![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Lanjut lagi :v
Happy Reading, Typo bertebaran🤗
*****
Satu yang kini dipikirkan Sasha, apakah Kean mendengar pertengkaran dirinya dengan Reynald tadi?
“Mom kenapa nangis? Dad kemana?” tanya Kean lagi, dia mengusap air mata Sasha yang kembali mengalir.
Sasha terdiam sejenak.
“Dad lagi keluar sayang” jawab Sasha lembut, Sasha menutup pintu kamar dan mendudukan Kean di sofa.
“Kenapa tadi Daddy bentak Mom?” tanya Kean lirih, benar saja ternyata Kean mendengar semuanya, namun karena Kean masih kecil, jadi dia belum terlalu mengerti.
“Daddy gak bentak Mom kok” jawab Sasha dengan senyuman manis, dia terlihat menahan air matanya.
“Mom bohong, Kean denger semuanya” ucap Kean dengan menunduk, dia tidak tega melihat Sasha mengeluarkan air mata.
Sasha memeluk Kean, dia tidak ingin Kean melihat Sasha kembali mengeluarkan air mata, itu sangat menyakitkan.
Diusapnya pucuk kepala Kean dengan rasa sayangnya, biarkan hanya Sasha yang merasakan kesedihan.
Kean melihat Sasha kedinginan, dia turun dari pangkuan Sasha. Sasha hanya memperhatikan gerak-gerik Kean.
Ternyata Kean mengambil handuk milik Sasha, dia menghampiri Sasha lagi dan melilitkan handuk tersebut ke tubuh Sasha. Sedangkan Sasha kini tersenyum simpul.
Kalau bisa, Sasha ingin pergi sejauh-jauhnya dan meninggalkan semuanya disini... kalau bisa.
“Mommy mandi ya, biar gak sakit” pinta Kean lembut. Sasha tersenyum singkat, dia mengusap kembali puncak kepala Kean.
“Iya sayang” Sasha bergegas ke kamar mandi, dia juga sudah sangat kedinginan.
Kean kini terduduk di sofa, memikirkan kejadian tadi, meskipun dia masih kecil namun dia merasakan kesedihan Sasha.
Matanya tidak bisa bohong, terlihat sendu dan seakan putus asa. Mungkin Sasha tidak bisa jujur, namun ikatan diantara mereka tidak bisa bohong.
Kean tau seharusnya dia tak menyaksikan kejadian tadi, namun bagaimana lagi dia ingin membela Sasha namun tak bisa.
Semua hanya masalah keegoisan saja, sama-sama tidak bisa mendengarkan apa yang dijelaskan pasangan yang menyebabkan kesalahpahaman.
*******
“Gagal” seorang perempuan itu kini menunduk lesu dan menggeleng lemah, mengingat rencananya yang tadi hancur berantakan.
Mereka kira semuanya akan berjalan lancar, karena sudah waktunya semua berdamai, namun kenapa?! Kenapa semua masih saja egois?!
“Gue khawatir sama Caca” Diksi mengetukan jari-jarinya ke meja, menandakan dirinya kini dilanda kegundahan.
“Sama” Fani menghela nafas lelah, ini jauh lebih baik atau lebih parah?
“Gue gak habis pikir semuanya jadi kacau, tapi bukannya ini semua memang harus berakhir sekarang?” gumam Fani pelan.
Semua tidak bersalah dan tidak bisa disalahkan, yang seharusnya dilakukan adalah memaafkan dan merelakan.
Bukankah masa lalu memang seharusnya dilupakan, dan menjadi pelajaran untuk masa depan?
Namun semuanya seakan tidak bisa mengerti dan mengambil tindakan egois lagi. Semuanya sama saja.
“Kita harus gimana?” tanya Fani bingung, dia merasa bertanggung jawab karena ini rencananya.
“Kita bicarain ini sama Sasha dan Reynald besok” jawab Diksi tenang. Fani mengangguk setuju.
Jika memang besok bisa dibicarakan baiklah, namun sayangnya mereka hanya mengetahui bahwa rencana mereka gagal dan tidak mengetahui bahwa Sasha dan Reynald tengah bertikai.
*******
Sementara itu kini dua orang tengah tersenyum puas, bahkan sampai tertawa, memang gila!
“Akhirnya rencana awal berhasil, gue yakin mereka berdua berantem” ucap Nia dengan tawa sinisnya. Tantri kini ikut tersenyum sinis.
“Inget ya, itu juga berkat gue” jawab Tantri dengan sombong. Nia memutar bola matanya malas.
“Ya Ya Ya, Whatever, gue gak peduli yang penting untuk awal ini semuanya lancar" Jelas Nia tersenyum puas.
Tantri yang malas tidak ingin melanjutkan perdebatan itu, dia kini berfokus pada rencana kedepannya.
“Rencana kedepannya?” tanya Tantri dengan dahi mengernyit.
Nia mengetuk-ngetukan jarinya di dagu, berjalan kedepan dengan langkah pelan, seolah-olah memikirkan sesuatu, lihatlah wajahnya yang menyebalkan itu.
“Lo gak punya rencana?” tanya Tantri sekali lagi, dia memutar bola matanya malas, kenapa melihat Nia yang terlihat bodoh ini membuat dirinya kesal?
Tiba-tiba saja Nia tertawa keras, tawa lepas namun menyimpan nada yang sangat kejam, atau itulah tawa jahat.
“Tenang aja, gue udah mikirin itu jauh-jauh hari” ucap Nia dengan seringainya, dia terlihat sangat tak sabar menantikan hal itu terjadi.
Tantri menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan senyum mirisnya, obsesi membuat Nia gila.
Ternyata Nia hanya berpura-pura bodoh, Tantri tau Nia tidak akan sebodoh itu jika masalah rencana jahat.
Merasa bersalah? Tantri sempat memikirkannya, dilanda rasa bersalah kepada Sasha, namun sayangnya itu hanya sekejap saja, dan kini sekalipun Sasha mati, Tantri tidak akan peduli.
“Haahhh, rasanya jantung gue berdebar-debar, gue gak tau apa reaksi mereka melihat anak kecil itu kita siksa” ucap Nia dengan tawa jahatnya.
Tantri bergidik ngeri, apakah Nia psikopat? Lihatlah dia kini tertawa puas dan membayangkan dia kini menyiksa seorang anak kecil.
“Psikopat” desis Tantri. Nia langsung menghentikan tawanya dan mendekati Tantri.
“Ini hidup gue, mau bagaimana kedepannya gue gak peduli, sekalipun gue akan dipenjara dan gue berakhir mati” ucap Nia dingin, sangat berbeda sekali dengan Nia yang tadi.
Tantri menghela nafas, dia tau apa saja yang telah dilalui Nia sampai detik ini pasti tidak mudah, sangat sulit.
‘kryuk...kryuk’
Bunyi perut keroncongan dari seorang Nia, Tantri menghela nafas, dapat dipastikan Nia belum makan.
“Kita makan” Ajak Tantri mengulurkan tangannya kepada Nia. Nia terdiam sejenak, kemudian menggelengkan kepalanya pelan.
Tanpa menunggu Nia, Tantri langsung menggenggam tangannya, dia tau alasan Nia jarang dirumah bahkan sampai melewatkan sarapan, makan siang atau makan malam dengan keluarganya.
Keduanya nampak seperti sepasang sahabat, bukan seperti rekan penjahat.
Namun disisi lain ternyata takdir sedang bermain-main, rencana baik yang gagal, rencana jahat yang lancar.
******
..."Egois hanya memperburuk keadaan, sesekali dengarkanlah penjelasan seseorang, anggap saja itu adalah langkah pendewasaan"...
Chap 58 sampai disini dulu ya😊 Tunggu next Chap nya😁 Salam dari Gemini untuk semuanya, see you next time😊
Jangan lupa like, komen dan vote😊 karena itu sangat berarti😊