![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Di chapter ini muncul tokoh baru, Namanya Nia sama dengan adik Reynald, Dan untuk mempermudah kalian, Author nulis nya Nama Lengkapnya dia ya Nia Farasha.
Kalian kalo baca yang awal, Faisal pernah bahas tentang 'Nia' Kan? Nah Nia yang dimaksud Faisal adalah Nia Farasha ini.
******
Hari ini Sasha memutuskan untuk tidak bersekolah, Bukan Sasha yang memutuskan namun Reynald, Dia melarang Sasha berangkat sekolah karena Sasha tidak enak badan yang disebabkan Sasha sering begadang semalaman.
Sasha tidak ingin merepotkan siapapun, Jadi dia memilih menuruti ucapan Reynald. Dan, Sasha dilarang keluar rumah, Karena sifat protective milik Reynald sudah keluar.
"Lo dirumah aja, Jangan kemana-mana, Pintu dikunci" Peringat Reynald yang kini berdiri menghadap Sasha yang hanya berbaring di tempat tidur.
(Balik lagi jadi Lo-Gue, Nih pasangan maunya apadah?-_-)
"Iya-Iya, cerewet banget sih" Ketus Sasha, Memang saat sakit, Sasha akan lebih sensitif. Padahal sakit tidak sakit sama saja, sering ketus.
"Gue udah nyiapin bubur ayam, Nanti dimakan habis itu minum obat" Ucap Reynald cepat, Sasha merasa pusing mendengar celotehan Reynald yang cerewet.
"Iya Reynald" Jawab Sasha pelan dengan menghela nafas lelah. Reynald menatap Sasha dengan senyum tipisnya.
"Rey, Pulangnya bawa martabak ya" Pinta Sasha dengan wajah imutnya agar Reynald menuruti. Reynald tertawa kecil, Tanpa Sasha seperti itupun Reynald akan menurutinya.
"Mommy" Tiba-tiba saja Kean masuk kedalam kamar Sasha dan menghampiri Mommynya, Dia langsung naik ke atas kasur.
Sasha menyambutnya dengan senyum tipis, Kean terlihat sangat khawatir dengannya, Sangat terpancar dari raut wajahnya.
"Mom kenapa?" Tanya Kean khawatir. Sasha menatap Kean dengan senyum simpulnya.
"Mom gak papa, Cuma kecapekan aja" Jawab Sasha dengan nada lembutnya disertai senyum simpul yang masih tercetak jelas di bibirnya.
"Gak, Mommy kamu tuh nakal gak dengerin kata-kata Daddy" Celetuk Reynald yang kini sedang memakai sepatunya. Sasha langsung menatap Reynald dengan mata yang menatap tajam.
Reynald hanya acuh dan melanjutkan kegiatannya tanpa merasa terganggu. sedangkan Kean kini menatap Sasha.
"Mommy nakal" Celetuk Kean. Sasha menghela nafasnya.
"Gak sayang, Jangan dengerin kata-kata Daddy kamu" Jawab Sasha dengan hembusan nafas kesal.
"Kean siap-siap kesekolah sana" Suruh Sasha kepada Kean. Kean menggelengkan kepalanya menolak.
"Gak mau, Kean mau disini jagain Mom" Tolak Kean memelas. Sasha tersenyum simpul, Hatinya sedikit menghangat mendengar ucapan Kean.
"Kean harus berangkat sekolah, Sana siap-siap" Perintah Reynd tegas. Kean pun mengangguk pasrah, Dia tidak akan bisa melawan Reynald.
Kean langsung keluar dari kamar Sasha dengan raut wajah cemberutnya. Sasha menatap Reynald kesal, Dia melemparkan bantal ke arah Reynald sehingga terkena wajah Reynald.
"Bicaranya yang lembut dikit kek ke anak sendiri" Ketus Sasha dengan wajah kesalnya. Reynald pun membalas tatapan kesal Sasha.
"Biar gak jadi manja Sha" Jelas Reynald dengan helaan nafasnya. Sasha mendengus kesal, Tetap saja itu salah.
"Ya dia kan masih kecil Rey" Ketus Sasha masih mempertahankan pendapatnya. Reynald lama-lama menjadi kesal sendiri.
"Ya justru karena dia masih kecil Sha" Jawab Reynald mulai kesal. Sasha memalingkan wajahnya enggan menatap Reynald, Pagi-Pagi sudah debat.
"Tau ah" Ketus Sasha tanpa menatap Reynald. Lagi dan lagi helaan nafas terdengar keluar dari mulut Reynald.
"Udah, Jangan marah-marah" Ucap Reynald mulai meredakan kekesalannya terhadap Sasha. Sasha masih saja enggan menatap Reynald.
"Sana berangkat" Suruh Sasha pelan, Daripada terus berdebat. Reynald tersenyum tipis, Dia mendekati Sasha dan membenarkan posisi selimut Sasha.
Reynald mendekatkan wajahnya ke samping Sasha, dan berbisik pelan.
"Cepet sembuh Mommy" Bisik Reynald lembut. Sasha mengumpat dalam hati, Jantungnya berdebar lebih cepat.
"Ih udah ah, Sana berangkat" Suruh Sasha dengan salah tingkah. Reynald tertawa pelan, Dia mengacak rambut Sasha gemas.
"Yaudah, Gue berangkat" Pamit Reynald. Sasha menganggukan kepalanya pelan tanda menyetujui.
Setelah itu Reynald melangkah pergi keluar, Dia ke kamar Kean dan langsung mengajaknya berangkat sekolah.
Sepeninggalan Reynald, Hanya sepi yang menghinggapi ruangan Sasha. Sasha duduk termenung, Ternyata tanpa dia sadari, Sasha sudah bergantung pada Reynald.
Semuanya terasa sangat cepat, Pertemuan, perkenalan, Dan sampai sekarang mereka telah memiliki Kean. Bahagia yang terus berdatangan, Dan masalah sedikit demi sedikit terselesaikan, Akankah selalu bertahan?.
Sudahlah, Sasha tidak ingin memikirannya lagi, Dia bangkit dari tidurnya, Mengambil bubur ayam yang telah disiapkan Reynald.
Menyuapi dirinya sendiri, Meskipun hanya beberapa suapan, Dan setelah itu dia tidak melanjutkannya Lagi.
Sasha kembali berbaring ke tempat tidur, Menatap langit-langit kamarnya, senyum miris kembali terukir di bibirnya, Rasanya sangat sepi.
'Sepi sekali' Batin Sasha, Sembari memejamkan matanya, Memilih masuk kedalam alam mimpi dibanding dunia ini.
*****
Reynald melangkah masuk kedalam kelasnya yang terlihat sudah ramai, Banyak siswa-siswi yang sudah berangkat lebih awal.
Reynald langsung duduk di kursinya, Para sahabatnya juga sudah ada disini.
"Tumben Lo sendirian?" Tanya Farhan bingung, Tidak melihat keberadaan Sasha yang selalu di samping Reynald.
"Sakit dia" Jawab Reynald singkat. Farhan mengangguk mengerti. Diksi langsung menatap Reynald dengan mengernyit.
"Sakit?" Tanya Diksi bingung. Reynald langsung menatap Diksi, Dia baru ingat Diksi sudah berbaikan dengan Sasha.
"Iya, Cuma kecapekan aja sih" Jelas Reynald. Diksi mengangguk mengerti.
Tak berlangsung lama mereka mengobrol karena Guru yang mengajar sudah masuk kedalam kelas, Mereka pun kembali duduk dan memperhatikan Guru yang menjelaskan materi.
...~Skip Istirahat~...
Semua telah duduk rapi melingkar di kursi kantin meja yang ada di sudut seperti biasanya. Makan pesanan telah terhidang di meja, Dan siap di santap, Namun semuanya larut dalam aktifitas masing-masing.
...Sha:v...
^^^Lagi ngapain?-^^^
-Tiduran
-Kapan Pulang?
^^^Disini aja baru istirahat Sasha-^^^
-Sepi dirumah Sendirian😔
^^^Bilang aja kangen😆-^^^
-Gak ya!!
Tanpa sadar Reynald tersenyum geli melihat apa yang dia ketik, Sebenarnya Mereka jarang sekali berbalas Chat seperti ini, Karena mereka jarang terpisah.
"Udah gila si Boss, Senyum-senyum sendiri" Celetuk Fino menatap Reynald horor. Yang lainnya mengalihkan pandangan ke arah Reynald, Dan benar saja Reynald kini asik dengan dunianya sendiri.
Tiba-tiba saja ada panggilan masuk di handphone Reynald, Dan ternyata itu adalah Sasha. Untung saja ini jam istirahat.
"Apa?" Tanya Reynald bingung. Di seberang sana Sasha masih terbaring di kasurnya, Nyaman.
"Bosen dirumah sendirian" Keluh Sasha dengan suaranya yang agak serak. Reynald tertawa kecil menanggapi itu.
"Udah minum obat belum?" Tanya Reynald.
"Udah" Jawab Sasha lemah. Reynald jadi khawatir, Sepertinya demam Sasha bertambah parah.
"Aku pulang aja ya" Ucap Reynald khawatir.
"Gak usah" Jawab Sasha lemah. Reynald menghela nafas
"Yaudah istirahat aja sana" Suruh Reynald pelan. Terdengar dengusan kesal dari seberang sana.
"Bosen tau, Dirumah cuma tiduran doang" Kesal Sasha. Reynald terkekeh pelan, Sasha memang sangat keras kepala.
"Yaudah, Aku pulangnya gak lama... " Tiba-tiba ada yang memeluk Reynald dari belakang, Pelukan yang cukup kencang membuat HP Reynald terjatuh.
Reynald yang cukup kaget pun langsung berbalik menghadap belakang, Setelah dilihat olehnya, Reynald mematung.
Tak hanya Reynald yang mematung, Namun teman-temannya pun mematung. Semua mata mengarah ke arah Perempuan yang memeluk Reynald tadi.
"Rey, Aku kangen banget sama kamu" Ucap perempuan itu dengan nada manja, Masih dalam posisi memeluk Reynald.
Fani menganga tak percaya melihat pemandangan di depannya ini, Sedang asik-adiknya bermain HP tiba-tiba terganggu oleh perempuan yang satu ini.
Cekrek
Tak sengaja momen itu tercetak di salah satu handphone teman Reynald, Siapa? Tentu saja Fani.
"Nia?" Lirih Reynald bingung, Dia hanya diam, Masih mencerna apa yang terjadi, Bahkan dia tidak membalas pelukan hangat yang diberikan perempuan itu.
Meskipun terasa hangat, Tak dapat dipungkiri Reynald tidak merasakan senyaman pelukan perempuan yang sangat berharga untuk dirinya.
....
*******
Udah yee, Cape nulis😅 Next Chapter aku usahain hari ini, Kalo gak bisa berarti besok... Mau berapa chapter besok?
Jangan lupa like, komen, and vote😆