Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#16, BROKEN ANGEL'S



Mereka masuk kedalam Rumah Keluarga Reynald, Sasha yang sedikit tegang, Karena bagaimanapun ini first time nya Dia bertemu orang tua Reynald.


Reynald yang menggendong Kean dengan tangan kirinya, Sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan Sasha lembut.


"Tegang banget" Ejek Reynald. Sasha mendengus kesal.


"Biarin" Jawab Sasha ketus. Reynald tertawa pelan.


Ternyata Family room Mereka disambut oleh orang tua Reynald dengan senyum hangatnya. Sasha tak sadar tersenyum tulus, Melihat orang tua Reynald membuatnya teringat kepada orang tuanya.


Reynald mencium punggung tangan kedua orang tuanya, Di ikuti Sasha yang melakukan hal yang sama. Sementara Kean menatap orang tua Reynald bingung.


"Cucu Oma" Ucap Gina, Mamah Dari Reynald dengan tersenyum.


Barulah Kean sadar bahwa orang yang ada didepanya ini adalah Oma dan Opanya.


"Oma" Ucap Kean pelan. Gina tersenyum, Dia langsung menggendong Kean.


Sasha yang melihat itu tersenyum hangat, Ternyata Kean diterima dengan baik di keluarga Reynald, Sasha sangat bersyukur.


Rama (Papah Reynald) menyuruh mereka duduk. Mereka pun akhirnya duduk dengan posisi, Sasha disamping Reynald yang didepanya adalah Orang tua Reynald dengan Gina yang memangku Kean.


"Kean mau gak main sama Nia?" Tanya Gina kepada Kean, Kean mengangguk semangat.


Nia adalah adik dari Reynald, umurnya berbeda jauh dari Reynald, Atau bisa disebut umur Nia sama dengan Kean.


"Yaudah, Oma anter ya ke kamarnya Nia" Ajak Gina langsung berdiri melenggang pergi ke kamar Nia.


Rama menatap Sasha intens, Sasha yang ditatap seperti itu pun hanya tersenyum kikuk.


"Pah, Jangan gitu lihatinnya" Ucap Reynald kesal, Dia tau Papahnya itu hanya bercanda dengan menatap Sasha seperti Itu. Karena Papah Reynald sudah tau siapa Sasha.


Rama Tersenyum hangat ke arah Sasha, Sasha akhirnya bisa tersenyum lega.


"Santai saja, Sasha" Ucap Rama dengan senyumnya. Sasha hanya mengangguk patuh.


"Jadi, Apa kalian berdua sudah yakin dengan keputusan ini?" Tanya Rama serius. Reynald dan Sasha saling pandang kemudian mengangguk yakin.


Rama mengeluarkan berkas-berkas yang ada dibawah meja.


"Semua surat-surat sudah diurus, Kalian sudah resmi menjadi orang tua Kean, Nama Kean akan diresmikan sebagai Cucu keluarga Bramawijaya" Jelas Rama.


Sasha yang mendengar itu melongo tak percaya, Bagaimana bisa prosesnya hanya satu hari saja? Bahkan kurang! Sasha menghela nafas pasrah.


"Ingat ini, Jika kalian tidak bisa bertanggungjawab atas Kean, Maka Papah akan pisahkan kalian dengan Kean" Peringat Rama tegas, Sasha dan Reynald langsung mengangguk patuh.


"Untuk kebutuhan Kean, Saya akan mencukupinya" Ucap Rama.


"Eh tapi Om-" Ucapan Sasha terhenti saat dipotong oleh Rama.


"Panggilnya Papah aja" Ucap Rama dengan senyumnya. Sasha mengangguk patuh.


"Eh iya Pah, Tapi Sasha masih bisa kok memenuhi kebutuhan Kean, Sasha udah punya penghasilan sendiri" Tolak Sasha dengan halus. Rama menatap Sasha tersenyum.


"Tidak apa-apa, Kamu bisa simpan uangnya dan untuk kebutuhan Kean jangan memusingkanya" Ucap Rama tersenyum simpul. Sasha mengangguk patuh, Meskipun dalam hati dia tidak bisa menerima uang Itu, Dia tidak ingin merepotkan orang tua Reynald.


Gina turun dari tangga dan duduk disamping Rama, Dia tersenyum hangat ke arah Sasha.


"Sasha" Panggil Gina lembut. Sasha menatap Guna bertanya.


"Kamu bisa anggap kita sebagai keluarga, Reynald udah cerita semuanya tentang kamu" Ucap Gina lembut. Sasha menatap Reynald bingung.


Reynald tersenyum tipis kemudian mengangguk.


"Kamu jangan pernah merasa sendiri lagi ya, Kamu bisa manggil tante 'Mamah'" Ucap Gina dengan senyum hangatnya.


Sasha ikut tersenyum, Entah kenapa hatinya terasa hangat, Inilah yang dinamakan keluarga, Inilah kehangatan keluarga?. Sasha merindukannya.


"Makasih Mah, Pah" Ucap Sasha tulus, Tanpa sadar matanya berkaca-kaca, Sasha sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang tua Reynald, Disini Sasha bisa merasakan lagi hangatnya keluarga.


Reynald yang disamping Sasha menatap Sasha dengan senyum tipisnya.


"Oh ya, Papah udah siapin rumah untuk kamu Sha, Rumahnya dekat dari sini, Hanya berjarak beberapa rumah saja" Ucap Rama santai.


"Tapi Pah, Sasha-"


"Gak boleh nolak" Ucap Gina tegas.


Sasha menghembuskan nafasnya pasrah, Dia mengangguk patuh, Ternyata sifat pemaksa dari Reynald mungkin keturunan dari orang tuanya.


Mereka berbincang-bincang hingga sore hari. Sasha yang kini dapat merasakan secercah kebahagiaan dalam hatinya, Reynald yang ikut senang saat Melihat Sasha bahagia, Prioritas utamanya adalah Sasha dan Kean, Hanya itu.


"Mommy, Daddy" Kean menghampiri Sasha dan Reynald. Reynald langsung memangku Kean.


Ternyata Kean turun bersama Nia, Sasha gemas sendiri dengan dua bocah Itu.


Nia menghampiri Sasha dengan tatapan bertanya. Sasha yang melihat itu menjadi gemas, Ekspresi dari Nia sangatlah menggemaskan.


"Tante siapa?" Tanya Nia bingung. Sasha tersenyum, dia pun memangku Nia.


"Nama tante, Sasha" Jawab Sasha lembut. Nia mengangguk mengerti.


"Tante Mommynya Kean ya?" Tanya Nia, Sasha mengangguk dua kali. Nia tersenyum sumringah.


"Yaudah, Mamah sama Papah pamit dulu ya, Mau meeting" Pamit Gina kepada mereka.


Sasha dan Reynald mengangguk mengiyakan.


"Nia mau ikut gak?" Tanya Gina kepada Nia. Nia menggeleng.


"Mah, Nia mau nginep di rumahnya Kena ya" Pinta Nia dengan memelas.


"Ya jangan dong, Nanti ngerepotin Tante Sasha" Tolak Gina lembut.


"Eh gak papa kok Mah" Ucap Sasha cepat. Gina menatap Sasha ragu.


"Beneran?" Tanya Gina cemas, Sasha mengangguk yakin, Dia sama sekali tidak keberatan dengan itu.


"Iya Mah, Gak papa" Jawab Sasha yakin. Gina pun tersenyum lega.


"Yaudah, Kamu boleh Nginap dirumahnya Tante Sasha" Ucap Gina Kepada Nia. Nia tersenyum sumringah.


"Makasih Mah" Ucap Nia senang. Guna mengangguk.


"Ya sudah, Mamah sama Papah berangkat sekarang ya" Pamit Gina. Mereka mengangguk.


Setelah Itu Kedua orang tua Reynald langsung pergi, Bukankah ini seharusnya sudah jam pulang kantor ya? Entahlah, Mungkin kerjaan orang sibuk.


"Kean Mau pulang sekarang atau Nanti?" Tanya Reynald.


"Sekarang Dad" Jawab Kean, Sepertinya Kean sudah mulai kelelahan.


"Yaudah, Kean sama Mommy dulu ya, Daddy mau nyiapin bajunya Nia" Ucap Reynald, Kean mengangguk patuh.


"Mau dibantuin gak?" Tanya Sasha. Reynald menggeleng.


"Gak, Kamu bawa Nia sama Kean ke mobil aja" Jawab Reynald dengan senyum genitnya. Sasha bergidik geli mendengar itu.


"Ngeselin Lo" Gerutu Sasha pelan. Reynald menoyor pelan dahi Sasha dengan tawa kecilnya.


"Udah sana" Suruh Reynald. Sasha mengangguk patuh.


Sasha membawa Kean dan Nia ke mobil, Ternyata Kedua anak itu meminta duduk sendiri dibelakang, Ingin bermain katanya. Sasha pun menuruti keduanya.


Tak berselang lama, Reynald datang membawa tas kecil milik Nia, Didalamnya terdapat baju ganti Nia. Reynald langsung duduk dikursi pengemudi.


"Fatherable" Gumam Sasha pelan. Meskipun pelan, Reynald masih mendengarnya.


"Baru tau Lo" Ejek Reynald. Sasha mendengus kesal.


"Diem ah, Cepetan jalan" Suruh Sasha mengalihkan pembicaraan. Reynald tertawa kecil, Dia pun mulai melajukan mobilnya ke apartement milik Sasha.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, Sasha menikmati indahnya langit senja yang terlihat dibalik kaca mobil, Serta lampu-lampu jalan yang sudah mulai terlihat menyala. Inilah pergantian siang dan malam.