Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
BM S2 - Amarah & Fantasy bersamanya



“Beloved Mister – Season 2”


Author by Natalie Ernison



Sebuah rahasia terbesar hanya antara Heron dan Mr. Tyson akhirnya terkuak. Namun, sungguh beruntung karena pihak keluarga dari Heronlah yang terlebih dahulu mengetahui.


~ ~ ~


Sekalipun kini Mr. Wornerd juga Mrs. Clawie sudah mulai membuka hati akan kehadiran Jen. Namun semua seakan terlambat, dikarenakan Jen yang telah menjadi istri sah bagi Mr. Tyson. Sikap egois Mr. Wornerd dan Mrs. Clawie tentu masih saja tidak terkendalikan. Keinginan untuk merebut buah hati dari Heron dan Jen pun kian menggebu-gebu.


“Kota S”


Heron membanting semua berkas-berkas yang ada di atas meja kerja miliknya. Menggeram dalam kegundahan hati yang kian membuatnnya tersiksa.


“Tuan, perusahaan Wolf menginginkan tuan untuk pergi menemui mereka di lokasi yang telah—“


“Diam! Kau tidak bisa membaca keadaanku saat ini!” Bentak Heron, dengan kemeja bagian dadanya terbuka dan tak sepenuhnya tertutup.


“Ma-maf tuan Heron, aku hanya menjalankan perintah,” ucap sang asistennya dengan kepala menunduk.


“Aku atasanmu, atau perusahaan kepar*t itu!” Tegas Heron, dan sesekali meneguk air hingga tumpah membasahi area dadanya.


“Maaf tuan, kumohon,” ucap sang asisten dengan momohon pada Heron.


“Keluar! Kukatakan sekali lagi, keluar!” Bentak Heron, membuat para pegawai lainnya bergidik ngeri. Belum pernah Heron semarah ini, tepatnya dihadapan para pegawainya.


Heron duduk di atas sofa yang terletak di dalam ruangan kerja miliknya. Merenggangkan dasi miliknya dan melepaskannya secara kasar.


Ia harus menyelesaikan permasalahan perusahaan keluarganya yang sedang bersitegang dengan perusahaan Wolf yang sangat terkenal di kota S.


***


“Perusahaan Wolf”


Heron akhirnya memenuhi panggilan dari pihak perusahaan yang merupakan musuh terbesar keluarganya.


Sebisa mungkin, Heron berjuang untuk tetap mengendalikan emosionalnya.


“Aku ingin bertemu dengan Swam,” ucap Heron pada beberapa pengawal yang menjaga di bagian depan pintu masuk.


“Maksud anda, Tuan Swam?” balas salah seorang dari pengawal yang sedang menghadang kedatangan Heron.


“Kau sudah mengetahuinya, mengapa masih bertanya lagi!” Tukas Heron sinis, dan melangkah melewati para pengawal tersebut.


Setiba di ruangan utama perusahaan Wolf.


“Anak pewaris keluarga Danish, memang sangat berbeda dan penuh wibawa, bukan!” Ucap seseorang yang baru saja tiba di tempat Heron kini berada.


“Tuan Swam memang selalu tampan dan licik.” Balas Heron dengan nada bicara yang cukup menohok bagi Mr. Swam, pemilik perusahaan Wolf.


“Keluarga Danish sangat tepat memilihmu sebagai penerus. Tidak hanya cerdas tapi juga bermulut tajam.” Tukas Mr. Swam pada Heron.


Harghkk...


Heron menggeram dan meraih krah leher baju milik Mr. Swam. “Aku muak dengan caramu menjatuhkan lawan. Apakah kau sangat suka membuat permusuhan!” Tukas Heron dengan kedua taringnya yang sudah siap untuk dihujamkan.


“Pantas saja istrimu mati, sikap aroganmu ini sangat tak terkendali!” Ucap Mr. Swam, dan mulai berubah wujud menjadi setengah serigala buas.


Hargkk hargkk...


Heron terus menggeram, dan ingin rasanya ia mematahkan semua tulang-tulang Mr. Swam.


“Tenanglah, Tuan Heron. Kau hanya terlalu emosi,” ucap Mr. Swam yang terlihat panik, tatkala melihat betapa geramnya Heron hari ini.


Tiba-tiba beberapa pengawal dari Mr. Swam muncul dan mulai berubah menjadi serigala buas. Mr. Swam mengangkat tangan kanannya, sebagai kode bahwa ia baik-baik saja.


“Kalian ingin menyerangku, hah!” Tukas Heron, perlahan-lahan bulu-bulu pada tubuhnya kembali normal.


“Maafkan anak buahku, mereka hanya berusaha melindungi sang tuan mereka,” ucap Mr. Swam.


“Apakah kau sengaja mengundangku kemari, hanya untuk membuatku sama seperti pamanku yang kau bunuh secara keji dulu!” Bentak Heron, sambil mencekik leher Mr. Swam.


Keduanya mulai berubah wujud kembali. Wujud Mr. Swam sungguh lebih mengerikan. Dari tubuhnya, tumbuh duri-duri tajam dan tentu saja dapat melukai siapa saja yang mencoba mendekat.


Sementara Heron, hanya berubah menjadi setengah serigala. Tubuhnya dipenui bulu-bulu, dan dari gusinya tumbuh dua taring tajam yang siap menghujam apa saja yang mencoba mengancamnya.


Keduanya pun mulai bertarung, saling melukai lawannya dan berupaya untuk saling membunuh. Heron sudah terlanjur dipenuhi emosi jiwa yang tak dapat ia bendung lagi. Haus untuk saling membunuh.


Saling menyerang satu sama lain, laku melompat daei jendela yang kini mereka berada.


Pergi ke alam terbuka, dan masih saling menyerang.



Erang Heron, saat sesuatu menghantam lengannya.


Yah, lengan kiri Heron luka parah. Sebuah benda tajam menembus bagian bahu miliknya, darah kian menetes deras.


Seketika itu juga, Mr. Swam kembali menjadi sosok manusianya.


“Bodoh! Apa yang telah kalian lakukan! Mengapa suka mencampuri urusanku!” teriak Mr. Swam, lalu mencekik salah satu pengawalnya. Dari jari-jarinya tumbuh kuku panjang dan seketika menembus kerongkongan sang pengawal yang telah melukai lengan Heron.


Argh.. hah hah...


Napas Heron terengah-engah, menahan rasa sakit yang kini melukai lengannya. Namun, sesuatu hal yang tak terduga pun terjadi. Lengan yang awalnya terluka parah, seketika itu juga menjadi pulih kembali.


“Kusarankan untuk mencari pengawal yang lebih cerdas juga gagah berani. Bukan, bertindak seenaknya!” Peringat Heron, lalu melangkah pergi dari hadapan Mr. Swam.


“Tuan Heron! Tunggu!” Seru Mr. Swam.


“Apa lagi yang kau inginkan! Ingin bertarung ,lagi!” Tukas Heron sembari memicingkan matanya ke arah belakang.


“Semua bisa dibicarakan secara baik-baik.” Ucap Mr. Swam sembari mendekati Heron.


Heron menatap dalam ke arah Mr. Swam dengan tersenyum miring. “Jika semua dapat dibicarakan secara baik, mengapa kau harus membunuh pamanku?” Ucap Heron dengan tatapan mata penuh penekanan.


“Heron, kau hanya mendengar sebagian cerita saja. Kau belum mengetahui secara keseluruhannya,” ucap Mr. Swam.


“Tutup mulutmu yang penuh kemunafikan itu, Swam. Aku muak mendengar ucapan penuh dustamu.” Tukas Heron, lalu berbalik pergi.


***


“Mansion kediaman Mr. Tyson & Mrs. Jen”


Jen duduk sembari membelai perutnya yang mulai terlihat membuncit. Dihadapannya sudah tersedia beberapa peralatan yang akan ia gunakan untuk menyulam kain.


Ia sangat menikmati kesehariannya sebagai seorang calon ibu bagi anaknya kelak. Rasa bahagia kini menyelimuti hatinya, namun ada sesuatu yang mengganjal jauh dilubuk hati Jen.


Menatap ke arah pepohonan area mansion, tatapan mata Jen seakan kosong.


“Mengapa perasaanku terasa aneh selama beberapa bulan ini. Mengapa suamiku selalu beralasan saat berada di kamar denganku. Apakah aku sudah tidak semenarik saat belum menjadi calon ibu.” Batin Jen.



Tak dapat dipungkiri, bahwa Jen cukup heran dengan semua sikap Mr. Tyson terhadap dirinya. Selama kehamilan, dan usai berbulan madu, Mr. Tyson tak pernah lagi menyentuhnya, layaknya sepasang suami istri pada umumnya.


Semenjak kembalinya dari agenda bulan madu, Jen merasa ada yang aneh dengan kehidupan rumah tangganya. Kerap kali, Jen terus berbayang-bayang dirinya sedang bercinta dengan seorang pria.


Namun, pria itu bukanlah Mr. Tyson suaminya. Melainkan, sosok pria yang dulu hadir dimasa lalunya. Tentu saja itu adalah sosok Heron. Jen selalu mengutuki dirinya sendiri.


Bagaimana mungkin ia membayangkan sedang bercinta dengan sang mantan kekasih. Sedangkan Jen sudah memiliki suami sah, dan kehidupan yang jauh lebih baik.


Ahk.. Pekik Jen sambil mencengkram kepalanya. Tiba-tiba saja, rasa nyeri dikepalanya mulai terasa. Lagi-lagi, bayangan Heron muncul memenuhi pikiran Jen.




Saat Mr. Tyson tak bersamanya, Jen kerap kali membayangkan ia sedang bercinta dengan Mr. Tyson. Namun, saat memulai fantasy liarnya, justru wajah Heron dan seluruh tubuh Heronlah yang muncul.


Sungguh hal yang sangat menyiksa bagi Jen. Jen juga merasa dirinya sangat rendahan, atas apa yang ia telah pikirkan itu.


***


#Author time


Thank you readers, karena telah mampir dikarya-karya saya. Bagi yang ingin membaca karya lainnya, kalian tinggal klik profil saja, lalu pilihlah karya-karya yang tentunya lebih bar-bar dari yang ini.🤭


Thor sangat bersyukur, ditengah pademi yang kian bertambah setiap harinya. Kita masih dalam keadaan yang sehat, walaupun tak saling kenal bahkan bertatap wajah. Namun, thor selalu senang membaca semua komentar dari kalian.🤧


Bisa membuat kalian masuk kedalam suasana cerita ini, adalah suatu kepuasan juga kelegaan bagi thor. Gak sia-sia thor bergadang, dan terus menulis dalam kesibukan apapun.🤗


Karena kalianlah yang membuat thor selalu bersemangat untuk menulis, walaupun terkadang ada juga tuh yang suka julid dengan karya thor.


Sebenarnya thor cukup sibuk di profesi utama dunia nyata, selain menulis novel. Tapi, thor selalu usahakan untuk tetap update bab, walaupun terkadang telat selama berhari-hari.


Tetap jaga kesehatan, jaga kantong biar gak minus diakhir bulan, hehehe...😚😚


Jaga hati, dan tetaplah tersenyum walaupun hatimu sering kali ambyar🤭🤭


Salam sehat semuanya... Love you all...🤗🥰❤️