Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#25, BROKEN ANGEL'S



"Lo cewek tapi tenaga kek cowok" Kesal Farhan yang nampaknya masih lelah dengan kegiatanya tadi. Sasha hanya memutar bola mata malasnya saja.


Tiba-tiba terdengar suara deru motor yang sangat keras dari luar Markas. Mereka semua pasti tau bahwa tamu yang tak diundang adalah... LEON.


"Sha, Jaga Kean dan jangan keluar" Perintah Reynald tegas. Sasha mengangguk patuh.


"Semuanya, Kita keluar sekarang" Perintah Reynald kepada para anggotanya. Semua Anggota yang ada disana mengangguk patuh.


Akhirnya Geng ADLER pun keluar dari Markas mereka. Mungkin jika kali ini terlibat perkelahian, Geng ADLER tidak ada persiapan sama sekali, Ditambah anggota yang ada di markas hanya sebagian saja. Tapi itu tidak membuat Mereka mundur, Jika ada lawan yang datang, Siap atau tidak mereka harus melawan.


"Oy, Udah lama nih gak ribut" Sapa Faisal menyeringai. Reynald hanya menatapnya datar.


"Cih, Nanti kalah lagi" Decih Fino dengan tawa remehnya.


Faisal menggeram kesal, Dia melihat ke sekeliling dan kemudian menyeringai saat melihat anggota ADLER kalah jumlah.


"Kayaknya kalian yang kalah, Anggota kalian aja cuma segitu" Ucap Faisal dengan tawa mengejeknya. Reynald menatapnya datar.


"Bacot" Sentak Dengan Reynald dingin. Faisal menyeringai melihat Reynald yang nampaknya mulai terbawa emosi.


"Oke, Cukup bicaranya sampai disini, Mending kita mulai aja" Ucap Faisal menyeringai.


Tanpa aba-aba yang pasti, Mereka langsung saja memulai aksi, Perkelahian yang tidak terelakkan lagi. Meskipun kini jumlah mereka tidak seimbang, Tapi yang kuatlah yang jadi pemenang.


Mungkin memang benar, Geng ADLER kalah jumlah, Dan mereka sepertinya sedikit kewalahan menghadapi LEON namun mereka tidak bisa mundur begitu saja.


Ditempat Sasha.


Ternyata meskipun Sasha dan Kean sudah bersembunyi di dalam, Tetap saja mereka tidak bisa kabur dari kejaran LEON.


Lihat saja sekarang Sasha dan Kean di keliling oleh anggota LEON.


"Kean, Lari" Ucap Sasha pelan. Kean menggeleng, Dia menatap Mommynya khawatir.


"Mom gak papa, Sekarang Kean lari ya" Ucap Sasha dengan senyum tipisnya. Kean mengangguk patuh.


Kean pun mulai menjauh dari tempat Sasha. Kini Sasha menatap tajam semua anggota yang mengepungnya, Seakan dia lah sasaran utama.


"Cih, Benalu sialan" Umpat Sasha dengan seringainya. Dia langsung memulai perkelahian, Tak ingin mengukur waktu lebih lama.


Kini Sasha berkelahi dengan 5 anggota LEON. Bayangkan saja satu perempuan berkelahi dengan 5 laki-laki. Siapa pemenangnya?.


Saat Sasha terlalu fokus dengan perkelahian, Sasha tidak menyadari bahwa Kean ternyata kembali mendekati mereka. Sasha mulai menyadari saat salah satu dari mereka mendekati Kean dan hendak memukulnya, Namun dengan cepat di tahan Sasha.


"Lawan Lo adalah Gue" Sentak Sasha dingin, Dia memelintir tangan orang tersebut.


"ARGH" Teriak orang itu kesakitan. Semuanya kembali melanjutkan perkelahian mereka.


Sasha tidak menyadari bahwa ada salah satu dari mereka yang hendak memukulnya menggunakan balok kayu. Saat balok itu hendak mengenai Sasha, ternyata Kean lah yang melindungi Sasha.


"Kean" Ucap Sasha lirih, Dia langsung memeluk Kean yang tampaknya hampir kehilangan kesadaran.


"Mommy gak papa kan?" Setelah mengatakan itu Kean langsung tak sadarkan diri. Sasha yang panik pun mencoba membangunkan Kean.


"Kean bangun" Ucap Sasha dengan keras, Namun Kean masih belum membuka matanya.


Sasha mengepalkan tanganya kuat-kuat. Dia menatap semuanya dingin. Bahkan hawa disini penuh dengan aura milik Sasha.


"Kalian semua.." Geram Sasha dingin. Dia meletakan Kean dan bangkit kembali.


Tidak ada rasa takut bagi Sasha, Meskipun Sasha memang sekarang terdesak, Dan mungkin dia akan kalah. Namun Sasha tidak akan menyerah demi tekadnya. Mereka sudah berani menyentuh anaknya, Sasha tidak akan mengampuni itu.


Bugh...Bugh...Bugh


Hantaman demi hantaman tangan mereka masing-masing saling bersahutan. Sasha yang kini nampak sudah luka, Apalagi mereka.


Bugh


Kepalan tangan yang sangat kuat mendarat diperut Sasha. Sasha sampai mundur beberapa langkah. Sasha mulai menyerang lagi, Dan tidak menghiraukan rasa sakit yang dirasakannya.


Bugh...bugh..bugh...bugh...bugh


Semua Anggota LEON yang mengepungnya jatuh secara bersamaan. Sasha memegangi perutnya yang terasa sangat sakit, Dengan tertatih dia berjalan ke arah Kean.


"Kean bangun sayang" Lirih Sasha duduk memangku Kean. Kean tidak bisa mendengarkan ucapan Sasha, Dia hanya menutup matanya saja.


Terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa. Tampaknya itu anggota ADLER yang sudah menenangkan perkelahian.


Reynald langsung menghampiri Sasha yang sedang memangku Kean yang tak sadarkan diri.


"Kean kenapa Sha?" Tanya Reynald khawatir. Sasha hanya menunjuk lima anggota LEON yang sudah terkapar tak berdaya.


Satu yang Reynald sadari, Wajah Sasha yang sudah terluka, Dan Kena yang tidak sadarkan diri, Ini berarti ulah LEON.


"Kita kerumah sakit sekarang" Perintah Reynald tegas, Dia langsung menggendong Kean dan keluar dari Markas.


Reynald dan Sasha langsung masuk kedalam mobil, Ternyata Inti yang lainya juga mengikuti mereka. Saat Reynald melajukan mobilnya, Inti ADLER juga melajukan motornya.


Reynald masih memangku Kean, Dia menatap Sasha yang memegangi perut dengan ekspresi kesakitan yang disembunyikan. Reynald pun semakin melajukan mobilnya.


Saat setelah sampai, Mereka semua langsung turun dan masuk kedalam rumah sakit. Kean langsung dibawah kedalam UGD, Sedangkan mereka semua menunggu didepan ruangan.


"Rey, Kean" Lirih Sasha dengan air mata yang mulai mengalir karena rasa sakit dan juga sedih melihat keadaan Kean.


Reynald langsung membawa Sasha kedalam pelukannya. Dia tau Sasha mengkhawatirkan Kean, Dia juga sama.


"Kean pasti baik-baik aja" Ucap Reynald pelan. Sasha hanya mengangguk, Meskipun itu tidak pasti namun dia ingin mempercayai.


"Lo juga luka, Kita obatin ya" Ucap Reynald lembut. Sasha menggeleng, Dia hanya memikirkan Kean, Dirinya sendiri tidak ia pikirkan.


Reynald menghela nafas. Dia menatap sahabat-sahangatnya satu persatu.


"Titip Kean" Ucap Reynald singkat, Semuanya mengangguk mengerti.


Reynald menarik Sasha menuju salah satu ruangan. Reynald mendudukan Sasha dibrankar, Sedangkan Reynald mengambil kotak P3K.


Reynald mulai mengobati luka-luka Sasha yang ada di wajahnya, Dengan hati-hati. Sasha hanya menurut, Sesekali meringis karena sakit.


Setelah selesai, Reynald kembali meletakan Kotak P3K tersebut. Dia berdiri didepan Sasha yang masih memegangi perutnya.


"Sakit?" Tanya Reynald lembut, Dia mengusap rambut Sasha dengan pelan. Sasha hanya mengangguk memeri jawaban.


Reynald langsung saja memeluk Sasha. Dengan perasaan bersalah yang merasuk kedalam hatinya, Mengepalkan tangan kuat-kuat sembari memejamkan mata.


'Gue gagal.. Gue gagal untuk melindungi Sasha dan Kean" Batin Reynald menjerit.


Reynald gagal? Jika memang seperti itu, Reynald harus memperbaiki diri, Dia harus bisa berhasil melindungi Kean dan Sasha.