Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
BAB YANG HILANG (1 DAN 2)



Ini sebenarnya adalah Bab 1 dan 2, Author tulis disini lagi dan membuatnya seperti sambungan Chapter sebelumnya, Agar kalian tidak bingung.


*****


Sasha tak pernah menyangka sekarang dia dan Reynald bisa sedekat Ini, Pertemuan yang dahulu apakah memang di inginkan atau tidak? Tapi yang pasti, Kehidupan Sasha telah berubah, Sekarang Sasha bisa merasa kan apa yang dinamakan, Bahagia.


Sasha jadi teringat Pertemuannya dengan Reynald dulu, Saat itu pula Reynd telah mengetahui sisi lain dari Sasha yang beku, yaitu Sasha yang lemah.


Flashback On


Kantin.


Seseorang berhati beku itu kini sedang menyantap makanannya, Disampingnya ada sahabatnya yaitu Fani.


"Ca, Kita pindah aja yuk" Ajak Fani takut-takut. Sasha hanya memberi jawaban dengan menggeleng tegas. Fani pun akhirnya menghela nafas pasrah.


"Minggir" Perintah bernada dingin itu tiba-tiba terdengar menusuk dalam indra pendengaran Sasha.


Sasha hanya diam dan menatap Kakak kelas itu datar. Namun saat dia menatap teman dari kakak kelasnya itu, Dia mengubahnya menjadi sendu.


"Mending Lo minggir" Ucap dingin seorang yang ditatap sasha sendu, Diksi.


Sasha akhirnya menyerah, Dia langsung berjalan cepat meninggalkan Kantin, Disusul oleh sahabatnya.


"Lo kenal?" Tanya Kakak kelas Sasha itu, Reynald kepada Diksi. Diksi menjawabnya dengan gelengan kepala, Meskipun itu bohong.


Tanpa disadari, Ini adalah pertemuan yang akan mengubah kehidupan Sasha maupun Reynald. Reynald yang sudah menandai Sasha dalam blackliss, Dan berniat membalas Sasha karena sudah meremehkannya.


*****


Sasha berjalan pulang sendirian, Dia kini sedang berada tepat disamping sekolahnya. Sasha melihat ada seorang perempuan yang sedang di jambret, Dia berniat menolongnya.


"Lepasin" Perintah Sasha dingin. Kedua pencopet itu melepaskan Perempuan yang akan dijambretnya, Perempuan itu langsung saja pergi.


Sasha menatap keduanya menyeringai.


"Lawan Gue" Ucap Sasha dingin. Keduanya tersenyum smirk. Dengan senang hati mereka akan menghadapi Sasha.


Terjadilah perkelahian disana, Tapi siapa sangka yang akan memenangkannya adalah Sasha. Sasha pun yang telah dibutakan, Kini mengambil pisau lipatnya.


Sasha hendak saja menusukkan pisau tersebut kepada kedua perampok itu, Namun ternyata ada yang menahannya, Reynald.


"Lo gila hah" Sentak Reynald dingin. Sasha menatapnya dengan tatapan terkejutnya, Dia langsung saja melepaskan tangan Reynald yang mencekal pergelangan tangannya.


Sasha hampir saja membunuh Perampok yang didepanya ini, yang sialnya ketahuan oleh Reynald. Reynald menyuruh perampok itu pergi, Mereka pun langsung pergi sebelum menjadi korban Sasha.


Sasha hendak melenggang pergi namu ditahan oleh Reynald, Lagi. Reynald langsung saja menatap Sasha menyeringai, Dia bisa menggunakan ini sebagai alat balas dendam karena Sasha sudah berani menganggu ketenangannya.


"Gimana kalo sekolah tau salah satu muridnya adalah seorang Psikopat" Ucap Reynald menyeringai, Sasha langsung saja gelagapan.


"Jangan pernah kasih tau pihak sekolah, Gue bisa aja bunuh Lo sekarang" Jawab Sasha dingin, Dia baru saja ingat kalau orang yang ada di depannya ini adalah Orang yang sama dengan yang dikantin.


Reynald beralih memutari Sasha dan berhenti dibelakangnya, Dia melingkarkan tangannya ke leher Sasha.


"Haha" Reynald tertawa remeh, Dia langsung saja mencekik leher Sasha dengan lengannya. Sasha langsung saja mencoba melepaskan.


"Gue yang akan bunuh Lo sekarang" Ucap Reynald dingin. Beberapa menit berlalu, Sasha akhirnya melemah dalam dekapan Reynald.


"Gue gak kenal siapa Lo" Ucap Sasha lemah. Reynald tersenyum tipis.


"Gue Reynaldi Bagaskara Bramawijaya" Jawab Reynald dengan berbisik, Saat itu pula Sasha pingsan sepenuhnya.


Reynald langsung membawa Sasha kedalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, Sampai akhirnya dia tiba di rumahnya.


Reynald langsung membawa Sasha kedalam kamarnya, Dia menidurkan Sasha dikasur dan meinggalkanya begitu saja.


*****


"CACA" Teriak seorang anak kecil laki-laki, Dia langsung saja Mendorong Caca kecil hingga dia sendiri yang tertabrak truk.


Caca yang melihat itu langsung bangun dan menghampirinya.


"VIRGO" Teriak Caca panik, Dia memangku kepala Virgo yang kini penuh darah.


Caca menangis saat melihat Virgo tak sadarkan diri dan tertabrak karena menolongnya.


****


"Virgo" Lirih Sasha yang baru saja terbangun dari mimpi buruknya. Dia melihat ke sekeliling, Asing.


"Lo apain Gue?!" Pekik Sasha keras, Dia langsung saja duduk tegap. Reynald hanya menanggapinya dengan senyum kecil.


Sasha hendak saja pergi namun dicegah oleh Reynald. Reynald mendekat ke arah Sasha, Dia mencengkeram dagu Sasha namun dengan lembut.


"Lo harus ingat ini Sha, Kalo Lo gak mau berita tentang seorang Sasha Psikopat, Lo harus jadi babu Gue" Peringat Reynald dengan seringainya. Sasha langsung saja menendang kaki Reynald keras.


"Kalo Lo berani lakuin itu, Gue gak akan segan Rey" Peringat Sasha tegas. Reynald tertawa remeh.


"Lo gak ingat, Kemarin Lo hampir mati gara-gara siapa?" Tanya Reynald remeh. Sasha ingat betul, Kemarin Reynald mencekiknya hingga dia kehabisan nafas.


Sasha tak menanggapi itu, Dia langsung saja pergi meninggalkan Reynald. Sasha pun meninggalkan rumah Reynald menggunakan Taksi.


Sedangkan Reynald, Berniat mengantar? Tentu saja tidak! Dia berniat membuat Sasha sengsara karena telah mengusik ketenangannya, Berani-beraninya Sasha mengganggunya saat di kantin kemarin.


****


Sasha sampai dirumahnya, Ternyata pintu rumah tidak dikunci, Lalu siapa yang ada dirumahnya? Dia memutuskan untuk masuk.


Plakkk


Sasha tersungkur karena tamparan tersebut, Dia langsung saja menatap orang yang menamparnya, Diksi.


"Lo kemana aja hah? Gak ingat pulang Iya?" Sarkas Diksi marah. Sasha menggeleng tak percaya, Matanya kini berkaca-kaca.


"Gue..." Belum sempat Sasha menjelaskan. Diksi lebih dahulu menyangkalnya.


"Atau Lo jadi Bitc* Hah?" Sarkas Diksi lagi. Sasha menggelengkan kepalanya cepat.


"Gue bukan bitc*" Lirih Sasha kecewa. Kenapa Diksi menganggapnya seperti itu, Bahkan setelah semuanya.


"Lo harusnya sadar diri Sha, Lo itu cuma pembawa sial, Jangan sampai Lo bikin keluarga Lo semakin menjauh" Peringat Diksi tajam.


Air mata Sasha lolos begitu saja saat Diksi mengatakan itu, Hatinya terasa tertusuk saat Diksi mengatakan itu.


Diksi langsung saja meninggalkan Sasha yang kini menangis sendirian, Sasha langsung saja pergi ke kamarnya.


Sasha bermonolog dengan cermin. Mengatakan dirinya bukan lah seperti yang Diksi katakan.


"GUE BUKAN BITC*" Teriak Sasha frustasi, Dia langsung saja meninju cermin itu kuat-kuat, Hingga darah mengalir dari tangannya, Bahkan serpihan-serpihan cermin itu terpental dan menggores wajahnya.


Sasha terduduk tersungkur dengan air mata yang terus mengalir. Sungai darah pun turut mengalir dari tangannya.


Sasha hampir saja mengakhiri hidupnya, Namun tiba-tiba ada yang mencegahnya, Reynald.


"Lo ngapain disini?" Tanya Sasha tajam. Reynald menatap Sasha miris, Sebenarnya dia ingin mengembalikan handphone Sasha yang ada tertinggal dirumahnya.


"Lo kenapa Sha?" Tanya Reynald pelan, Dia merasa simpati dengan keadaan Sasha. Bukankah ketika pulang tadi Sasha masih baik-baik saja?.


Sasha menggeleng.


"Gue mau mati" Jawab Sasha lirih.


Tangan Reynald terulur untuk mengusap lembut rambut Sasha, Dia langsung saja mendekap Sasha.


"Rey?" Sasha bingung, Kenapa sekarang Reynald menjadi baik kepadanya. Sasha bahkan merasa nyaman dalam dekapan Reynald.


"Lo gak akan pernah mati, sebelum Gue ngijinin" Gumam Reynald pelan. Apa maksudnya? Bukankah Reynald membenci Sasha, Lalu kenapa mencegahnya.


"Rey, Gak ada alasan untuk Gue hidup" Lirih Sasha. Reynald menggeleng yakin.


Reynald menggendong Sasha dan menidurkanya dikasur. Dia menatap Sasha sendu, Dia saja bingung dengan dirinya sendiri, Bukankah Reynald ingin melihat Sasha sengsara, Lalu kenapa sekarang dia malah kasihan?.


"Lo bikin Gue ragu Sha, Ragu untuk melanjutkan Niat Gue dari awal, Atau mengubah Niat itu, Tapi yang pasti Gue gak akan pernah melepas Lo Sha, Untuk jiat baik maupun buruk" Batin Reynald bimbang.


Flashback Off


Sasha tertawa kecil mengingat pertemuan konyol itu, Tapi memang benar Pertemuan itu yang telah mengubah dunianya enjadi lebih berwarna.


*****


Maaf ya jika kalian bingung🙂.


Author mau ngucapin terima kasih buat yang terus dukung Author, Sebenarnya kemarin Author hampir nyerah, Tapi karena banyak saran dari kalian, Jadi Author tulis lagi disini.


Makasih untuk semuanya😊😊