Broken Angel'S [COMPLETED]

Broken Angel'S [COMPLETED]
#51, BROKEN ANGEL'S



Typo bertebaran ya guys, Happy Reading😊


...----------------...


"Apa Coba? Kenapa dari kemarin keluar rumah terus?!" tanya Sasha dengan nada sedikit tinggi. Reynald meringis pelan, habis sudah.


"Gue gak kemana-mana Sha, kan cuma main sama temen-temen" jelas Reynald entah jujur atau bohong.


Mungkin kah jika Reynald menjawabnya dengan jujur? sedangkan kenyataanya dia pergi keluar untuk menyelesaikan masalahnya dengan Nia masalah terkuncinya Sasha di kamar mandi.


Tapi, Reynald tidak ingin Sasha menjadi salah paham, sedangkan dia tau kepribadian Sasha yang sangat keras kepala, apalagi jika Sasha tau kalau dirinya membohongi Sasha.


"Halah bohong banget" Sasha memutar bola mata malasnya, mau bagaimanapun sepertinya Reynald tidak akan jujur, meskipun Sasha sendiri tau alasannya.


"Ck, ya udah gak usah percaya" Decak kesal Reynald. Sasha menghela nafas frustasi, sudahlah dia tidak ingin memikirkannya lagi.


Biarlah terserah Reynald.


******


Sementara itu, kini sepasang sahabat hmm atau bisa disebut sepasang kekasih sekarang? Keduanya kini tengah duduk termenung.


"Apa penderitaan Caca sudah selesai?" tanya sang perempuan dengan fikiran nya yang kini tertuju pada Sasha.


Meskipun ini waktu untuk keduanya, namun yang ada di pikiran mereka hanyalah Caca. Satu nama yang bisa membuat mereka merasa tidak tenang.


"Hmm, masih belum, Virgo belum sempat bertatap muka secara langsung sama Caca, dan masalah dengan keluarganya juga belum selesai" jelas Diksi menatap indahnya langit malam yang kini dipenuhi bintang-bintang.


"Caca" Gumam Fani kecil sembari menghela nafasnya. jika membicarakan temtang Sasha tidak akan ada habisnya.


Diksi tersenyum simpul, dia kini menatap wajah Fani yang menatap langit, Fani terlihat sangat cantik. Diksi menggenggam tangan Fani.


"Kita berada di tengah, pihak Virgo atau Caca, tapi yang pasti kita selalu support mereka berdua" ucap Diksi lembut masih dengan genggaman tangannya untuk Fani.


Fani merasakan kehangatan dari ucapan Diksi, dia tau semua masalah pasti akan selesai, Dan dia berharap... hmm bukan hanya dia saja tapi semuanya berharap masalahnya akan cepat selesai.


******


#KEESOKAN HARINYA


"Mom, sekolahya Kean hari ini libur, Kean mau ikut Mom sama Dad ke sekolah" Ucap Kean polos, Sasha yang mendengarnya bingung untuk menjawab.


Sasha menggaruk pelipisnya yang tidak gatal, sembari memikirkan jawaban yang tepat untuk permintaan Kean tadi.


"Hmm, Kean dirumah aja Ya, nanti Mom anterin ke rumahnya Nia" bujuk Sasha kepada Kean. Nia yang dimaksud adalah adik dari Reynald.


"Gak mau Mom, mau ikut Mom sama Dad aja" pinta Kean dengan rengekan manjanya, itu membuatnya terlihat menggemaskan.


"Iya, Kean boleh ikut" Sahut Reynald yang kini sudah siap dengan seragam sekolahnya hanya tinggal berangkat saja. Sasha langsung menatap Reynald kaget.


"Emang boleh?" tanya Sasha kaget. Reynald tersenyum simpul. Tentu saja boleh, apapun itu keinginan Kean, akan terpenuhi oleh Reynald.


"Boleh lah, Lagian sekolah juga milik Gue" jawab Reynald dengan gaya sombongnya. Sasha memutar bola mata malasnya.


"Iya-iya, sama aja kan" ujar Reynald tersenyum simpul menatap Sasha, sedangkan Sasha kini menghela nafasnya.


"Beda" jawab Sasha ketus. Reynald menggelengkan kepalanya pelan melihat Sasha yang kini memasang wajah kesalnya.


"Pagi-pagi udah ketus aja neng" Reynald berdiri dan menepuk puncak kepala Sasha pelan. Sasha menghembuskan nafas panjangnya.


"Yang bikin kesel siapa coba?" tanya Sasha dengan nada lelahnya, atau memang jika didekat Reynald dia akan terus merasa Kesal, karena tingkah Reynald yang menyebalkan.


Jika dipikir-pikir Reynald sangat berbeda dengan saat pertama kali bertemu, dimana tatapan tajam dan dinginnya itu sangat menusuk.


Namun lihatlah sekarang, sosok dingin itulah yang memberi kehangatan untuk Sasha. Jika bukan Reynald, maka siapa lagi yang bisa membuat Sasha bahagia?!


Reynald tersenyum simpul, dia melihat Kean yang sedari tadi hanya diam saja menyaksikan perdebatannya dengan Sasha yang tidak berguna itu.


"Iya iya, udah kan? berangkat sekarang" ajak Reynald yang diangguki Sasha. Kean juga ikut ke sekokah mereka atas keinginannya sendiri.


Mereka bertiga berjalan keluar rumah dan langsung masuk kedalam mobil Reynald, mobil yang biasa mereka gunakan untuk berangkat ke sekolah.


Yang ditakutkan Sasha adalah, apa kata murid-murid SMA saat melihat Kean, dia tidak ingin mengulang sesuatu yang pernah terjadi saat pertama kali Kean masuk sekolah.


Sudahlah, yang pasti Sasha tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi lagi, jika hal itu terulang dia tidak akan segan.


"Nanti Kean sama Ibu Ayu dulu ya, dan jangan nakal" jelas Reynald. Kean hanya mengangguk patuh sedangkan Sasha menatap Reynald bertanya.


"Emang boleh?" lagi-lagi pertanyaan yang sama keluar dari mulut Sasha, bukan apa-apa tapi Sasha hanya tidak ingin merepotkan orang lain apalagi itu gurunya sendiri.


Senyum simpul tercetak jelas di bibir Reynald, tangan kirinya mengacak rambut Sasha, yang membuat rambut Sasha kini agak berantakan.


"Siapa sih yang bisa ngelawan Reynald" ucap Reynald sombong. Sasha menatap Reynald aneh, kenapa Reynald jadi sombong seperti.


"Dasar sombong" kesal Sasha. Reynald tertawa kecil, dia fokus kembali dengan kemudi mobil


"Canda Sha, Ya boleh kok asal izin, tadi juga udah izin ke Papah, makanya gue bolehin Kean ikut" jelas Reynald dengan benar, kali ini penjelasannya bisa diterima Sasha dengan baik.


"Hmm, Yaudah deh, yang penting gak ngerepotin Bu Ayu" Ucap Sasha. Reynald mengangguk setuju, karena itulah dia menyuruh Kean jangan nakal.


Perjalanan kali ini terasa sedikit lama, dikarenakan padatnya kendaraan saat pagi hari, padahal biasanya aman-aman saja.


Hingga beberapa saat kemudian mereka sampai disekolahnya, meskipun ini masih pagi sekolah mereka sudah cukup ramai.


*****


... "Dengan penyelesaian masalah, kalian bisa mengukur kedewasaan, anggaplah 'masalah' sebagai langkah pendewasaan diri"...


... ~Note Someone~...


... ***...


Sekian untuk Chap ini, maaf belum bisa Crazy Up, tapi diusahakan Up setiap hari dan di pagi harišŸ¤— Terima kasih untuk yang sudah mendukung Broken Angel'S sampai sejauh ini.