Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#22, BROKEN ANGEL'S



Mereka akhirnya sampai di Markas ADLER, Mereka langsung turun dan masuk kedalam markas. Semuanya menatap heran ke arah Kean yang ada digendongan Reynald.


"Eh, Nia juga ikut" Ucap Farhan dengan senyumnya, Dia langsung menghampiri Nia dan hendak menggendongnya, Namun Nia bersembunyi dibalik Sasha.


"GAK MAU, ABANG ADA KAKAK JELEK" Teriak Nia, Dia langsung mendekat ke arah Reynald.


Semuanya tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan Nia, Bukan rahasia lagi kalau Nia memang bermusuhan dengan Farhan. Sedangkan Farhan kini wajahnya sangat nelangsa, Yang membuat semuanya semakin tertawa.


"Adek, Gak boleh gitu" Tegur Reynald. Nia hanya mengangguk pasrah, Dia pun mendekat ke arah Farhan, Dan Farhan langsung tersenyum dan menggendong Nia.


"Akhirnya luluh juga adek Lo Rey" Ucap Farhan senang. Nia hanya mendengus kesal, Kalau bukan karena ucapan Reynald juga dia tidak mau.


Mereka semua akhirnya duduk di kursi yang ada diruangan itu, Mereka menunggu penjelasan Reynald tentang Kean.


"Kenalin, dia Keandra Juan Bramawijaya, Cucu keluarga Bramawijaya, Anak yang diadopsi Gue dan Sasha" Ucap Reynd memperkenalkan Kean kepada semuanya. Kean masih belum tau arti 'Adopsi' Jadi dia hanya bersikap biasa saja.


"Wah, Bos udah punya anak aja, Jadi pengen buat" Celetuk Indra dengan wajah tanpa dosanya.


Sasha dan Fani yang mendengar itu langsung mendelik, Perkataan itu terlalu Frontal, Apalagi mereka perempuan.


"Lo kalo ngomong, Suka bener" Ucap Fino setuju, Semuanya tertawa terbahak-bahak.


Sementara Sasha kini menggeleng-gelengkan kepalanya, Tingkah mereka memang sangat ajaib.


"Kean, Kenalan dulu ya sama temen-temen Daddy" Ucap Reynald. Kean mengangguk patuh.


"Itu Om Farhan, Itu Om Fino, Itu Om Zacky dan itu Om Diksi, Kalo yang itu Tante Fani" Ucap Sasha memperkenalkan dengan menunjuk inti ADLER dan Fani satu-satu. Kean langsung tersenyum ramah kepada mereka.


"Halo Om, Tante" Sapa Kean lucu, Semuanya sampai tersenyum gemas melihat Kean.


"Ya ampun Ca, Anak Lo lucu banget, Pengen Gue bawa pulang rasanya" Ucap Fani gemas. Sasha mendengus kesal.


"Enak aja" kesal Sasha. Fani hanya tersenyum lebar, Menunjukan deretan rata giginya.


"Abang, Nia mau sama Abang aja" Pinta Nia memelas, Dia sangat tidak ingin berada di dekat Farhan. Reynald menatap Nia bingung.


"Kenapa?" Tanya Reynald bingung. Nia menunjukan wajah kesalnya yang justru sangat menggemaskan.


"Bang Farhan nyium pipi Nia mulu" Kesal Nia. Farhan hanya tersenyum tanpa dosa.


"Adek Lo gemesin parah Sih Rey, Pengen Gue kantongin terus culik" Ucap Farhan tanpa dosa. Reynald langsung menunjukan kepalan tanganya, Tanda ancaman.


"Hehe, Sorry bos" Farhan menunjukan cengiran khasnya.


Mereka semua menghabiskan waktu untuk bercanda ria hingga sore tiba, Tak ada rasa bosan yang menyala, Karena warna kekeluargaan sangat terasa.


...-----Skip-----...


Reynald, Sasha, Dan Kean sudah berada di rumah baru yang dibelikan oleh orang tua Reynald, Nia juga ikut bersama mereka. Tadinya Nia sudah di antarkan namun dia tidak ingin ditinggal, Jadinya Nia ikut ke rumah mereka.


"Rey, Mandiin Kean sama Nia sana, Gue mau masak buat makan malam" Ucap Sasha kepada Reynald. Sebenarnya Reynald sedikit malas, Namun akhirnya dia menuruti.


"Yaudah" Jawab Reynald pasrah. Sasha tertawa pelan melihat raut wajah Reynald yang pasrah.


Reynald akhirnya berjalan ke kamar Kean dimana disana sudah ada Kean dan Nia. Reynald pasrah untuk memandikan Kean dan Nia.


Sementara Sasha, Dia kini menatap dapur, Disana sudah tertata rapi semuanya, Bahkan bahan masakan juga sudah lengkap. Untuk barang-barang Sasha sendiri masih belum sampai.


Sasha menyiapkan semua peralatan memasak, Dia akan memasak yang simple saja, Karena ini sudah semakin petang. Dengan telaten Sasha memasak makanan yang sangat menggugah selera, Dia memang pandai memasak.


Setengah jam berlalu, Reynald sudah selesai memandikan Kean dan Nia, Dia bahkan juga sudah mandi sendiri. Kini Sasha sudah menyiapkan semua makanan di meja makan.


Sasha mencoba membuka lemari, Ternyata lemari itu sudah terisi baju-baju perempuan, Dari baju santai hingga baju formal, Apa orang tua Reynald yang menyiapkan ini? Sungguh baiknya.


Sasha mengambil setelan baju over size dan hotpants, Seperti yang biasa dia gunakan sehari-hari. Sasha masuk kedalam kamar mandi.


15 menit kemudian, Sasha sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju yang diambilnya tadi. Ternyata Reynald sedang duduk disofa kamarnya sembari bermain handphone.


"Rey, Lo udah mandi?" Tanya Sasha bingung. Reynald hanya mengangguk memberi jawaban.


"Lo hari ini pulang atau Nginap?" Tanya Sasha. Reynald menatap Sasha berpikir.


"Nginap ajalah, lagian deket juga rumahnya" Jawab Reynald santai. Sasha mengangguk mengerti.


"Yaudah, Ayo turun sekalian makan malam" Ajak Sasha, Reynald mengangguk patuh, Dia berjalan terlebih dahulu diikuti Sasha dibelakangnya.


Mereka ke kamar Kean terlebih dahulu yang terletak di sebelah kamar Sasha.


"Kean, Nia, Makan malam" Ajak Reynald singkat, Keduanya mengangguk patuh.


Mereka akhirnya ke meja makan bersama, Dan melaksanakan makan malam dengan khidmat. Setelah semuanya selesai, Reynald pergi ke kamar Sasha, Sedangkan Sasha pergi ke kamar Kean.


"Kean sama Nia tidur sekarang ya" Suruh Sasha, keduanya mengangguk patuh.


Sasha sudah menyiapkan susu tadi, Dia memberikan dua gelas susu kepada Kean dan Nia. Setelah habis Kean dan Nia langsung tiduran di kasur, Sementara Sasha kini sedang membacakan cerita anak-anak.


5 menit kemudian.


"Dan untuk pertama kalinya kancil dikalahkan oleh siput...." Sasha tidak melanjutkan dongengnya saat melihat Kean dan Nia sudah tertidur pulas.


Sasha tersenyum tipis, Dia menyelimuti Kean dan Nia, Kemudian mematikan lampu ruangan, Yang tersisa hanya lampu tidur saja.


Sasha pun keluar kamar Kean, Dan masuk kedalam kamarnya sendiri, Tugasnya belum dia selesaikan. Sungguh malas sekali. Saat masuk, Sasha melihat Reynald yang masih bermain handphone dengan posisi rebahan.


"Belum tidur?" Tanya Sasha. Reynald menggeleng.


"Masih jam segini" Jawab Reynald singkat. Sasha mengangguk mengerti.


Sasha mengeluarkan semua buku-bukunya, dia mulai mengerjakan semua tugas-tugasnya.


1 jam,,,,2 jam,,, 3 jam,,,,


Akhirnya Sasha menyerah, Bukan karena mengantuk, Tapi karena rasa malasnya akhirnya mengalahkannya. Dia melirik jam ternyata sudah pukul tepat 12 malam.


"Udahan Sha, Udah malam" Ucap Reynald, Sasha menatap Reynald yang ternyata belum tidur.


"Belum ngantuk tapi" Jawab Sasha. Sasha berjalan mendekat ke kasurnya, Belum sempat dia duduk Reynald sudah menarik tanganya, Sehingga dia terjatuh di samping Reynald.


"Ngeselin banget sih" Kesal Sasha. Reynald tertawa pelan, Dia langsung mendekap Sasha.


"Lepasin" Pinta Sasha memberontak, Ya seperti biasanya semakin Sasha memberontak, Tangan Reynald semakin kuat Melilitnya.


"Diem, Jangan gerak" Ucap Reynald pelan. Sasha langsung terdiam.


"Tugasnya udah selesai belum?" Tanya Reynald. Sasha menggeleng.


"Belum" Jawab Sasha singkat. Reynald mengangguk mengerti.


"Yaudah sekarang tidur, Udah malam" Suruh Reynald. Sasha hanya mengangguk patuh, Dia mulai memejamkan matanya secara perlahan.


Dan akhirnya Sasha tertidur dalam dekapan Reynald yang terasa sangat hangat dan nyaman. Reynald juga ikut menyusul Sasha kedalam alam mimpinya.