
“Beloved Mister”
Author by Natalie Ernison
Heron harus memilih, antara mempertahankan generasi manusia serigala. Ataukah, Heron harus melanggar takdirnya, lalu memilih untuk tetap mencari wanitanya. Sungguh hal yang sangat berat baginya, sulit dan bertentangan dengan takdirnya sebagai seorang pangeran pengganti posisi ayahnya.
~ ~ ~
Heron duduk bersandar di kursi kerjanya. Pikirannya sangat kacau saat ini, tak tahu harus melakukan hal apa. Berkali-kali Heron mengerang, dan menjerit lirih. Tatkala mengingat sosok wanitanya yang ia selalu jaga dan lindungi. Namun kini, wanita itu sudah tak ada lagi disisinya.
“Mengapa kau pergi meninggalkanku baby,” ucap Heron sembari menggoyangkan gelas yang berisi wine. Kali ini Heron merasa sangat hancur tak terkatakan lagi.
Ia sudah berusaha mencari keberadaan Jen di kediaman keluarga Aharon, karena hanya disanalah kemungkinan besar Jen pergi. Namun, hasilnya sama saja, nihil. Bahkan untuk memikirkan hal lainnya, Heron sudah tak sanggup lagi.
Dari balik pintu ruangan kerja milik Heron, Vestus diam-diam mendengarkan semua keluh kesah Heron. Hingga akhirnya Vestus pun memutuskan untuk mengetuk pintu, dan meminta ijin dari Heron untuk masuk.
Vestus duduk di sofa, depan meja kerja milik Heron. Memandanginya, dan melihat betapa kacaunya Heron saat ini.
“Paman, hentikan.” Ujar Vestus, sembari meraih gelas yang sedari tadi terus terisi dengan wine.
“Vestus, aku sangat tidak berguna, bukan! Bahkan untuk menjaga wanitaku saja, aku tidak mampu. Apakah lebih baik aku menghilang saja dari dunia ini… sehingga semuanya puas, dan tak ada lagi yang tersakiti.” Ujar Heron, dengan penampilannya yang sangat tak terurus.
Pakaian yang terbuka, tertawa tidak jelas. Itulah yang saat ini terjadi pada Heron.
Memikirkan keadaan keluarganya, yang terus saja memaksakan pernikahan.
“Bahkan jika saat ini Jen berada disini, belum tentu aku mampu melindunginya dengan segenap jiwaku, Vestus. Mungkin Jen tidak akan pernah bahagia bersamaku.”
“Hentikan paman. Aku yakin, kita bisa menemukan Jen secepatnya.”
“Dimana? dimana Vestus? Aku harus mencarinya kemana lagi!” Tukas Heron dengan nada lirihnya. Kini, hanyalah kehancuran yang ia rasakan.
“Apa mungkin, Jen sudah memilih untuk benar-benar pergi dariku…” ucap Heron, sembari menatap sendu Vestus.
“Tidak paman. Bibi Jen sangat mencintai paman. Yah, aku tahu itu,” ucap Vestus yang terus bersusaha memberi ketenangan pada Heron.
“Sejak awal Jen bersamaku, sudah berapa kali aku melukainya. Hingga saat kembalinya Carisya, Jen sangat menderita. Aku hanya ingin melihat Jen bahagia. Jika aku bukanlah pria yang tepat baginya, maka bisakah kau menemukannya dan membuatnya bahagia, Vestus…”
Vestus benar-benar tidak menyangka, jika Heron akan mengatakan hal itu pada dirinya.
“Paman, jangan bicara sembarangan! Bibi Jen hanya akan bahagia, jika bersama paman! Camkan itu baik-baik!” Tukas Vestus.
Vestus pun bergegas keluar dari dalam ruangan kerja Heron. Vestus keluar dari dalam kastil kediamannya, lalu berubah wujud menjadi seekor serigala.
***
Vestus terus berlari tanpa arah yang pasti. Ia pun terhenti di sebuah area hutan, dan terdapat bukit di sana.
Vestus mulai mengaum, dan suara aumannya pun terdengar begitu lirih. Ia sangat tidak percaya akan apa yang ia dengarkan malam ini. Heron mengatakannya secara sadar, walau dalam keadaan yang sangat kacau. Namun, pernyataan itu terdengar begitu menyakitkan baginya.
Vestus sangat tahu, bagaimana ikatan cinta antara Heron dan Jen. Tentu saja, Vestus tidak akan sanggup untuk merebut wanita yang sangat berharga bagi Heron. Sekalipun, Vestus sangat menyukai bahkan mulai mencintai Jen karena kebersamaan mereka selama ini.
Vestus sebisa mungkin menepis perasaannya terhadap Jen. Ia beranggapan bahwa, perasaan itu hanyalah sebatas perasaan sesaat semata, dan tidak akan ia menuruti keinginan tersebut. Namun, pernyataan dari Heron cukup menyakitkan baginya.
Heron sangat mencintai Jen melebihi dirinya sendiri. Ia bahkan rela korban nyawa demi wanita yang sangat ia cintai. Kini dengan mudahnya, Heron mengatakan hal yang cukup mustahil untuk diperkatakan. Tentu saja Vestus tidak akan sanggup melakukannya.
Karena baginya, Heron adalah keluarga yang sangat berharga. Hanya Heron yang sangat peduli juga menyayanginya. Bagaimana mungkin, Vestus sanggup membahagiakan wanita yang begitu Heron cintai.
***
“Kastil kediaman Danish family”
Sudah cukup lama Jen tidak dapat ditemukan. Heron pun sudah tak mampu lagi menolak permintaan keluarganya.
“Lihatlah Heron! Bukankah, gadis itu tidak menginginkanmu. Besok adalah hari lamaran ke keluarga Yeremi, jadi persiapkan dirimu.” Ujar Mrs. Claw.
Heron hanya duduk termenung, dan lagi-lagi gelas yang berisi wine menjadi teman sepinya. ”Apakah kau sudah tak lagi menginginkanku, baby,” ucap Heron sembari meneguk wine miliknya.
>>>
“Ibu harus meyakinkan Heron, jika gadis itu tidak layak baginya!” Ujar Mr. Wornerd pada nenek Kiarah, nenek Heron.
“Mengapa aku harus melakukannya, bukankah kalianlah ahli dalam hal ini.” Tukas nenek Kiarah, yang kini duduk di kursi roda.
“Bagaimana mungkin! Ucapan kami pun tidak satupun yang Heron dengarkan. Hanya ibu yang bisa membujuknya.”
“Gadis bodoh itu hanya akan membuat posis keluarga Danish hancur, bu. Lihat! Tidak ada yang dapat meneruskan posisi suamiku, yang mulia Wornerd.” Tegas Mrs. Claw
“Wornerd! Bagaimana mungkin kau memiliki pemikiran untuk membuat Heron menuruti kalian. Sedangkan, sejak masa kecilnya saja Heron harus berjuang sendiri hingga sukses.”
“Sukses? Apa yang ibu bicarakan, letak sukses cara manusia biasa tidak seperti sudut pandang generasi manusia serigala.” Tegas Mr. Wornerd
“Cukup Wornerd! Kau sangat tidak tahu diri! Gara-gara perbuatan istrimu itu, Heron mengalami masa-masa yang sulit.”
“Ibu sendiri pun tahu, jika Heron adalah penerusku! Lalu mengapa ibu ingin menjadikannya manusia biasa, sangat aneh!”
Hakk ahkk….
Tiba-tiba saja nenek Kiarah mencengkram area dadanya, dengan napas yang terengah-engah.
“Lebih baik ibu mati saja!” Ucap Mrs. Claw sembari menetap nenek Kiarah yang saat ini sedang susah payah mengambil napas.
“Cl-awie… Wo-r-nerd… sampai matipun. Aku tidak akan merestui Heron bersama anak dari keluarga Yeremihhh… hhh…” ucap nenek Kiarah dengan nada lirih.
“Silakan saja bu, lagipula usiamu sudah saatnya untuk mati.” Tukas Mrs. Claw, dan dengan sengaja membiarkan nenek Kiarah terjatuh dari kursi roda miliknya.
Ahk… hhh… “Kalian akan mendapatkan balasan yang jauh lebih parah…” ucap nenek Kiarah seraya menghembuskan napas terakhirnya.
“Sayang! sayang!” teriak Mrs. Claw memanggil Mr. Wornerd yang kala itu baru saja keluar, dan sedang berada di luar kamar untuk suatu hal.
“Apa yang terjadi sayang?” tukas Mr. Wornerd tergesa-gesa.
“Ibu sudah tiada…” lirih Mrs. Claw. Kala itu Heron bersama vestus pun tiba di sana.
“Nenek! Nenek!” teriak Heron histeris. tersungkur di samping tempat sang nenek terbaring tak bernyawa lagi.
Heron sangat terpukul atas kepergian sang nenek. Belum sempat Heron emnikah dan memiliki seorang anak yang lucu, namun sang nenek sudah tak lagi ada.
“Pesan terakhir nenek, kau harus menikah dengan anak gadis keluarga Yeremi.” Ujar Mrs. Claw pada Heron.
Heron hanya terdiam tanpa kata, ia benar-benar tidak percaya akan apa yang ia baru saja dengarkan. Sementara Vestus hanya diam membisu, tak tahu harus berkata apa lagi.
“Kau dengar itu Heron! Itu adalah permintaan nenek yang terakhir, jadi kau harus laksanakan.”
“Jika sudah selesai bicara, lebih baik semayamkan jasad nenek terlebih dahulu. Karena aku tidak akan mendengarkan semua omong kosong kalian.” Tegas Heron.
***
Setelah kepergian sang nenek untuk selamanya, jasadnya pun disemayamkan secara layak. Tepatnya di pemakamanan keluarga bangsawan, Danish family.
Heron tak henti-hentinya menangisi kepergian sang neneknya. Saat itu, anak gadis dari keluarga Yeremi pun turut serta dalam pemakaman sang nenek.
“Sungguh disayangkan, nenek Kiarah tidak dapat melihat pernikahan kedua anak kita.” Ujar Mr. Yeremi pada Mr. Wornerd
Heron masih terdiam dan enggan untuk berbicara. “Tuan Heron Danish, aku turut berduka atas kepergian nenek Kiarah.” Ujar seorang gadis, yang merupakan anak dari keluarga Yeremi.
Zharen Yeremi
Anak tunggal dari keluarga Yeremi. Memiliki darah keturunan manusia serigala, dan akan menjadi istri bagi Heron.
Setelah Zharen mengucapkan belangsugkawanya, Heron justru mengabaikannya lalu pergi begitu saja.
***
“Kastil kediaman keluarga Vestus”
Ditingkat teratas kastil, Heron terus mengaum dalam keterpurukannya. Berkali-kali, Heron berubah wujud manusia-manusia serigala. Seakan, Heron begitu lelah dengan kehidupannya saat ini.
Ini kini duduk tersandar di tembok, dan bayang-bayang wajah Jen tiba-tiba saja muncul.
“Jannet!!!”jeritnya, dan berkali-kali pula Heron mencakar area sekitarnya, hingga membuat permukaan jari-jarinya habis terluka.
“Jannet, kumohon bertahanlah untukku… aku hanya ingin bahagia bersamamu…” ucapnya dalam lirih.
***