Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#39, BROKEN ANGEL'S



Reynald kira kemarin sudah cukup untuk Sasha marah, tapi rernyata Sasha marah sampai sekarang, Sasha sangat cuek kepada Reynald saat ini.


"Sha" Reynald terus mengikuti Sasha kesana kemari, Dia benar-benar tidak memberikan celah kepada Sasha untuk bergerak bebas.


Sedangkan Sasha hanya mendengus kesal karena Reynald mengganggunya saat sekarang dia sedang memasak untuk sarapan.


"Apasih?" ketus Sasha, Kalau saja Sasha sedang tidak kesal dan marah, Sudah dia tendang itu wajah Reynald yang menyebalkan.


Reynald masih saja memasang raut wajah memelas, Dan seperti penguntit yang terus mengawasi pergerakan Sasha.


Dengan raut kesal, Sasha menyajikan makanan yang dia masak tadi di atas piring, Kemudian meletakkannya di meja makan.


"KEAN" Panggil Sasha dengan teriak. Reynald yang ada dibelakangnya menutup telinga rapat-rapat, Teriakan Sasha sangat merdu sekali ya-_-


"Gak usah teriak-teriak, masih pagi" peringat Reynald datar. Sasha tidak menghiraukannya, dia sangat kesal sekali dengan Reynald kemarin.


"Siapa Lo?" ketus Sasha kesal. Reynald menghela nafasnya, dia mengacak rambutnya frustasi, Sasha sangat bisa membuat Reynald gelisah.


"Sha jangan cuek gitu lah" melas Reynald benar-benar Frustasi. Sasha memutar bola matanya malas.


"Pokoknya hari ini Gue gak mau bicara sama Lo" Ucap Sasha dengan nada lantangnya. Reynald tertawa pelan.


"Ya itu Lo ngomong Sasha" Reynald menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Sasha. Sasha memalingkan wajahnya kesal.


"Ya biarin" Jawab Sasha ketus.


Kean baru saja turun kebawah karena tadi mendengar teriakan Sasha yang memanggil namanya.


"Kean kita sarapan yuk" ajak Sasha lembut, Kena mengangguk setuju, Mereka berdua pun akhirnya duduk berhadapan di meja makan.


Sedangkan Reynald menghela nafasnya, sedikit cemburu dengan Sasha yang bisa bersikap lembut kepada Kean sekarang.


"Sha" Panggil Reynald dengan nada lelahnya. Jujur saja, Dia tersiksa saat Sasha sangat cuek kepadanya. Sasha sih hanya bodo amat, Biarlah sesekali Reynald merasakan.


Acara sarapan bersama berjalan dengan lancar, Meskipun Reynald terus-terusan menghela nafas lelah, namun Sasha dan Kean tetap menikmati acada sarapan ini.


"Kean udah selesai?" Tanya Sasha. Kean hanya menganggukan kepalanya saja untuk menjawab pertanyaan Sasha.


"Yaudah sekarang Kean ambil tas, dan pake sepatu" Suruh Sasha, Lagi dan lagi Kean menganggukan kepalanya menurut.


Kean langsung naik lagi ke atas untuk mengambil tasnya. Sedangkan Sasha kini sedang membereskan piring kotor.


"Sini Gue bantuin" Ucap Reynald pelan. Sasha hanya diam, Tak menjawab namun juga tak menolak.


Sasha baru melihat raut wajah putus asa milik Reynald sekarang. Rasa tidak tega menghinggapi hati Sasha yang mulai ragu untuk terus marah kepada Reynald.


"Udah sana ambil tas aja, Sekalian punya Gue, Biar gue yang selesaiin ini" suruh Sasha pelan. Reynald pun hanya pasrah, Dia akan menjadi penurut hari ini, Demi Sasha agar tidak marah lagi.


Reynald naik ke atas, untuk mengambil tasnya dan tas milik Sasha. Sasha melanjutkan kegiatannya, sampai akhirnya Kean dan Reynald turun kembali dengan berbarengan.


"Udah?" Tanya Sasha entah kepada siapa, mungkin kepada keduanya. Reynald dan Kena hanya menganggukan kepalanya.


Sasha mengangguk mengerti, Dia mengambil tasnya yang ada di tangan Reynald. Mereka bertiga melangkah keluar rumah dan masuk ke dalam mobil Reynald.


Didalam mobil hanya ada keheningan yang melanda, Sasha memberikan hukuman untuk Reynald dengan caranya sendiri, dan itu sangat ampuh untuk Reynald.


Reynald mulai melajukan mobilnya, pertama mereka mengantarkan Kean ke sekolahnya, dan lagi-lagi dalam perjalanan hanya ada keheningan.


*****


Mereka bertiga sampai di sekolah Kean, Yayasan milik Keluarga Reynald pribadi, Memang benar orang kaya sih Reynald.


"Kean, Belajar yang bener ya" Ucap Sasha lembut. Kean tersenyum manis dan mengangguk lucu.


"Iya Mommy, Kean masuk ya Mom" Pamit Kean, Sasha menganggukkan kepalanya menyetujui.


Reynald dan Sasha kembali masuk ke dalam mobil, Reynald juga kembali melajukan mobilnya.


Keheningan yang tercipta hanyalah fiksi belaka. Dalam hati mereka sebenarnya sama-sama Gundah dan gelisah. Namun karena ke egoisan masing-masing, mereka tidak mengutarakannya.


*****


Sampailah mereka di parkiran SMA BRAMAWIJAYA. SMA yang sangat luas dibandingkan sekolah lainnya, Fasilitas yang lengkap dan memadai, Menjadikannya salah satu SMA favorites.


Meskipun telah sampai, Mereka belum berniat untuk turun dari mobil. Sibuk dengan pikiran masing-masing.


Reynald menghela nafas, Dia menyerah, Dia sangat tidak nyaman dengan keadaan seperti ini.


"Sha" Panggil Reynald pelan, Dia menatap Sasha dengan raut wajah memelasnya. Sasha hanya diam, Tak berniat menatap Reynald.


"Sasha" Reynald memanggilnya lagi, Kali ini sedikit... Merengek? Barulah Sasha menatap Reynald dengan tatapan datarnya.


"Apa?" Tanya Sasha datar. Reynald memberikan tatapan bersalahnya, dan itu sangat menusuk di dalam hati Sasha.


"Sha jangan cuek gitu" Pinta Reynald memelas. Sasha menghela nafasnya, dia sebenarnya sangat kesal, marah apalagi kecewa terhadap Reynald.


"Iya Gue ngaku kemarin salah, Tapi Gue gak akan gitu lagi Sha" Jelas Reynald pelan. Lagi-dan lagi, terdengar helaan nafas dari Sasha.


"Kalo Lo bikin kesalahan lagi, Gue bener-bener usir Lo dari rumah" Ancam Sasha sembari memalingkan wajahnya.


"Iya Sha, Maafin tapi" Jawab Reynald memelas. Sasha diam sejenak, Sebelum akhirnya dia mengangguk dan tersenyum simpul.


Reynald ikut tersenyum, Lihatlah sekarang tercetak senyum paling manis di bibirnya, Benar-benar sangat manis.


Reynald mendekat ke arah Sasha, Membisikkan kata manis yang membuat Sasha salah tingkah sendiri.


"Makasih Mom, udah maafin Daddy" bisik Reynald, Dia pun menjauh dari Sasha lagi. Melihat wajah Sasha yang bersemu merah dan sangat menggemaskan.


"Ih apasih udah ah" saat Sasha hendak keluar mobil, tangannya malah ditarik oleh Reynald, sehingga dia menubruk tubuh tegap milik Reynald.


"Jangan marah lagi Sha, Gue gak sanggup kalo Lo cuekin Gue terus-terusan" Gumam Reynald pelan, mengecup puncak kepala Sasha, tercium aroma vanilla disana.


"Iya-iya, Tapi jangan gitu lagi, Kalo ada urusan lain bilang, jangan sampai lupa ngabarin lagi" Jelas Sasha pelan. Reynald tersenyum tipis.


"Iya sayang" Jawab Reynald pelan. Sasha kembali bersemu saat Reynald mengucapkan kata itu, Dia baru pertama kali mendengar kata itu terucap dengan nada lembutnya.


"Ih udah ah" Sasha kembali salah tingkah dibuatnya. Reynald tertawa pelan, ingin rasanya dia menggigit pipi Sasha itu.


(Jangan babang nanti khilaf, Authornya kan dibawah umur😖😝)


"Yaudah ayo turun" Ajak Reynald melepaskan Sasha. Sasha mengangguk setuju, Dia turun terlebih dahulu.


Saat Reynald baru saja turun, Sedetik kemudian ada sosok yang memanggil namanya dengan keras dan memeluknya tanpa sabar.


Reynald mendelikan matanya, kaget. Reynald melirik Sasha yang kini tengah menatapnya tak percaya, Bukan hanya Reynald yang kaget, Tapi Sasha juga.


Sasha ingat perempuan itu adalah yang ada difoto dengan Reynald. Entah kenapa hatinya sangat sakit melihat Reynald berpelukan dengan perempuan lain, Bahkan di depan matanya.


Sasha memilih membuang mukanya, Dia pun melangkah meninggalain Reynald yang masih mematung. Reynald cepat-cepat tersadar.


"Sa... Sha" Reynald tebak, Sasha akan marah lagi kepadanya. Sial... baru saja mereka berbaikan.


*******


Nah kan, Berantem lagi dah Lu berdua, Terosss ye... Author rasanya pengen ketawa jahat lihat Sasha sama Reynald berantem😂😂 Hahaha...


Udah yeee, Lanjut besok😂


Jangan lupa like, Komen and vote😊