
“Disaat aku mulai melangkangkan pandanganku ke arahmu, kau bahkan tak ingin melihatku
sehingga keberadaanku pun tak lebih hanyalah parasit bagimu"
Sebuah kenyataan pahit yang harus Jen’ terima ialah disaat sosok pria yang selama ini
dicintainya dengan sepenuh hati, kini telah berubah menjadi seseorang yang
bahkan tak lagi menganggapnya sebagai kekasih. Deraian air mata yang kini tak
henti-hentinya menetes seakan habis dan tersisa kini hanyalah luka dalam yang tak
kunjung sembuh.
“Jujur gua seneng kalau lu gak gangguin Jen’ lagi dan gua juga gak nyangka Jen’ masih
mau maafin gua walau pun gua udah membohongi Jen atas berita kematian lu,tapi juju
raja gua paling gak bisa lihat Jen menangis gara-gara luh!!! Tommy menarik dan
mencengkram bagian krah leher baju Heru dengan tatapan yang penuh dengan kemarahan.
“Apa pun yang gua lakuin ke Jen sama sekali gak ada hubungannya sama lu,, Heru
menepis cengraman Tommy dari krah bajunya.
“dan ada hal yang perlu luh tahu Tomm, sejak
sekolah kuliah gua udah anggap lu sebagai sahabat gua, tapi apa yang lu lakuin,
hanya gara-gara cinta lu mau hancurin kehidupan gua, apa lagi yang gua gak
kasih Tomm,, Jen udah gua serahin ke luh kan!! ucap Heru dengan nada
membentak,,,
“Hahahaa,,,
setres luh ya,, lu mikir dong pake otak,, gimana selama ini gua selalu berpihak
sama lu,, bahkan Dian pun gua relain buat lu,, trus giliran Jen lu giniin gua,,
Tommy mendorong Heru hingga terjatuh lalu berjalan ke arah jatuhnya Heru dan
kembali menarikkan krah baju Heru.
“Cukup
Tommy, lu gak usah ungkit-ungkit orang yang udah lama gak ada, bahkan gua udah
punya anak tapi kenapa lu masih ungkit itu!!! tegas Heru
“Bajingan
lu Heru, setiap cewek sama lu gak akan bahagia yang ada menderita,, bukkk Tommy
menampar wajah Heru dengan begitu keras hingga membuat bagian pinggir bibir
Heru berdarah namun Heru hanya diam tanpa perlawanan. “Kenapa luh diam aja
hah,, seharusnya sejak awal Jen gak usah ketemu sama lu,, arhhhgggg Tommy
mendorong Heru ke tanah dan melemparkan tinjuannya ke arah tembok
“Tomm, maafin gua, gua gak ada maksud ambil cewek yang lu cintai,, tapi berbeda dengan
Jen’ gua… “diamm luhh diammm!! Tomm mendorong Heru ke arah tembok. Tommy
terlihat begitu marah sementara Heru hanya bisa terdiam dan pasrah akan apa
yang Tommy lakukan padanya.
Kilas balik”
Heru,
Tommy dan Dian adalah sahabat semasa sekolah, hingga mereka kuliah pun mereka
terus bersama. Suatu saat Tommy mulai merasa kedekatannya dengan Dian tidak
sekedar sahabat namun mulai tumbuh perasaan cinta diantara keduanya, mereka pun
mulai berpacaran namun tanpa sepengetahuan Heru karena Tommy merasa malu untuk
diketahui oleh Heru.
Tommy yang merupakan mahasiwa unggulan menerima tawaran melanjutkan kuliahnya ke luar
negeri, lalu Tommy pun dengan berat hati meninggalkan Dian demi mengejar
impiannya menjadi seorang pengusaha dan pembisnis.
Beberapa tahun pun berlalu, Tommy yang telah menyelesaikan kuliahnya hingga mendapatkan
gelar Master pun kembali ke Indonesia, dengan penuh kebanggaan Tommy bergegas
menemui Dian dengan niat ingin melamarnya. Pada saat tiba di kediaman Dian,
Tommy pun bertemu dengan Dian dan juga ada Heru, namun situasi seakan terasa
canggung bagi mereka bertiga.
“Dian aku sudah menyelesaikan kuliahku hingga S2 seperti janjiku dulu aku mau serius
lagi sama kamu, dan thank you honey sudah dengan sangat sabar menungguku,,”
ucap Tommy dengan penuh rasa bahagia seakan tak sabar menanti saat-saat bahagia
“Tommy, maaf,, maafkan gua,, hikss hikss,, Dian menangis dihadapan Tommy dan berusaha
untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. “Dian,, kenapa kamu kok nangis
honey,, bro,, Dian kenapa sih sebenarnya!! tanya Tommy kedapa Heru. “Ahhh bro
sebelumnya gua minta maaf dan gua juga berharap lu ngerti dengan ini semua,,
tegas Heru, sementara itu Dian masih terus menangis dan terduduk di atas kursi
tepat di pinggir kolam pribadi yang berada di samping rumahnya.
“Ehh tunggu-tungguh,, gua gak ngerti apa yang sedang terjadi, coba jelasin
pelan-pelan deh Her’,, Dian sayang,, kenapa sayang,, Tommy mencoba ingin
memeluk Dian, namun dengan sigap Heru menahan langkah Tommy.
“Bro, sebenarnya selama dua tahun ini gua sama Dian udah jadian, dan bulan depan kami
berencana akan menikah Tomm,, maaf maafin gua,,, Heru menepuk pundak Tommy
dengan wajah yang penuh penyesalan namun itulah kenyataan yang harus Tommy
terima.
“Appaaa,, kalian jangan bercanda deh, gua gak suka bener-bener gak suka,, gua tau kalau
kalian juga senang dengan kepulangan gua, tapi bukan berarti mau pake acara
prank gini bro ahahah,,, Tommy seolah-olah tak percaya dengan apa yang ia
dengarkan saat itu.
Tommy, apa yang Heru bilang barusan beneran, gua bakalan segera menikah dengan Heru,,
“What the… ahhhh apa-apaan ini Her’ lu jelasin ke gua cepet bilang ini gak benerkan
hah!!!! Tommy pun menarik krah leher baju Heru dan mendorong Heru kea rah tembok,,
Tommy stop Tom”, Dian mencoba melerai Tommy.
“Dian,, kenapa sih kamu gak bisa sabar sedikit lagi, gua gak mungkin ingkar janji..
ucap Tommy sembari Manahan marahnya hingga meneteskan air mata” maafin gua, gua gak bermaksud kecewain lu tom, tapi lu gak pernah kasih gua kabar lagi waktu itu dan lu sangat sibuk
mengejar karir,, gua juga butuh perhatian hikss,, Dian menangis tersedu.
“Tomm, berharap lu mengerti sekarang!! arrhhh,,, sudahlahh cukup,, gua mau nenangin
diri gua dulu,, Tommy pun bergegas pergi meninggalkan Dian dan heru.
Tommy begitu hancur dan terluka, wanita yang sangat Tommy cintai kini akan segera
menikah dengan sahabatnya sendiri, namun Tommy tetap berusaha menjadi sosok
pria yang dewasa,, sehingga seiring berjalannya waktu Tommy pun mampu menerima
kenyataan tersebut. Dian dan Heru pun kemudian menikah dengan resepsi yang
cukup meriah, Dian yang merupakan puteri tunggal dari pengusaha kaya sementara
Heru juga seorang pewaris perusahaan.
Setelah satu tahun lebih menikah, Dian pun mengandung seorang putera namun disaat ingin
melahirkan terjadi suatu masakah yang cukup serius, dimana Heru dan Dian
diberikan dua pilihan, jika tetap anak tersebut lahir maka ada dua kemungkinan
lahir selamat atau ibunya meninggal. Heru yang sangat menginginkan anak
laki-laki, membuatnya mengambil keputusan agar anak tersebut dilahirkan dengan
selamat entah apa pun resikonya.
Lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama “Dion Prakasa” begitu tampan seperti
ayahnya, akan tetapi pada saat yang sama Dian menghembuskan napas untuk yang
terakhir kalinya, Dion lahir tanpa mengenal siapa ibunya, sehingga membuat Dion
sedikit tertutup dengan lingkungan sekitarnya.
“Dian kenapa kamu secepat ini pergi,,, Heru begitu terpukul dengan kepergian Dian istri tercintanya dan kini semua hanyalah kenangan yang harus Heru simpan terlebih lagi Heru kini memiliki seorang putra.
Heru memiliki jabatan yang cukup baik di perusahaan dan juga terdapat beberapa
bisnis lainnya, hingga suatu saat semuanya hampir habis tak tersisa,
perusahaannya yang sedang mengalami kemunduran. Heru pun mendaftar untuk
menjadi seorang dosen di salah satu kampus****Heru menjadi dosen yang cukup
dikagumi oleh para mahasiswa maupun mahasiswinya.
Setelah beberapa tahun menjadi dosen, Heru pun dipertemukan dengan Janet/ Jen. Sebuah
pertemuan yang membuat mereka saling jatuh cinta namun juga harus melewati berbagai hal, Heru
merupakan sosok pria yang cukup dingin dan sulit untuk membuka hatinya semenjak
kepergian istrinya.
***