Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Ku mohon jangan pergi lagi



“Mengapa aku tak mampu lepas dari


cengkramanmu, mengapa aku lagi-lagi terjebak dalam dekapanmu, tanganmu yang


begitu hangat itu memeluk erat tubuhku, dan aroma tubuhmu saat berada di


dekapku sungguh membuatku semakin menggila.”


 Saat seorang pria yang begitu kucintai mendekap mesra tubuhku, aku sungguh semakin menggila dan tak sanggup untuk jauh darinya, kuharap ini bukan hanya sesaat


untukku.


 “Sunny besok malam apa kamu ada waktu?" waktu apa bang Tom?


“aku mau ngajak kamu dinner!!


Tommy penuh harap agar Jen mau menerima ajakannya’


Ahh maaf bang Tom, aku sepertinya ada urusan mungkin lain kali yah bang!! tegas Jen mencari alasan yang sebenarnya ia telah membuat janji bersama Heru.


“ohh yasudahlah Jen,, lain kali yah..


 Hmmmff… syukur-syukur aku bisa dapat alasan ini,, biar besok aku bisa pergi bareng pak Heru.


________________*_______________


Pak Her, kok Dion gak ikut kita pergi?


“hmm aku kan ingin berduaan denganmu Jen!! ucap Heru sembari menggenggam erat tangan Jen.


Emm tapi bapak bilang mau barengan sama Dion, tapi kok gak barengan lagi??


“Janet tersayang!! kita ini sedang berkencan loh!! masa Dion ikut terus?? Heru membelai mesra rambut Jen yang terurai panjang.


Pak Heru, kenapa perjalanan cinta ini begitu sulit!!!


Jen menghela napasnya sembari meletakkan kepalanya di atas bahu Heru.


 “sayang semuanya gak semudah yang kita bayangkan, setelah ini kamu pun harus menghadapi Tommy, dia sudah berkorban banyak untukmu dan aku juga harus siap dengan segala konsekuensinya.


Heru merangkul Jen dengan lembut.


"Jen apa kamu mau menikah denganku?


Aaa aku--- iya aku mau pak!! Jen dengan cepat menjawab tanpa ragu.


“kamu yakin sayang? sekali pun aku nanti kehilangan segalanya??


kita sama-sama pak Her!! Jen merebahkan tubuhnya di pelukan Heru.


“Jen aku sayang kamu dan aku gak akan kehilangan kamu lagi sayang".


Heru mendekap mesra tubuh Jen lalu menaikan wajah Jen dan perlahan-lahan Heru mengecup lembut kening Jen, sehinggan membuat Jen memejamkan matanya sembari tersipu.


Tak kusangka dia yang pernah membuat hatiku sempat hancur, kini dia berada di


dekapanku sungguh aku tak ingin hak ini cepat berlalu.


_________________**___________________


“Jen kok kemaren hpmu gak aktiv?


Tommy mendekati Jen yang sedang menikmati makan siangnya di halaman samping kantor yang tersedia tempat untuk kumpul bersama.


 Hmm kemaren aku agak sibuk bang,, makanya aku gak sempat isi batrei hpku!! Tukas Jen yang kala itu sedang berbohong agar Tommy tidak mencurigainya.


 “ohh gitu, tapi aku sedikit khawatir denganmu Jen".


Tommy menarik kursi dan duduk di


samping Jen.


“Jen sepertinya enak nih makananmu, aku boleh mint gak?


ohh ini silakan kalau abang mau!!


“tapi aku maunya kamu suapin Jen.


ahh abang ada-ada aja, udah deh aku mau menikmati bekalku dulu.


Sementara itu Tommy masih terus memandang Jen yang sedang menikmati makanannya.


Bang Tom’ aku duluan yah!!


“ahh iaa Jen..


Janet janet, sampai kapan kamu akan terus


menghindariku? apakah aku masih kurang menawan bagimu?? hmm Tommy tersenyum


kecil.


Janet berusaha menyembunyikan hubungannya dari Tommy’ karena sejak kuliah hingga bekerja Jen menerima banyak bantuan dari pihak keluarga Tommy.


Bang Tommy sudah banyak membantuku tapi jujur aku juga sangat mencintai pak Heru,


aku harus bagaimana ini?? aku gak mungkin kehilangan pak Heru untuk kesekian


kalinya.


 


Iya hallo pak Heru, iya jangan jemput deh nanti takutnya bang Tom lihat. Ahh bukan maksud aku gitu aku... iyaa thank you pak.


Hmmff Jen menghela napasnya.


Gimana ini pak Heru jadi salah paham sama aku, tapi aku juga gak mau posisi keluarga pak Heru terancam.


 Jen’ merasa sangat kebingungan dengan situasi yang saat ini ia alami, Jen harus


kesalah pahaman yang kerap terjadi antara dia dan Heru.


 “Jen!! Tommy menghampirinya..


ahhh iyaa bang Tom,,


“ayoo pulangg aku antarin yah!!


ucap Tommy sembari menyentuh bahunya.


Aaahh gak usah bang, aku pulang sendiri aja!!


"emm enggak enggak Jen, kali ini harus


nurut yah.. ayolah,,


Tommy menarik tanganya Jen sementara itu Heru juga sedang berada di seberang jalan dan menyaksikan semua yang tengah terjadi.


Heru terlihat begitu kesal namun juga tak ingin bertindak gegabah.


Bang Tom’ jangan gini dong, aku gak mau orang-orang pada mikir yang aneh-aneh!!


tegas Jen semabari melepaskan tangan Tommy.


 “Kenapa Jen??


Ahh engga apa-apa kok bang, hanya saja aku lagi buru-buru sekarang!! abang pulang


sja duluan.


 “yaudah Jen’ nanti malam aku telpon yah.. ahh iyaa bang…


Jen’ pergi menghampiri Heru yang saat itu sedang menantinya.


Pak Her’ maaf tadi aku—


“iyaa aku sudah lihat semuanya!! ayoo pergi!!


Heru terlihat tidak suka dengan apa yang baru ia saksikan sepanjang perjalanan keduanya hanya diam.


 “Jen!!


emmm iya pak..?


“Jujur aku gak terlalu suka kalau kamu terlalu dekat dengan Tommy".


Ahh iyaa pak, aku minta maaf.. aku juga gak mau posisi perusahaan keluarga bapak


sampai terjadi sesuatu yang tak diinginkan!!


“iaa Jen,, kamu gak usah pikir itu! kamu harus bisa ambil keputusan, kamu


pikirkanlah bagaimana perasaanku, kamu terus bersama Tommy terlebih lagi Tommy sangat menyukaimu!! aku gak bisa terus gini Jen!!


Tegas Heru dengan nada yang marah.


Maafkan aku pak!! Jen tertunduk


"Jen please kamu kok lemah banget sih!! kamu bilang cinta padaku tapi kamu aja takut kalau ketahuan Tommy, memangnya Tommy


mengendalikan kehidupanmu kah???


 Cukup pak, jadi pengorbananku selama ini msih kurang cukup bagi bapak hah??


aku tuh cuma mikirin gimana bapak dan keluarga bapak!!


“Kamu mikirin keluargaku atau dirimu sendiri?? setiap aku jemput harus


sembunyi-sembunyi, memangnya aku ini kekasih gelapmu!!!


Bukan pak, aku gak bermaksud seperti itu, tapi tolonglah bapak mengerti sedikit bagaimana sulitnya posisi saat ini!!


“Apa aku salah kalau ingin diakui olehmu Jen? apakah sebegitu sulitnya kamu beritahu


Tommy yang sebenarnya? apa kamu sudah mulai suka dengan Tommy?? kalau begitu


lebih baik aku yang mundur!!


Kok bapak begitu?? bapak mengerti tidak bagaimana keadaanku saat ini!!


“Jen aku lelah, kita balik pulanglah!!


Heru memutar arah dan mengantarkan Jen


pulang, yang pada awalnya ingin mengajak Jen dinner.


“Sekarang aku kasih tahu sekali lagi Jen kalau kamu gak bisa ambil keputusan yang tepat


aku gak bisa jamin kalau aku yang akan bicara pada Tommy, dan aku butuh


kepastianmu!!!


Terserah!!! Jen membanting pintu mobil Heru dan pergi menuju apartemennya.


Heru pergi mengejar Jen


"Jen tunggu dulu, kamu kenapa  begini sih sayang??


Aku gak suka bapak egois begini, aku juga mau mengakui semuanya tapi aku takut kalau


bapak kena dampak dari keluarga bang Tom aku terlalu sayang bapak!! Jen terisak.


"Iyaa sayang aku minta maaf, jangan menangis lagi sayangku!!


Heru pun memeluk mesra Jen.