Beloved Mister 1-2

Beloved Mister 1-2
BM S2 - Kenangan luka keluarga Danish



“Beloved Mister – Season 2”


Author by Natalie Ernison



Heron sangat murka, saat mengetahui saham perusahaan yang sedang ia keloloa mengalami penurunan drastis. Semua karena ulah dari Mr. Swam, musuh besar keluarga Danish. Namun, saat Heron ingin membuat perhitungan atas perbuatan dari Mr. Swam, mereka justru terjebak dalam perangkap Mr. Swam.


Mr. Swam menggunakan Mercy sebagai alat untuk membuat Heron lemah tak berdaya. Alhasil, Heron mengalami kekalahan telak saat bertarung. Perbuatan keji Mr. Swam telah membawa Mercy kecil, putri dari Heron ikut dalam permasalahan mereka. Bahkan Mercy kecil harus menerima luka sayatan dari Mr. Swam.


~ ~ ~


Kota C


Di sebuah taman bermain.


Heron memberhentikan mobil miliknya, tepat di depan taman bermain. Disana, ia melihat seorang wanita hamil yang duduk bermain bersama anak-anak kecil.


Heron tersenyum, seraya mengarahkan kamera miliknya dan mengambil beberapa gambar secara diam-diam.


“Wanita yang tangguh,” ucapnya dengan tersenyum sendu. Ia terus memperhatikan semua yang wanita hamil tersebut lakukan. Bahkan hingga menjelang senja, Heron tetap berada disana.


Tanpa sengaja, wanita tersebut menoleh ke arah mobil berwarna hitam pekat milik Heron. Namun, ia tak dapat melihat siapa yang ada didalam sana. Wanita tersebut acuh, lalu pergi bersama salah seorang pelayannya.


Heron terus mengikuti kemana arah mobil yang sedang wanita tersebut tumpangi.


Wanita hampir tadi pergi ke sebuah super market untuk membeli beberapa susu hamil. Heron dengan sengaja membeli beberapa susu hamil, dan mengatakan pada sang kasir bahwa susu tersebut adalah susu gratis.


Sore hingga malam, Heron benar-benar membuntuti wanita tersebut.


“Kurasa sudah cukup,” ucap Heron dan memutar balikkan mobil miliknya.


***


Kota A


“Mansion Kediaman Danish family”


Heron pergi ke mansion kediman keluarganya, untuk mengunjungi Mercy kecil yang ia titipkan bersama kedua orang tuanya.


“Biarkan Mercy disini, karena akan sangat bahaya baginya jika terus bersama seorang ayah sepertimu.” Ucap Mr. Wornerd saat sedang menyantap makan malam bersama.


“Sampai kapan kita akan mengadakan permusuhan dengan keluarga Swam. Tidakkah ayah dan ibu yang telah membuatnya begitu dendam.” Tukas Heron, membuat kunyahan Mrs. Clawi terhenti.


“Kau tidak tahu kejadian yang sebenarnya, Heron. Semuanya, cukup sulit untuk dijelaskan.” Ucap Mrs. Claw


“Terlalu sulit! Untuk membayangkan kekejaman kalianpun sudah cukup sulit bagiku.” Balas Heron sinis.


“Sudah cukup banyak hal yang telah kalian perbuat padaku. Memisahkanku dengan Jen, lalu sekarang anakku pun hampir celaka karena ulah kalian dimasa lalu. Apakah kalian belum puas!” Bentak Heron, sembari memukul meja dan membuat piring miliknya terjatuh hingga pecah.


“Bukankah, Mercy bukanlah cucu kami!” Ucap Mrs. Claw dengan tersemyum miring.


“Stop!” Bentak Mr. Wornerd, memukul meja makan hingga hancur dan semua makanan yang tersaji pun jatuh.


Semua pelayan yang berada disana, bergidik ketakutan.


“Sedang menikmati makan malampun kalian masih bertengkar!” Ucap Mr. Wornerd.


Hampir saja ia berubah menjadi seekor serigala, namun ia berusaha untuk menahan emosinya. Karena, Mr. Wornerdlah yang paling sadis dalam hal kepemimpinan di keluarga Danish.


“Tidak perlu mengungkit sesuatu yang sudah lama berlalu.” Peringat Mr. Wornerd.


Heron hanya terdiam, begitu pula ibunya.


“Cepat atau lambat, Jannet juga calon cucu yang ada dalam kandungannya harus masuk ke dalam keluarga kita.” Ucap Mrs. Claw.


“Clawie, diam!”


Plak


Mrs. Wornerd menampar wajah istrinya, hingga membuat sang istri terjatuh.


“Semua karena keegoisanmu! Kau selalu menuntut hal lebih, dan lihat! Semua menjadi kacau seperti ini! Lalu, Heronlah yang harus menanggung semuanya!” Bentak Mr. Wornerd


Mrs. Claw hanya menunduk diam, ia bahkan tak memiliki kekuatan lebih untuk membantah perkataans suaminya.


“Heron, kau ikut bersama ayah!” Titah Mr. Wornerd.


“Baik ayah,” balas Heron.


>>>


Di ruang kerja pribadi Mr. Wornerd.


“Apa rencanamu ke depannya?” tanya Mr. Wornerd pada Heron, dan kala itu hanya ada mereka berdua disana.


“Aku akan menyelesaikan permasalahan keluarga Danish dan keluarda Swam.”


“Apa maksudmu, ayah?” Heron masih belum mengerti maksud pernyataan dari sang ayah.


“Kau masih belum juga mengerti?” ucap Mr. Wornerd. Heron hanya terdiam, menanti jawaban pasti dari ayahnya.


“Tuan Swam adalah adik bungsu ayah. Kami terpisah, karena keegoisan ayah.” Ucap Mr. Wornerd, membuat Heron sangat terkejut tak terkatakan lagi.


----Kilas balik----


“Ayah dan ibu telah menyerahkan kepemimpinan padaku, dan aku sebagai anak tertua.” Ucap Wornerd yang kala itu masih lajang.


“Tapi kak, bukankah kita semua sama anak ayah dan ibu,” potong Swam yang kala itu masih remaja.


“Diam! Akulah yang berkuasa, dan kau hanyalah anak bungsu. Perjalanan hidupmu masih panjang!” Tukas Wornerd. Swam hanya tertunduk diam, dan berusaha menerima segala perlakuan dari Wornerd.


Setelah beberapa tahun kemudian...


Semakin dewasa, Wornerd semakin terlihat sangat berkuasa didalam lingkup keluarga Danish. Tak satupun dari saudaranya yang berani membantah perintah dari serang Wornerd.


“Kak Wornerd, sampai kapan kakak akan membagikan semua aset juga warisan kekuatan keluarga Danish?” ucap Swam yang kala itu mulai beranjak dewasa.


“Kau pergilah ke kota S, dan kelola bisnis keluarga disana. Pulanglah, ketika kau sudah benar-benar siap untuk duduk disamping kursi singgasana.” Tukas Wornerd penuh keangkuhan.


Swam sangat geram atas tindakan kakak lelakinya, yang selalu bertindak sesuka hati.


“Sampai kapan kak Wornerd akan bersikap seperti itu. Bukankah, kita sama!” Keluh Swam kala itu.


“Kita berbeda, kita tidak sama. Seorang pemimpin keluarga Danish haruslah sosok yang sangat kuat. Semua itu ada pada kakak tertua, lalu kita bisa apa?” ucap salah seorang saudara lelakinya.


“Tapi kak, aku pun ingin dianggap sebagai pewaris keluarga Danish.” Tegas Swam.


“Swam, kau masih terlalu muda untuk mengatakannya. Ingat! Kak Wornerdlah yang membuat status keluarga kita bertahan hingga saat ini. Lebih baik kau belajar dengan baik.”


Mendengar hal itu, Swam sangat marah, dan memutuskan untuk mengambil sebuah mutiara hitam yang merupakan rahasia inti keluarga.


>>>


Swam yang masih belum terlalu dewasa bertekat untuk menyaingi sang kakak tertuanya, Wornerd. Namun, karena terlalu gegabah, Swam akhirnya menelan mutiara tersebut. Seluruh isi mansion keluarga Danish gempar, terutama Wornerd yang mulai merasakan ada hal aneh.


Saat semua Danish bersaudara berkumpul, hanya Swamlah yang terlihat sangat lemah. Karena telah mencuri mutiara hitam dan dianggap mencoreng nama baik keluarga terhormat. Swam pun disingkirkan, dan dikirimkan ke kota S.


Selama hidupnya, Swam dipenuhi rasa dendam. Ia tak pernah lupa, bagaimana Wornerd menghajarnya dengan sangat kejam dan hampir membuatnya terbunuh kala itu. Beruntung, sang ayah mereka sempat menghentikan pertengkaran itu.


Sejak saat itu, hidup Swam hanya untuk membalaskan dendamnya pada keluarga Wornerd. Sehingga ikatan keluarga mereka pun seakan terputus begitu saja.


--------


Setelah menceritakan semua itu, Heron jatuh tersungkur. Sungguh Heron tidak menyangka, jika ayahnya adalah sosok yang sangat kejam dan beringas. Sekarang, Mr. Swam akan segera membalaskan dendamnya pada siapa saja yang bersangkutan dengan keluarga Danish.


Pada saat Heron membuntuti seorang wanita hamil kala itu, orang suruhan dari Mr. Swam telah diutus untuk mencari tahu hubungan keluarga Danish dengan sosok wanita hamil tersebut, yang ialah Jen.


Heron tidak menyadari bahwa gerak geriknya telah berada dalam jangkauan Mr. Swam, pamannya sendiri.


***


“Mansion kediaman Mr. Tyson Mrs. Jen”


Seorang pria yang belum terbilang terlalu tua datang berkunjung, dan mengakui dirinya sebagai saudara dari Mr. Wornerd. Ia bahkan berkunjung membawa seorang anak kecil laki-laki yang tampan, dan merupakan cucu dari Mr. Swam.


Mr. Swam



“Tuan Swam,” ucap Jen kala itu.


Mr. Swam mengangguk pada Jen. “Benar Nona Jen, aku adalah paman dari Heron.


Sepertinya, kau sedang mengandung?”


Jen membelai perutnya yang mulai terlihat buncit. “Benar tuan Swam, namun kami hanyalah sebatas masa lalu, kami sudah sekian lama berpisah, dan keluarga Danish..” ucap Jen sendu.


“Apakah saudaraku dan istrinya tidak menyetujui hubungan kalian, hanya karena kau seorang manusia biasa?” ucap Mr. Swam.


Jen tertunduk sendu, seakan mewakili jawaban yang akan ia utarakan. Terlebih lagi, Mr. Swam dapat merasakan bahwa bayi yang Jen kandung ialah bayi keturunan darah serigala murni, darah keluarganya. Sedangkan, Mr. Tyson sendiri hanyalah seorang manusia biasa.


Semua pertanyaan dibenaknya seakan terjawab sudah.


“Cucuku yatim piatu, dan jika Nona berkenan… Apakah, Nona Jen bersedia berkunjung?” ucap Mr. Swam berusaha meyakinkan Jen.


Semua bukti bahwa ia adalah anggota keluarga Danish pun sangat kuat, dan ia telah meyakinkan Jen akan hal itu.


Jen mengangguk, karena batin keibuannya begitu kuat, data melihat seorang anak kecil tanpa seorang ibu. Terlebih lagi, Mr. Swam begitu ramah pada Jen, dan Mr. Tyson sendiri telah mengenal baik Mr. Swam. Walaupun, tak ada yang mengetahui isi hati dan pikiran Mr. Swam saat ini dan apa yang tengah ia rencanakan.


****