Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Perpisahan dan luka



“Pertemuan pada waktu yang tak terduga dan juga terpisahkan pada waktu yang tak sanggup untuk kuhadapi sendiri”


Kemanakah kakiku harus melangkah, dan kemanakah arah tujuan hidupku selanjutnya aku pun sudah tak mengerti lagi, semua yang aku perjuangkan selama ini sungguh bukan hal yang mudah,,, aku harus berjuang dengan perlakuan orang terhadapku yang terkadang semena-mena seolah aku tak berharga, namun haruskah aku menjalani kehidupan cinta yang menyedihkan seperti ini…


Kilas balik…


Janet merupakan anak angkat dari ayah dan ibunya yang selama ini ia panggil “papa dan mama”, Janet sejak kecil telah ditnggal oleh ayah kandungnya yang kini telah menikah lagi, dan ibunya harus bekerja keras untuk dapat menyekolahkan Janet. Akan tetapi pada suatu saat, paman dan bibi Janet meminta agar Jane tinggal bersama mereka, dan setelah kuliah Janet pun kuliahkan ke kota Jakarta.


Selama berada di kota Jakarta, Janet harus berjuang bekerja sambil kuliah pada waktu sore hingga malam hari, semua Janet lakukan demi ibu dan adik semata wayangnya, akankah Janet mampu menjalani kehidupan yang begitu keras tersebut.


“Jen,, kok beberapa hari ini kamu suka diam-diam begitu,,, ada apa lagi Jen,, tanya Tommy cemas melihat keadaan Jen, yang lebih banyak diam dan fokus dengan diri sendiri. Ahh, maaf bang,, aku sebentar lagi akan sidang skripsi jadi aku harus fokus dengan makalahku bang, ucap Jen lembut.


“Iya Jen, aku tahu kamu sibuk di kantor, jadi apakah kamu mau untuk sementara ini kamu gak usah ke kantor dulu, biar kamu fokus saja dengan sidangmu, nanti kalau luluskan kamu bisa lebih fokus kerja,” ucap Tommy sambil memegang tangan Jen, emm ahh iya bang kalau memang abang ijinin, ya aku mau bang, balas Jen dengan senyum dan menarik tangannya kembali.


Janet pun fokus dengan skripsinya dan tidak bekerja di kantor lagi, hingga pada suatu saat Jen pergi ke sebuah café di sana Jen terlihat begitu sibuk menulis skripsinya. “Hallo cewek manis Janet Aiko,, “ehh siapa, Jen terkejut dan ternyata itu adalah Mike, seniornya pada saat masih berkuliah di kampus loh kak Mike apa kabar sekarang?? “aku baiklah Jen, kamu makin cantik aja nih Jen hehee,,, ahhh kakak bisa aja deh yah,, silakan duduk kak,, “iya thank u Jen,,


Tiba-tiba Mike memandang Jen dengan pandangan cukup tajam, kak Mike kok diam aja, kenapa kak,, “huhhmm,, Mike menarik napas panjang,, “Jen, gimana keluarga besar Tommu, apa mereka memperlakukan kamu dengan baik,, tanya Mike dengan ekspresi wajah yang sangat ingin tahu. Ahmm,, iya kak Mike baik kok,, Jen tertunduk seakan menyimpan beribu kalimat yang tak terucapkan. “Jen, aku harap mereka memperlakukan kamu dengan baik aku gak mau kamu sampai jadi korban lagi,,


Memangnya ada apa sih kak mike, ngomong dong kak, jangan bikin penasaran aku,, “iaa tapi udah janji sama pak Heru,, upss,, Heru!!! Jen terkejut hingga membuatnya berdiri di depan meja Mike, “Jen, pelanin suaramu, gak enak kedengaran sama orang lain,, ucap Mike sambil berusaha membuat Jen diam.


Kak Mike, kakak tahu gak gimana perasaan aku pas kakak ungkit masalah pak Heru,, aku sakit kak,, tanpa sadar Jen meneteskan air matanya di hadapan Mike,, “Jen, kok kamu nagis di sini Jen, tenang dulu, ucap Mike sambil menepuk-nepuk pundak Jen.


Aku gak mau dengar apa-apa dari kakak, kalau kakak jelasin semuanya, Jen terlihat marah karena Mike sempat menyebutkan nama Heru, seseorang yang sangat Jen cintai.


“Jen, kamu mau tahu sesuatu yang besar tapi aku harap kamu bisa tenang sedikit, Mike menundukan kepalanya mendekati wajah Jen agar perkataannya tidak terdengar oleh orang lain.


“Jen, janji sama aku kau harus tenang dulu jangan bilang siapa-siapa terlebihnya anggota keluarga besar Tommy,,


Hmm baik kak, cepat bilang,, “Jen sebenarnya,, Mike menceritakan semuanya apa yang selama ini menajdi rahasia besar keluarga Tommy dan Steven.


Kilas balik,,,


Heru yang dikabarkan telah meninggal bahkan Jen melihat lokasi pemakamannya dengan mata kepalanya sendiri, ternyata telah terjadi sebuah kejadian yang sangat mengejutkan Jen. Heru sebenarnya belum meninggal, akan tetapi sedang dirawat di Jepang.


Pada saat itu perusahaan keluarga besar Heru terancam bangkrut total sehingga membuat kembarannya Hans datang ke Indonesia, dan yang yang bisa membantu perusahaan mereka hanyalah keluarga besar Tommy, lalu Tommy mencoba untuk menanam saham dan memberi jaminan pasti kepada perusahaan keluarga Heru.


Akan tetapi Tommy pun memiliki syarat yang cukup membuat Heru hampir tak menyetujui karena Tommy meminta Heru untuk pergi menjauh bahkan meninggalkan kota Jakarta agar tidak bertemu dengan Jen lagi, dengan berat hati Heru menyetujui hal tersebut demi masa depan Jen dan Heru sadar bahwa perbedaan umurnya dan Jen tidaklah dekat.


Hal tersebut pun menjadi perjanjian tertulis, dan jika Heru melanggarnya dan datang menemui Jen, maka Tommy akan dengan mudahnya mencabut saham dan modal yang telah perusahaannya berikan.


Ya Tuhan,, ternyata bang Tommy sekejam itu,, akk aku gak nyangka kak,,, hikksss Jen terus menangis dan menyenderkan kepalanya pada tembo. “Jen, maaf aku gak tahan kalau gak bilang ini sama kamu, sebenarnya pak Heru itu adalah saudara sepupuku, makanya dulu kalau aku gangguin kamu dia selalu lindungin kamu kan, aku sudah tahu semua apa yang terjadi diantara kalian”


Kak Mike, aku mau ketemu pak Heru,, tolong kak aku rindu banget sama pak Heru,, ku mohon kak, tolonggg… hmmm Jen terus merengek kepada Mike dan menangis dengan begitu keras.


“Oke Jen,, minggu depan aku usahain kamu ketemu bang Heru,, karena dia baru datang dari Jepang,, kamu fokus aja sama sidangmu,, aku akan berusaha selama kamu janji sama aku kalau kamu gak akan bikin masalah dengan skripsimu,, baik kak kau janji,, Jen menghapus air matanya dengan keadaan yang sudah cukup tenang.


__*_____


“Jen, selamat yah akhirnya kamu jadi sarjana juga,, iya thank u bang Tom, ini sema juga berkat bantuan keluarga abang,, aku gak akan bisa seperti sekarang kalau bukan karena keluarga abang,, “Iyaa Jen, jangan pikirin itu, intinya aku senang kamu bisa sarjana,, besok kita rayakan dengan pergi ke puncak yah… puncak?? Jen tiba-tiba teringat akan janjinya dengan Mike yang akan bertemu dengan Heru.


Ahmm, aku gak bisa kak maaf, sepertinya aku ada urusan mendadak,, “ohh gitu,, gak masalah, abang akan temanin kamu kok,, gimana?? Tommy berharap Jen mau menyetujui keinginannya. Kali ini aku benar-benar minta maaf bang,, aku gak bermaksud nolak tapi aku beneran ada urusan,,


“Jen, sejak kapan kamu kok jadi gak mau cerita kea bang,, kenapa? ahh gak gitu bang, tapi aku emang mau ngurus urusanku kali ini sendiri, lagian abang udah sangat membantu aku,,, “oke mungkin kamu perlu mikirin yah,, kamu pikirin dulu deh jangan langsung putuskan sekarang.


Jen pun terus gelisah dan tidak bisa tidur dengan tenang memikirkan alasan apa lagi yang akan dia buat. Ponsel Jen pun bergetar, dan ternyata adalah panggilan dari Mike,, Jen bergegas untuk mengangkatnya dan mencoba menjelaskan semuanya. Apa jadi pak Heru datangnya malam, jadi aku masih bisa ketemu dan ikutin kemauan bang Tommy,, hmm ohh gitu,, oke kak,, bye,,,


Yeee,, akhirnya pak Heruku sayang,,, Jen terlihat sangat bahagia dengan hal tersebut, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih hatinya.


Tiba pada hari Jen bersama dengan keluarga Tommy akan pergi ke Puncak…


“Jen,, kamu sudah siap,,, iya bang aku sudah siap sekarang,, bang Tom, yang lainnya kemana kok cuma kita berdua bang,, jadi kamu belum mengerti juga Jen, maksud abang,,


Tommy hanya memberikan sebuah senyum kecil dan fokus menyetir. Bang Tom, coba jelasin dulu kenapa.. Jen terlihat gelisah dengan perlakuan Tommy.


“Abang harus fokus menyetir Jen, kamu lebih baik istirahat dulu yah,, ucap Tommy tegas


__*_____


Sementara itu Heru telah berada di Indonesia.


“Bang Her’ panggilan akrab Mike kapadanya, “iyaa Mike sudah dewasa kamu sekarang,, “hahaa iyalah bang,, ohh iya bang,, Jen bakalan nemuin abang malam ini hehe,, “Mike, jangan bilang kamu sudah mencetakan semuanya kepada Jen,, Heru pun terhenti sejenak setelah mendengar pernyataan Mike.


“jadi begitu bang,, aku gak bisa lihat Jen seperti berada dalam penjara, Tommy sangat egois,, gimana mungkin memaksa Jen suka sama dia,, “terserah kamu aja Mike tapi jangan salahkan aku, kalau nanti Jen lebih terlukan karena aku,,, lalu keduanya hening sejenak..


Malam pun tiba, Mike terlihat sibuk mengatur pertemuan Jen dan Heru.. Mike gak usah repot begitu nanti juga sia-sia kok,, “apa sih maksud abang,, yah lihat saja nanti…