![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Sasha hari ini sangat lesu, bahkan dia tidak berniat untuk berangkat sekolah, biarkanlah dia membolos untuk kali ini.
“Mom bangun, mommy harus semangat” Kean kecil kini tengah membangunkan Sasha yang tidak semangat dan masih nyaman dibawah selimutnya.
Sasha sebenarnya sudah bangun, namun dia seperti tidak memiliki semangat lagi. Sudah ia duga bahwa Reynald memang tidak pulang.
“Kean udah siap-siap?” tanya Sasha berganti posisi menjadi duduk di tepi ranjang. Kean mengangguk dengan semangat dia juga memasang senyum manisnya.
Sasha ikut tersenyum simpul, baiklah dia akan berusaha untuk Kean. Seharusnya pagi di awali dengan senyuman, tapi kenapa dia Malah mengawalinya dengan keputus asaan?!
“Yaudah, Kean ambil tas, mom mau cuci muka dulu” Sasha yang akan mengantar Kean hari ini, jadi minimal dia harus mencuci mukanya.
Kean menurut, dia segera ke kamarnya. Sepeninggalan Kean, senyum yang tadinya tercetak dibibir tipis itu kini luntur.
Sasha menghela nafas berat, masalahnya dengan keluarga? Masalahnya dengan Reynald? Kenapa masalah selalu mendatangi dirinya?!
Sasha lelah, dia ingin beristirahat sejenak untuk sekedar bernafas lega. Namun yang terjadi kini semuanya bertambah runyam.
Akankah Sasha bisa melewati semua ini?
******
Disekolahan milik keluarga Reynald, kini semuanya tengah berada di Rooftop, oh salah! mereka kini tidak lengkap.
Hanya tersisa Diksi, Fani, Farhan, Fino, dan Zacky, sementara dua orang penting lainnya tidak berangkat alias bolos.
“Mereka kenapa ya? Apa janjian?” tanya Farhan bingung, wajar saja dia belum tau apa-apa.
Bukan hanya Farhan yang tidak tau, Fino dan Zacky juga belum diberi tau. Diksi dan Fani kini saling tatap untuk memberi sinyal.
“Semalam si bos di telfon gak diangkat, dichat gak dibalas, udah kaya cewe ngambek aja” jelas Zacky dengan nada serius namun juga bercanda.
“Kali aja si bos ngambek sama lo, gak papa lah kalo lo dipecat gue ikhlas kok” sahut Fino dengan entengnya. Zacky dengan reflek menjitak kepala Fino.
“Diem deh!” belum sempat Fino protes, Zacky sudah menyuruhnya diam.
Diksi dan Fani kini menghela nafas, selalu saja tidak bisa di ajak serius. Mereka ingin menjelaskannya, namun mereka masih ragu.
“Perasaan gue gak enak, dan ini menyangkut Bos atau Sasha” ucap Farhan pelan, itu yang dirasakannya dari kemarin hingga sekarang.
Semuanya terdiam, mereka juga merasakan firasat yang tidak baik, entah kedepannya akan terjadi sesuatu atau apa, yang pasti mereka akan berdoa semoga semuanya baik-baik saja.
Diksi tidak bisa menyangkal, karena sedari kemarin memang sudah hancur.
“Gue mau ngomong sesuatu sama kalian, gue harap kalian bisa dengerin sampe selesai tanpa ada yang memotong pembicaraan” peringat Diksi tajam. Semuanya kini menatap Diksi penuh keseriusan.
Di sini Diksi menjelaskan apa yang terjadi kemarin, dibantu dengan Fani yang ikut menjelaskan. Mereka sadar sehsrusnya mereka membicarakan ini dengan Sasha atau Reynald terlebih dahulu.
Mereka berusaha menjelaskan sedetail-detailnya agar dipahami oleh semuanya, mereka sadar bahwa mereka salah, maafkanlah.
“Gak seharusnya Lo bertindak gegabah tanpa persetujuan Reynald” ucap Farhan geram, lihatlah karena kecerobohan mereka semuanya jadi seperti ini.
“Terus sekarang Sasha sama Reynald gimana?” tanya Fino khawatir, ya dia memang khawatir dengan keduanya.
“setelah kejadian itu gue belum dapat kabar dari Reynald atau Sasha” jelas Fani pelan. Semuanya menghembuskan nafas kecewa.
Sasha sedang berada dalam titik terendahnya sekali lagi, semoga Reynald selalu ada disampingnya, setidaknya itu yang mereka pikirkan sekarang.
Mereka tidak tau saja setelah terjadi pertengkaran, Reynald malah pergi, meninggalkan Sasha yang penuh air mata.
Sasha, semoga kau baik-baik saja.
“Maaf karena gak ngasih tau kalian, dan kita juga gak ngasih tau Reynald atau bahkan Sasha sendiri” ucap Fani merasa bersalah.
Suasana mendadak hening, firasat itu kini kembali hadir dan bahkan lebih kuat, apa yang sebenarnya akan terjadi?
“Gue berharap, semuanya akan baik-baik saja” Gumam semuanya secara bersamaan.
Ya itu harapan mereka, namun semuanya kembali kepada kenyataan yang akan mereka dapati.
******
Dua orang kini sedang mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, sepertinya. Mereka seperti sangat excited sekali.
“Gue gak sabar” Gumam salah satunya, ini yang ke sepuluh kali dia mengatakan itu, ditambah seringai diwajahnya menandakan niat jahat.
Mereka terus menyiapkan semuanya tanpa ada yang terlewat sedikitpun, mereka memastikan bantuan dan juga rencana dengan matang-matang. Ini mengasyikan bukan?
“Yesss, akhirnya selesai” seru orang yang masih sama dengan orang yang bergumam tadi.
Rasa bersalah? Penyesalan? Itu akan dipikirkan belakangan, yang kini mereka utamakan hanyalah kepuasan.
Psikopat!!!
“Lo yakin mau ngelakuin ini?” tanya orang itu kepada rekannya. Rekannya pun tersenyum penuh arti.
“Lo ngeremehin gue?” tanya balik seseorang yang menjadi rekan orang itu.
Mereka ssma-sama menunjukan senyum iblisnnya, mungkin jika ada yang melihat mereka berdua pasti akan bergidik ngeri.
Mereka mulai berjalan, melangkah kedepan dengan bersama, meninggalkan kemanusiaannya, karena yang akan mereka lakukan setelah ini mungkin akan merusak akal sehatnya.
PERSIAPAN SELESAI! PERMAINAN DIMULAI! SIAP LAKSANAKAN!
******
Sampai disini dulu ya semuanya, gak gantung kan? Kalo yang udah ngikutin BA pasti udah tau lah siapa kedua orang itu😂
Jangan lupa like, komen dan Vote😊