Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#17, BROKEN ANGEL'S



Mereka sampai dirumah Sasha tepat jam 6 sore, Mereka langsung naik lift untuk menuju Unit apartement milik Sasha.


Mereka masuk kedalam Apartement Sasha. Reynald yang langsung duduk disofa, Sedangkan Sasha hendak mandi namun ditahan oleh Reynald.


"Udah jam segini, Gak usah mandi" Perintah Reynald. Sasha mendelik kesal.


"Gak mau, Mau mandi" Ketus Sasha, Reynald menarik Sasha sehingga Sasha terduduk disampingnya.


"Nurut Sha" Bisik Reynald tajam. Sasha langsung mengangguk patuh, Peringatan Reynald adalah hal yang nyata.


Sasha akhirnya tidak jadi mandi, Dia hanya mengganti baju saja, Meskipun sebenarnya dia ingin sekali mandi, Namun bagaimana lagi? Reynald sudah memperingatinya.


Sasha tidur tengkurap dikasurnya, Kean dan Nia sedang bermain di ruang tengah. Sedangkan Reynald duduk di sofa sembari memaikan Hp Nya.


"Rey" Panggil Sasha pelan tanpa menatap Reynald, Dia masih fokus dengan film yang ia tonton dilaptopnya.


"Apa?" Tanya Reynald bingung, Dia menghampiri Sasha dan berbaring disampingnya.


"Gue kan udah gak masuk sekolah satu minggu, Berarti Gue ketinggalan pelajaran banyak banget dong" Curhat Sasha lesu, Memikirkan tugas sekolah sudah membuatnya muak.


"Salah sendiri gak masuk satu minggu" Cibir Reynald. Sasha mendengus kesal.


"Minggir ah, Curhat sama Lo gak guna" Kesal Sasha, Dia kembali fokus dengan Filmnya.


Reynald tertawa pelan. Benar juga apa yang dikatakan Sasha, Pasti tugas Sasha banyak yang belum dikerjakan.


"Besok Gue gak berangkat lagi" Ucap Sasha pelan. Reynald menatap Sasha mengernyit.


"Belum cukup bolos satu minggu?" Tanya Reynald bingung. Sasha hanya diam, Sebenarnya siap atau tidak siap, Sasha harus siap. Dia harus bisa menghadapi ini, Tapi nyatanya Sasha masih pengecut.


"Besok Gue mau ngurus keperluan Kean dulu" Alibi Sasha, Yang dikatakan Sasha melangkah benar, Namun dia juga memiliki alasan yang lainya.


Reynald menghela nafas, Dia tau Sasha setengah berbohong, Sasha bahkan sedikit ragu menjawabnya. Reynald sudah paham sifat Sasha.


"Yaudah gak papa, Nanti Gue Ijinin" Jawab Reynald, Dia lebih memilih mengalah, Untuk saat ini Sasha masih sedikit sensitif kalau ditanya soal keluarga.


Beberapa Saat Mereka terdiam, Sasha yang masih menonton Film, Namun pikiranya mulai tidak fokus, Sedangkan Reynald yang melanjutkan bermain Handphonenya.


Sasha menghela nafas, Dia menutup laptop Nya dan meletakkannya di atas nakas. Sasha menatap Reynald yang masih fokus dengan handphonenya.


"Kenapa?" Tanya Reynald tanpa mengalihkan pandangannya. Sasha menggeleng singkat.


Reynald menatap Sasha bingung, Ekspresi Sasha seperti sedang lelah menghadapi sesuatu. Namun dia mencoba menyembunyikanya.


Reynald membawa Sasha kedekapannya. Reynald kira Sasha sudah cukup bahagia, Namun ternyata Sasha masih menyimpan kesedihan.


"Jangan sedih lagi" Gumam Reynald pelan. Bagaimanapun kesedihan Sasha adalah kesedihan Reynald juga.


"Gue gak sedih" Alibi Sasha, Entah kenapa kesedihan ini datang secara tiba-tiba.


Sasha ingin mencari keberadaan Virgo, Dia akan mengerahkan semua orang suruhanya untuk mencari Virgo.


"Ke Kean yuk" Ajak Reynald, Sasha mengangguk setuju.


Mereka akhirnya menuju ruang tengah, Dimana Kean dan Nia sedang bermain bersama, Entah apa yang dimainkan kedua bocah tersebut.


"Kean sama Nia ngantuk ya?" Tanya Sasha kepada keduanya, Mereka berdua mengangguk.


Sasha tersenyum tipis.


"Ajak mereka ke kamar sana" Suruh Sasha kepada Reynald.


"Nanti Lo tidurnya dimana?" Tanya Reynald bingung.


"Dikamar satunya" Jawab Sasha singkat.


Reynald mengangguk patuh, Dia membawa Kean dan Nia ke kamar Sasha. Sedangkan Sasha, Dia berjalan ke arah dapur, Berniat untuk membuatkan Susu untuk kedua bocah tersebut.


Setelah Susu Formula itu jadi, Sasha membawanya ke dalam kamarnya, Sasha melihat Kedua anak itu belum tidur, Bahkan Reynald sedang membacakan cerita untuk keduanya. Sasha tersenyum simpul.


Sasha memberikan dua gelas susu itu kepada Kean dan Nia.


"Minum dulu Susunya, Setelah itu langsung tidur" Ucap Sasha lembut. Kean dan Nia mengangguk patuh.


Reynald dan Sasha berada dikamar itu sampai Kean dan Nia tertidur pulas. Mereka keluar dari kamar setelah kedua anak itu terlelap.


"Gue Nginap ya" Ucap Reynald.


"Biasanya juga gak izin" Ketus Sasha. Reynald tertawa pelan, Benar juga.


Sasha masuk di kamar yang satunya lagi, Kamar itu juga cukup nyaman. Sasha merebahkan dirinya dikasur, Untui saat ini, Doanya adalah Semoga Sasha cepat mengetahui keberadaan Virgo dan Sasha dapat membahagiakan Kean yang sekarang adalah anaknya.


"Rey" Panggil Sasha pelan. Reynald menatap Sasha yang berbaring disampingnya.


"Hmm?" Dehem Reynald bertanya.


"Kenapa Lo baik sama Gue?" Tanya Sasha bingung. Reynald tersenyum tipis.


"Sha, Kebahagiaan Lo adalah kebahagiaan Gue, Prioritas utama Gue adalah Lo dan Kean" Jelas Reynald lembut.


Sasha berbinar mendengar itu, Apakah ucapan Reynald tulus? Namun Sasha mendengar itu memang ucapan Reynald terdengar tulus.


Sasha memeluk Reynald erat, Mungkinkah Reynald peduli padanya? Mungkinkah Reynald sangat mengutamakanya? Kalau itu memang benar, Sasha sangat senang.


Reynald tersenyum tipis, Dia membalas pelukan Sasha.


"Sekarang, Gak ada alasan buat Lo sedih selama Gue ada disamping Lo" Ucap Reynald lembut, Sasha mengangguk samar.


Sejenak mereka menikmati kebersamaan ini, Tak ada alasan sedih Sekarang, Yang ada ungkapan bahagia yang tak terucap.


"Makasih" Lirih Sasha. Reynald tersenyum tipis.


Izinkan Reynald menjadi bahagia Sasha, Reynald Ingin selalu melihat senyum Sasha, Dia tak ingin Sasha bersedih lagi.


"Tidur sini" Suruh Reynald. Sasha mencari tempat ternyamanya dalam pelukan Reynald.


Awal dari kebahagiaan Sasha dimulai dari sini, Dan juga masalah tak akan berhenti untuk mendekati, Mereka harus siap menghadapinya.