
Tommy Bagaskara Aharon, sangat dekat dengan saudara-sudari sepupunya terutama dalam lingkup Aharon family. Sikap perhatiannya dan pintar memasak, telah menjadi abang kesayangan bagi Steven dan Stenly kecil.
“Kediaman oma Carla”
Tommy, bagaimana hubunganmu dengan Carisya??
“Carisya??
Kami sudah putus beberapa tahun lalu oma.”
Putus? tapi pas kamu di Amrik bukannya Carisya masih suka bawa oma jalan-jalan??
“Iya oma.
Tapi, entah kenapa setelah dia balik ke Indo langsung minta putus.”
Memangnya apa alasan Carisya minta putus? Padahal, waktu jamuan makan malam, Carisya masih mau berbaur dengan keluarga Aharon! tukas sang oma heran.
“Entahlah oma, aku sudah melupakan Carisya, dan gak mau bahas-bahas perempuan itu lagi!!”
Oma, bang Tomm…
Aku berangkat kerja yah.. ujar Jen menyapa Tommy dan oma Carla yang sedang memasak di dapur.
“oke Jen, nanti pulang kerja abang jemput yah. Kita makan malam di luar sama oma.”
Okay bang Tom, oma bye bye…
Setelah kepergian Jen, oma Carla pun kembali berbincang-bincang bersama Tommy.
Tommy, padahal Carisya sangat baik sama oma. Tapi, kenapa kalian bisa putus??
“Oma, aku sangat mencintai Carisya dan dialah cinta pertamaku sejak di sekolah kejuruan.
Gak mudah untuk dapatin dia, tapi hanya karena gak sanggup menungguku selesai strata dua, akhirnya dia minta putus. Itulah alasan kuatnya oma..” tukas Tommy pada omanya.
Tommy sejak sekolah menengah atas/ kejuruan telah mengenal Carisya Edward. Tommy yang selalu terlibat dalam anggota OSIS (Organisasi Siswa), menjabat sebagai ketua organisasi. Sementara Carisya sebagai sekretarisnya, mereka selalu bersama hingga akhirnya saling jatuh cinta.
Hubungan mereka dimulai saat Tommy memasuki dunia kuliah, namun setelah kelulusan strata satu, Tommy justru harus pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan strata duanya. Awal-awalnya hubungan mereka masih baik-baik saja, dan Carisya pun sempat pergi ke Amerika dan tinggal bersama oma Carla.
Hubungan mereka begitu baik, Carisya pun dikenal sebagai wanita yang sangat perhatian dan juga lembut pada anggota keluarga Tommy.
Namun, suatu saat Carisya mendapat saran perjodohan dengan seorang pria tampan yang telah menyandang status duda. Awalnya Carisya tidak menerima dan tetap kekeh ingin menunggu kepulangan Tommy dari Amerika.
Setelah dipertemukan dengan si pria duda tersebut, Carisya pun langsung jatuh cinta dengan segala ketampanan dan status sosial di duda tampan sekaligus seorang dosen undangan di beberapa kampus ternama. Pria duda tampan itu, dialah Herruon Daniswara.
Secara cepat, Carisya pun memutuskan hubungannya bersama Tommy.
Tommy yang berniat ingin menikahi Carisya saat sepulangnya dari Amerika, namun semua pupus sudah bersama kenangan masa lalu mereka.
Carisya memutuskan hubungannya bersama Tommy, saat Tommy sedang menyusun tesis strata duanya. Perjodohan Carisya bersama Heru, sebenarnya sudah berlangsung lama namun Heru enggan meresponi perjodohan tersebut.
Setelah Tommy kembali ke Indonesia, dan tinggal bersama keluarga Aharon, yaitu Danil Aharon sebagai paman kandung Tommy sangat mengharapkan kehadiran Tommy dalam keluarganya sekaligus membantu mengurus perusahaan cabang mereka. Walau pun Tommy bekerja di bagian perpajakan negara, Tommy pun sambil mengurus perusahaan cabang dari Aharon family.
Kepulangan Tommy ke Indo penuh dengan kenangan sisa luka masa lalunya bersama Carisya. Saat baru saja bergabung dalam keluarga Steven dan Stenly, seorang gadis lugu ternyata telah hadir dalam keluarga Aharon tersebut.
Seorang gadis lugu yang baru akan memulai kuliah di kota Jakarta. Dialah si gadis manis, Jeannetly Mercya yang biasa di sapa dengan nama Janet/ Jen.
Kehadiran Jen dalam keluarga Aharon, membawa warna baru dalam kehidupan Tommy. Dirinya yang hanya pernah mencintai satu wanita yaitu Carisya, kini telah terpana oleh pesona si gadis manis Jeannetly Mercya.
Tommy telah jatuh cinta pada pandangan pertama, saat melihat sosok gadis yang begitu tekun dan cerdas tersebut. Namun, sebuah kenyataan pilu bagi Tommy ialah ketika mengetahui kebenaran bahwa Jen telah memiliki pria idaman.
Pria tersebut ialah Heru, yang merupakan sahabat lama dari Tommy. Tommy telah lama mengenal Heru bahkan sebelum Heru menikahi almarhum istrinya yang juga merupakan sahabat dari Tommy.
Persahabat Heru dan Tommy pun retak, karena mencintai satu gadis yang sama, yaitu Jeannet. Hingga akhirnya Heru meresponi saran perjodohannya bersama Carisya, setelah mengalami begitu banyak tantangan dalam menjalani hubungan bersama Jen.
Heru sempat melepaskan wanita tercintanya hanya karena mengiyakan perjodohan tersebut, hingga akhirnya penyesalanlah yang menyelimuti kehidupan Heru. Heru telah sangat menyakiti perasaan Jen, dengan menerima perjodohannya bersama Carisya. Namun juga telah menyakiti Carisya, yang telah rela memutuskan pria tercintanya hanya demi Heru, walau akhirnya Heru memutuskan perjodohan tersebut karena tersadar akan sosok wanita yang telah ia tinggalkan.
Hingga saat ini, Tommy masih belum mengetahui kenyataan yang sebenarnya atas penyebab utama kandasnya hubungannya bersama Carisya, karena Tommy memang sudah sangat kecewa hingga tak lagi peduli dengan alasan lain Carisya.
Apakah jadinya jika Tommy mengetahui, semua karena kehadiran Heru. Heru yang telah berhasil menakhlukkan hati Jen si gadis manis kesayangan Tommy. Lalu juga menjadi peyebab utama kandasnya hubungan bersama cinta pertamanya. Sungguh kisah cinta yang begitu pelik tak menentu bagi Tommy. Terlebih lagi Jen belum mengetahui kisah masa lalu dari Tommy.
“Oma, aku sangat mencintai Jen. Oma masih ingatkan rencana perjodohanku bersama Jen..” tukas Tommy disela perbincangannya bersama oma Carla.
Tommy, oma sangat setuju kamu dengan siapa pun.
Tapi, oma harap kamu jangan memaksakan kehendakmu pada Jen yah.
“Iya oma, tapi perempuan seperti Jen harus benar-benar dijaga, aku hanya ingin terbaik buat Jen.” Tukas Tommy dengan wajah sendunya.
Perasaannya yang sudah terlanjur terpaut pada Jen begitu sulit untuk Tommy hilangkan. Bahkan sudah beberapa tahun mengenal Jen, hingga akhirnya Jen menyelesaikan pendidikan strata satunya dan mendapatkan pekerjaan pun Tommy masih saja bertahan dengan perasaannya.
Tommy, si pria berbakat, mapan, tampan, suami idaman para wanita.
Tommy, hari ini Carisya mau bertemu oma dan datang ke rumah.
“Carisya?? ngapain dia oma??” tukas Tommy dengan nada tidak terlalu senang dengan kehadiran Carisya.
Tommy, masa lalu biarlah berlalu dan jangan berpikir negative tentang Carisya.
Bagaimana pun dia adalah perempuan yang pernah sangat kamu sayangkan. Ujar oma Carla mencoba menasehati Tommy.
“Oke oma, tapi bukannya kita mau makan malam bersama nanti..?”
Iya silakan, kamu bersama Jen aja yah…
“Yasudah kalau oma maunya begitu..”
Sore pun tiba, dan saatnya bagi Tommy menjemput Jen dari tempatnya bekerja.
_________________*_______________
“Bank asing xx”
Tommy telah meunggu Jen tepat di area gedung tempat Jen bekerja. Dari loby utama, terlihat Jen sedang berjalan ke arah Tommy, dengan wajah dipenuhi senyuman saat sedang bertegur sapa dengan para pegawai maupun karyawan lainnya.
Seringai senyuman tampan Tommy, saat melihat betapa ramah dan cantiknya Jen dari kejauhan maupun dekat.
Tok tok tok…
Jen mengetuk kaca mobil Tommy, dengan perlahan Tommy menurunkan kaca mobilnya dengan wajah penuh senyuman ramah.
“hallo Jen..” ujar tommy dari balik kaca mobil miliknya.
Hmmp… aku masuk yah bang.. ujar Jen sembari membuka pintu mobil lalu duduk di samping Tommy.
“Kita langsung cabut yah Jen..”
Oma mana bang?? ujar Jen sambil meneguk air mineral.
“Oma bilang ada tamu, jadi kita berdua aja yang makan keluar.”
Ohh begitu bang, okedeh…
Mereka pun segera menuju sebuah mall dan berjalan menyusuri mall tersebut untuk mencari resto yang cukup menarik selera.
“Mall xx”
“Jen, kamu gak lagi dekat dengan siapa pun kan?” ujar Tommy disela makan malam mereka.
Hmmp, nggak sih bang.
Aku fokus dengan pekerjaanku.
“Jen, abang sayang kamu…” ujar Tommy dengan penuh percaya diri.
Ohh thank you abang Tommy.. seringai senyuman Jen saat meresponi ucapan Tommy, yang ia pikir hanya sebagai kalimat biasa.
“Jen, abang serius!
Kamu mau menjadi pacar abang gak??” ujar Tommy sekali lagi dengan penuh keyakinan diri.
Abang, apa sebenarnya yang abang pikirkan?? tukas Jen sambil menyantap makanannya, dan masih menganggap perkataan Tommy sebagai selingan semata.
“Jen, abang sudah lama menyukaimu.
Sejak awal kamu masuk dalam keluarga Aharon beberapa tahun yang lalu, hingga saat ini abang masih berusaha supaya kamu mau menerima cinta abang.”
Maaf bang, aku terlalu lelah bekerja. Jadi, aku belum bisa berpikir dengan baik. Jen kembali menyantap makan malamnya, dan tak ingin lagi terlibat dalam perbincangan tersebut.
Beberapa saat kemudian…
“Jen, nanti langsung istrahat yah, dan ingat perkataan abang tadi sangat serius..” ujar Tommy sembari berjalan menuju parkiran mobil miliknya.
Jen hanya terdiam, dan selama dalam perjalanan dari mall hingga tiba di rumah kediaman oma Carla, keduanya terlihat begitu canggung.
“Kediaman oma Carla”
“abang langsung pulang ke rumah om Danil yah Jen,” ujar Tommy saat tiba di depan gerbang rumah kediaman oma Carla.
Oke bang, aku masuk dulu.
Jen pun bergegas masuk, dan saat Jen ingin menaiki anak-anak tangga, tanpa sengaja Jen mendengar percakapan oma Carla bersama seorang wanita dan suara yang sangat familiar bagi Jen…
***