![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
...Maaf, Author tidak bisa Up kemarin, dikarenakan Dedek Author lagi sok sibuk😂😂 gak Gak, Dedek sibuk beneran deh kemarin😂...
******
Suasana mendung menyelimuti, mewakilkan perasaan kedua insan yang kini saling pandang dengan tatapan yang menyiratkan.
Sasha dan Reynald, kesepakatannya adalah hari ini terselesaikan, meskipun keduanya tak yakin tentang hal itu.
"Jelasin" perintah Reynald dingin, tatapan datarnya ia berikan kepada Sasha yang kini menunduk dalam.
"Gue cuma ngobrol biasa sama dia" jelas Sasha pelan. Sasha rasa, dia tidak bersalah dalam hal ini, Semua yang dikatakannya jujur.
Reynald terkekeh miris, segampang itu Sasha dekat dengan seseorang, hanya beberapa menit dan langsung bisa tertawa lepas seperti itu.
Entah Reynald yang terlalu cemburu atau apalah, tapi kalau boleh jujur, Reynald tidak suka Sasha dekat dengan laki-laki lain, kecuali teman-temannya.
"Sha, Gue gak suka Lo deket sama cowo manapun" peringat Reynald pelan. Sasha terdiam sejenak, dia pun mengangguk mengerti.
"Maaf" ucap Sasha menyesal. Reynald menghembuskan nafas panjang, dia pun mengangguk dengan senyum tipisnya.
"Jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama" peringat Reynald tajam. Sasha langsung saja mengangguk cepat.
"Sini" Reynald menyuruh Sasha mendekat, Sasha hanya menurut saja. Tanpa aba-aba Reynald menarik tangannya dan memeluknya erat.
"Dan Lo jangan mabuk-mabukan lagi, Gue gak suka" peringat Sasha pelan. Reynald terkekeh singkat, kalau yang satu ini dia tidak bisa janji.
"Gua gak bisa janji" gumam Reynald pelan. Sasha mendengus kesal, Sasha sangat tidak suka laki-laki pemabuk.
"Tapi kalo Lo yang minta, Gue akan turutin" lanjutnya yang membuat senyum manis Sasha merekah.
"Makasih" ucap Sasha tulus, dia mengucapkan kata itu bukan untuk hal ini, tapi untuk semuanya, Semua yang telah Reynald lakukan untuk Sasha.
"Maaf udah buat Lo nangis" lirih Reynald. Sasha menggelengkan kepalanya sembari tersenyum, itu tak masalah lagi sekarang.
Semuanya terasa terselesaikan, padahal banyak masalah lain yang menantikan, cukup jadikan ini sebagai langkah pendewasaan, dan jangan pernah mencari pelampiasan atau semuanya akan berakibat fatal.
********
Sementara disisi lain. Inti ADLER minus Reynald, kini sedang berada dimarkasnya, meskipun rintik gerimis kini mulai menetes.
"Eh menurut Lo si bos cocokan sama Sasha atau Nia?" tanya Farhan tiba-tiba. Mereka bertiga langsung saja memusatkan perhatiannya pada Farhan.
"Nia adiknya si Bos?" tanya Fino bingung. Farhan mendelikan matanya kesal.
"Bukan *****, tapi Nia yang mantan dari mantan sahabatnya Reynald" Jelas Farhan.
Mungkin karena Fino yang lemot atau Apa, dia tidak mengerti apa yang dijelaskan Farhan. Sangat terlihat dari raut wajahnya yang masih bingung.
"Astaga, Nia Farasha" jelas Zacky dengan nada sewotnya, kesal sekali kenapa sahabatnya ini sangat Telmi.
"Nah gitu dong, baru Gue paham" Semuanya memutar bola matanya malas medengar ucapan Fino yang menjengkelkan.
"Nah, Terus gimana, menurut kalian cocok sama siapa Bos?" Tanya Farhan lagi. Tanpa berpikir semuanya pasti akan menjawab...
"Ya Sasha lah" jawab mereka kompak. Farhan mengangguk mengerti, hmm mungkin memang benar karena dia juga berpikir seperti itu.
"Tapi Kenapa kadang Reynald bisa baik banget ya sama Nia?" tanya Fino bingung.
"Dia itu cuma menghargai Nia sebagai sahabatnya dulu, karena sebelum Faisal sama Reynald musuhan, mereka bertiga itu sahabatan" jelas Zacky panjang lebar. Semuanya mengangguk paham.
"Tapi nanti kalo misalkan Reynald suka sama Nia gimana?" Tanya Fino dengan nada lebaynya.
"Ya gak mungkinlah" jawab Zacky cepat.
"Tapi kan hati seseorang mudah berubah, apalagi Reynald belum meresmikan hubungan mereka" jelas Farhan, jujur saja dia tidak ingin Sasha dan Reynald... No no no itu tidak akan terjadi.
"Gue lebih suka kalo Reynald sama Sasha aja" gumam Farhan pelan. Ya, karena Sasha adalah sosok yang sangat cocok dengan kepribadian Reynald.
"Tumben Lo bijak" celetuk Fino mencairkan Suasana, dia tidak suka dengan suasana ini, terlalu serius.
"Lagian kan gak mungkin mereka bisa dipisahin dengan mudah" lanjut Fino pelan. Mungkin benar.
Diksi tersenyum simpul, Wow, baru kali ini dia menunjukan senyum itu.
"Yang pasti, Gue yang akan turun tangan kalo Reynald berani menyakiti Sasha" ucapnya dengan tegas, Diksi tidak akan terima jika Sasha hanya disakiti, karena Sasha lebih sering disakiti daripada menyakiti, mungkin.
Diksi, dia akan mencoba menebus kesalahannya dengan membuat Sasha bahagia, dan bahagianya Sasha hanyalah Reynald semata, Dan lagi-lagi itu hanyalah 'mungkin' saja.
******
Sasha teringat semalam dia mendapati pesan dari Handphone miliknya, dia pun berniat mengeceknya.
+62***********
Caca...
-V
Sasha mematung, inisial V sangat tidak asing baginya, tapi darimana orang yang memberi pesan ini mendapatkan nomor telponnya?.
Saat Sasha ingin membalasnya, tiba-tiba saja Reynald menghampirinya, membuat Sasha mengurungkan niatnya tersebut.
"Kenapa?" Tanya Reynald bingung. Sasha langsung menatap Reynald dan tersenyum tipis.
"Gak papa" Jawab Sasha sembari menggelengkan kepalanya singkat. Reynald mengangguk mengerti.
Sasha belum siap memberitahukan sekarang, dia akan menunggu waktu yang tepat, mungkin sedikit lebih lama lagi.
"Kean mana?" Tanya Sasha mengalihkan pembicaraan. Reynald menatap Sasha dengan senyum simpulnya.
"Lagi jalan-jalan sama Omanya" jelas Reynald. Sasha mendengus kesal, selalu saja seperti ini.
"Kenapa gak bilang dulu sih?" Tanya Sasha kesal. Reynald terkekeh singkat.
"Ya emangnya Kenapa? gak boleh?" Tanya Reynald balik. Sasha memutar bola matanya malas.
"Ya gak gitu juga, tau lah" ketus Sasha.
Reynald tersenyum singkat, dia lebih suka saat ini, saat mereka memperdebatkan sesuatu yang tidak penting, dibandingkan perang dingin karena kesalah pahaman yang akhir-akhir ini terjadi.
"Sha" Panggil Reynald pelan. Sasha langsung menatap Reynald mengernyit.
"Apa?" Tanya Sasha pelan. Reynald tersenyum tipis, jari-jarinya kini memainkan ujung rambut Sasha.
"Jangan pernah ninggalin Gue ya" Pinta Reynald lembut. Sasha menatap Reynald aneh, kenapa dengannya, salah minum obat kah? Canda...
"Apasih? Lagian siapa yaang mau ninggalin Lo?" Tanya Sasha heran. Reynald hanya menggelengkan kepalanya saja.
Saat ini Reynald takut jika Sasha meninggalkan dirinya entah dalam artian apa. Hufftt, Bukankah semuanya semakin rumit saja?.
*
...Semua orang berkata "Setiap orang berhak memiliki kesempatan kedua," lalu apakah seseorang juga berhak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya? ...
...-Gemini note-...
*
*
*
*
*
Nah, maapin aja ya kalo Dedek telat Update, Mulai sekarang Dedek Update ya teratur, setiap hari pukul 09-00 atau 10.00 WIB, Ingat ya pagi hari.
Kalo telat berarti Dedek lagi sok sibuk kaya biasanya😂😂 Canda✌
Jangan lupa like, komen, and vote😊