![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
Typo bertebaran, Happy reading🤗
******
Virgo diam membisu, dia memang belum tau tentang... Mamahnya keguguran? Apakah benar itu karena Sasha?
“Mamah bohong kan?” tanya Virgo dengan raut wajah tidak percaya. Marina menggelengkan kepalanya, dia kini berurai air mata.
“Mamah gak bohong Virgo, karena dia Mamah harus keguguran” ucap Marina marah dengan menunjuk Sasha yang kini menunduk bersalah.
“Ca?” Virgo ingin mendengar penjelasan langsung dari Sasha. Namun Sasha malah diam dan semakin terisak.
“Apa yang Mamah omongin itu gak bener kan?” tanya Virgo tak percaya, namun jika itu semua kenyataan Virgo tidak ingin menyalahkan siapapun, karena semuanya adalah takdir Tuhan.
“Gak Virgo, Mamah bener... Caca yang bikin Mamah keguguran” jelas Sasha lirih, disertai isakan kecil yang menyayat hati.
Virgo kembali terdiam membisu, memang Virgo tidak ingin menyalahkan Sasha, tapi... siapa yang rela kehilangan seseorang yang bahkan belum lahir ke dunia?
Isak tangis bersahutan dalam satu ruangan, menyedihkan. Tak lama, Fadli datang dengan raut wajah bingung, namun matanya menajam saat melihat keberadaan Sasha dirumahnya.
“KAMU? NGAPAIN KAMU DISINI!” tanpa memperhatikan situasi, Fadli yang sangat membenci Sasha membentaknya.
“Pah” Sasha menatap Fadli dengan penuh air mata, berikan dia sedikit rasa simpati dari keluarganya.
“SAYA BUKAN PAPAH KAMU, SEKARANG KAMU KELUAR DARI RUMAH SAYA” tanpa rasa kasihan lagi, Fadli segera menyeret Sasha keluar dari rumahnya.
Virgo hanya terdiam melihat Sasha diperlakukan dengan kasar, dia masih kecewa, dia butuh waktu.
Sasha yang mencoba melepaskan cekalan tangan Papahnya yang begitu kuat hingga menyebabkan tangannya memerah.
“PERGI KAMU DARI SINI” Fadli melepaskan tangan Sasha begitu saja, membuat Sasha terdorong kebelakang.
Sasha kembali terisak, dia menatap Papahnya dengan tatapan sendu, sebegitu tidak di inginkannya dia? Bahkan oleh keluarganya sendiri.
“Pergi dan jangan pernah kembali lagi” perintah Fadli dingin, dia kembali masuk kedalam rumahnya, membanting keras pintu membuat suara yang mengagetkan Sasha.
Lagi dan lagi, Sasha kembali merasa diusir oleh keluarganya sendiri, yang lebih miris lagi Virgo hanya menatapnya dan berdiam diri saja.
Air mata membanjiri pipinya, sakit hati yang tak terbendung lagi, membuatnya sangat patah beribu-ribu kali.
Sasha mulai berdiri dan melangkah pergi, dia mungkin tak akan lagi kembali kesini, meskipun itu keluarganya sendiri.
******
Hujan.
Dirumah milik Sasha dan Reynald.
Reynald kini tengah menetralkan emosinya yang tadi sempat menyala. Sedetik kemudian ia tersadar, tidak ada tanda-tanda Sasha dirumah ini. Lalu kemana Sasha?
Salahnya sendiri memang, entah Sasha akan marah atau pun tidak, dia juga tidak tau.
‘Hahhhh’
Reynald menghela nafas dan menjatuhkan dirinya dikasur. Dia bermain handphone sembari menunggu Sasha pulang.
Dia menyadari ada pesan yang belum ia lihat dari nomor pengirim yang tidak dikenal. Dia pun membukanya, dan betapa terkejutnya dia saat mengetahui pesan itu berisi foto Sasha bersama seorang laki-laki dalam posisi berpelukan.
Emosi yang tadinya mereda kini kembali tersulut, semuanya karena emosinya yang memang belum stabil.
Dan mungkin Setelah ini akan terjadi kesalah pahaman, lagi.
‘Ceklek’
Namun Reynald terlanjur marah, dia menatap tajam Sasha tanpa memperdulikan keadaan Sasha yang basah kuyup.
“Kemana aja lo?” tanya Reynald tajam. Sasha yang merasa aneh mendengar nada bicara Reynald.
Sasha yang memang sangat kedinginan hanya mampu terdiam, bibirnya pucat, dia berusaha memberikan kehangatan untuk dirinya sendiri.
“Kenapa gak langsung pulang hah? Dan kenapa lo malah asik sama cowo lain?” sentak Reynald marah.
Sasha sedikit terkejut mendengar nada Reynald yang mulai meninggi. Namun dia tak ada tenaga untuk menjawab.
“G-gu-gue...” bibirnya bergetar, dia berusaha menjawab, tapi tak bisa.
“Ini apa Sha?” tanya Reynald tak menyangka, dia menunjukan foto yang dikirim oleh nomor tidak dikenal itu.
Potret Sasha bersama Virgo, namun sayangnya Reynald belum tau siapa yang ada dalam foto tersebut.
“INI APA SHA?” marahnya Reynald tidak terbendung lagi, tanpa sengaja atau memang sengaja, dia telah membentak Sasha.
Sasha sangat terkejut dengan bentakan Reynald, dan tanpa disuruh pun air mata kembali mengalir dengan sendirinya.
“R-rey, Dia...”
“APA? DIA SIAPA HAH?!” bentak Reynald lagi. Kini Sasha semakin terisak.
Berikan Sasha waktu untuk sekedar bernafas lega setelah luka lama kembali datang, namun kini malah bertambah lagi luka yang baru, dia tidak sanggup.
“R-rey, beri gue waktu untuk menjelaskan semuanya” pinta Sasha lirih, suara seraknya ditambah isakan kecilnya.
Sasha semakin menangis, namun Reynald justru tak memperlihatkan rasa simpatinya, karena hatinya dipenuhi rasa marah.
Reynald membuang muka, sedikit merasa bersalah namun tak mengurangi rasa marah, dia lebih memilih pergi dari rumah.
“Gue pergi, gak usah nunggu gue balik” ucap Reynald dingin, dia melenggang pergi begitu saja.
Sasha yang melihat itu berteriak dalam hati, dan menangis sekencang-kencangnya, lututnya terasa lemas, kini dia terduduk tak berdaya dengan bersandar dibalik pintu.
“Hiks... hiks... hiks” dia terisak, sangat menyayat hati, sesak di dada sembari menangis pedih.
Kenapa semuanya terjadi lagi? Bahkan ini tidak menyelesaikan tapi malah memperumit. Padahal dia ingin segera selesai.
Dan pada akhirnya Reynald menyakiti hati Sasha lagi, semuanya seakan terjadi berulang kali, dunia seakan tidak mengizinkan Sasha untuk mendapatkan kebahagiaannya kembali.
‘Tok... tok... tok’
Ketukan pintu menyadarkan Sasha dari lamunan kelamnya, dia berusaha menguatkan hatinya.
Sasha membuka pintu kamar, dan terlihat sosok anak kecil kesayangan Sasha, dialah Kean dengan wajah khawatirnya.
“Mommy kenapa?” tanya Kean dengan suara yang bergetar, dia menahan tangis demi Mommynya.
Sasha cepat-cepat menghapus air matanya, dan memasang senyum paling manis, dia mensejajarkan tingginya dengan Kean.
"Mom gak kenapa-napa sayang" jawab Sasha tegar, dia masing berusaha tersenyum meskipun hatinya terasa remuk.
*****
Segini dulu ya, lanjut besok😊 gak gantung kan?😄
Jangan lupa like, komen, and vote🤗