
“Kediaman Oma Carla”
“Oma, aku rasa Jen sudah mulai aneh akhir-akhir ini!”
Apa maksudmu bicara seperti itu Tommy? Oma tahu kamu sudah lama menyukai Jen, tapi bukan berarti kamu bisa asal bicara begitu! tukas sang oma dengan mengernyitkan kening.
“Maaf oma, aku cuma khawatir aja dengan Jen,” ucap Tommy dengan wajah sendunya.
Iya Tommy, kamu harus hargai apapun keputusan Jen. Jangan suka memaksa kehendak, seperti papamu.
“baik oma, maafkan aku oma,” ucap Tommy sembari merangkul sang oma.
Ting tong… suara bel rumah.
Bi ija, tolong bukakan pintu!!
Baik oma. Sahut ang asisten rumah tangga tersebut.
Selamat malam oma. Sapa jen yang baru saja tiba di rumah.
Iya sayang, mandi dulu lalu makan malam yah. Ujar sang oma dengan lembut, sementara Tommy terus memandangi Jen dengan ekspresi wajah penuh penasaran karena jen yang selalu pulang larut malam.
Setelah beberapa saat kemudian…
Mari makan semuanya…
“Selamat makan oma, Jen,” ujar Tommy sembari melahap makan malamnya yang merupakan hasil masakkan sang oma tercinta.
Tommy, malam ini mau nginap disini?
“enggak oma, besok aku ada meeting dengan klien dari luar negeri.”
Ohh baiklah, ingat jaga kesehatanmu Tomm, jangan terlalu gila bekerja yah!
“Baik oma, terimakasih omaku,”
Bang Tom, gimana kabar orang-orang kantor?
“Ohh semua baik-baik saja Jen.
Makanya lain kali kamu main ke kantor abang,” tukas Tommy sembari menyelesaikan makanannya.
Iya bang, kalau ada waktu aku akan main ke sana.
“Iya Jen.
Emhm, oma aku mau pulang dulu.” Tommy pun bergegas untuk pulang kembali dan melanjutkan pekerjaannya.
“Jen, apakah kamu tertarik menjadi asdos (asisten dosen)” ujar oma Carla.
Asisten dosen!! ujar Jen dengan ekspresi sedikit terkejut dan heran.
“Iya Jen, oma punya kerabat yang menjadi pengajar di kampus xxx.
Kebetulan lagi cari asisten, karena baru saja melahirkan baby,” ujar si oma sembari menyeduh teh hangat bersama Jen di sebuah taman mini area perumahan.
Tapi untuk saat ini aku harus menyelesaikan tugas-tugas akhirku oma.
“Iya sayang, oma mengerti. Itu bisa kamu jalankan setelah lulus nanti, atau mau menjadi bagian keuangannya juga sedang membutuhkan.”
Baik oma, terimakasih ataas penawaran oma.
“Iya Jen, oma ingin yang terbaik buat masa depan kamu,” oma Carla pun merangkul Jen dengan lembut dan penuh kasih sayang layaknya cucu sedarahnya.
Jeanetly Mercya, merupakan mahasiswa tingkat akhir yang menerima bantuan ekonomi dari keluarga besar Aharon family.
Semua bermula saat ayah dari Steven dan Stenly berkunjung ke sebuah daerah xxx. Di tempat tersebut keluarga Aharon sangat disambut baik oleh keluarga Jen. Semenjak perkenalan tersebut, ayah Aharon sangat care terhadap keluarga Jen, hingga akhirnya Jen diangkat menjadi anak perempuan mereka dan disekolahkan ke jenjang lebih tinggi seperti saat ini.
Saat pertama masuk ke dalam lingkup keluarga besar Aharon, Jen cukup kesulitan menyesuaikan diri dengan anak pertama dari keluarga Aharon, yaitu Steven Aharon. Namun, berkat perhatian dari Tommy Aharon, kakak sepupu dari Steven. Akhirnya, Steven pun mulai membuka diri untuk dapat menerima keberadaan Jen.
Setelah beberapa tahun kemudian, oma Carla yang merupakan ibu kandung dari ayah Steven meminta Jen agar tinggal dan menemani oma Carla. Jen yang awalnya sudah bekerja di salah satu perushaan cabang milik keluarga Aharon pun harus berhenti dan fokus dengan kuliahnya.
Tanpa disangka-sangka, Jen jatuh cinta pada seorang pria tampan yang merupakan dosennya di salah satu fakultas xxx, kampus pertama Jen sebelum pindah ke kampus yang baru. Namun, ternyata dosen tersebut adalah seorang pria duda dengan satu orang putra kecil yang juga tak kalah tampannya.
Semenjak mengenal si dosen tampan tersebut, Jen mulai mengalami berbagai macam pengalaman-pengalaman menarik dalam kehidupan percintaannya. Hingga akhirnya Jen pun bersama si dosen tampan
tersebut, namun keberadaan Tommy cukup menyulitkan hubungan keduanya.
Tommy yang sedari lama telah menyukai Jen, dan begitu banyak pengorbanan Tommy untuk bisa mencuri perhatian jen. Semua upaya itu pun tak kunjung menemukan titik terang, terlebih lagi Jen telah memiliki seorang pria yang sangat ia cintai yaitu Herruon Daniswara.
Jen sangat mencintai Herruon Daniswara yang biasa di panggil Heru dengan sepenuh hatinya. Pernah terjadi kesalah pahaman diantara Jen dan Heru, namun beberapa waktu kemudian hubungan mereka pun kembali terjalin dengan sangat indah. Bahkan sekarang hubungan mereka semakin dekat satu sama lain, Heru tanpa ragu telah mengambil langkah jauh dalam perkembangan hubungan mereka.
Jen semasa sekolah hingga kuliah hanya fokus dengan pendidikan dan tak pernah menjalin hubungan asmara dengan siapa pun. Setelah kuliah Jen merasakan jatuh cinta dengan si dosen tampannya, hingga akhirnya mereka benar-benar jatuh cinta satu sama lain.
Heru yang merupakan seorang duda tampan, tentu dengan segala pengalamannya dalam hal percintaan. Jen yang merupakanseorang gadis polos tanpa pengalaman, kini berhasil jatuh kedalam pelukan di duda tampannya.
Drrttt… bawel sayang memanggil…
Hallo pak, ia aku lagi di perpustakaan nasional…
Oke, tunggu sebentar lagi sayangku.
“Hmpp, si bawel memang paling bikin aku selalu kangen,” gumam Jen sambil tak hentinya tersenyum setelah menerima telepon dari sang pria pujaan hatinya.
“Jen, pulang ini kita pergi ke festival yuk!’ ujar Reza teman seangkatan Jen yang pada saat iu juga berada di perpustakaan nasional xxx.
Sorry banget Reza, aku sudah ada janji dengan seseorang. Ujar Jen dengan wajah penuh harap.
“Ohh oke Jen, lain kali aja yah,” Reza pun pergi terlebih dahulu. Sementara Jen masih berdiri di depan loby perpustakaan nasional, sambil menunggu kedatangan si pria pujaan hatinya.
“Hallo sayang,” ujar seorang pria yang muncul dari balik kaca mobil berwarna hitam tersebut, dengan mengenakan kacamata hitam seakan menambah kesan casualnya.
Pak Heru kenapa datang, kan aku bisa pulang sendiri. Ujar Jen yang menundukkan kepalanya ke dalam mobil melalui kaca jendela mobil Heru.
“Aku mau ngajak kamu makan malam sayang, ayo masuk!” ujar Heru sembari mencubit lembut pipi Jen.
Hmmp, iya iya aku masuk deh…
Kan bapak sibuk, kenapa malah sempatin jempu aku… ujar Jen dengan nada manjanya.
“Iya, aku kangen banget sama kamu sayangku,” Heru membelai lembut wajah Jen.
Iya bawelku sayang,” Jen pun tersenyum mesra sembari menyenderkan diri di kursi mobil milik kepunyaan Heru tersebut.
“Sayang, kamu ternyata manja banget yah, kalau begini aku pun gak bisa menahan diri,” ujar Heru dengan senyum nakalnya sembari mengedipkan matanya.
Ahh apaan sih pak… sahut Jen dengan nada manjanya.
“Ohh iya minggu depan akan ada perjamuan makan malam antara keluarga besar Aharon dan Daniswara juga rekan-rekan pengusaha lainnya.”
Lalu…
“Lalu… aku pengen kamu tampil cantik, dan hari ini kita akan cari gaun yang cantik buat kamu sayang.”
Hmmp, gak perlu serepot itu pak.
“Iya, tapi aku suka repot karena kamu.”
Setelah beberapa menit berlalu, mereka pun tiba di sebuah mall xxx dan Heru menggandengn tangan Jen sepanjang perjalanan mereka di mall tersebut.
“Kenapa, kamu malu digandeng sama duda?” tanya Heru sembari menaikan alis kirinya.
Enggak pak, hanya aja aku belum terbiasa dengan hal ini… sahut Jen dengan wajah tersipu.
“Iya sayang, ini kita sudah sampai. Kamu silakan pilih gaun-gaun yang cantik yah..—“
Setelah meoba beberapa gaun, akhirnya Heru memilih gaun berwarna putih blink-blink yang terlihat sederhana namun juga mewah.
“Oke, kita sudah mendapatkan gaunmu. Sekarang kita beli makan malam yah, nanti makan di rumah,”
Kita beli kfc pak??
“Iya sayang, kan kamu suka kfc.
Shhtt, jangan panggil pak lagi! aku kan sudah bilang berapa kali.”
Tapi aku sudah terbiasa dengan panggilan itu pak…
“Iya, tapi kita sekarang sudah pacaran sayang. Yasudah panggil apa aja yang membuat kamu nyaman.”
Iya, aku panggil kak kak Heru aja…
“Iya sayang, terserah kamu,”
“Kediaman Herruon”
Kok sepi kak, bukannya ada pembantu? Dion juga gak ada kak?
“Dion tinggal bersama mamaku di Singapore. Sekarang aku tinggal sendiri, kalau untuk membersihkan rumah, yah itu nanti ada pembantu yang hanya bertugas membersihkan dan mengurus pakaianku.”
Ohh, kok kakak gak bilangin aku kalau Dion sudah pergi ke Singapore??
“Iya, beberapa minggu lalu sayang.
Yasudah, ayo kita nikmati kfcnya.”
Kak, ini sudah jam 8 lewat, dan hampir setengah 9 malam!
“Iya, aku tahu. Lalu??”
Iya, aku harus pulang sekarang. Ujar Jen sembari membersihkan meja makan, usai menikmati makan malam bersama Heru.
“Bukannya oma sedang pergi ke luar kota. Jadi, kamu bisa pulang lewat jambiasanya kan,” Heru yang mulai menghampiri Jen sambil memeluk erat Jen dari belakang.
Iya kak, ayo aku mau pulang. Lepasin dulu ini… Jen yang berusaha melepaskan pelukan Heru.
“Tapi aku masih kangen sayang,” Heru membalikkan Jen hingga berhadapan dengan dirinya.
Tapi aku harus pulang sekarang kak…
“Iya oke, tapi kiss dulu sayang,” Heru menarik Jen dengan melingkarkan tangan kanannya di pinggang milik Jen, sementara tangan kirinya mencengkram batang leher jen.
Kak, aa aku....
“Sayang, aku sayang kamu,” bisik Heru tepat didaun telinga Jen, yang membuat bulu kuduk Jen merinding disco, rasa-rasa geli lucu yang kini Jen rasakan. Heru semakin mendekap erat tubuh mungil Jen, desahan napas yang semakin tak teratur.
Kak heeerrr, jangan… sudahlah...
“Sayang, apa kamu merasa nyaman,” bisik Heru lagi tepat didaun telinga Jen, sembari mengendus-endus daun telingan Jen.
Lalu memeluk Jen dengan lembut sambil membela-belai rambut Jen yang suah tidak tertata lagi.
“Aku sayang kamu Jen, maaf kalau kamu kurang nyaman dengan semua perlakuanku,” tukas Heru sembari terus membelai rambut jen dan mendekap tubuh Jen di atas pangkuannya.
Sungguh malam yang penuh dengan sensasi, Heru semakin memberikan perkembangan baru dalam hubungannya bersama Jen. Sepertinya Jen harus lebih barhati-hati dengan si duda tampan satu ini, karena setelah sekian lama tak pernah merasakan belaian seorang wanita, sekarang bahkan seorang gadislah yang ia dapatkan.