Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Musnahnya harapan



“Merajut indahnya masa depan bersamamu apakah semua itu hanyalah anganku semata, mungkinkah dirimu hanyalah sesaat datang padaku lalu pergi menghilang selamanya, apakah aku masih memiliki harapan untuk dapat memandang indahnya senyumanmu…


Semenjak ku tahu bahwa kau telah pergi untuk selamanya, pada saat itu hidupku seakan sudah tidak berarti lagi,, aku tak tahu harus bagaimana lagi untuk menghadapi kenyataan itu.


Janet merupakan wanita yang sangat gigih dalam menjalani kehidupannya walau terkadang air matalah yang menjadi saksi bisu dari semua hal yang telah Janet alami selama hidupnya.


“Jen, kamu bisa jaga kesehatan gak sih, kita baru pulang kenapa langsung pergi lagi sih,, Tommy terlihat begitu mengkwatirkan Jen,, iaa bang Tom, terimakasih atas kepeduliaan abang, tapi aku harus pergi sekarang,, lalu Jen bergegas pergi menuju alamat yang telah Mike berikan,, “Jen hati-hati yah,, bye,,,


______________________*______________________


Inikah alamatnya, hemm cukup mewah juga yah,, nanti aku juga bakalan tinggal di sini bareng pak Heru,, ishh mikirin apa sih aku,, Jen pun bertemu dengan Mike,, “Hallo Jen, aku mau ke luar dulu dan bang Heru sudah ada di dalam, kamu silakan masuk.. Oke kak Mike,, Jen terlihat tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih hatinya.


Pak heru,, Jen terlihat begitu terharu hingga membuatnya tersujud di lantai, aku gak lagi mimpikan pak Heru, ini beneran bapak kan,, Jen mencoba melap air matanya yang kini sedang berderai terharu melihat sosok pria yang sejak dulu ia impikan.


“Janet,, untuk apa kamu datang ke sini, ada kepentingan apa kamu. ucap Heru dengan nada bicara yang dingin. Aa ak aku ingin bertemu dengan bapak, dan aku udah dengerin semua penjelasan kak mi—“cukup Janet, tolong kamu sadar akan posisi kamu sekarang,, coba lihat sekarang kamu sedang berada di mana?? lalu Jen mulai melihat sekelilingnya yang begitu banyak barang-barang mahal dan rumah yang bagaikan istana tersebut dibalut dengan dekorasi gold putih dan terdapat juga beberapa lukisan seakan menambah kesan mewahnya.


Kenapa pak,, kenapa dengan rumah ini,, “hahahah kamu belum sadar Jen” maksud bapak apa yah,, Jen terlihat sedikit bingung dengan pernyataan Heru kepadanya. Janet, kamu itu sudah sarjana dan bukan anak yang baru mengetahui dunia luar, Jen terlihat semakin bingung dengan maksud Heru.


Janet, maaf tapi aku harus jujur,, kamu itu tidak pantas untukku,, Jen pun sangat terkejut dengan pernyataan Heru,, Janet kamu tahu, perbedaan kelas sosial kita sangat jauh, kamu itu hanyalah perempuan yang baru lulus sarjana dan belum punya karir yang bisa menjamin masa depan kamu sendiri, sedangkan kehidupanku kamu lihat sendiri kan,, apakah kamu sangat yakin kita masih pantas bersama.. ucap Heru dengan penuh kesombongan.


Jadi maksud bapak aku tidak pantas dengan bapak hanya karena aku buakn perempuan yang terlahir dari keluarga berada seperti bapak,,, hmm Jen terlihat gemetar menahan emosinya mendengar pernyataan dari haru,,


Aku sudah berjuang datang ke sini hanya untuk bertemu dengan bapak, setelah mendengar semua dari kak Mike aku sangat sedih dan tak harus bagaimana, tapi ternyata apa yang terjadi sekarang sangat jauh dari pikiranku,, aku gak akan maksa bapak untuk bersamaku,, aku sangat sadar posisiku pak,, hikss hikss air mata Jen tak berhenti berderai..


Aku bisa sarjana pun berkat pertolongan keluarga kak Steven, aku memang bukan apa-apa dibandingkan dengan baoak yang memiliki kehidupan serba tercukupkan bahkan bergelimang harta, tapi bukan berarti bapak bisa seenaknya menghinaku,, cukup tahu aku..


Jen pun berjalan dengan perasaan hancur yang tak mampu lagi ia tahan, mengetahui kenyataan bahwa pria yang selama ini ia dambakan kini telah berubah menjadi pria yang tanpa perasaan, Jen terus menangis sembari berjalan dengan tertatih.


“Jen,, suara seorang pria memanggilnya dari seberang jalan, yang adalah Tommy. Bang Tommy, kenapa bang Tommy selalu ada disaat aku sedang bersedih, pada saat itu juga Jen berlari menuju pelukan Tommy yang dengan senang hati menyambutnya.


“Jen, kamu kenapa,,hmmm,,, ahhh gak apa-apa bang Tomm, tadi aku dikejar anjing galak,, dan abang kok bisa ada di sini juga,, “ ahh aku tadi tanya sama penjual sate yang dekat…- makanya abang pergi ke area sini,, ohh gitu yaudah ayo kita pulang bang,,


Janet yang awalnya ingin bicara namun ia tetap menahan dan menyimpan sendiri apa yang telah terjadi,, ia tidak ingin keadaan menjadi buruk karena hal tersebut.


______________________*______________________


Bang Her’ kok sendiri, Jen mana?? Mike meletakan makanan yang telah ia belikan dan duduk di samping Heru, “ahhh Mike,, sorry Jen sudah pulang,, sepertinya usahaku berhasil,, usaha,, maksud abang apa yah.. lalu Heru menceritakan semuanya kepada Mike,,


“Apaa,, abang begitu,, ohh God,, kenapa begitu sih bang,, abang malah membuat Jen semakin menjauh dari abang, tarus abang mau bagaimana menghadapi keadaan ini sekarang,, “aku gak tahu Mike, mungkin aku biarkan saja semua berjalan seperti ini,, aku lelah aku mau istirahat dulu.


Heru pergi memasuki kamarnya dan membersihkan dirinya.


Janet,, maafkan aku, aku terpaksa melakukan ini, aku tahu perasaanmu sangat dalam padaku namun aku ingin melihatmu lebih bahagia bersama orang lain,, aarrgghhhhhhh Heru berteriak kesal dan tak tahu harus berbuat apa lagi, semuanya terasa sangat kacau dan tidak tentu arah lagi,,


“Bang Heru,, kenapa bang,, arghh aku begitu bodoh Mike, aku sudah membuat Jen pergi dan mungkin saat ini Jen sangat terluka dengan semua perlakuanku tadi,, tapi aku ingin dia bahagia,, ucap Heru dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


“Bang Her’ aku memang belum pernah mengalami hal ini, tetapi aku paham apa yang abang rasakan, tapi saran aku coba abang kejar Jen, jangan sampai dia lepas lagi bang,, kalau masalah saham dllnya, yahh bang semua rejekin kan Tuhan yang atur,, kalau kita harus kehilangan yah itu memang sudah saatnya..


Terimakasih Mike, tapi biar Jen tenang dulum karena aku paham bagaimana Jen, dan aku sangat yakit dia perempuan yang kuat Mike,,, ehhehe gitu dong baru the best my brother,, hahaha, keduanya pun saling berbagi dan bertukar pikiran.


_______________________**_______________________


“Jen,, besok kamu sudah bisa kembali ke kantor lagi yah,,, emm iyaa bang Tomm,, “yaudah kamu istirahat yah,, Tommy pun pergi meninggalkan Jen yang pada saat itu sedang duduk di kursi depan kamarnya.


Bang Tommy sangat baik sama aku, dia pun sampai membuat perjanjian begitu juga demi aku,, walau kebohongan mereka sengat kejam tapi semua demi aku,, kenapa aku harus egois begini,, sedangkan pak Heru sudah jelas-jelas mencampakkanku..


Malam itu pun berlalu begitu saja, Jen kembali melanjutkan smeua aktivitasnya seperti biasa yaitu menjadi seorang pegawai kentoran yang kini cukup membuatnya sibuk.


“Jen\, mala mini kita ada pertemuan dengan perusahaan**** sebagai tanda kerjasama\, kamu pakai dress juga boleh kok yah\,\, oke baik bang Tom\,\, oke yah\,\, siap-siap malam ini\,\,


Mereka pun bergegas pergi ke pertemuan dan pada saat itu Jen pun terkejut meilhat sosok pria yang taka sing baginya…


***