Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Dosen bawelku sayang



Setelah kesalahpahaman yangterjadi antara heru dan Janet, kini Janet terlihat lebih membuka hatinya untuk heru.


“Malam ini aku sangat bahagia, karena akhirnya bisa melihat senyuman manismu,” ujar Heru yang berusaha membuat Janet tersenyum.


Hmm, dasar pak dosen gombal…


“Aku beneran sayang, apa kamu masih ragu sama aku?” tanya Heru sembari membelai lembut rambut Janet.


Hmpp… Janet hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


“yasudah, ayo kita ke depan!” Heru mengajak Jen untuk ke area pesta.


Janet, Heru! kalian dari mana saja?? tanya sang nenek.


“Kami habis keliling-keliling oma!” tukas Heru yang sedang berdiri bersama Jen.


Okedeh, ini sudah malam. Heru tolong antarkan oma bersama Jen yah!!


“Oke oma,” Heru pun bergegas mengantarkan Jen bersama sang nek untuk kembali pulang.


Setiba di kediaman nenek Carla…


“Oma, kita sudah sampai nih!” ujar Heru sembari beranjak dari kursi dan membukakan pintu untuk nenek dan Jen.


Oma mau masuk dulu, Jen kalau masih mau ngobrol bareng Heru, silakan yah!!


“Oke oma, thank you…” Heru tersenyum kepada Jen, begitu pun Jen.


Sepertinya oma kelelahan!! ujar Jen sembari mempersilakan Heru duduk di sebuah ruang tamu.


“Jen, aku punya pirasat kalau oma mencurigai hubungan kita??” bisik Heru tepat di samping telinga Jen.


Maksud bapak apa?? tukas Jen dengan raut wajah terkejut.


“Iya sayang, aku cuma merasa curiga aja, tapi mudahan aja sih itu cuma curigaku aja…”


Ini sudah malam pak, bapak gak pulang? kasian Dion ditinggal sendiri! ujar Jen.


“Iya nih, aku pulang dulu ya sayang? love you…” Heru mengecup pipi Jen dan segera beranjak pergi.


Hmm, apa sih pak Heru… Jen terlihat begitu bahagia setelah mengetahui kebenaran dari hubungannya bersama Heru. Namun kini Jen harus menghadapi kenyataan bahwa Tommy tidak akan tinggal diam mengetahui hubungannya bersama Heru.


Keesokan harinya…


Oma, aku pergi dulu yah! nanti mungkin pulang agak malam karena ada janji dengan teman-teman kuliah.


Iya sayang, sini peluk oma dulu. Kamu kuliah yang baik yah, dan ingat bekalnya bagi sama Tommy. Ujar sang nenek sembari menyodorkan kotak makan Jen dan uuntuk Tommy juga.


“Perusahaan S”


Bang Tom, ini bekal titipan dari oma buat abang. Jen menyodorkan bekal makanan yang terbungkus dengan tas kota makanan berwarna biru.


“Ohh, thank you Jen! ayo makan bareng!” ujar Tommy mengajak jen makan bersamanya.


Iya, aku mau beresin kerjaanku dulu!! ujar Jen sembari membereskan pekerjaannya.


“Hah.. masakan oma emang paling mantap deh,” uajr Tommy sembari menyantap makanan yang telah di titipkan melalui Jen.


“Jen, malam ini kuliahmu sampai jam berapa?”


Emm, entah bang! aku juga gak tahu sampai jam berapa! karena kadang dosennya suka-suka aja masuk. Tukas Jen sembari menyantap makan siangnya.


“Jen, apa kamu terlalu cape karena harus kuliah sambil bekerja?”


Iya aku cape banget pastinya bang, tapi aku juga harus tahu diri kalau aku bisa kuliah pun karena bantuan dari keluarga abang!!


“Iya Jen, abang harap kamu selalu fit yah! jangan lupa minum vitamin yang abang belikan untukmu itu..”


Iya bang, thank you atas perhatiannya abang.


“Iya Jen, kamu sudah menjadi bagian keluarga kita! itu sih sudah sewajarnya.”


Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Jen pun harus kembali ke kampus.


“Kampus X”


“Jen jen…” ujar teman sekelas Jen yang datang menghampirinya


Ehh Richard, ada apa?? Jen membalikkan diri menghadap suara yang tengah memanggilnya.


“kaga, gua cuma heran aja ama siklus kehidupan lu!”


Emangnya kenapa dengan siklus kehidupanku Rich?? tukas Jen dengan wajah heran atas pernyataan teman kelasnya.


“Iya, lu cuma kerja terus kuliah lagi ampe malam! emang lu kaga mau main gitu ama yang lain??”


Iya aku juga mau main, tapikan teman-teman kita suah punya kesibukan masing-masing!!


“Yaudah habis pulang kuliah kita pergi yuk!!” ajar Rich.


“yang pastinya gua gak akan macem-macem ama lu! gua bal tanggung jawab sepenuhnya ama lu,” tukas Rich sembari terkekeh.


Apa sih Rich? kok malah ketawa sih?? Jen memukul Rich yang sedang terkekeh karenanya.


“Sorry, gua marasa lucu aja dengan ekspresi wajah lu. Yaudah ayo kita cus.”


Mereka pun bergegas menuju parkiran kampus X.


“Jen , ayo naik sekarang!!”


Oke Rich…


Sesaat ketika dijalan…


Yeahhh… anginnya segar juga sore-sore begini!!


“Iya Jen, kita makan es campur aja yah biar seger!!”


Oke deh Rich…


Keduanya terlihat begitu menikmati kuliner sore menjelang malam itu.


Drrttt… “Sayang, kamu dimana? kenapa pas aku ke kampus kamu gak ada di kampus! temanmu bilang kamu lagi pergi sama cowok??” Dosen bawelku.


Hmmpp, pak Her! gimana mungkin bisa tahu aku lagi pergi! aishh bener-bener deh!! gumam Jen didalam benaknya saat membaca isi pesan whatsapp Heru.


“Kenapa Jen??”


Ahh enggak apa-apa kok Rich!! balas Jen, sambil meneguk pop ice yang tersedia di atas meja makan mereka.


“Ayo kita makan lagi…” Rich meraih tangan Jen dan mengajak Jen berkeliling. Sementara itu Heru sedang menunggunya di area kuliner tersebut, dan melihat apa yang Jen lakukan!!


Drrttt… “sayang, kamu kenapa pegang-peganggan tangan sama temanmu? aku gak suka yah!!” isi pesan whatsapp Heru pada Jen.


Jen mulai clingak clinguk ke sekelilingnya, dan akhirnya Jen melihat dimana Heru sedang duduk menantinya.


Rich, kita pulang yuk!! ujar Jen pada Rich.


“Ohh iya sudah malam yah!! yasudah kita pulang yah…”


Tapi aku masih ada janji dengan seseorang, kamu pulang aja duluan!!


“Yakin!!” tukas Rich yang tak begitu yakin dengan ide Jen.


Iya Rich, tenang aja aku bakalan baik-baik aja!!


“Oke Jen, aku balik duluan yah!! bye…”


Sementara Rich pergi meninggalkannya, Jen pun berjalan secara cepat menuju parkiran mobil milik dosen tercintanya.


Pak Her! maaf aku gak sempat bilang sama bapak kalau aku pergi bareng temanku… hosh hoshh…


Ujar Jen, sembari tergopoh saat tiba di hadapan Heru.


“Aku juga pengen ngajak kamu pergi sayang! tapi kamu malah bareng laki-laki lain…” ujar Heru sendu.


Maafkan aku pak… ujar Jen penuh sesal.


“Oke, kita langsung pulang aja!!”


Heru meraih tangan Jen menuju parkiran mobil fortuner miliknya.


Pak Her, aku minta maaf yah!!


“Iya sayang, tapi lain kali lelaki lain gak boleh menyentuh pacarku!!” tukas Heru sembari menyetir.


Iya pak aku minta maaf yah…


“Setiba di kediaman oma Carla"


“Maaf,, kalau aku sudah mencurigaimu Jen! itu semua karena aku sangat menyayangimu.” Ujar Heru sembari meraih tangan Jen dengan penuh kelembutan.


Iya pak dosen bawelku… balas Jen dengan wajah yang dipenuhi senyuman.


“Aku kan sudah bilang jangan panggil aku pak dosen lagi, tapi panggil aku aku sayang! oke my lady.”


Tsskkk…. dasar pak dosen nakalku sayang. Balas Jen dengan wajah yang tersipu.


“Jen, masuk yah sayang! nanti aku telpon kamu sayang!!” Heru mengecup pipi Jen saat sebelum Jen beranjak keluar dari dalam mobil milik dosen tercintanya.


Malam yang indah bagi Heru bersama Jen, Heru yang merupakan duda beranak satu cukup dewasa dalam menjalin hubungan.


Pict bonus, penambah imajinasi