
Jatuh cinta dengan seorang dosen tampan yang ternyata adalahseorang duda dengan memiliki seorang putera yang tak kalah tampan dengan dirinya.
Perasaan yang muncul tanpa satu orang pun yang tahu, bisa kapan saja dan kepada siapa.
Janet, yang sejak awal kuliahnya sudah jatuh cinta dengan dosen tampannya kini harus menerima kenyataan pahit.
“Jen!!” tommy yang datang menghampiri meja kerja Jen.
Ahh iya bang tom!! balas jen sambil sibuk mengetik.
“malam ini kan weekend, abang mau ngajak kamu dinner!!”
Dinner?? masih sibuk mengetik.
“Jen!!” tommy meraih tangan kiri jen.
Bang tom, kenapa tarik-tarik sih!!
“abang lagi ngomong sama kamu, tapi kamu masih sibuk terus!”
Iya aku tahu bang, tapi kan ini juga pekerjaan dari abang semua!!” tukas jen.
“hmm okay Jen, lanjutkan dulu! abang tunggu nanti malam!”
Hummpp, bang tom!! ini juga pekerjaan sampai bikin aku lembur teruskan gara-gara dia juga! gumam jen.
_____________*_____________
Jadi abang mau ngajak aku kesini doang!!
“Iya jen, kamu kan suka sate padang!!”
Hmmp, ia sih bang tapi kan ini sudah agak malam juga!!
“Iyaa gak usah khawatir deh, lagian di rumah cuma ada pembantu dan pengasuh stenly!!”
Iya bang!!
“Jen!!!” tommy terus memandangi wajah cantik jen yang terlihat begitu lugu.
Kenapa bang tomm!! jen memandang ke arah tommy sambil menyantap sate padang.
“enggak apa-apa jen, kamu cantik!! puji tommy sambil tersenyum.
Ahh bang tomm, jangan mulai deh!!
“hehhe, sudah malam jen ayo kita pulang!!”
“Kediaman Tommy Family”
Orang-orang pada kemana bang? tanya jen sambil melepaskan alas kakinya.
“yah jen, kan kamu sudah lama tinggal di sini tentu kamu tahu dong gimana sibuknya orang-orang!!”
Emm, iya bang termasuk kita yang selalu lembur!!
“iya jen, naiklah!!” tommy mengusap kepala jen.
Hmmp…
Sudah beberapa bulan ini pak heru gak pernah lagi hubungin aku, apa pak heru setega itu!!
Jen yang masih penasaran dengan perlakuan heru terhadapnya, rasa kecewa dan juga keinginan ingin bertemu kembali cukup membuat jen dilema.
Kampus S
“Baik semuanya, mata kuliah kita cukup sampai di sini!”
Hahh,, ngantuk banget dengar pak dosen yang kerjaannya ngoceh doang!!
Iya kelapa gua hampir aja meleduk dengar si pak dosen itu…
Riuh para mahasiswa mahasiswi di sebuah kampus swasta tempat jen saat ini kuliah.
Semua orang gak benar-benar mendengar penjelasan dosen, lalu kenapa masih kuliah!!’ gumam jen yang terlihat kesal mendengar pernyataan dari para mahasiswi rekan kampusnya.
Sudah jam segini, aku juga harus cepat-cepat pulang sebelum bang tommy cari-cari aku!
Sejak pagi hingga siang menjelang sore, jen harus bekerja si sebuah perusahaan milik keluarga steven, lalu sore hingga malam jen harus datang ke kampus.
Setiap harinya jen harus benar-benar memiliki kesehatan yang baik agar dapat menjalani segala jenis kesibukannya.
Setiba di rumah…
Permisi… loh kok pintu gak dikunci! kalau ada maling gimana sih!! gumamnya saat membuka pintu yang belum terkunci rapat.
Terdengar suara tommy yang sedang bercengkrama dengan seorang wanita paru baya.
“omma, aku cuma mau yang terbaik buat jen! tapi kenapa omma harus ikut campur sih!!”
Tommy yang terlihat sedang merengek manja, tentu hal itu sangat baru bagi jen, mengingat sosok tommy yang selalu terlihat dewasa.
Iya tommy!! jen gak bisa tinggal disini! jen harus tinggal sama omma dan juga stenly!!
“ahh omma!!” tommy terlihat sedang bermanja dengan neneknya.
Bang tommy, ternyata punya kepribadian begitu!! ucap jen yang sedang melihat dibalik ruang tamu.
Beberapa minggu kemudian…
“Baik, karena semua sudah berkumpul.
Mulai hari ini jen akan tinggal bersama omma di perumahan X.”
Yahh papi, kenapa kak jen harus pergi sih!! rengek stenly anak bungsu di rumah tersebut.
“iya nak, kalau stenly mau! stenly juga bisa tinggal bareng omma kapan-kapan!!” hibur sang ayah.
Yeaiii,,, aku weekend bakalan ke rumah omma deh hehee..
“Iya hari ini jen sudah bisa bengkat ke rumah omma, tommy tolong antarkan jen yah!!”
“Baik om,” angguk tommy dan segera bergegas mengantarkan jen ke rumah omma.
______________**_____________
Hallo janet!! sambut sang nenek dengan gembira lalu mendekap jen dengan lembut.
Iya hallo juga omma! balas jen lembut.
Semoga kamu betah yah, karena omma sekarang hanya tinggal sendiri!!
“omma, jen! aku pamit dulu yah!!” ucap tommy disela perbincangan mereka.
Okay bang tomm, thank you atas bantuannya.
“iya jen! bye omma”
Janet, malam ini aka nada pesta di keluarga Chaw, jadi kamu tolong temani omma yah!
Pinta sang wanita paru baya tersebut dengan penuh senyuman hangat.
Baik omma…
Janet!! panggil sang nenek
Iya omma, maaf tadi lagi cari-cari sepatu dan tas hehee…
Iya sudah, ayo berangkat heru sudah menunggu di mobil.
Heru!! Jen masih terkejut mendegar nama yang tak asing baginya.
“hallo omma!!” sapa seorang pria yang sedang berdiri di samping mobil alphard berwarna hitam, seorang pria tinggi tegap dan juga tampan menawan.
Cucu omma… ayo kita berangkat.
Jen hanya terdiam kaku tak bicara sepatah kata pun disepanjang perjalanan, nenek yang duduk di depan dan jen yang duduk kursi belakang.
Janet begitu terkejut saat melihat pria yang saat ini sedang menyetir, seorang pria yang sangat ia kenal yaitu heru.
Heru, gimana kabar dion??
“Dion baik-baik saja omma, tapi malam ini dia gak ikut ke pesta.”
Ohh oay kita sudah sampai…
Oma hati-hati. Jen merangkul tangan sang nenek.
Ohh iya janet, silakan nikmati pestanya dan heru tolong temani jen!
“Baiklah omma!!”
Sementara pesta berlangsung, janet hanya terdiam tanpa kata sembari menikmati makanan yang telah tersedia dengan begitu mewah.
Didampingi oleh seorang pria disampingnya membuat janet semakin terdiam tanpa kata.
“Janet, mari kita nikmati pestanya, kita join saja dengan yang lain!!” ajak heru lembut dan jen hanya mengangguk.
Ohh iyaa ini cucu omma namanya janet!!
Sang nenek memperkenalkan janet kepada kerabat yang lain, dan kini jen semakin terkejut saat melihat seorang wanita yang sedang bercengkrama bersama sang nenek.
Seorang wanita yang pada malam beberapa bulan lalu tengah bersama heru di sebuah kamar pribadi heru.
Janet!! jen mengulurkan tangannya kepada wanita tersebut, dan kemudian meraiknya kembali.
Emm omma, aku mau keliling dulu yah!! ucap jen yang ingin segera pergi dari suasana menyesakkan baginya.
Heru terus memandangi kepergian jen dari hadapan kebarabat yang lain.
Hmmp,, haru!! kejar dia dan jelaskan semuanya kalau kamu memang seorang pria gentle!!
Tukas wanita tersebut.
“hmppp…!” heru pun bergegas mengejar jen.
Hahh… kayaknya pesta ini gak cocok denganku! jen duduk di sebuah kursi sambil memandangi ikan-ikan hias yang berada di sebuah kolam.
“janet!!” seorang pria memanggilnya dari belakang.
Hmmp… jen membalikkan dirinya dan terlihat heru sedang berjalan menuju ke arahnya.
Ohh pak heru!! jen membalikkan dirinya kembali seolah tak peduli.
“jen, kamu benci aku?? tanya heru lalu duduk di samping jen.
Kenapa pak dosen bicara seperti itu?? tukas jen
“jen gimana kabarmu??”
Baik!! balas jen singkat.
“jen, sebenarnya perempuan yang waktu malam itu bukan pasanganku, tapi dia sudariku!”
Hahh!! jen membalikkan kepalanya ke arah heru dengan raut wajah terkejut.
“iya jen, waktu itu aku memang salah dan Sarah datang untuk mendengarkan curhatku.
Tapi disaat yang sama kami mendengar kamu datang, dan dengan sengaja Sarah beracting untuk menguji kepercayaanmu tapi aku pun sebenarnya sudah berniat mau meninggalkanmu!!”
Lalu apa urusannya denganku?? tukas jen
“aku gak tahan kalau terus begini jen, maaf aku hampir menyerah dengan hubungan kita, tapi sekarang aku sadar aku---
Cukup pak, saya cukup lelah dan gak mau dengar apa-apa lagi dari bapak!!
Jen berdiri dan ingin beranjak pergi namun heru meraih tangan tersebut.
“Janet!! sebenarnya beberapa bulan lalu aku sempat di vonis sakit parah, makanya aku gak mau kamu khawatir lalu aku putuskan akan meninggalkan kamu!!”
Apaa?? plakkk suara pukulan tepat pada pipi heru.
Kenapa bapak begitu pecundang!! bapak egois!!
Bapak pikir dengan alasan begitu bisa seenaknya mempermainkan perasaanku!!!
“janet!! aku tahu aku terlalu kekanakan, tapi sekarang aku sudah sehat dan baik-baik saja, itu hanya kesalahan dokter!!”
Lepasin!! bapak sudah hutang air mataku banyak!!
“Hutang air mata!”
Hmpp… jen yang terlihat begitu kesal.
“iya sayang!! aku harus gimana biar kamu gak ngambek lagi hemmpp..”
Heru menyentuh wajah jen dengan lembut dengan senyuman hangatnya.
Apaan sihh!! hmm…
“sayang!! ayo kita mulai dari awal yah!! hehe…
Apa sih!! gak lucu…
“janet jangan gitu dong!! aku juga tersiksa sebanarnya, terlebih lagi kamu bakalan dijodohin sama tommy!!”
Ahhh.. segitu doang perjuangan bapak!! lalu gimana dengan perasaanku pak!!
“iya janet jangan ngambek lagi! ayo kita hadapi semuanya.”
Heru memeluk jen dengan penuh kelembutan, dan malam itu menjadi malam terindah bagi si bapak dosen tampan bersama mahasiswi cantiknya.