Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Baby, kaulah masa depanku!



"Beloved Mister"


Author by Natalie Ernison


Jannet sangat menyadari bagaimana perasaan Rezo terhadapnya, namun Jannet lebih menghargai persahabatan mereka. Jannet tidak ingin hubungan mereka menjadi tak seindah dulu lagi.


~ ~ ~


"Café xx"


"Jen, apakah sekarang kau sudah memiliki seorang kekasih?" tanya salah seorang teman lamanya sejak kuliah.


"Aku belum memikirkannya" balas Jen dengan nada datar. Ia enggan untuk membicarakan perihal hubungan asmara, sekalipun Cerryl adalah teman dekatnya.


Roze merupakan teman dekat Jen sejak masa kuliah, dan seperjuangan bersama Cerryl.


"apakah pesona Rezo tidak bisa meluluhkan kerasnya hatimu, Jen" ejek Cerryl.


"Cerryl, apakah salah jika perasaan kita masih belum mampu beranjak dari satu pria?" tukas Jen secara tiba-tiba.


"Tentu saja Jen. Tapi jangan buat hatimu menjadi keras dan tak ingin menerima cinta yang baru lagi" tukas Cerryl menasihati Jen.


"yah, kau benar Cerr" ucap Jen denganw ajah sendunya.


"Jannet! besok malam akan ada festival topeng wajah, siapa tamu yang datang harus mengenakan topeng wajah masing-masing" tukas Cerryl antusias.


"Soo.." balas Jen datar.


"hello Jannet, kau harus turut serta. Kita akan emncari pria-pria kaya" kekeh Cerryl.


"Cerryl, kau memang tidak pernah berubah" kekeh Jen pada sang sahabatnya.


***


Tiba saatnya malam festival yang telah Cerryl janjikan padanya. Jen bersiap-siap, dengan mengenakan dress yang cukup memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya.


"Jannet!" seru Cerryl dari balik kaca mobil classicnya.


"Cerryl!, tunggu aku" jawab Jen dengan seruan pula.


"Wow, kau sangat cantik Jen, kau pasti akan mendapatkan pria kaya, dan sangat tampan" puji Cerryl dengan wajah penuh antusias dan sudah tak sabar ingin segera turut serta dalam acara festival.


Cerryl yang merupakan anak dari keluarga yang cukup berada, namun selalu bersikap ramah pada siapa pun, terutama pada Jen.


>>>


Mereka pun akhirnya tiba di lokasi festival.


"Jen, kau harus mengenakan topeng!" bisik Cerryl di tengah kerumunan manusia.


Ahh... desah kaget Jen, sembari mengenakan topeng wajahnya. "Aku hampir lupa, Cerr" ucap Jen pelan.


Cerryl terkekeh, "kau akan sangat mudah dikenali Jen, ayoo kita pergi" ajar Cerryl.


Keduanya mulai berkeliling dengan dress kasual dengan balutan rambut yang di gerai begitu saja. Jen pun terlihat kian mempesona, dengan sneakers santai miliknya.


Semua pengunjung yang datang mengenakan kostum juga topeng-topeng berbagai macamk rupanya. Jen sangat terkesima melihat betapa mewahnya kostum orang-orang di sana.


"Hai nona, tertarik untuk berdansa!" tukas seorang pria tinggi tegap dan terlihat cukup tampan. Terlihat dari balik topengnya yang tidak menutup keseluruhan wajah.


"Tentu saja tuan" jawab Cerryl dan dengans engaja mendorong Jen pada si pria.


"Cerryl, kau!" tukas Jen dengan memicingkan matanya. Cerryl hanya terkekeh dan sengaja pergi dari hadapan Jen.


Jen pun pergi ke area dansa bersama sang pria tampan yang telah mengajaknya berdansa.


"Kau sangat mudah mengikuti gerakan, nona" puji si pria.


"Maaf tuan, aku tidak pandai dalam hal berdansa" sesal Jen, tatkala ia dengan tidak sengaja menginjak kaki si pria tampan tersebut. Sepanjang acara dansa, Jen terlihat gelisah mencari posisi Cerryl.


"Apa yang membuatmu gelisah, nona?" tanya si pria heran, dan menghentikan dansa mereka, lalu duduk di sebuah kursi kayu.


"Tidak tuan, aku hanya mencari temanku" jawab Jen, dan masih saja memandangi sekelilingnya.


"Nona, tunggulah sebentar, aku akan pergi membawakan sesuatu" ujar si pria. Jen pun masih duduk manis, dank arena kelelahan dengan bobot topengnya, ia pun melepaskannya sejenak.


Sementara dari sisi area acara dansa...


"Paman, bukankah itu nona Jannet!" tukas seseorang para sang rekannya.


"Jannet!" ucap si pria yang juga sama mengenakan topeng wajah, dan mengenakan jas musim dingin yang panjang.


"Vestus awasi sekelilingnya!" titah si pria.


"Baik paman Heron!" ujar Vestus, yang kala itu bersama Mr. Heron.


Sementara itu...


"Suasana di sini terlalu ramai, aku harus mencari tempat yang tidak terlalu ramai" gumam Jen. Ia pun pergi dari tempat duduknya, dan berniat untuk menelepon Cerryl.


Kini Jen berada di sisi area acara, yang tidak terlalu ramai pengunjung.


Swusshhhtt... tiba-tiba saja ada angin menerpa batang lehernya, dan seketika bulu kuduk Jen meremang. "Mengapa aura ini sama seperti saat tuan Heron datang padaku" batin Jen kala itu.


Saat sedang memandangi sekeliling, dan hendak pergi mencari posisi Cerryl.


Ahhk.. pekik Jen, ketika menoleh ke belakang, sudah ada pria berdiri di belakangnya.


"Ada apa tuan?" tanya Jen dengan kepala mendongak ke atas. Pria tersebut pun tersenyum dan langsung mengangkat tubuh Jen melompat ke atas bersamaan.


"Tidak! lepaskan aku!" pekik Jen, ia sangat ketakutan. Mengapa hal ini terjadi lagi, siapa pria ini, pertanyaan demi pertanyaan memenuhi kepalanya.


>>>


"Siapa kau!" jerit Jen dengan tubuhnya yang gemetar ketakutan. Ia bersama sang pria bertopeng tersebut pun kini berada di atas gedung tinggi.


"Apa kau sudah sangat melupakanku!" tukas pria yang telah membawanya ke atas puncak gedung tinggi.


Sang pria berjas panjang tersebut langsung membuka topengnya perlahan, dan tersenyum miring pada Jen.


"Tu-tuan Heron—" ucap Jen, dan...


Plakk.... suara tamparan keras mengenai wajah tampan Heron.


"Apa maksud dan tujuanmu padaku! apa belum puas semua yang kau lakukan terhadapku dulu!" bentak Jen penuh emosional. Heron menyentuh bekas gambar tangan di pipinya lalu meraih tangan Jen.


"lepaskan aku.. akhh..." jerit ketakutan Jen.


"Apa sekarang berubah pikiran" kekeh Heron. Jen berada di pinggir gedung tinggi.


Akhk.. jerit Jen saat Heron dengan sangaja membuat tubuhnya seolah akan segera terjatuh."Kau ********! jangan ganggu hidupku lagi!" teriak Jen kesal.


"Aku merindukanmu, apa kau tidak rindu padaku?" ujar Heron yang mendekati wajah Jen.


"Kumohon jangan begini tuan, aku akan terjatuh.." ucap Jen dengan gemetar.


Heron membawa tubuh Jen ke sisi gedung, detak jantung Jen pun masih saja tidak beraturan. Ini sangat mengerikan dan juga sangat menakutkan baginya.


Jen meringung ketakutan, sungguh tak dapat dibayangkan jika saja ia terjatuh ke bawah sana, pikrinya kala itu.


"Kau sudah puas menghancurkan hatiku, sekarang kau kembali lagi! apakah tidak puas kau mengecewakanku!" isak Jen, dan terus saja mendorong Heron darinya.


"Waktu itu aku sedang berada dalam pilihan yang sulit, baby! dengankan aku baby" tukas Heron.


"Tidak! kau hanya pria ********!" jerit Jen histeris.


"Aku hanya mencintaimu, dan Carisya hanya masa lalu, oke!" tukas Heron berusaha meyakinkan Jen.


"Kau pendusta! jangan coba-coba bohongi aku lagi..—" isak Jen.


"Jannet aku mencintaimu, kumohon dengankan penjelasanku! aku saat itu tidak bedaya pada ayah dan ibuku! aku takut mereka menyakitimu, sehingga aku harus melakukan hal itu padamu.." ucap Heron lirih.


"Kau bahkan sudah sempat memiliki seoranga anak! kau pendusta besar!!" jerit histeris Jen dan tak ingin mendengarkan penjelasan dari Heron.


"Baby, kaulah masa depanku. Aku dan Carisya sudah selesai.. itu pun hanyalah kesalaham.."


"Kesalahan! setelah membuat wanita mengandung, kau katakan itu sebuah kesalahan! apakah jika itu terjadi padaku, kau akan berkata demikian!" isak Jen.


"Ibuku yang membuatku melakukan hal itu pada Carisya.. Carisya tidak pernah benar-benar mencintaiku, semua hanya demi harta..—" Heron mulai menceritakan segala hal yang telah terjadi di masa lalunya bersama Carisya.


---Kilas balik---


Di sebuah taman bunga...


Heron sedang duduk memandangi bunga-bunga indah, sembari terus bekerja dengan laptop yang setia berada di atas kedua pahanya.


Jduggh...


Sebuah bola mengenai kepalanya.


"Maaf tuan, ini perbuatah adikku.." ujar seorang gadis berambut panjang dan terlihat begitu anggun sedang bermain dengan seorang anak kecil.


"Ohh, yah.. berhat-hatilah nona.." ujar Heron dengan tersenyum ramah.


Awal pertemuannya dengan gadis tersebut, Heron tidak memiliki reaksi apa pun. Ia hanya suka duduk di area taman bunga, untuk menenangka pikirannya. Namun sang gadis cantik itu pun selalu datang bermain bersama adik kecilnya.


Karena sudah terlalu sering berjumpa, keduanya mulai saling berinteraksi dan juga beberapa kali berkomunikasi. Heron yang hanya mendedikasi hidupnya untuk bekerja, kini mulai menyadari bahwa ia butuh seorang penolong.


Hari lepas hari, Heron mulai ingin lebih mengenal gadisnya secara dalam. Gadis tersebut ialah Carisya.


***


"Kau akan mengajakku kemana. hm?" ujar Carisya bermanja pada Heron.


"Aku akan tahu" balas Heron sembari mengecup kening Carisya.


Keduanya pun tiba di sebuah mansion mewah keluarga Danish. "Kau tinggal di sini?" tanya Carisya penuh kekaguman.


"Yah, ini adalah kediaman keluargaku" ucap Heron sembari mendekap Carisya.


Carisya mulai berkenalan dengan keluarga Danish, dan Heron pun berniat untuk menikahi Carisya. Namun...


>>


"aku tidak ingin menikah terlalu cepat" dengus Carisya di dalam sebuah ruang keluarga kediamannya.


"Mengapa sayang! bukankah lebih baik jika kita menikah!" tukas Heron.


"Sayang... aku ingin memiliki bayi denganmu, namun tidak harus menikah." ucap Carisya manja dan membelai dada kekar Heron.


"Tidak Carisya, kita harus menikah terlebih dahulu.." tukas Heron menahan nafsunya yang sudah mulai naik ke kepala.


"Apakah kau tidak ingin kita terus bersama seperti ini! baiklah, kau pulang saja" dengusnya.


"Tidak, aku sangat mencintaimu.." ucap Heron dan langsung ******* bibir Carisya.


Di tengah cumbuannya, Heron merasa ada yang salah dengan dirinya, sementara Carisya sudah telanj**g tak berbusana. "Carisya hentikan" periingat Heron, dan akhirnya pertahanannya pun goyah. Ia mulai menyetubuhi Carisya dan dengan naluri binatangnya, sehingga membuat Carisya hampir saja kehabisan darah.


Heron menggempur Carisya benar-benar tanpa jeda. Karena masih dalam keadaan belum siap, akhirnya Heron menggigiti bahu gadisnya, dan hampir saja Carisya terbunuh karenanya.


****


Hallo all readers Mr. Devil series👋


Terima kasih sudah setia menanti setiap babnya, maaf jika thor agak lama update, tapo thor selalu usahakan untuk tetap update walau kadang telat beberapa hari😄 terima kasih atas kesabaran, kesetiaan menanti waktu updatenya😉


Hayoo pada kangen sama Mr. Heron si doaen mesumnya Jen ya..😄


Kalian semua tetap jaga kesehatan yah, dan selalu semangat.


Dan.. maaf jika komentar kalian jarang thor balas, tapi thor selalu baca komentar kalian kok😊


Bye bye😇😄😉❤