Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#24, BROKEN ANGEL'S



Seperti yang dijanjikan kemarin, Sekarang mereka bertiga akhirnya pergi ke Mall untuk membeli perlengkapan sekolah Kean.


"Kean mau yang mana, Warna biru atau hitam?" Tanya Sasha dengan menunjuk tas yang berwarna biru dan hitam dengan motif galaksi.


"Hitam aja Mom" Jawab Reynd cepat, Sepertinya selera Kean lumayan tinggi atau mungkin Kean memang suka warna hitam.


"Yaudah, Sekarang kita pilih sepatu nya, Kean milih yang Kean suka, Nanti kalo udah ketemu kasih tau Mommy ya" Ucap Sasha. Kean mengangguk patuh, Dia pun mulai mencari sepatu yang dia suka.


Sasha mengikuti Kean dari belakang, Dia memperhatikan Kean yang masih memilih sepatu nya, Mungkin dia akan memilih warna yang menurutnya cocok dengannya.


"Mom, Kean mau yang ini" Tunjuk Kean mengangkat sepatu yang ia pilih. Sasha mengangguk mengerti, Dia mengambil alih sepatu yang dipilih Kean.


"Yaudah kamu tunggu sama Daddy disana, Mom mau bayarin dulu" Suruh Sasha. Kean mengangguk patuh, Dia langsung menghampiri Reynald yang menunggunya.


Sasha pun membayar semua peralatan yang sudah dipilih oleh Kean sendiri, dari mulai sepatu, tas, Peralatan tulis, Dan masih banyak lagi perlengkapannya.


Setelah selesai, Sasha menghampiri Reynald dan Kean dengan membawa beberapa paper bag yang berisi perlengkapan yang dibelinya tadi.


"Udah?" Tanya Reynald kepada Sasha. Sasha hanya mengangguk memberi jawaban.


"Yaudah, Sekarang kita makan dulu" Ajak Reynald, Dia menggending Kean dengan satu tangan, Sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan Sasha.


Mereka melangkah menuju restoran yang ada disana untuk makan terlebih dahulu, Karena setelah ini mereka akan pergi Ke Markas ADLER.


Mereka duduk disalah satu meja yang ada disana, Mereka pun mulai memesan makanan. Setelah pesanan sampai, Mereka langsung memakanya.


"Jadi Ke Markas?" Tanya Sasha kepada Reynald. Reynald mengangguk mengiyakan.


"Jadi" Jawab Reynald singkat. Sasha mengangguk mengerti.


Setelah selesai, Mereka membayar makanan mereka dan menuju parkiran mobil. Mereka langsung menaiki mobil dan melaju Ke Markas ADLER.


"Kean beneran mau belajar bela diri?" Tanya Sasha cemas kepada Kean. Kean mengangguk yakin.


"Iya Mom" Jawab Kean yakin. Sasha menghela nafas lelah. Reynald mendengar helaan nafas Sasha, Dia menatap Sasha dan tersenyun tipis.


"Khawatir banget" Ejek Reynald kepada Sasha. Sasha mendengus kesal.


"Iya lah, Khawatir" Ketus Sasha kesal. Reynald kembali tersenyum tipis, Dia mengacak rambut Sasha gemas.


"Rey" Peringat Sasha kesal, Dia kembali merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan. Reynald malah tertawa pelan.


"Kalo Kean mau belajar, Kean harus janji sama Daddy, Jangan terlalu memaksakan diri dan jangan buat Mom khawatir" Ucap Reynald serius kepada Kean, Dia melirik Sasha sebentar. Kean mengangguk patuh.


"Iya Dad Kean janji" Jawab Kean yakin. Reynald tersenyum tipis, Dia mengusap kepala Kean lembut.


"Good boy" Ucap Reynald dengan senyum tipisnya. Kean langsung tersenyum senang, Dia beralih memeluk Mommynya.


"Mom jangan khawatir, Kean udah besar jadi harus bisa jagain Mommy" Ucap Kean pelan kepada Sasha. Sasha tersenyum simpul, Hangat sekali ucapan Kean.


"Iya Kean, Tapi Kean janji ya jangan terlalu memaksakan diri, Kalo Kean udah cape Kean harus bilang sama Daddy" Ucap Sasha menasihati, Dalam hati memang dia sangat khawatir, Namun ini adalah keinginan Kean dan dia ingin menuruti.


"Iya Mom" Jawab Kean pasti, Dia mengecup Pipi Sasha singkat. Sasha langsung tersenyum lebar, Dia berbalik mengecup Pipi Kean beberapa kali dengan gemas.


"Haha, Geli Mom" Ucap Kean kegelian. Sasha tersenyum tipis, Dia kembali mengecup puncak kepala Kean penuh sayang.


"Mommy sayang Kean" Gumam Sasha pelan, Bahkan sangat pelan, Mungkin hanya dirinya yang bisa mendengarkan.


Setelah beberapa menit perjalanan, Mereka akhirnya sampai di Markas ADLER, Seperti biasanya mereka disambut dengan gembira oleh Anggota Geng ADLER.


"Eh, Dedek Kean, Sini sama Abang aja" Celetuk Indra dengan senyumnya, Dia menyuruh Kean mendekat namun Kean tidak mau.


"Gak Mau, Om Indra jelek" Jawab Kean polos. Semuanya menahan tawa saat Kean mengucapkan kata seperti itu.


"Kean gak boleh ngomong gitu" Peringat Sasha tegas. Kean mengangguk patuh.


"Iya Mom" Jawab Kean patuh. Mereka bertiga duduk disalah satu sofa yang ada disana.


Di Markas hanya ada beberapa anggota dan Inti saja, Fani tidak ada disini. Mereka memang sudah akrab satu sama lain.


"Hai Boy" Sapa Farhan kepada Kean. Kean tersenyum lebar.


"Hai juga Fuckboy" Jawab Kean polos. Semuanya langsung tertawa terbahak-bahak, Sedangkan Farhan kini menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum kikuk.


"Kean, Diajarin siapa ngomong gitu?" Tanya Sasha tegas. Dengan polos Kean menunjuk Fino yang kini gelagapan.


Sasha langsung menatap tajam Fino, Yanga ditatap hanya pura-pura tidak mengerti saja.


"Fino" Ucapan bernada dingin itu berhasil membuat buku judul Fino berdiri, Siapa lagi kalau bukan Reynald.


"Hehe, Ampun bos" Fino menunjukan cengiran khasnya dengan mengangkat dua jarinya tanda peace. Reynald memutar bola mata malasnya.


"Awas Loh kalo Lo ngajarin kayak gitu lagi Ke Kean, Gue gak akan ngijinin Kean ke sini lagi" Ancam Sasha tajam. Fino langsung membuat wajah sememelas mungkin.


"Ya jangan dong Sha, Sepi kalo gak ada Kean" Jawab Fino cemberut. Zacky langsung mencibirnya.


Sedangkan Kini Sasha sedang menatap horor kepada Fino. Fino langsung dibuat gelagapan dengan itu.


"Gak Sha, Beneran dah di Zacky bohong" Ucap Fino membela dirinya. Sasha masih menatap Horor ke arah Fino.


"Halah bohong apaan, orang kemarin Lo bilang sendiri, Ya gak Han?" Jelas Zacky menatap Farhan dengan sengyk miringnya. Farhan langsung mengerti.


"Iya tuh Sha, Dia juga bilang kalo Kean mau Diajarin ilmu Fuckboy" Timpal Farhan memanas-manasi.


"Gak Sha, Sumpah" Jawab Fino cepat. Sasha hanya memutar bola mata malasnya, Dia dia memberi isyarat kepalan tanganya tanda peringatan.


Fino menghela nafasnya.


"Nasib Gue gini banget, Punya temen gak ada akhlak" Ucap Fino mendramatis. Kini Zacky dan Farhan sedang tertawa terbahak-bahak.


"Ck, Awas Lo berdua Gue balas nanti" Ancam Fino kepada Farhan dan Zacky, Keduanya hanya tersenyum mengejek ke arah Fino.


"Mom, Fyckboy itu apa?" Tanya Kean tiba-tiba. Sasha menatap tajam Ketiga orang yang dari tadi mengucapkan jata Fuckboy.


"Bukan apa-apa kok" Jawab Sasha dengan senyum tipisnya. Kean mengangguk mengerti.


"Tapi kata Om Fino Fuckboy itu cita-cita, Nanti Kean mau jadi Fuckboy ya Mom" Ucap Kean polos.


Sasha memaksakan senyumnya dan menarik malasnya dalam-dalam. Sedangkan Farhan dan Fino kini sedang berjaga-jaga kalau saja tiba-tiba ada macam yang mengamuk.


"FARHAN, FINO" Teriak Sasha menggelegar seisi ruangan.


Benar kan. Farhan dan Fino langsung saja berlari untuk menghindari Bogeman maut dari Sasha.


"AMPUN SHA" Teriak keduanya masih berlari dan Sasha masih mengejarnya.


Yang lainya tertawa terbahak-bahak melihat itu. Sekarang Sasha memang sudah sangat akrab dengan mereka, Perlahan sifat dinginya menghilang.


"Haha, Hajar boss" Celetuk Indra masih dengan tawanya. Fino menendang botol minuman yang ada didepanya ke arah Indra, Dan kembali melanjutkan larinya.


"Anji*lah" Umpat Indra saat kepalanya terkena botol yang ditendang Fino tadi. Yang lainya tambah tertawa.


"IYA SHA, AMPUN. REYY, TOLONGIN GUE, GUE BELUM PUNYA PACAR, TOLONGGG" Teriak Farhan ngelantur. Semuanya semakin tertawa terbahak-bahak.


"Aduh, Udah deh perut Gue sakit nih" Ucap Zacky masih dengan sisa-sisa tawanya.


Sementara mereka menikmati pertunjukan anatara Farhan, Fino dan Sasha. Diksi dan Reynald kini tampak tengah membicarakan sesuatu.


"Thanks" Ucap Diksi tulus kepada Reynald, Dia melihat Sasha yang masih mengejar Farhan dan Fino, Sesekali Sasha tertawa.


"Untuk?" Tanya Reynald bingung. Diksi menepuk-nepuk pundak Reynald.


"Udah buat Caca kembali seperti dulu" Jawab Diksi, Dia kembali ke tempatnya semula.


Reynald membalasnya dengan anggukan dan senyuman tipis.


"Udah Sha" Perintah Reynald. Sasha akhirnya berhenti namun masih menatap tajam keduanya.


"Selamat kalian kali ini" Ucap Sasha bernada horor kepada keduanya. Keduanya hanya meneguk ludahnay kasar.


Semuanya berjalan ke arah tempat duduk masing-masing. Dan keadaan masih diisi dengan sisa-sisa tawanya mereka.


"Huh" Sasha mengatur nafasnya yang tersenggal-sengal.


"Capek Kan" Ucap Reynald. Sasha mengangguk menyetujui, Dia menyandarkan dirinya disofa.


Reynald tersenyum tipis, Dia membawa kepala Sasha bersandar di pundaknya dan dia juga masih memangku Kean.


"Capek Om?" Tanya Kean polos kepada Farhan dan Fino, Keduanya mengangguk memberi jawaban.


"Rasain" Ejek Kean polos. Farhan dan Fino mendelik tak terima.


"Untung anaknya bos, Kalo bukan udah Gue jual dah" Gumam Farhan pelan. Sasha langsung meleparkan botol bekas ke arah Farhan dan botol itu akhirnya mengenai kepala Farhan.


"Iya Sha, Ya Ampun" Ucap Farhan dengan nada pasrahnya.


"Udah Sha" Peringat Reynald kepada Sashan Dia merasakan anggukan kecil dari Sasha.


"Mereka ngeselin juga" Ucap Sasha pelan. Reynald tersenyum tipis dia menempelkan kepalanya ke kepala Sasha.


"Mommy cape ya?" Tanya Kean. Sasha hanya mengangguk.


Kean turun dari pangkuan Reynald. Reynald menatapnya bingung. Ternyata Kean berjalan ke arah dapur dan mengambilkan minuman untuk Sasha. Reynald akhirnya tersenyum tipis.


"Mommy minum dulu" Ucap Kean memberikan segelas air. Sasha tersenyum tipis dan langsung meminum air putih itu.


"Makasih Boy" Ucap Sasha kepada Kean, Dia mengacak pelan rambut Kean.


Kean mengangguk dan tersenyum, Dia meletakan kembali gelasnya dia atas meja. Dan kembali naik ke pangkuan Reynald.