Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
Kenyataan terpahit



 “Disaat aku mulai melangkangkan pandanganku ke arahmu, kau bahkan tak ingin melihatku


sehingga keberadaanku pun tak lebih hanyalah parasit bagimu"


Sebuah kenyataan pahit yang harus Jen’ terima ialah disaat sosok pria yang selama ini


dicintainya dengan sepenuh hati, kini telah berubah menjadi seseorang yang


bahkan tak lagi menganggapnya sebagai kekasih. Deraian air mata yang kini tak


henti-hentinya menetes seakan habis dan tersisa kini hanyalah luka dalam yang tak


kunjung sembuh.


“Jujur gua seneng kalau lu gak gangguin Jen’ lagi dan gua juga gak nyangka Jen’ masih


mau maafin gua walau pun gua udah membohongi Jen atas berita kematian lu,tapi juju


raja gua paling gak bisa lihat Jen menangis gara-gara luh!!! Tommy menarik dan


mencengkram bagian krah leher baju Heru dengan tatapan yang penuh dengan kemarahan.


“Apa pun yang gua lakuin ke Jen sama sekali gak ada hubungannya sama lu,, Heru


menepis cengraman Tommy dari krah bajunya.


 “dan ada hal yang perlu luh tahu Tomm, sejak


sekolah kuliah gua udah anggap lu sebagai sahabat gua, tapi apa yang lu lakuin,


hanya gara-gara cinta lu mau hancurin kehidupan gua, apa lagi yang gua gak


kasih Tomm,, Jen udah gua serahin ke luh kan!! ucap Heru dengan nada


membentak,,,


“Hahahaa,,,


setres luh ya,, lu mikir dong pake otak,, gimana selama ini gua selalu berpihak


sama lu,, bahkan Dian pun gua relain buat lu,, trus giliran Jen lu giniin gua,,


Tommy mendorong Heru hingga terjatuh lalu berjalan ke arah jatuhnya Heru dan


kembali menarikkan krah baju Heru.


“Cukup


Tommy, lu gak usah ungkit-ungkit orang yang udah lama gak ada, bahkan gua udah


punya anak tapi kenapa lu masih ungkit itu!!! tegas Heru


“Bajingan


lu Heru, setiap cewek sama lu gak akan bahagia yang ada menderita,, bukkk Tommy


menampar wajah Heru dengan begitu keras hingga membuat bagian pinggir bibir


Heru berdarah namun Heru hanya diam tanpa perlawanan. “Kenapa luh diam aja


hah,, seharusnya sejak awal Jen gak usah ketemu sama lu,, arhhhgggg Tommy


mendorong Heru ke tanah dan melemparkan tinjuannya ke arah tembok


“Tomm, maafin gua, gua gak ada maksud ambil cewek yang lu cintai,, tapi berbeda dengan


Jen’ gua… “diamm luhh diammm!! Tomm mendorong Heru ke arah tembok. Tommy


terlihat begitu marah sementara Heru hanya bisa terdiam dan pasrah akan apa


yang Tommy lakukan padanya.


Kilas balik”


Heru,


Tommy dan Dian adalah sahabat semasa sekolah, hingga mereka kuliah pun mereka


terus bersama. Suatu saat Tommy mulai merasa kedekatannya dengan Dian tidak


sekedar sahabat namun mulai tumbuh perasaan cinta diantara keduanya, mereka pun


mulai berpacaran namun tanpa sepengetahuan Heru karena Tommy merasa malu untuk


diketahui oleh Heru.


Tommy yang merupakan mahasiwa unggulan menerima tawaran melanjutkan kuliahnya ke luar


negeri, lalu Tommy pun dengan berat hati meninggalkan Dian demi mengejar


impiannya menjadi seorang pengusaha dan pembisnis.


Beberapa tahun pun berlalu, Tommy yang telah menyelesaikan kuliahnya hingga mendapatkan


gelar Master pun kembali ke Indonesia, dengan penuh kebanggaan Tommy bergegas


menemui Dian dengan niat ingin melamarnya. Pada saat tiba di kediaman Dian,


Tommy pun bertemu dengan Dian dan juga ada Heru, namun situasi seakan terasa


canggung bagi mereka bertiga.


 “Dian aku sudah menyelesaikan kuliahku hingga S2 seperti janjiku dulu aku mau serius


lagi sama kamu, dan thank you honey sudah dengan sangat sabar menungguku,,”


ucap Tommy dengan penuh rasa bahagia seakan tak sabar menanti saat-saat bahagia


 “Tommy, maaf,, maafkan gua,, hikss hikss,, Dian menangis dihadapan Tommy dan berusaha


untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. “Dian,, kenapa kamu kok nangis


honey,, bro,, Dian kenapa sih sebenarnya!! tanya Tommy kedapa Heru. “Ahhh bro


sebelumnya gua minta maaf dan gua juga berharap lu ngerti dengan ini semua,,


tegas Heru, sementara itu Dian masih terus menangis dan terduduk di atas kursi


tepat di pinggir kolam pribadi yang berada di samping rumahnya.


 “Ehh tunggu-tungguh,, gua gak ngerti apa yang sedang terjadi, coba jelasin


pelan-pelan deh Her’,, Dian sayang,, kenapa sayang,, Tommy mencoba ingin


memeluk Dian, namun dengan sigap Heru menahan langkah Tommy.


 “Bro, sebenarnya selama dua tahun ini gua sama Dian udah jadian, dan bulan depan kami


berencana akan menikah Tomm,, maaf maafin gua,,, Heru menepuk pundak Tommy


dengan wajah yang penuh penyesalan namun itulah kenyataan yang harus Tommy


terima.


 “Appaaa,, kalian jangan bercanda deh, gua gak suka bener-bener gak suka,, gua tau kalau


kalian juga senang dengan kepulangan gua, tapi bukan berarti mau pake acara


prank gini bro ahahah,,, Tommy seolah-olah tak percaya dengan apa yang ia


dengarkan saat itu.


 Tommy, apa yang Heru bilang barusan beneran, gua bakalan segera menikah dengan Heru,,


“What the… ahhhh apa-apaan ini Her’ lu jelasin ke gua cepet bilang ini gak benerkan


hah!!!! Tommy pun menarik krah leher baju Heru dan mendorong Heru kea rah tembok,,


Tommy stop Tom”, Dian mencoba melerai Tommy.


 “Dian,, kenapa sih kamu gak bisa sabar sedikit lagi, gua gak mungkin ingkar janji..


ucap Tommy sembari Manahan marahnya hingga meneteskan air mata”  maafin gua, gua gak bermaksud kecewain lu tom, tapi lu gak pernah kasih gua kabar lagi waktu itu dan lu sangat sibuk


mengejar karir,, gua juga butuh perhatian hikss,, Dian menangis tersedu.


“Tomm, berharap lu mengerti sekarang!! arrhhh,,, sudahlahh cukup,, gua mau nenangin


diri gua dulu,, Tommy pun bergegas pergi meninggalkan Dian dan heru.


Tommy begitu hancur dan terluka, wanita yang sangat Tommy cintai kini akan segera


menikah dengan sahabatnya sendiri, namun Tommy tetap berusaha menjadi sosok


pria yang dewasa,, sehingga seiring berjalannya waktu Tommy pun mampu menerima


kenyataan tersebut. Dian dan Heru pun kemudian menikah dengan resepsi yang


cukup meriah, Dian yang merupakan puteri tunggal dari pengusaha kaya sementara


Heru juga seorang pewaris perusahaan.


 Setelah satu tahun lebih menikah, Dian pun mengandung seorang putera namun disaat ingin


melahirkan terjadi suatu masakah yang cukup serius, dimana Heru dan Dian


diberikan dua pilihan, jika tetap anak tersebut lahir maka ada dua kemungkinan


lahir selamat atau ibunya meninggal. Heru yang sangat menginginkan anak


laki-laki, membuatnya mengambil keputusan agar anak tersebut dilahirkan dengan


selamat entah apa pun resikonya.


 Lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama “Dion Prakasa” begitu tampan seperti


ayahnya, akan tetapi pada saat yang sama Dian menghembuskan napas untuk yang


terakhir kalinya, Dion lahir tanpa mengenal siapa ibunya, sehingga membuat Dion


sedikit tertutup dengan lingkungan sekitarnya.


  “Dian kenapa kamu secepat ini pergi,,, Heru begitu terpukul dengan kepergian Dian istri tercintanya dan kini semua hanyalah kenangan yang harus Heru simpan terlebih lagi Heru kini memiliki seorang putra.


Heru memiliki jabatan yang cukup baik di perusahaan dan juga terdapat beberapa


bisnis lainnya, hingga suatu saat semuanya hampir habis tak tersisa,


perusahaannya yang sedang mengalami kemunduran. Heru pun mendaftar untuk


menjadi seorang dosen di salah satu kampus****Heru menjadi dosen yang cukup


dikagumi oleh para mahasiswa maupun mahasiswinya.


Setelah beberapa tahun menjadi dosen, Heru pun dipertemukan dengan Janet/ Jen. Sebuah


pertemuan yang membuat mereka saling jatuh cinta namun  juga harus melewati berbagai hal, Heru


merupakan sosok pria yang cukup dingin dan sulit untuk membuka hatinya semenjak


kepergian istrinya.


                                                                        ***