald langsung menatap Sasha.
"Minum obat Sha" Perintah Reynald pelan. Sasha menggeleng tegas.
"Kali ini aja Sha, Minum obat ya" Suruh Reynald lembut. Sasha terdiam sebentar, Dan akhirnya dia mengangguk patuh.
Setelah Sasha minum obat, Sasha memutuskan kembali ke kamarnya. Reynald seakan menjadi ekor Sasha saja, Dia mengikuti kemana Sasha pergi.
"Jelasin kemana Lo pergi tadi" Titah Sasha seperti seorang raja yang tak terbantahkan. Reynald terdiam.
"Gue gak kemana-mana, sekarang kamu istirahat ya" Jelas Reynald mengalihkan pembicaraan. Sasha tersenyum sinis.
"Jelasin sekarang" Perintah Sasha dengan penuh penekanan, Dia duduk bersandar di kasur dengan bersedekap dada dan menatap Reynald tajam.
"Gue gak kemana-mana Sha" Jelas Reynald dengan nada meyakinkan. Sasha tersenyum Sinis, Reynald pikir Sasha bodoh.
"Kalo Lo gak kemana-mana kenapa Lo gak pulang cepet hah?" Sarkas Sasha. Reynald terdiam, Gugup menjawab pertanyaan Sasha.
(Babang Rey kayak selingkuh ya, Padahal tinggal jelasin apa susahnya dah bang-_-)
"Gue ke markas" Jawab Reynald bohong. Sasha tertawa hambar, Dia menatap Reynald tajam sepersekian detiknya.
"Gue lupa rumah Lo bukan disini" Sarkas Sasha lagi senyum miring terukir jelas di bibirnya. Reynald mendelik kaget.
"Sha ngomong apasih?" Perasaan Reynald tidak enak sekarang. Sasha memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Ya bener kan rumah Lo bukan disini, Dan seharusnya Lo pulang ke rumah Lo sendiri" Jawab Sasha dengan anda sinisnya. Reynald berdecak kesal.
"Jangan gitu lah Sha" Ucap Reynald mulai kesal. Sasha tersenyum miring.
"Yaudah jelasin" Perintah Sasha lagi. Reynald tidak sanggup menjelaskannya dia takut Sasha akan bertambah marah.
"Lo pergi kan jalan-jalan sama perempuan lain?" Tebakan Sasha sangat benar, Reynald memalingkan wajahnya tak sanggup menatap mata tajam milik Sasha.
"Gak Sha" Jawab Reynald bohong. Sasha menggeleng-gelengkan kepalanya tak menyangka. Dia sangat kecewa dengan Reynald.
"Masih mau nyangkal kah?" Tanya Sasha sarkas. Reynald memberanikan diri menatap Sasha, Dia menghampiri Sasha dan langsung memeluknya.
"Gue gak bohong Sha" Ucap Reynald dengan nada putus asanya, Meskipun itu adalah kebohongan.
"Gak usah bohong Rey, Jelasin tinggal jelasin apa susahnya sih" Jelas Sasha santai, Padahal kegundahan kini tengah menyelimuti hatinya.
Reynald tak menjawabnya, Dia gelisah sekarang. Sasha tidak main-main sekarang. Sasha pasti sangat kecewa dengannya. Reynald tidak ingin Sasha marah padanya.
"Lo ngomong seakan-akan Lo gak salah, Lo sadar gak apa yang udah Lo lakuin hah?" Sarkas Sasha lirih, Dia memang sangat kecewa dengan Reynald.
Reynald tak sanggup mendengar lirihan yang keluar dari mulut Sasha. Sasha tersenyum Sinis, Dia mengambil handphonenya membuka galeri dan...
Sasha melemparkan handphone itu dikasur, layarnya menunjukan sebuah foto Reynald dan seorang perempuan tengah berpelukan.
Sasha menggesernya kali ini terlihat Reynald tengah tertawa bahagia bersama perempuan yang itu.
Sasha terus menggeser sampai foto-foto itu habis, Demi apapun Sasha menahan air matanya, Dia tidak mau dikatakan tidak sadar diri.
Reynald mendelik menatap foto-foto itu, Darimana Sasha mendapatakanya? Sasha pasti Sangat marah, Belum sempat Reynald menyangkal, Sasha terlebih dahulu berbicara.
"Bisa dijelaskan Reynaldi Bagaskara?" Sarkas Sasha...
********
Berantem dah Lu berdua😏 Author gak tanggung jawab😆
Author minta maaf kemarin gak jadi Up dua, Author ini sangat menjanjikan tapi kenapa gak di tepati yee😂
Yaudah guys, Kalian lanjut baca, Author mau kabur nonton Anime😍 Bye-bye😂
Jangan lupa Like, Komen, And Vote....