
>> Tommy yang masih berusaha meyakinkan Jen akan perasaannya\, kini lagi-lagi menerima jawaban yang tidak ia harapkan. Akankah Tommy masih berusaha untuk meyakinkan Jen akan rasa cinta tulusnya.
“Kediaman oma Carla”
Jen tanpa sengaja mendengar percakapan antara oma Carla bersama seorang perempuan dari balik pintu kamar yang berada di lantai dua.
“Oma, aku sangat menyesal sudah memutuskan hubunganku dengan Tommy.
Apa aku masih ada kesempatan balikan dengan Tommy??”
Carisya, oma sangat menyayangi hubunganmu dengan Tommy. Oma juga sudah menganggapmu seperti cucu oma sendiri, tapi Tommy sudah punya pilihannya sendiri. Tukas oma Carla.
“Siapa itu oma, apa dari kalangan keluarga terpandang?? aku pun gak mau kalah saing oma?/ tukas Carisya dengan memohon pada oma Carla agar merestui kembali hubungannya bersama Tommy.
Carisya, ini urusan hati kalian. Oma gak bisa ikut campur walau pun Tommy adalah cucu oma.
“Oma, aku bodoh banget sih.. kenapa aku mau menerima perjodohan dengan Heru sementara Tommy ternyata mau melamar aku!!” ujar Carisya dengan berlingan air mata.
“Apa??
Jadi, yang dimaksud Reza kalau kak Carisya rela memutuskan pacarnya yang di Amrik itu adalah bang Tommy…” gumam Jen dari balik pintu yang tanpa sengaja mendengar semua isi perbincangan antara oma Carla bersama Carisya.
“Oma, aku mau jujur sama Tommy, alu gak sanggup oma… aku sakit banget, aku bodoh oma..” unjar Carisya dengan terisak-isak memohon agar oma Carla membantunya mendapatkan Tommy kembali.
Sudahlah, sekarang kamu pulang dulu yah Carisya…
Mereka pun beranjak keluar dari sebuah kamar, disamping kamar pribadi Jen.
“Jeannet…!!” ujar Carisya yang begitu terkejut melihat kehadiran Jen.
Ahh ia kak Carisya.. ujar Jen dengan wajah yang masih berusaha tetap tersenyum.
“kamu tinggal di sini Jen??” tukas Carisya.
Ia kak…
“Ahh ia Carisya, Jen cucu tersayang oma…” tukas oma Carla.
Ohh oke, tapi aku baru tahu kalau Jen tinggal bersama oma.
Hallo Jen, jangan lupa main-main lagi ke rumah yah…
Oke kak Carisya…
Oma Carla yang telah mengetahui permasalahan pelik antara kisah cinta Carisya bersama Tommy dan juga sekarang Tommy yang sudah mulai mencintai Jen pun masih menjadi hal tak Carisya ketahui.
Oma, jadi kak Carisya mantan pacarnya bang Tommy?
Maaf, aku gak sengaja dengar obrolan oma dengan kak Carisya. Ujar Jen dengan wajah sendunya.
“Iya Jen, tapi semua sudah menjadi masa lalu mereka, ya walau pun Carisya masih mengaharapkan Tommy.”
Mereka pasangan yang cocok kok oma. Tukas Jen dengan perasaan pilu.
“Iya sudahlah Jen, kamu istrahatlah yah..” tukas oma Carla.
Sementara itu Jen pun masuk ke kamarnya dan membersihkan diri untuk bersiap-siap tidur.
“Bang Tommy ternyata diputusin kak Carisya gara-gara perjodohan dengan pak Heru, lalu sekarang mau balikan dengan bang Tommy setelah pak Heru sadar siapa yang dia cintai.
Seharusnya aku bahagia kalau perjodohan pak Heru batal dengan kak Carisya, tapi entah kenapa aku sudah hilang rasa dengan pak Heru..” gumam Jen dengan rasa bingungnya.
________________*______________
“Kediaman Carisya”
“Kamu dari mana isya?” ujar sang ayah saat Carisya baru saja tiba di rumah.
Pa, aku mau balikan lagi dengan Tommy.
Pokoknya aku mau balikkan lagi dengan Tommy. Tukas Carisya, yang biasa di sapa isya oleh keluarganya.
“isya, kamu sudah minta putus karena mau menikah dengan Heru, gak mungkin kamu kehilangan harga diri karena cinta. Kamu cantik, banyak laki-lai yang mau denganmu isya…”
Tapi pa..—
“Kak isya, bang Tommy itu sudah punya orang yang sangat dia cintai jadi kakak jangan coba-coba rebut lagi.” Tukas Reza yang muncul dari balik pintu kamarnya.
Reza, tahu apa lagi kamu? siapa sih yang Tommy cintai selain aku, mana ada yah!! ujar Carisya dengan nada membentak.
“Iya isya, lagian kalian sudah beberapa tahun lalu putus kan!
Masa kamu masih percaya diri?” tukas sang ayah.
Tapi aku yakin Tommy masih cinta denganku, kalian lihat aja nanti.. hmpp!! tukas Carisya lalu masuk ke kamarnya.
“isya memang keras kepala Reza, jadi jangan hiraukan dia. Kita lihat aja nanti, apa dia bisa balikan dengan Tommy.” Tukas ayah Carisya kepada Reza, yang pada saat itu sedang berada di rumah Carisya.
“Bajingannnn…. arghhh… suara erangan Carsiya di kamar pribadinya, sembari membanting bantal guling hingga terlihat cukup berserakkan.
“Arghh….
Siapa sih perempuan yang sudah berani menggoda Tommy!! Tommy itu hanya cinta sama gua, gak mungkin banget Tommy secepat itu move on..” keluh Carisya dengan penuh kegeraman.
Keesokan harinya…
Pagi yang damai dari keluarga Edward, semua terlihat saling berinteraksi satu sama lain. Namun, Carisya terlihat cukup murung dan tak ingin menampakkan senyuman seperti dirinya yang biasa.
“Carisya, malam ini cepat pulang ya nak, kita akan makan bersama keluarga Aharon..”
Keluarga Aharon pa!! apa Tommy ada?? ujar Carisya penuh dengan antusias.
“Iya, pasti ad isya..” tukas sang ayah.
Yes, oke Carisya nanti sepulang dari kantor langsung ke salon dulu yah pa… ujar Carisya yang terlihat begitu bersemangat.
“Kediaman keluarga Aharon”
Pap, gimana persiapannya udah beres semua??
“Iya mam, ini semua persiapan makan malam sudah siap..”
Papi mami… malam ini kak Jen datang juga kan sama bang Tomm?? ujar Stenly kecil yang berlari ke arah ayah dan ibu tercintanya.
“Iya nak, nanti jangan nakal yah kalau ada tamu,” ujar papi Aharon.
Iya papi, siappp…
Jamuan makan malam kali ini, diadakan di rumah kediaman keluarga Aharon yaitu orang tua dari Steven dan Stenly.
>>Disisi lain…
“Kediaman oma Carla”
Bang Tom, gimana dressnya?? Jen yang baru keluar dari kamar pribadinya dan memperlihatkan dress berwarna biru dongker sedikit di atas lutut.
“Cantik Jen, kamu juga pintar yah milih fashion,” tukas Tommy yang begitu memperhatikan penampilan Jen dari ujung rambut hingga ke ujung kaki.
Hehe, thank you bang Tom.
“Oke, kita berangkat sekarang Jen. Oma sepertinya sudah di rumah om Aharon.”
Oke bang…
Mereka pun bergegas pergi menuju kediaman keluarga Aharon, yang merupakan paman kandung dari Tommy.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di kediaman sang paman. Terlihat beberapa mobil mewah terparkir di area perumahan elit kediaman sang paman yaitu Aharon family.
“Ayo masuk Jen,” Tommy menggandeng tangan Jen disaat mulai menaiki anak tangga teras rumah.
“Selamat malam Tommy dan Jeannet,” sapa sang paman Aharon.
Selamat malam om dan semuanya.. sahut Jen dengan wajah dipenuhi senyuman.
“Jeannet, Tommy!! tukas Carisya yang pada saat itu telah tiba terlebih dahulu.
Ahaha.. Tommy apa kabar nak?? tukas papa Edward, ayah dari Carisya berserta ibunya.
“Oke, kita langsung saja makan malam..” tukas bapak Aharon.
Tommy, gimana pekerjaanmu sekarang? sepertinya makin sukses yah. Ujar Carisya ditengah makan malam bersama tersebut.
“Ohh iya, semua karena bantuan dari rekan-rekan kerjaku.” Sahut Tommy singkat.
“Tommy, om dengar-dengar kamu sudah berencana menikah??” tukas papa Aharon disela perbincangan, yang sontak membuat Carisya meradang.
Menikah?? sejak kapan Tommy?? tukas Carisya yang terlihat sangat terkejut.
“Ohh, iya aku akan segera menikah. Saya harap restu dari semuanya.” Ujar Tommy sembari
melirik ke arah Jen dengan seringai senyuman manisnya.
“Baguslah Tommy, lebih baik secepatnya saja dan jangan berlama-lama.” Tukas papa Aharon, yang membuat Carisya semakin geram.
“Iya jelas om, aku gak mau lepas lagi.. iyakan Jen!” ujar Tommy sembari menyenggol siku Jen dengan sengaja.
Ahhh, iaa.. sahut Jen seingkat sembari meneguk air untuk mengurangi ketegangannya. Karena, sedari tadi pandangan mata Carisya tak lepas dari ekspresi Tommy yang selalu terlihat hangat pada Jen.
“Bagaimana pun juga, Tommy adalah suami idaman para perempuan yah pap…” ujar ibu Carisya.
Siapa calon istrimu Tommy?? tukas Carisya yang sudah enggan mengunyah makanannya…
***