Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
BM S2 - Menjadi sosok pelindung



“Beloved Mister – Season 2”


Author by Natalie Ernison


Untuk yang kesekian kalinya, Jannet mengalami kejadian misterius lagi. Sosok yang tak ia ketahui lagi-lagi membuainya. Tak dapat dipungkiri, Jannet pun sangat menikmatinya. Entah sampai kapan hal ini akan terus berlangsung tanpa sepengatahuan dari Mr. Tyson, suaminya.



~ ~ ~


Selama beberapa saat Jen berada diluar kamar, dan bercinta dengan sosok tersebut. Setelahnya, Jen kembali ke ranjang tempat tidurnya bersama sang suami. Jen berbalik badan, dan mencoba untuk kembali terlelap. Karena kegiatan mereka cukup melelahkan.


“Aku akan pergi ke kota B, untuk melakukan kontrak dengan perusahaan ternama disana.” Ucap Mr. Tyson sembari menyantap makan siang bersama dengan Jen.


“Yah, tetap jaga pola makan dan kesehatanmu,” balas Jen dengan ekspresi yang biasa. Mr. Tyson menatap ke arah Jen, dan Jen terlihat begitu santai, seolah tak lagi mencemaskannya.


“Maaf, jika kau selalu kesepian,” ucap Mr. Tyson pada Jen. Jen membalasnya dengan senyuman biasa.


“Aku sudah mulai terbiasa dengan hal itu. Jadi, tidak perlu mencemaskanku. Fokuslah dengan pekerjaan penting itu.” Tukas Jen dingin.


Mr. Tyson menyadari, bahwa Jen mulai berubah sikap, tak seperti biasanya yang selalu mencemaskan dirinya.


>>>


Mr. Tyson hanya berada selama satu malam bersama Jen, dan itupun hanya sebatas membereskan berkas-berkas miliknya.


“Uang bulanan sudah aku kirimkan ke rekeningmu,” ucap Mr. Tyson sebelum kepergiannya.


“Aku sudah cukup lama tidak menggunakannya dan juga kartu kreditku. Jadi, tidak perlu selalu mengirimkannya.” Balas Jen dingin, lalu duduk di sofa yang terletak di ruang tamu.


“Jika ada yang kau inginkan, katakan saja.”


“Tidak ada, aku sudah sangat tercukupi.”


Mr. Tyson menunduk lalu meraih tangan Jen, dan mengecup punggung tangan Jen. “Aku pergi sayang, jaga kesehatanmu juga bayi kita.” Ucapnya dengan senyuman sendu, lalu memeluk Jen juga mengecup kening Jen.


Setelah berpamitan, Mr. Tyson pun segera pergi. Ia sangat sibuk, dan sangat jarang berada di mansion.


“Apakah benar dia suamiku... mengapa aku merasa dia bukanah suamiku...”


Jen kembali ke kamar bagian teratas mansion.


Disisi lain...


***


Kota S


“Kediaman Heron Danish”


“Daddy! Kapan daddy akan mengajakku pellgi?” ucap Mercy kecil, disaat Heron sedang sibuk mengurus urusan pekerjaannya.


“Sabar sayang, daddy sedang mengurus pekerjaan. Sehingga kau bisa membeli mainan baru yang cantik.” Balas Heron dengan senyuman lembutnya.


“Tapi aku ingin beltemu dengan bibi cantik, bibi Jen,” ucap Mercy kecil, seketika membuat Heron teringat akan Jen.


“Kau merindukan bibi cantik itu?” tanya Heron, sembari mengangkat Mercy ke atas pengkuannya. Mercy pun mengangguk mantap.


“Kelak, bibi cantik akan menjadi mommymu,” ucap Heron.


“Benalkah dad! Apakah daddy akan menikahi bibi cantik dan menjadikannya mommyku?”


“Jika hal itu membuat kita semua bahagia, mengapa tidak!” Kekeh Heron, dan Mercy kecil pun terlihat begitu girang.


“Permisi tuan Heron,” ucap salah seorang asistennya, dan berbisik pada Heron.


Wajah Heron seketika mengeras, dan terlihat tidak senang. “Bawa Mercy ke kamarnya!” Titah Heron pada salah seorang pelayannya.


“Keluarga Swam bajing*n!” Umpat Heron, tatkala mendengar berita tentang penurunan saham perusahaan yang kini ia keloloa di kota S.


“Siapkan pasukan!” Titah Heron pada para pengawalnya.


Mereka pun mulai bersiap-siap untuk menyerang markas dari komplotan Mr. Swam. Keluarga serigala yang tak kalah kejamnya dari keluarga Danish.


***


“Swam! Keluar kau!” Seru Heron bersama para pasukannya.


Terdengar suara tawa yang menggelegar dari lantai atas kastil milik keluarga Swam. Ketika Heron bersama para pasukannya mendongak ke arah asal suara. Mr. Swam sudah berubah wujud menjadi serigala liar yang jauh mengerikan dari perubahan wujud keluarga Danish.


“Akhirnya, kau menunjukkan sisi aslimu, Swam brengs*k! Tukas Heron yang sudah mengambil ancang-ancang untuk melakukan penyerangan.


“Heron Danish, putra kebanggaan Wornerd Danish,” ucap Mr. Swam yang kala itu melompat ke arah Heron.


Hargkk….


Heron menggeram, salivanya mulai menetes dari mulutnya. Ia sudah sangat murka dan ingin menyerang Mr. Swam yang telah menimbulkan masalah baru pada perusahaannya.


“Aku tidak melakukan hal apapun dengan saham milik keluargamu! Aku hanya mencoba memberimu peringatan!” Ucap Mr. Swam dengan terkekeh, seakan sedang mengejek Heron.


“Kau!” Tukas Heron.


Bugh…


Mendaratkan pukulannya tepat di bagian perut Mr. Swam, dan menahan tubuh Mr. Swam dengan tubuhnya.


“Kau ternyata begitu peduli dengan saham itu! Ternyata, saham tak seberharga gadis kecil itu,” ucap Mr. Swam sembari melirik ke arah kamar atas kastil miliknya.


Mercy kecil kala itu sudah berada di kastil megah tersebut. Hal itu membuat Heron kian terbakar amarah.


“Kau sangat bajing*n Swam!” Teriak Heron, dan mencekik leher Mr. Swam.


Keduanya mulai bergulat, dan sebuah belati mengenai bahu milik Heron. Kali ini Heron belum mampu menyembuhkan dirinya sendiri, belati itu beroleskan darah dari Mercy, gadis kecilnya.


Arghhkk…



Heron mengerang kesakitan, dan sangat ingin mengahibisi nyawa Mr. Swam. Ia mulai mengamuk dan brubah sepenuhnya menjadi seekor serigala liar.


“Daddy!” Seru Mercy kecil, dan ia pun didorong ke arah Heron yang kala itu sedang terbaring lemah.


Bagian lengan milik Mercy kecil sudah terluka, akibat say*tan belati milik Mr. Swam.


“Kau memang iblis keji! Bagaimana mungkin kau melibatkan seorang anak kecil demi ambisi iblismu!” Heron mengamuk dan terus menyerang Mr. Swam secara beruntun.


Sementara Mercy kecil terus menangis kesakitan, perbuatan Mr. Swam sungguh keji.


“Daddy, aku ingin pulang…” isak Mercy kecil.


Secara cepat, Heron meraih tubuh kecil Mercy, dan membawanya melayang bersama.


“Hanya dengan luka kecil, tidak akan membunuh seorang anak keturunan darah murni,” ucap Mr. Swam, sembari menahan area jantungnya yang hampir saja tembus oleh kuku tajam milik Heron.


***


“Kediaman Heron Danish”


“Bagaimana keadaa putriku!” Ucap Heron pada salah soerang tabib khusus bagi kaum serigala.


“Anda beruntung memiliki darah keturunan serigala murni. Sehingga perpaduan darah anda dengan mendiang Nyonya Zharen membuat putri anda terselamatkan.” Balas sang tabib lalu memberikan Heron beberapa ramuan khusus.


Heron begitu gusar, dan tidak menyangka jika Mercy kecil akan terlibat. Heron semakin cemas, jika hal ini juga menimpa Jen. Mercy masih dapat dipulihkan, karena dalam tubuh Mercy kecil mengalir darah keturunan serigala murni, yaitu darah dari Zharen. Sekalipun, Mercy adalah darah daging dari pria lain pula.


Namun, Heron sudah sangat menyanyangi Mercy kecil selayaknya anak sendiri. Terlepas dari kisah ilu dimasa lalu mereka.


“Aku hanya tidak siap, jika harus kehilangan orang-orang yang menyayangiku…” lirih Heron di samping ranjang tempat Mercy kecil terbaring lemah.


Ia pun juga teringat akan sosok Jen, wanita tercintanya. Rasa rindu dan sakitpun kian menusuk hingga kedalaman hati Heron.



Heron tak ingin menyesal untuk yang kesekian kalinya. Sehingga, Heron ingin membuat orang-orang yang berada di dekatnya bahagia. Walaupun, untuk mencapai kebahagiaan itu, membutuhkan pengorbanan yang tak mudah.


****