![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
...Maafin Dedek Author yang telat Up hari ini dan belum bisa mampir ke Karya kalian lagi😌 Tapi tenang aja Karya kalian tetap ada di list Fav Dedek😄 Dedek sedang dalam suasana hati yang buruk, maafkan Dedek yang tidak profesional😌...
******
Perjalanan panjang yang mereka lalui selama berjam-jam, tidak juga sih karena jaraknya lumayan dekat.
Mereka akhirnya sampai di rumah nenek Ina, Hahhh, sudah lama ya mereka tidak mengunjungi nenek Ina, bukan berarti mereka melupakannya.
"Assalamualaikum, Nenek" ucap mereka serempak, dengan nada sedikit kencang, sepertinya mereka bahagia karena bisa kembali kesini.
Tak lama kemudian, nenek Ina selaku pemilik rumah membukakan pintu lebar-lebar, menyambut tamunya dengan senyum paling hangat yang ia miliki.
"Selamat datang cucu-cucu nenek" sambut Nenek Ina dengan senyum hangatnya, Sasha dan Fani langsung memeluk erat Nenek Ina. Nenek Ina juga tidak segan untuk membalas pelukan keduanya.
"Masuk dulu yuk" ajak Nenek Ina, Sasha dan Fani pun melepaskan pelukannya dan mengangguk patuh. Nenek Ina tersenyum simpul.
Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah Nenek Ina, mereka merindukan suasana disini, sangat nyaman dan damai, jauh dari keramaian dan kebisingan ibu kota, sangat cocok untuk menenangkan fikiran.
Mereka semua duduk di kursi yang terbuat dari kayu, kayu yang masih terlihat sangat bagus bahkan hampir seperti baru.
"Nenek buatin minum dulu ya" ucap Nenek Ina tersenyum. Sasha langsung menahannya.
"Biar Caca aja nek" jawab Sasha cepat. Nenek Ina menggelengkan kepalanya tanda menolak.
"Gak usah, biarin Nenek aja" jelas Nenek Ina dengan senyum simpulnya, Sasha cucunya tidak pernah berubah, penuh dengan perhatian.
Nenek Ina langsung saja melangkah menuju dapurnya, Sasha pun kembali duduk di samping Reynald.
Tidak butuh waktu lama, Nenek Ina kembali datang dengan membawa nampan yang terdapat minuman untuk tamu-tamunya.
"Nek, kenalin ini Kean, anaknya Caca"
Sontak saja Nenek Ina mendelik saat Sasha mengatakan hal itu, pikiran negatif tiba-tiba terlintas dalam otaknya.
"Eh, Bukan gitu maksudnya, Jadi Kena itu... " Sasha menjelaskan semuanya secara rinci, dari dia mengadopsi Kean dan kini Kean resmi menjadi anaknya dari beberapa bulan yang lalu dan kini mereka tinggal bersama.
Nenek Ina mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti, Untunglah dia pikir... Ya kalian tau sendiri... (Dedek Author gak tau Ya, masih kecil😂)
Nenek Ina menatap Kean dengan senyumannya, Sasha memang berhati malaikat, namun sayang sekali, dunianya tak seindah surga.
"Nenek gak nyangka bisa melihat Cicit Nenek" ucap Nenek Ina terharu, dia selalu berpikir mungkin umurnya tidak akan lama lagi dan tidak bisa melihat anak dari Sasha yang akan menjadi Cicitnya.
Namun sekarang, didepan matanya ada seorang anak kecil yang kini statusnya menjadi cicitnya, dia sangat bahagia, matanya pun berkaca-kaca.
"Kamu sudah menjadi orang tua Ca" ucap Nenek Ina lagi, menatap Cucunya dengan mata berlinang. Sasha tersenyum simpul.
"Nenek jangan nangis" Sasha tersenyum simpul menatap neneknya, menghapus air mata yang turun ke pipi yang mulai keriput itu.
"Nenek bahagia kalo kamu bahagia Ca" lirih Nenek Ina, Sasha tersenyum haru. Hanya Nenek Ina yang bisa mengerti dirinya.
Sasha kembali tenang saat Nenek Ina juga mulai tenang. Kean menatap Sasha dengan raut wajah bingungnya, namun Sasha hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Sasha tersenyum simpul, belum sempat dia berbicara, nenek Ina terlebih dahulu membuka suara.
"Fani, Diksi, bisa tolong bawa Kean ke kamar?" Tanya Nenek Ina, sebenarnya ada yang ingin dia bicarakan dengan Sasha, mengenai... seseorang.
Fani dan Diksi mengangguk paham. Fani langsung menggendong Kean, mereka berdua meninggalkan semua oemag di ruangan itu.
Nenek Ina menatap Sasha serius, Sasha juga tau apa yang akan di bicarakan oleh Neneknya itu, dia juga ingin menanyakan sesuatu.
"Caca... Virgo udah kembali" jelas nenek Ina lirih. Sasha menunduk dalam, dia tau, orang yang dilihatnya kemarin, tidak salah lagi adalah... Virgo.
"Dia selamat Ca" dalam pengucapananya, Nenek Ina juga belum percaya, namun nyatanya Virgo yang dinyatakan mustahil selamat oleh Dokter, sekarang telah kembali pulih.
Reynald menggenggam tangan Sasha dan mengusap bagi Sasha yang tampak bergetar, menandakan dia kini tengah menangis.
"Tapi kenapa Virgo gak mau ketemu Caca? Virgo belum nemuin Caca" jelas Sasha menangis, kalian tidak tau kan rasanya, menahan rasa kehilangan selama bertahun-tahun.
"Ca, orang tua kamu gak ngizinin Virgo ketemu kamu" jelas Nenek Ina, dia juga tak menyangka, kenapa orang tua Sasha sangat tega? memisahkan keduanya.
"Kenapa Papa sama Mama tega?" tanya Sasha benar-benar tak mengerti dengan jalan fikiran orang tuanya.
"Caca pengen ketemu Virgo, Nek" lirih Sasha, isakan kecil keluar dari mulutnya, dengan sigap Reynald yang di sampingnya memeluk Sasha dari samping.
Apakah Sasha memang tidak bisa bertemu Virgo lagi? Apakah Tuhan dan Takdir tak mengizinkannya? Tapi kenapa?
Semua kenangan tentang dirinya dan Virgo kembali berputar dalam kepalanya, kepingan berharga yang sempat menghilang.
"Apa Caca gak bisa ketemu Virgo lagi Nek?" tanya Sasha frustasi, dia tidak bisa berpikir sehat saat ini, benar-benar semuanya terasa kacau dalam pikirannya.
"Caca tenang dulu, kamu dan Virgo punya ikatan Ca, mau kalian dipisahkan dengan cara apapun, suatu saat nanti kalian pasti akan bertemu" jelas Nenek Ina. Sasha tau itu, tapi kapan?
"Ca, percayalah, Virgo juga pasti mau ketemu kamu, tapi... " Nenek Ina tak bisa melanjutkan perkataannya lagi, hatinya sakit melihat cucu kesayangannya itu mengeluarkan air mata.
"Nek, Caca gak papa kali mereka ngusir Caca, Caca juga gak papa kalo mereka gak mau nganggap Caca, tapi setidaknya mereka ngizinin Caca ketemu Virgo" Jelas Caca dengan berurai air mata.
Semuanya sudah jelas bukan? keluarga Sasha memang benar-benar sudah tak menganggapnya lagi.
Virgo adalah orang yang paling berharga untuk Sasha, tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun, karena Virgo adalah...
Virgo adalah...
Kembarannya sekaligus kakak yang berharga untuk Sasha.
******
Maapin kalo Chapter ini gak jelas😂 Bener-Bener deh ini gak cuma pikiran Sasha aja yang kacau, pikiranku juga udah gak berbentuk lagi ini *mah***😂😂😂**
Jangan lupa like, komen, and Vote😊