Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#75, [EXTRA CHAP]



Beberapa tahun berlalu, kini seorang yang dulunya anak kecil sudah menjadi remaja. Dan kedua orang tuanya bahagia di negara orang.


"Mah, kapan kita pulang?" Tanya Kean kepada kedua orang tuanya yang kini sedang asik di ruang keluarga. Mereka sedang menonton acara tv yang mereka sukai.


"Lah? Bukannya kita emang lagi dirumah?" Sasha berbalik bertanya dengan raut wajah bingungnya. Kean menghela nafas.


"Bukan itu maksud Kean Mah, kapan kita pulang ke Indonesia?" Kean memperjelas kalimatnya diiringi putaran bola mata malasnya. Sasha terdiam


Benar juga, sudah sangat lama ia terlalu menikmati negara ini. Mungkin kah ini saatnya mereka pulang?


Sasha sepenuhnya telah memaaafkan semuanya, termasuk dirinya sendiri. Dia seperti terlepas dari jerat mematikan yang selama ini menghantuinya.


"Kamu mau pulang?" Tanya Sasha memastikan. Kean mengangguk cepat, dia sangat ingin pulang.


Kean sudah jenuh disini. Dia kini sudah masuk di jenjang Sekolah Menengah Pertama dan menduduki kelas 8. Semenjak SMP dia sudah mengubah panggilan untuk kedua orang tuanya.


"Rey?" Tanya Sasha dengan raut wajah bingung. Reynald menghela nafasnya pelan. Melihat wajah anaknya yang tampak sangat menginginkan kepulangan.


"Ayolah Pah, Kean mau pulang, Kean kangen Oma sama Opa" pinta Kean dengan rengekanya. Dia masih saja terlihat manja di depan orang tuanya.


"Yaudah nanti Papa siapin semuanya, secepatnya kita pulang" mau tidak mau Reynald pun mengiyakan keinginan anaknya itu.


Lagi pula mereka memang sudah terlalu lama disini, mereka terlalu hanyut menikmati keadaan damai disini.


#Flashback On


Mereka sedang berada di bandara untuk mengantarkan sekaligus mengucapkan kalimat perpisahan. Berat bagi mereka untuk melepaskan seseorang yang amat berharga.


"Ca lo yakin mau pergi lagi? Gue gak mau lo pergi Ca" ucap Fani dengan lantang, dia sangat menentang keputusan Sasha.


Jujur saja hati Sasha teriris melihat sahabatnya berurai air mata karenanya. Namun Sasha juga sangat ingin melepaskan semua keterikatan masa lalunya, ini adalah salah satu caranya.


"Fani, Gue gak akan pergi lama, Gue pasti balik lagi kesini" jelas Sasha dengan tegas, dia tidak ingin sahabatnya bersedih seperti ini.


Sasha merengkuh tubuh Fani yang gemetar karena tangis. Sasha mendekapnya kuat. Maafkan Sasha kali ini dia memang harus pergi, namun dia pasti kembali lagi.


Semua sahabatnya yang ada disana menatap sedih ke arah dua orang itu. Haruskah ini terjadi? Bukankah lebih baik Sasha dan Reynald tetap disini?


Seminggu yang lalu Sasha dan Reynald melangsungkan acara pernikahan, namun hanya sederhana. Mereka hanya mengundang ora terdekatnya.


Dan sekarang pasangan itu berpamitan untuk pergi dan menetap di luar negri. Bagaimana mungkin itu terjadi? Seharusnya mereka kini merayakan pernikahan Sasha dan Reynald, namun kedua orang itu justru memutuskan untuk pergi.


"Sorry, ini demi kebaikan Sasha" jelasnya dengan pelan, terdengar nada yang sangat putus asa. Tiada perpisahan yang indah.


Diksi menepuk pundak Reynald, memberi kekuatan kepadanya dalam senyumanya. Mereka semua tau ini berat bagi masing-masing, namun ini keputusan mereka.


"Jaga diri baik-baik bro, Gue tunggu kepulangan kalian disini" ucap Diksi sungguh-sungguh, dia tersenyum tulus kepada Sasha dan Reynald. Tak lupa Kean yang senantiasa mengikuti keduanya pergi.


Sahabat Sasha itu masih setia memeluknya. Fani mengatur nafasnya, mencoba menerima kenyataan didepanya saat ini.


"Kalo ini emang jalan terbaik, Oke gue terima, tapi lo harus janji Lo bakalan balik lagi kesini" ujar Fani tegas. Kali ini, hanya kali ini saja dia akan membiarkan sahabatnya pergi.


Jika suatu saat nanti Sasha kembali, Fani tidak akan membiarkannya lagi untuk meninggalkan dirinya dan yang lain.


Pemberitahuan keberangkatan pesawat yang akan ditumpangi mereka pun menggema. Mereka bersiap-siap untuk meninggalkan negara ini, negara yang penuh kenangan.


Selamat tinggal, namun ini tidak untuk selamanya.


"Jangan lupain kita Ca" teriak Fani setelah keluarga kecil itu mulai menjauh. Sasha menatapnya dengan sendu, namun ia tetap tersenyum.


Mereka saling melambaikan tangan, mulut pun tak sanggup mengucapkan kata perpisahan. Hanya janji Sasha akan kembali yang bisa mereka pegang.


Selamat tinggal kenangan.


Kini tersisa mereka berlima disana, dengan sisa-sia kesedihan, hati mereka terasa kosong karena ada sesuatu yang pergi.


"Kita pasti bisa kumpul lagi suatu saat nanti" ucap Zacky optimis, meskipun raut wajahnya tersirat jelas kesedihan.


"Mereka cuma sebentar, Mereka pasti balik lagi" timpal Fino yang ikut meyakinkan teman-teman nya.


Masih dalam derai air mata, mereka tersenyum kecut.


Semoga semuanya lekas pulih, sehingga mereka bisa kembali bersama-sama. Perpisahan ini hanya sementara, cepatlah pulang Reynald dan Sasha.


*******


Maaf untuk bab sebelumnya ada 2 bab yang sama🙏


Happy reading🌌