Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Aku membutuhkanmu, baby



“Beloved Mister”


Author by Natalie Ernison


Harggkkk… harrggkk… sosok serigala buas tersebut terlihat begitu ganas. Salivanya menetes di area lantai kamar milik Heron. Lalu melompat melalui jendela.


“Heron!!!” jerit sang neneknya lirih.


“Tenanglah nyonya, tuan hanya butuh ketenangan..” ujar sang pelayan.


***


Jen berdiri di depan jendela kamarnya yang berada di lantai dasar. Menetap ke luar jendela, sambil mendekap tubuhnya sendiri.


Hhh… “malam  ini sangat dingin” ucap Jen sambil melangkah menuju kamarnya.


Bugh… tubuhnya terhempas ke  atas kasur.


Hahh hhh… Jen hendak menjerit, namun suaranya seakan tak mampu keluar.


Tcashhh tcashhh tcashh… tetesan saliva seekor serigala menetes di wajahnya. Sungguh sesuatu yang sangat menjijikan.


Tatapan mata semerah darah, dan…


Emhh… Jen menangis dalam diam. Sosok serigala tersebut menjilati wajahnya. Namun serigala tersebut bentuk tubuh seorang manusia.



Ahh hh… Jen membelalak, saat sosok serigala itu mengendus area lehernya, dan dengan tetesan saliva yang sangat menjijikan.


Whussttt… hembusan angin menyapu kulit polos Jen, dan seorang pria kini berada di **** tubuh Jen.


“Tuan Her-on..” ucap Jen terkejut.


“Aku membutuhkanmu..” ucap Heron yang tadinya seekor serigala.


“Apa ya-ng tu-tuan ingink-han..” ucap Jen dengan terbata.


“Aku menginginknanmu baby…” Heron membelai wajah Jen dengan hati-hati. Tangisan Jen mulai membanjiri pelupuk matanya, ia sangat ketakutan dan tidak menyangka akan datang hari seperti ini.


“Jangan takut baby, aku tidak akan menyakitimu” ucap Heron kembali mengecup kening Jen. “Aku akan kembali baby…” Heron pun beranjak dari kasur milik Jen dan kembali menjadi sosok serigala/ werewolf.


***


Sepanjang hari Jen terlihat lebih banyak berdiam diri, dan terus teringat sosok werewolf menyerupai Heron.


“Jannet!” ujar Bill membuyarkan Jen dari lamunannya.


Ahk.. “Yah, kak Bill” Jen terlihat cukup canggung dan seakan menjaga jaraknya dari Bill.


Ah.. “Maaf kak, aku ada urusan lain” jawab Jen, yang sebenarnya sedang mencari alasan.


“Aku akan menunggumu” tukas Bill penuh harap.


“Baiklah kak” Jen kembali bekerja. “What the hell! ada apa denganku, bukankah kak Bill hanya menganggapku sebagai adik sejak dulu” batin Jen.


Drrtt… nomor baru memanggil…


“siapa ini” gumam Jen dan menyentuh layar ponsel miliknya.


“Iya hallo”


“Hallo baby! aku merindukanmu..—“ ujar seorang pria dari balik ponselnya. Jen segera mengakhiri panggilan. Ia mulai teringat dengan suara dan panggilan baby. Tentu saja itu Heron.


Berkali-kali nomor tersebut memanggilnya, namun Jen enggan untuk menjawab. Hingga muncul pesan baru.


“My baby, malam  ini aku akan mengajakmu berkeliling… tunggu aku baby.”


“What!” Jen meletakkan kembali ponselnya dengan sedikit bantingan.


“Ada apa nona Jannet?” ujar salah seorang rekan kerja Jen.


 “Tidak kak..” jawab Jen dengan tersenyum. Kembali perasaan yang cukup gundah memenuhi pikirannya.


***


“Kediaman Aharon family”


Sejak sore hingga malam, Jen terlihat begitu gelisah. Terlebih lagi, Zeon sedang tidak berada di tempat. Jen hanya bersama para asisten rumah tangga.


“Mungkin lebih baik aku bunyikan music dan tidur” gumam Jen. Lalu ia membunyikan music classic dan mencoba untuk tetap tenang di balik selimut tebal miliknya.


Ia sangat mengantuk dan akhirnya tertidur. Namun setelah beberapa saat setelahnya.


Ada sesuatu yang sedang mencoba menarik selimut milik Jen. Tubuhnya pun terasa cukup dingin karena suhu ac di kamar pribadinya.


Ahk.. pekik Jen, saat ada sesuatu yang berbulu sedang menyentuh kaki hingga pinggulnya.


Hhah.. Jen menepis sesuatu yang menyentuh wajahnya. Sesuatu yang berbulu dan aroma yang sama seperti beberapa hari yang lalu.


“Baby, aku merindukanmu..” bisik seseorang tepat di bagian leher Jen. Sapuan napas aroma mint yang sangat khas.



Hah.. lenguh Jen saat sesuatu menyentuh area perutnya…


***