![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
"Sasha dimana?" Tanya Reynald kepada Fani.
Saat ini, Inti ADLER beserta Fani sedang berada di kantin. Mereka menghabiskan waktu istirahatnya disana.
"Gue juga gak tau" Jawab Fani pelan, Dia sebenarnya sangat khawatir sekarang.
Apalagi Diksi, Dia sudah tau apa yang semalam terjadi di rumah Sasha karena orang tuanya juga ada disana.
'Sial, Sha jangan bikin Gue khawatir' Batin Reynald menggeram marah. Sejujurnya dia sudah berfirasat buruk tentang Sasha.
Reynald mencoba menghubungi nomor Sasha, Berkali-kali dia menelponnya namun nihil, Tidak ada hasil. Reynald menggebrak meja pelan, Dari semalam Nomor Sasha tidak bisa di hubungi, Reynald tadi berniat menjemput Sasha, Namun tidak ada Siapa-siapa dirumah Sasha, Sepi.
"Santai bos, Sasha gak akan kenapa-kenapa" Ucap Farhan mencoba menenangkan.
"Nah betul tuh, Dedek Gemesh kan bukan orang yang lemah" Timpal Fino sependapat dengan Farhan.
Reynald menghela nafasnya, Mungkin dia hanya terlalu khawatir saja. Dia berharap tidak terjadi apa-apa dengan Sasha, Jujur saja dia sedang gelisah sekarang.
~Skip~
Reynald melajukan mobilnya ke rumah Sasha, Dia ingin memastikan keadaan Sasha, Seharian Sasha tak ada kabar itu membuatnya sangat khawatir.
Reynald memasuki pekarangan rumah Sasha, Bahkan rumah Sasha gelap, Tak ada penerangan sama sekali. Pintunya terkunci, Reynald semakin gelisah sekarang.
"Lo dimana Sha?" Gumam Reynald khawatir, Dia mungkin akan menghukum Sasha saat menemukannya.
Reynald menghubungi nomor Sasha, Namun tidak ada jawaban disana. Reynald menggeram marah, Dia mengirim nomor Sasha kepada orang suruhanya.
Me:
Lacak nomor ini dan kasih tau dimana pemilik nomor ini berada sekarang!
+62......
Reynald melajukan kembali mobilnya, Menunggu orang suruhanya itu melakukan pekerjaan yang telah ia suruh.
Drrt
Reynald mengambil handphonenya, Setelah mengetahui keberadaan Sasha, Dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal.
#Ditempat Sasha.
Sasha seperti mayat hidup sekarang, Tak ada kata yang keluar dari mulutnya. Makan dan minum pun tidak dia lakukan, Dia hanya duduk di balkon, Menatap kosong ke arah bukan yang bercahaya terang.
Sasha ingin menggenggam bulan Itu, Kenapa dengan hidupnya, Apa dia tidak di Izin kan untuk hidup ataukah bahagia?. Setidaknya Izin kan Sasha merasakan rasanya disayangi.
Sasha mendengar suara ketukan di pintu Apartementnya, Namun dia sama sekali tidak berniat membukanya. Sasha seperti jiwa kosong yang sedang mengembara.
Tak ada perasaan sama sekali dalam dirinya, Yang ada hanyalah, Kegelapan, Kebimbangan, Ketakutan, Kegelisahan. Bahkan Sasha tak berniat melanjutkan hidupnya lagi, Dia sudah tidak bisa berpikir logis sekarang.
"Sasha" Panggil Seseorang dari belakang Sasha.
Tanpa Sasha berbalik pun dia sudah tau siapa orang Itu, Yang dia bingung kan adalah Bagaimana orang itu tau sandi Apartnya?
Sasha tak bergeming sama sekali, Tak ada lagi keinginan hidup yang dimilikinya. Bahkan untuk menjawab seseorang itu sangat tidak ada niatan dalam dirinya.
"Sasha" Geram orang tersebut kesal, Beraninya Sasha membuat dirinya khawatir, Menghilang satu hari.
Tentu saja orang itu adalah Reynald, Sangat mudah mengetahui sandi Apart Sasha, Tak ada yang sulit untuk dirinya.
Reynald menghampiri Sasha, Membalikkan paksa tubuh Sasha agar menghadap ke arahnya, Namun dia terkejut melihat keadaan Sasha, Pipinya memar, Sudut bibirnya robek, Dan Sasha sama sekali tak menatap matanya, Dia hanya menatap kosong.
"Sha" Panggil Reynald pelan. Sasha tak bergeming.
"Sasha" Reynald mengguncang tubuh Sasha, Sasha masih tak bergeming.
Reynald sangat khawatir dengan keadaan Sasha, Apa yang terjadi pada Sasha? Kenapa Sasha seperti ini. Reynald mendekap Sasha erat, Namun Sasha sama sekali tak membalasnya, Sasha hanya diam.
"Sha, Lo kenapa?" Tanya Reynald lirih, Keterdiaman Sasha membuatnya semakin khawatir.
"Sha, Jawab" Perintah Reynald, Dia butuh penjelasan sekarang. Sasha hanya diam, Dia dia sedang tak ingin bicara sekarang.
"Sasha jawab" Peringat Reynald tajam, Tak ada yang boleh menyakiti Sasha, Kecuali dirinya, Ingat itu.
Reynald terdiam, Ada apa sebenarnya dengan Sasha? Apa yang terjadi? Kemarin Sasha masih baik-baik saja bahkan Sasha tertawa.
"Gue gak akan pergi sebelum Lo jawab pertanyaan Gue" Ucap Reynald tegas. Sasha terdiam.
Sasha melepas pelukan Reynald, Dia langsung masuk kedalam kamar nya, Duduk di tepi kasur. Reynald yang melihat itu semakin bingung dengan sikap Sasha, Kenapa Sasha menjadi dingin lagi.
"Sha, Jawab sekarang, Lo kenapa?" Tanya Reynald geram, Dia tidak bisa diam saja melihat kondisi Sasha seperti ini.
Sasha hanya diam, Tak berniat menjawab. Ingin rasanya Reynald memberi hukuman, Namun dia tidak bisa sekarang, Bagaimanapun juga dia tidak bisa mengelak bahwa dia mengkhawatirkan Sasha.
"Sasha" Peringat Reynald tajam, Dia memegang pundak Sasha namun Sasha sama sekali tak bergeming.
"SASHA" Bentak Reynald marah, Sikap aroganya tidak bisa menghilang begitu saja.
Sasha mematung mendengar bentakan Reynald, Entah kenapa hatinya merasa sakit, Bahkan sekarang matanya berkaca-kaca.
"Gue mau sendiri Rey" Pinta Sasha lemah, Reynald menatap tajam Sasha.
"Jawab Sha" Peringat Reynald tajam. Sasha hanya diam, Namun setetes air mata jatuh di pipinya.
"JAWAB SHA, JANGAN GINI, KALO ADA MASALAH CERITA" Bentak Reynald marah, Dia tidak bisa bersabar melihat Sasha sepeti ini.
Sasha semakin menangis, Dia hanya ingin sendiri, Sasha berharap Reynald mengerti. Bahkan jika semua orang membencinya setidaknya ada Reynald yang selalu disampingnya, Itu harapannya.
Reynald langsung membawa Sasha kedekapannya, Memeluknya erat, Melihat air mata itu jatuh membuat hatinya tergores.
"Jawab Sha, Jangan gini gue gak suka" Ucap Reynald lirih.
"Hiks..Hiks..." Isakan Sasha membuat hati Reynald seperti tersayat-sayat. Isakan itu memilukan dan menyedihkan.
"Cerita Sha, Jangan pernah anggap Gue sebagai orang lain" Ucap Reynald lembut, Dia mengusap kepala Sasha.
"Rey hiks" Sasha mengeratkan pelukanya, Dia tidak ingin terlihat lemah, Namun kali ini, Sasha akan mengakui bahwa dia lemah, Dia pecundang, Dia pengecut!!!
Reynald duduk di tepi kasur dan memangku Sasha, Dia sangat ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Sasha. Apa ini menyangkut keluarganya?.
"Mau cerita?" Tanya Reynald lembut, Sasha sudah sedikit tenang dalam pangkuanya sekarang.
Sasha mengangguk. Dia pun menceritakan semua yang terjadi di malam itu, Setidaknya ada satu orang yang mengetahui seberapa terpuruk dirinya. Walaupun yang lainya tidak peduli bahkan tak ada yang tau.
Reynald menggeram marah saat mendengar cerita Sasha, Bahkan tanganya terkepal kuat, Mengapa Sasha mendapat nasib seperti ini?.
"Gue mau bahagia Rey" Gumam Sasha lemah saat setelah cerita, Mungkin siapa saja yang mendengar suara Sasha akan bersimpati padanya. Namun Sasha hanya menunjukan sisi lemahnya pada Reynald.
Reynald bingung harus menjawabnya bagaimana, Namun satu yang pasti, Dia akan membuat Sasha bahagia.
"Jangan beritahu keberadaan Gue ke siapapun, Gue masih ingin sendiri" Pinta Sasha lemah. Reynald mengangguk pasti.
"Sha, Kalo ada masalah jangan ngilang lagi, Jangan diem lagi, Lo punya Gue sekarang" Ucap Reynald lembut, Sasha mengangguk ragu.
Tak dapat dipungkiri Sasha semakin nyaman dengan Reynald, Sosok arogan namun memiliki hati yang lembut, Bahkan sebenarnya dia sangat peduli pada Sasha.
"Rey, Jangan pernah ninggalin Gue" Pinta Sasha pelan, Dia ingin seseorang selalu ada disampingnya.
"Gue gak akan pernah ninggalin Lo Sha" Jawab Reynald yakin, Tanpa Sasha minta pun Reynald tak akan meninggalkannya.
Reynald menyentuh sudut bibir Sasha yang robek, Dia tahu luka itu belum di obati.
"Kenapa gak di obati?" Tanya Reynald lembut. Sasha menggeleng.
Reynald menghela nafas, Maafkan Reynald kalau dia akan dendam dengan keluarga Sasha. Mungkin dendam tak akan pernah mampu mengimbangi rasa sakit hati dari Sasha.
Reynald membaringkan tubuh Sasha.
"Istirahat Sha" Perintah Reynald lembut. Sasha hanya menuruti, Dia memejamkan matanya.
Mendengar nafas Sasha yang sudah teratur, Reynald berdiri dan duduk di sofa yang ada dikamar Sasha, Memandangi Sasha dengan tatapan sendunya.
"Caca, Gimana caranya bikin Lo bahagia?" Gumam Reynald pelan, Dia menghela nafas.
Cara sulit pun akan dia lakukan untuk kebahagiaan Sasha.