
“Cahayamu terlalu terang untukku yang tak pernah kau lihat, walau jauh dalam benakku sesungguhnya sangat ingin berada di sampingmu, namun kusadari bahwa kehadiranku hanyalah lilin kecil yang menghiasi malammu untuk sesaat”
Pada malam pesta tersebut, Jen terlihat sangat anggun dengan gaun pesta berwarna pink muda dibalut dengan hiasan rambutnya yang digulung ke atas seakan menambah kesan anggunnya.
Namun rasa bahagia itu kini bercampur dengan rasa luka lama yang datang secara tiba-tiba, sosok pria yang sekian lama Jen cintai kini telah bersama dengan wanita lain.
Pak Heru,,, Jen menatap Heru dengan tatapan yang tajam namun penuh rasa sakit yang kini meremukkan hatinya secara perlahan. Ahhmm Jen’ apa kabar kamu sekarang,, ucap Heru sembari merangkul seorang wanita di sampingnya. Aku baik-baik saja pak,, pak Heru,,, ucap Jen’ dengan nada yanh semakin sendu seakan ia sudah tidak mampu lagi menahan rasa sakit yang Heru berikan semenjak pertemuan beberapa waktu yang lalu.
Jen, kamu kemana aja sih abang cari-cari kamu,, Heru!! Tommy tiba-tiba datang dengan tergopoh dan semakin terkejut setelah melihat Heru yang kini sedang berdiri de hadapan Jen’ namun Jen’ tetap memberikan kesan yang sopan dan baik yang seakan tak peduli dengan apa yang kini ia lihat di hadapannya secara langsung.
Amm, maaf bang tom,, tadi aku habis nyariin teman aku lalu ketemu sama pak Heru deh, yaudah kita nikmatin pestanya bang, aku mau dansa sama abang,, lalu Jen’ merangkul tom’ dengan mesra lalu pergi meninggalkan Heru yang kini ada di hadapan mereka.
Pada saat itu Tommy sangat bingung dengan keadaan tersebut, ia tidak tahu harus berbuat apa setelah Jen’ mengetahui semua kenyataan tersebut.
“Jen, aku,, aku sangat berdosa… apa yang sudah kulakuakn pasti kamu gak akan mau memaafkanku kan,, ucap Tommy sembari memegang tangan Jen’ dengan gemetar, karena Tommy sudah pasrah akan apa yang terjadi.
Bang Tom, ngomong apaan sih,, aku gak apa-apa kok bang,, dan aku bisa mengerti setelah abang mau jelasin semua ke aku, aku mau dengar semuanya,, ucap Jen smebari tersenyum manis kepada Tommy.
Jen, kamu yakin kamu gak membenciku,, hehee ia bang,, abang tetaplah seperti dulu,,
Lalu Tommy pun menceritakan semuana persis seperti yang telah Mike jelaskan, walau terasa dengan berat hati namun Jen tetap menerima kenyataan tersebut, terlebih lagi Heru yang kini telah bersama wanita lain bahkan di hadapan Jen seolah bersikap biasa.
Bang tom, aku tahu semua yang abang lakukan itu karena abang sangat sayang aku, jadi aku juga gak mau menjadi orang yang gak tahu terimakasih,, “Iaa Jen, abang tahu maksudmu tapi bukan berarti kamu gak punya hak untuk bilang tidak Jen…
Hmm haa,, udahlah bang, semua udah berlalu, lagi pula selama ini aku aja yang terlalu berharap pada orang yang udah jelas-jelas gak menginginkanku bang!! yaudah bang ayo kita dansa, ajarin aku yah,, hehe oke Jen, thank you yah,, kamu terlalu baik buat aku…
Tommy berdansa bersama Jen, keduanya terlihat sangat menawan hingga membuat semua pasang mata seakan tersihir dengan pesona Tommy yang merupakan pria tampan dan sangat menarik, tak kalah saing Jen pun merupakan wanita yang cukup di sukai oleh banyak pria di kantornya karena kecerdasan dan etikanya yang baik.
Bang tom,, “hmm kenapa Jen.. aaku ngerasa orang-orang pada liatin kita nih,,
“hm,, memangnya kenapa Jen’ inikan bagus, kamu juga terlihat sangat cantik malam ini bahkan lebih cantik dari hari-hari biasanya Jen,, emm bang tom thank you deh.. Jen tersipu setelah mendengar pujian dari Tommy.
Suasana malam itu begitu meriah dengan dihadiri oleh beberapa direktur dari beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Tommy, dan Heru pun hadir sebagai tamu undangan dan malam itu juga Tommy telah menyiapkan hal yang sangat besar untuk Jen.
Ditengah keramaian Tommy mencoba mengalihkan perhatian orang-orang.
“Baik semuanya saya ucapkan banyak terimakasih atas kehadiran kalian semua pada malam hari ini, namun ada satu hal yang sangat penting untuk kalian ketahui,, lalu Tommy mencoba menarik tangan Jen ke tengah para tamu undangan.
Abang ada apa ini?? ucap Jen sedikit berbisik kepada Tommy, sshhhhhhtt diam aja Jen’…
Pada malam itu pun Tommy terseungkur di hadapan para tamu dengan membawakan seikat bunga mawar dan berlutut di hadapan Jen..
Bang tom’ yang ampun apa-apaan ini, Jen begitu terkejut dengan perlakuan Tommy,,,
Trima, trima trima,, ayoo jangan malu-malu,,, uuuuu… gemuruh suara para hadirin pun semakin ramai seakan tak sabar menanti jawaban apa yang akan Jen berikan
Bang tom, aku,, Jen terlihat begitu terharu namun disaat Jen ingin merespon tindakan Tommy, ia pun melayangkan pandangannya ke sekitar para hadirin, dan pada saat itu pandangan Jen terfokus pada salah seorang berjas hitam berkacamata,,
Heru terlihat sedang serius menyaksikan pertunjukkan tersebut namun seketika wajah Heru terlihat sedikit muram dan mereka berdua saling bertatapan dari kejauhan
Angin menjadi sedikit kencang lalu hujan pun turun secara mendadak sentak membuat semua orang mencari tempat perteduhan, namun Jen hanya bisa berdiri kaku diam tanpa kata.
“Jen,, maaf kalau ini terlalu membuatmu kaget,, maaf yah,, ayoo kita masuk,, nanti kamu masuk angin Jen,, ini bajumu sudah mulai basah, tegas Tommy,, abang masuk aja, aku mau ke sana sebentar,, lalu Jen pergi meninggalkan Tommy,, “baik Jen,, Tommy terlihat begitu sedih karena usaha besarnya seakan gagal total dan Tommy menyadari bahwa Jen masih belum mampu melepakan Heru.
Ahh,, kemana sihh,, Jen terlihat sibuk mencari sesuatu dengan ekspresinya yang terlihat panik bingung, Jen pun terhenti seketika melihat pria yang sedang berada di bawah pohon samping lokasi acara.
“Janet, mau sampai kapan kamu mau main-main air hujan dan membuntutiku,, ucap Heru kemudian berpaling
“Ada apa Jen, ohhiaa selamat yah atas lamaran Tommy, kalian memang sangat cocok sehingga derajad keluarga orang tuamu pun bisa terangkat juga kan,, ucap Heru smebari tertawa kecil..
Brengsekkk,,,, Jen menampar wajah Heru,, aku datang ke sini rupanya langsung menerima hinaan bapak lagi, jangan pernah sekali-kali merendahkan orang tuaku, sehina seburuk apa pun orang tuaku, bapak gak berhak menghinanya…
Selama ini aku sudah salah menilai bapak,, aku kira bapak tulus mencintaiku pak,, sampai-sampai aku menjadi orang yang sangat egois,, bang Tommy yang sangat menyayangiku dengan teganya aku udah ninggalin dia dan gak merespon lamarannya tadi, tapi bapak memperlakukanku begini,, Jen menangis dengan sedihnya,,
“Apa kamu bilang Jen’ kamu gak terima Tommy,, Heru terlihat begitu terkejut
Udah gak penting lagi, usahaku sia-sia semua, kalau tahu begini aku gak akan mau ngejar bapak ampai ke sini,, kejamm manusia kejam,,, “Janet,, tunggu,,, “Stopp,, jangan coba-coba melebihi langkahmu lagi dan mendekati Jen,, pergi jauh-jauh,, aku masih menghargai kamu sebagai sahabat lama dan rekan bisnis,, tolonglah,,, ucap Tommy tegas.
Setelah menyatakan kekecewaannya Jen pun berlari pergi dan pada saat yang sama Tommy telah menemukan Jen yang pada saat itu terlohat sedih setelah bertemu Heru.
Pria yang sangat kuperjuangkan kini berubah menjadi manusia yang snagat kejam,, aku tak tahu entah bagaimana lagi menghadapi semua ini,, semua telah sia-sia…
Malam yang indah bagi Tommy pada saat ingin melamar Jen namun juga harus menerima kenyataan bahwa Jen tidak meresponi tindakan Tommy tersebut.
***