![Broken Angel'S [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/broken-angel-s--completed-.webp)
"Udah siap belum?" Tanya Reynald kepada Sasha yang sedang bersiap. Seperti yang dikatakan sekarang, Mereka akan ke Panti Asuhan Untuk acara Baksos.
Sasha mengangguk, Hari ini dia mengenakan baju yang cerah, Sudah cukup kegelapan yang menutupi, Biarkan sesekali cahaya menerangi.
"Udah" Jawab Sasha. Kali ini dia lebih ceria dibandingkan kemarin-kemarin.
Sasha menghampiri Reynald, Reynald langsung menggenggam tangan Sasha dan mengajaknya turun ke lantai dasar. Hari ini Reynald yang menjemput Sasha seperti biasanya.
Mereka berdua naik ke mobil Reynald, Reynald membawa mobil karena barang yang akan disumbangkan cukup banyak.
Mereka melaju ke Markas ADLER, Dengan menggunakan mobil Reynald.
"Rey, Semuanya ikut Ya?" Tanya Sasha. Reynald berdehem sejenak.
"Gak, Cuma Inti aja, Kebanyakan kalo ikut semua" Jawab Reynald. Sasha mengangguk paham.
"Udah siap ketemu sahabat Lo?" Tanya Reynald menatap Sasha serius. Sasha terdiam, Ketika sedetik keraguan menyentuh hatinya, dia akan menampik itu dengan keyakinan.
"Siap" Jawab Sasha pelan. Reynald mengangguk paham.
Setelah sampai, Mereka langsung turun, Didepan Markas ADLER ternyata sudah ada Inti ADLER yang menunggu. Mereka bahkan kaget karena ada Sasha.
"Caca? Ya ampun Ini Caca kan? Sahabat Gue?" Fani memeluk Sasha erat, Bahkan sampai Sasha sesak nafas, Untunglah sahabatnya itu baik-baik saja.
"Fan, Gue sesak nafas" Ucap Sasha pelan. Fani langsung melepaskan pelukanya dengan mata berkaca-kaca.
"Lo bikin khawatir tau Gak?" Ucap Fani kesal.
Sasha tersenyum tipis, Dia tau sahabatnya itu Mengkhawatirkannya.
"DEDEK GEMES" Teriakan itu dari dua orang laki-laki, Siapa lagi kalau bukan Farhan dan Fino, Keduanya mendekat, Diikuti Diksi dan Zacky.
"Berisik" Ucap Reynald dingin. Keduanya langsung kicep. Ketua bicara, Diam semuanya.
"Lo bikin khawatir semuanya, Bahkan Diksi sampe uring-uringan gak jelas" Cerocos Fani tanpa sadar, Sedetik kemudian dia sadar dan menutup mulutnya.
"Diksi?" Beo Farhan, Dini dan Zacky serempak. Fani meringis pelan.
Diksi tak memperdulikan itu, Dia berjalan terlebih dahulu, Di ikuti Fani yang langsung menggandengnya.
"Hehe maap" Ucap Fani kepada Diksi. Diksi tersenyum tipis.
"Ceroboh" Diksi merangkul Fani Tani yang lebih pendek darinya. Fani menyengir lebar.
Sementara Farhan, Fino dan Diksi kini memasang wajah Cengonya, Mereka tidak percaya sosok dingin seperti Diksi bisa mengkhawatirkan Seorang Sasha.
"Berangkat" Perintah Reynald. Sasha langsung mengikuti Reynald, Mereka kembali masuk kedalam mobil Reynald.
Mereka berangkat dipimpin oleh Reynald yang didepan, Sementara dibelakangnya Inti ALDER yang menaiki motor dan mengikuti dari belakang.
Setitik kebahagiaan muncul saat mengetahui Diksi mengkhawatirkanya, Namun sayangnya hanya setitik saja, Tak mampu membuat dia tersenyum.
"Kenapa?" Tanya Reynald bingung melihat Sasha yang hanya diam, Sasha tersadar dan langsung menatap Reynald.
"Gak papa" Jawab Sasha pelan. Sasha kembali termenung, Memikirkan kebahagiaan membuatnya sedikit muak, Kenapa orang lain bisa menikmati kebahagiaan namun dirinya hanya menderita?.
"Lo gak bakat jadi pembohong Sha" Peringat Reynald. Sasha terdiam, Hanya dengan Reynald dia tidak bisa bohong.
"Ck, Udah ah gak usah dibahas lagi" Kesal Sasha mengalihkan pembicaraan.
Mereka telah sampai di panti asuhan yang dimaksud, Sasha melihat di papan namanya adalah 'Kasih Bunda', Jadi dapat disimpulkan bahwa nama panti asuhan itu adalah Kasih Bunda.
"Gue mau kedalam dulu, Lo tunggu aja" Pamit Reynald, Sasha mengangguk.
Mereka berdua turun dari mobil, Kemudian Sasha terlebih dahulu melangkah pergi ke arah anak-anak panti Asuhan.
Bahkan dengan anak-anak itu, Sasha merasakan iri. Setidaknya mereka mendapatkan kasih sayang dari Ibu Panti, Tidak seperti dia yang sama sekali tidak mendapatkan kasih sayang.
Sasha melihat semuanya bercanda ria, Tertawa bersama, Bermain, Berlari seperti tidak ada beban yang mereka tanggung, Namun Sasha yakin mereka menyembunyikan kesedihannya.
Saat Sasha mengamati mereka, Sasha melihat salah satu anak yang hanya berdiam diri, Memandangi anak-anak lainya yang sedang bermain dengan tatapan kosong.
Sasha mendekati anak itu, Berhenti di depannya dan menekuk kakinya berjongkok.
"Kamu kenapa gak main sama teman-teman?" Tanya Sasha lembut. Anak itu hanya menatap Sasha sekejap, Namun dia kembali mengalihkan pandangannya.
"Kamu kenapa?" Tanya Sasha lembut. Barulah anak itu menatap Sasha sepenuhnya.
"Mommy?" Gumam anak itu. Sasha menekuk kaget, Dia masih muda!!.
"Aku bukan Mommy kamu" Jawab Sasha lembut, Dia mengusap lembut rambut anak laki-laki itu.
Seketika tatapan itu menjadi sendu dan penuh kekecewaan, Bahkan Sasha dapat merasakan kesedihan itu.
Sasha memilih menggendong anak itu, Dia membawanya duduk di Kursi panjang yang ada disana, Dia memangku anak laki-laki itu.
"Mommy gak pernah datang karena Kean anak haram" Gumam Anak laki-laki itu, Dapat dipastikan umurnya 3 tahun.
Sasha tertegun, Kenapa anak sekecil ini bisa memikirkan hal-hal seperti ini.
"Hey, Jangan ngomong gitu" Ucap Sasha lembut, Dia tersenyum manis.
"Tapi memang seperti itu kenyataanya, Kean anak haram, Mommy gak akan pernah menjemput Kean" Jawab anak Itu mulai menangis, Isakan itu membuat hati Sasha teriris, Dia tau kesedihan itu.
Sasha memeluk Anak itu kayaknya anaknya sendiri, Naif, Itu yang ada dipikiranya. Anak itu ingin menampik semua cemoohan namun dia malah membenarkan semua caci maki yang diberikan untuknya.
"Gak ada yang namanya anak haram, Semua anak yang dilahirkan dalam keadaan suci, Begitu juga dengan kamu" Gumam Sasha pelan.
"Setiap Anak berhak mendapatkan kebahagiaan dari kedua orang tuanya, Tapi Kenapa Orang tua tidak bisa memahami anaknya sedikit saja" Sasha tak dapat menerima itu.
"Kean anak haram, Mommy ninggalin Kean sendirian disini, Kean kesepian, Kata Mommy, Kean itu anak haram" Ucap Anak itu, Sepertinya namanya Kean.
Sasha sangat merasakan kesedihan itu, Bahkan tanpa Anak itu bicara, Sasha dapat menangkap kesedihan dalam diri itu.
"Kamu namanya siapa?" Tanya Sasha lembut.
"Keandra Juan" Jawab Kean pelan. Sasha tersenyum.
"Kean bisa manggil Kakak, Mommy" Ucap Sasha dengan penuh keyakinan.
Seketika mata Jean menjadi berbinar, Sepertinya dia sangat senang.
"Mommy" Panggil Kean pelan, Sasha tersenyum tipis dan mengangguk.
Kean langsung memeluk Sasha, Menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Sasha, Sasha dapat merasakan lehernya basah, Anak itu menangis.
"Kenapa?! KENAPA DI DUNIA INI TIDAK ADA ORANG TUA YANG BISA MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN UNTUK ANAKNYA?!!" Batin Sasha menjerit, Dia tidak bisa melihat anak sekecil ini menderita seperti dia.
"Pasti menyakitkan, Kan?" Gumam Sasha pelan, Kean tak akan mendengarnya.
"Jangan jadi pecundang seperti ku, Carilah jati dirimu, Dan jika kamu dalam kesulitan panggilah Aku, Aku akan datang memabuntumu, Keandra Juan" Ucap Sasha dalam hati, Dia mengusap lembut kepala Kean.
Sasha merasakan pergerakan di sampingnya ternyata Reynald yang duduk di sampingnya, Mungkin urusannya sudah selesai.
"Udah?" Tanya Sasha menatap Reynald bertanya. Reynald mengangguk.
"Udah" Jawab Reynald singkat, Dia mengernyit menatap Kean yang ada di pangkuan Sasha.
Kean menyadarinya, Dia menatap berbinar ke aean Reynald dengan senyum lebarnya.
"Daddy" Panggil Kean pelan. Reynald memelototkan matanya, Apakah wajahnya pantas di sebut 'Daddy'?.
Sasha menahan tawanya, Melihat wajah cengo dari Reynald. Saat Reynald hendak protes, Sasha langsung menutup mulut Reynald dan menatapnya tajam.
"Mommy, Kean mau sama Daddy" Pinta Kean semangat, Sasha mengangguk, Dia memindahkan Kean ke pangkuan Reynald, Reynald hanya pasrah.
Sasha tersenyum melihat itu, Rasanya pemandangan seperti ini seperti Anak dan Ayah yang sebenarnya.
"Kean" Gumam Reynald pelan. Sasha tersenyum tipis.
"Namanya Keandra Juan" Ucap Sasha. Reynd menatap Sasha bertanya. Sasha menggeleng singkat, Dia tidak bisa menceritakannya sekarang.
Setelah itu ada ibu panti yang menghampiri mereka, Sasha tersenyum ramah kelas Ibu Panti itu.
"Kean" panggil Ibu Panti lembut. Kena mendongak menatap Ibu Panti.
"Ibu" Jawab Kean. Ibu Panti tersenyum.
"Kean senang?" Tanya Ibu Panti. Jean mengangguk semangat.
"Kean senang" Jawab Kean, Ibu Panti itu tersenyum.
"Emm saya titip Kean dulu ya" Pinta Ibu panti, Keduanya mengangguk, Ibu Panti pun meninggalkan mereka lagi.
~Skip~
Mereka sudah hendak pulang, Namun Kean tidak ingin di tinggalkan oleh Sasha dan Reynald.
"Hiks.. Mommy jangan tinggalin Kean, Daddy" Pinta Kean menangis.
"Kean, Mereka mau pulang, Nanti kalo ada waktu mereka kesini lagi ya" Ucap Ibu Panti lembut. Kean masih menangis.
Sasha tidak tega melihat itu, Dia membisikkan sesuatu kepada Reynald, Reynald mengikuti keinginan Sasha.
"Kalian pulang dulu" Suruh Reynald kepada Inti ADLER, Mereka mengangguk patuh.
Inti ADLER pun pulang ke rumah masing-masing menggunakan motor mereka.
Reynald menghampiri ibu Panti dan sedikit menjauh dari Sasha, Sasha sudah tau apa yang akan terjadi karena itu yang diminta Sasha kepada Reynald.
Setelah Reynald kembali, Dia menggendong Kean yang masih sedikit sesenggukan, Ibu Panti itu tidak keberatan.
"Besok saya kesini lagi, Bu" Ucap Reynald. Ibu Panti tersenyum dan mengangguk.
Reynald dan Sasha masuk kedalam mobil, Kean dipangku oleh Sasha.
"Terimakasih ya Nak Reynald atas bantuannya" Ucap Ibu Panti tersenyum. Reynald membalas senyuman itu dan mengangguk.
"Saya pamit pulang bu" Reynald mulai melajukan mobilnya menuju Apartement Sasha.
Sasha tersenyum tipis, Dia memeluk Kean yang ada dipangkuanya.
"Seneng banget" Celetuk Reynald. Sasha tersenyum menatap Reynald dan mengangguk.
"Biarin sih, Sekali-sekali" Jawab Sasha. Reynald senang kalau Sasha senang, Sederhananya.
Kean ternyata sudah tertidur dalam pangkuan Sasha.
"Siapa Kean Ca?" Tanya Reynald. Sasha menatap Sasha mengernyit.
"Udah manggil Caca aja" Cibir Sasha Reynald mendengus.
"Yaudah, Siapa Sha?" Tanya Reynald mengalah. Sasha tersenyum kecil.
"Dia sosok yang kesepian, Gue gak bisa ninggalin dia sendirian, Hanya ini yang bisa Gue lakukan demi kebahagiaan dia" Jawab Sasha pelan. Reynald mengerti, Hanya dengan kalimat itu Reynald sudah mengerti.
Reynald menambah kecepatan mobilnya saat dirasa hendak hujan. Mobil Reynald terus melaju ke arah Apartemen Sasha.