Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#26, BROKEN ANGEL'S



Malam harinya.


Inti ADLER sudah pulang. Kean juga sudah dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP, Namun dia belum sadar.


Sedari tadi Reynald dan Sasha terus menjaga Kean dan menunggunya sadar, Namun tampaknya masih belum ada tanda-tanda Kean siuman.


"Rey, Kean kapan sadar?" Tanya Sasha pelan, Dia menatap sendu ke arah Kean yang masih terbaring lemah di Brankar.


Reynald menghela nafas, Dia membawa Sasha kedekapanya. Setiap kali melihat ke arah Kean, Rasa bersalahnya semakin bertambah.


"Kita berdoa aja ya, Supaya Kean bisa cepat sadar" Jawab Reynald lembut. Dia mengusap lembut kepala Sasha.


Sasha mengangguk patuh. Jangankan Reynald, Sasha juga merasakan rasa bersalah dalam hatinya, Dia merasa tidak bisa melindungi Kean, Bahkan Kean lah yang melindungi dirinya.


Reynald terus mengamati Kean, Hatinya bagai tertusuk saat melihat keadaan Kean. Rasa sesak dalam hatinya datang.


"Maaf Sha, Gue gak bisa melindungi Lo dan Kean" Gumam Reynald pelan. Sasha menggeleng lemah.


"Lo gak salah Rey, Yang salah Gue" Jawab Sasha pelan. Reynald menghela nafasnya.


"Lo tidur ya, Udah malam" Suruh Reynald lembut. Sasha menggeleng, Dia ingin menunggu Kean sadar.


"Gak mau, Mau nunggu Kean sadar" Jawab Sasha menolak perintah Reynald. Reynald menghela nafas kembali.


Sasha melingkarkan tanganya ke punggung Reynald, dan mencari tempat ternyamannya dalam pelukan Reynald. Reynald tersenyum tipis, Dia masih mengusap rambut Sasha lembut.


"Tadi perutnya kenapa?" Tanya Reynald lembut.


"Kena pukulan" Jawab Sasha singkat.


"Masih sakit?" Tanya Reynald lagi. Sasha menggeleng.


"Gak" Jawab Sasha. Reynald mengangguk mengerti, Kini rasa bersalahnya bertambah.


"Rey" Panggil Sasha pelan. Reynald menatap Sasha bertanya.


Sasha tersenyum tipis kemudian menggeleng, Dia memilih menenggelamkan wajahnya di dada bidang Reynald. Reynald tersenyum tipis melihat Sasha.


"Ini untuk yang terakhir kalinya Lo terluka Sha" Gumam Reynald pelan, Dia menyandarkan tubuhnya di sofa, Sedangkan Sasha masih dalam pelukanya.


Reynald merasakan nafas teratur dari Sasha, Dia melirik Sasha yang ternyata sudah tertidur dalam pelukanya. Reynald tersenyum tipis, Dia ikut memejamkan matanya. Hari yang melelahkan.


30 menit kemudian.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka, Ternyata orang tua Reynald lah yang datang. Gina dan Rama tersenyum simpul melihat Reynald dan Sasha yang tertidur di sofa dalam posisi saling memeluk.


Mereka berdua duduk di samping Brankar Kean.


"Pah, kayaknya kita datang di waktu yang salah deh" Ucap Gina dengan senyum yang terukir di bibirnya. Rama mengangguk setuju, Dia juga ikut tersenyum.


Reynald mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia melihat Orang tuanya yang ada disamping Kean.


"Mah? Pah?" Ucap Reynald bingung. Kedua orang tuanya malah tersenyum tipis.


Reynald menatap Sasha yang masih tertidur dalam pelukanya, Dia pun menggendong Sasha dan menidurkanya di kasur yang ada di ruangan itu. Setelah itu, Reynald kembali duduk di sofa.


"Kenapa Bisa gini Rey?" Tanya Gina yang khawatir dengan keadaan Kean dan Sasha. Reynald menghela nafasnya.


"Ini ulah LEON Mah" Jawab Reynald. Gina menghela nafasnya, Dia tau siapa pemimpin Geng LEON.


"Apa masalah kamu dengan Faisal belum terselesaikan?" Tanya Rama bingung. Reynald mengangguk mengiyakan.


"Belum Pah, Reynald udah coba jelasin, Tapi Faisal sama sekali gak percaya" Jawab Reynald dengan nada lelahnya. Dia merindukan Sahabatnya Itu.


Kedua orang tua Reynald menghela nafas. Mereka tahu permasalahan Reynald dengan Faisal, Namun itu sudah lama sekali. Mereka kira masalahnya sudah selesai.


"Yaudah, Kamu tidur aja sana, Biar Mamah sama Papah yang jagain Kean" Suruh Gina lembut. Reynald mengangguk menurut.


Reynald berbaring disamping Stela, Dia memperhatikan wajah Stela yang terlihat lelah. Mungkin memang benar, Hari ini Sasha Lelah.


Reynald kembali medekap Sasha, Membiarkan lenganya menjadi bantal Sasha. Dengan begini, Ini bisa membuatnya sedikit tenang.


"Maaf untuk hari ini" Lirih Reynald merasa bersalah. Dia pun memejamkan matanya kembali tertidur.


*****


Matahari pagi masuk ke dalam celah-celah jendela rumah sakit. Mengusik anak kecil yang dari semalam belum sadar juga. Kean.


Kean mengerjapkan matanya beberapa kali, Jika dilihat saat Ini, Dia sangat menggemaskan. Sasha dan Reynald sudah bangun sedari tadi.


Sasha sedang menunggu Kean sadar? Sedangkan Reynald berada dikamar mandi. Orang tua Reynald sudah pulang tadi, Mengingat mereka adalah orang yang sibuk.


"Mom" Panggil Kean dengan suara seraknya. Sasha mengusap kepala Kean lembut.


"Kenapa sayang?" Tanya Sasha lembut. Kean memegangi tenggorokanya yang terasa kering.


"Haus" Jawab Kean pelan. Sasha langsung mengambilkan segelas minuman dan memberikannya kepada Kean.


Kean langsung saja meminum itu hingga tandas. Sasha pun meletakan kembali gelas itu di atas nakas.


"Maafin Mommy ya sayang, Mommy gak bisa melindungi Kean" Ucap Sasha dengan nada merasa bersalah. Kean menggeleng pelan.


"Mom gak salah, Ini udah tugas Kean buat melindungi Mommy" Jawab Kean pelan, Dia tersenyum manis kepada Sasha. Sasha pun membalas senyuman itu.


"Kean gak perlu melindungi Mommy, Justru Mom yang harus melindungi Kean" Ucap Sasha lembut. Kean tersenyum tipis dan mengangguk mengerti.


Reynald keluar dari kamar mandi, Dia langsung menghampiri Sasha dan Kean dan duduk disamping Brankar.


"Maafin Dad ya" Ucap Reynald pelan, Dia mengecup singkat dahi Kean. Kean tersenyum.


"Daddy gak salah" Jawab Kean dengan senyuman yang terukir di bibirnya. Reynald tersenyum tipis.


"Kean mau makan apa?" Tanya Reynald lembut. Kean langsung menggeleng cepat.


"Kean gak mau makan Dad, Semua makanan rasanya hambar" Jawab Kean pelan.


"Kean harus makan, Biar cepet sembuh" Ucap Sasha menasehati. Kean masih saja menggeleng.


"Kean makan atau Daddy gak mau ngajarin Kean bela diri" Ancam Reynald tegas. Kean langsung saja menggembungkan pipinya kesal.


"Iya Dad, Kean makan" Jawab Kean pasrah. Reynald tersenyum tipis, Dia mengusap kepala Kean pelan.


"Mau makan apa?" Tanya Reynald kepada Kean. Kean menggeleng lemah.


"Terserah Dad aja" Jawab Kean. Reynald mengangguk, Dia beralih menatap Sasha.


"Mau makan apa?" Tanya Reynald kepada Sasha. Sasha menatap Reynald dengan tatapan bingungnya, Namun sedetik kemudian dia tersadar.


"Samain aja" Jawab Sasha singkat. Reynald mengangguk mengerti.


Reynald pun memakai jaketnya, Dia bersiap-siap untuk membeli makanan.


"Jagain Kean" Ucap Reynald singkat. Dia menyempatkan mengacak pelan rambut Sasha sebelum akhirnya dia melangkah keluar ruangan.


Sasha yang melihat itu hanya mendengus kesal, Dia kembali merapihkan rambutnya. Sasha kembali bersama Kean.


"Masih ada yang sakit?" Tanya Sasha lembut, Dia menggenggam tangan mungil Kean. Kean menggeleng.


"Gak ada Mom, Mommy ada yang sakit gak? Kemarin Kean lihat Mom melawan mereka semua dan Mom luka?" Tanya Kean khawatir. Sasha tersenyum kemudian menggeleng.


"Mommy gak papa, Kean jangan gitu lagi Ya, Biar Mommy yang melindungi Kean" Ucap Sasha lembut. Kean tersenyum patuh.


........