Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#44, BROKEN ANGEL'S



...Maaf Ya, Dedek Author akhir-akhir ini Dedek Down, mood juga gampang berubah, jadi gak nentu Updatenya😔 Dan maaf belum sempat mampir lagi, Dedek bener-bener gak ada mood, bahkan untuk nulis chapter ini aja Dedek paksain😣...


...Dan Dedek usahain hari ini Double Up atau gak tau Up berapa😂🤗...


*


*


*


*


*


Sasha duduk termenung di dalam kelasnya. Saat ini adalah jam pelajaran terakhir, namun dia sama sekali selama pelajaran berlangsung tidak bisa fokus.


Sasha memikirkan tentang kejadian akhir-akhir ini, Dia merasa seperti ada yang selalu mengikuti dan mengawasi kemanapun dia pergi.


Seperti tadi pagi saat Sasha sedang menunggu Reynald di luar rumah.


#Flashback On


Sasha sedang menunggu Reynald yang kini mengambil tasnya didalam rumah. Hari ini Kean berangkat bersama dengan Nia.


Sasha merasa seperti sedang di awasi oleh sepasang mata, Dia mengedarkan pandangannya namun tidak ada siapa-siapa.


Dirasanya dia memang benar-benar tengah diawasi, Sasha memutuskan keluar dari pekarangan rumahnya dan mencari siapa yang kini mengawasinya.


Sasha terus mencari dan mengelilingi rumahnya. Sedangkan sepasang mata yang memang sedari tadi mengamati Sasha kini mulai bergerak gelisah, saat Sasha mendekati tempat persembunyiannya.


Sasha yakin orang yang mengawasinya bersembunyi dibalik Pohon yang tidak jauh dari rumahnya. saat selangkah lagi Sasha mendekati pohon itu, Dia terlonjak kaget saat tiba-tiba ada yang mencekal pergelangan tangannya.


Sasha terlonjak kaget dan langsung melihat kebelakang, ternyata... Reynald. Sasha bisa bernafas lega sekarang.


"Hufft Rey, Ngagetin aja tau gak" pekik Sasha yang tadi sempat terkaget. Reynald menakutkan kedua alisnya.


"Lagian ngapain sih disini?" Tanya Reynald bingung. Sasha sempat melirik ke arah pohon tadi, namun dia kemudian menggelengkan kepalanya.


Reynald menghela nafasnya, Dia segera menarik tangan Sasha untuk masuk kedalam mobilnya.


#FLASHBACK OFF


Helaan nafas terdengar dari mulut Sasha. Fani, sahabatnya langsung saja menatap ke arah Sasha dengan dahi berkerut.


"Kenapa Lo?" Tanya Fani bingung. Sasha menggelengkan kepalanya lesu tanpa berniat menjawab pertanyaan Fani.


"Kapan bel pulangnya sih?"


Tepat saat Sasha mengatakan itu, bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid bersorak gembira, sungguh surga dunia...


Sasha mengembangkan senyumnya mendengar bel bunyi berdering keras.


"Baik anak-anak, jangan lupa kerjakan tugas dari ibu, ibu akhiri pelajaran hari ini, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya" Guru tersebut langsung saja keluar dari kelas Sasha.


Sasha tak memikirkan tugas lagi, Dia hari ini lelah sekali dan ingin cepat-cepat pulang. Pikirannya sedang kacau.


Sasha langsung saja mengambil tasnya dan keluar dari kelasnya tak menghiraukan panggilan dari sahabatnya, Fani.


Sasha berniat menghampiri Reynald di kelasnya, Dia tidak sabar ingin pulang rasanya. Namun saat Sasha masuk kedalam kelas Reynald, Dia dihadiahi sebuah pemandangan yang cukup menarik.


"Rey, anterin aku pulang ya" Pinta Nia Farasha dengan tampang memelasnya. Reynald, Dia kini bingung sekarang.


"Ehm, Sorry Gue gak bisa" Jawab Reynald merasa tidak enak, Dia hanya menghargai Nia Farasha yang notabene adalah mantan kekasih dari Faisal, mantan sahabatnya.


"Ya plisss Rey, Gue gak ada yang jemput" Jelas Nia Farasha, masih saja mencoba membujuk Reynald. Mereka berdua belum menyadari keberadaan Sasha.


Belum sempat Reynald menjawab, tiba-tiba terdengar suara yang sangat dia kenali, Siapa lagi kalau bukan Sasha.


"Arterin aja gak papa" seru Sasha dingin, Moodnya juga bertambah hancur. Reynald langsung saja menengok kebelakang, terlihatnya Sasha dengan wajah datarnya.


"Sha" Reynald menatap Sasha memelas, Dia tidak ingin ada kesalahpahaman lagi. Sasha menggelengkan kepalanya, She don't care.


Sasha langsung saja pergi dari sana, Reynald hendak mengejarnya namun lengannya ditahan oleh Nia yang kini bergelayut manja padanya.


*****


Sasha kesal, dia kini berjalan di trotoar yang tak jauh dari sekolahnya, memilih berjalan kaki untuk pulang.


Lagi... Sasha merasa seperti sedang di ikuti. Namun kali ini Sasha sudah tak peduli, Dia lebih memilih mempercepat langkah kakinya, tapi...


Tangannya dicekal oleh seseorang, degup jantungnya kini lebih cepat, Sasha cepat-cepat melihat ke arah orang yang mencekal pergelangan tangannya.


Bola mata membola, Orang yang ada di hadapannya ini adalah... Faisal.


"Lo ngapain disini?!" Pekik Sasha seraya mencoba melepaskan tangannya yang dicekal Faisal. Faisal terkekeh pelan, Dia melepaskan Sasha begitu saja.


Faisal tidak berniat kasar terhadap Sasha, dan alasannya kesini adalah untuk sekedar melihat keadaan seseorang yang masih saja dia anggap berharga, Miris bukan?.


"Sepertinya Lo udah tau alasan Gue disini, pastinya Reynald yang cerita" Jelas Faisal dengan senyumnya, Dia melangkah ke arah kursi yang ada di dekat sana.


Entah kenapa Sasha ingin mengikutinya, Dia duduk disamping Faisal yang kini menatapnya bingung.


"Ngapain ngikutin Gue?" Tanya Faisal bingung. Sasha mengedikkan bahunya acuh, dia kini mengayunkan kakinya kedepan dan belakang.


"Jadi... Apa Lo orang yang selama ini mengawasi Gue dari jauh?" Tanya Sasha tidak yakin, Dia rasa bukan Faisal orangnya. Faisal langsung saja menggeleng cepat.


"Gue gak pernah ngikutin Lo, dan tadi cuma kebetulan" jelas Faisal santai. Sasha mengangguk paham, benar firastanya.


"Lo gak takut gue apa-apain Lo disini?" Tanya Faisal bingung, pasalnya Sasha berperilaku seperti sedang tidak terjadi apa-apa, padahal dia sedang duduk bersama Faisal, musuh dari Reynald!.


"Takut buat apa? Lo sendirian disini" jawab Sasha santai sembari mengangkat kedua bahunya acuh. Faisal terkekeh, perempuan yang sangat unik.


"Ngapain Lo jalan sendirian? pacar Lo mana?" Tanya Faisal mengalihkan topik pembicaraan. Sasha mendengus kesal, Dia sedang tidak ingin membahas Reynald sekarang, dan apa tadi pacar? huh...


"Reynald pergi sama mantan pacar Lo" jelas Sasha kesal dengan menekankan kalimat terakhir. Faisal sedikit tersenyum miris, benar dugaannya.


"Lo gak cemburu?" Tanya Faisal, jujur saja dia cemburu, meskipun kini dia sadar diri, dia bukan siapa-siapa lagi bagi 'Mantannya' itu.


"Haha, Gue siapa yang berhak melarangnya?" meskipun Reynald bilang, Gue orang yang berharga baginya" Sasha melanjutkan perkataannya dalam hati, terkekeh miris.


Faisal sedikit melirik Sasha, matanya menyiratkan kesenduan, namun Sasha mencoba menyembunyikannya, perempuan yang kuat.


"Sakit ya, lihat orang yang kita sayang pergi bersama orang lain, apalagi dengan mantan sahabat sendiri" Gumam Faisal dengan tertawa hambar. Sasha menatap Faisal kasihan.


"Tapi Reynald gak pernah kandang Lo sebagai 'Mantan Sahabat' dia bahkan mau kalian baikan" jelas Sasha pelan, lebih tepatnya bergumam. Masih terdengar jelas di telinga Faisal, Dia terdiam.


Mencerna ucapan Sasha, itu yang dia lakukan sekarang.


"Mana mungkin?" Tanya Faisal dengan nada tak percayanya. Dia bahkan selalu mencari masalah kepada Reynald.


"Mungkin kedengarannya mustahil, tapi memang itu kenyataanya" jelas Sasha dengan senyum simpulnya. Faisal kembali terdiam.


"Oh Ya? kenapa Lo mau ngobrol sama Gue? Gue orang jahat di cerita ini?" Tanya Faisal kembali mengalihkan pembicaraan, namun tak dapat dipungkiri dia juga penasaran.


Sasha terdiam sejenak, Dia menatap lurus kedepan dengan senyum simpulnya.


"Gue pernah beranggapan kalo di dunia ini gak ada yang namanya orang jahat, semua tergantung pemikiran kita, kita tidak bisa menilai orang lain dengan sekali pandang dan sekali penyimpulan" jelas Sasha panjang lebar. Faisal menatapnya dan masih setia mendengarkannya.


"Dan akhirnya Gue sadar mungkin memang ada orang yang jahat, tapi mereka semua punya alasan masing-masing. Begitu juga dengan Lo, Gue yakin dibalik sifat Lo yang bahkan Lo nganggap diri Lo sendiri jahat, Gue yakin Lo masih punya sisi baik, bahkan Lo masih kan merasakan rasa rindu dari persahabatan antara Lo dan Reynald" Lanjutnya Lagi, Sasha menjelaskan semuanya dengan senyum terukir di bibirnya.


Faisal termenung, mungkin yang dikatakan Sasha benar, Tidak-tidak itu semua memanglah kenyataanya, Faisal melakukan semuanya demi cinta pertama dan sekaligus perempuan yang sangat berharga baginya.


"Gue gak nyangka, Lo punya pemikiran yang sangat luas" ucap Faisal dengan senyum simpulnya. Sasha ikut tersenyum.


"Gue cuma menyampaikan apa yang gue pikirkan" jelas Sasha.


Faisal menatap Sasha kagum, Dia merasa nyaman berbincang dengan Sasha, bukan nyaman dalam artian 'lawan jenis' namun dalam artian 'pertemanan' Sasha sama sekali tidak menganggapnya musuh saat ini.


******


Lelaki bermasker hitam dan berpakaian serba hitam itu kini menatap Sasha sendu, dia adalah orang yang terus mengawasi Sasha. Saat dia ingin menghampiri Sasha, Dia lebih dahulu melihat seseorang yang mendahuluinya.


"Adakah kesempatan untuk bertemu kamu, Caca?" Tanya lelaki itu sendu, Dia lebih memilih pergi, memikirkannya membuat hatinya menjadi pedih.